Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 52 Gue hanya mencari istri gue


__ADS_3

Selamat pagi 😗


.


Happy reading 😚


.


.


.


"awwww...." teriak Mutia membuat Neina dan Rere mencari asal suara sang sahabat.


"M...ma..maaf...mu..Mutia t.. tidak se...ngaja kak..." lirih Mutia setelah sadar dari rasa terkejutnya.


" lho apa-apaan sih b*go...lho lihat baju bang Rey jadi kotorkan..."teriak Aradella berlari dari mejanya menghampiri Reynaldo dengan membawa tisu.


"Mmm...maaf..." lirih Mutia menundukkan kepalanya takut dengan kemarahan Aradella apalagi Reynaldo dari tadi diam saja, membuat Mutia semakin ketakutan.


"bang Rey...baju lho jadi kotor... Dela bantu bersihkan yah..." tanya Aradella sambil menyelipkan rambutnya ke daun telinganya.


Bukannya menjawab Reynaldo malah menatap Aradella dari atas sampai bawah.


"Ck...masih cantikan istri gue..." batin Reynaldo.


"Ney bagaimana ini...Tia mencari masalah dengan si senior sombong itu..." gugup Rere dari sebrang sana menggigit kukunya.


"Biar gue yang urus..." Neina seketika bangkit dari duduknya.


"Mana Neina..." tanya Reynaldo pada Mutia mengacuhkan Aradella, yang membaut wajah Aradella merah Semerah tomat.


"apa-apaan ini...kenapa dia malah nanyain si cupu..." geram batin Aradella mengepalkan tangannya.

__ADS_1


"I...i...it..tu..." ucap gagap Mutia menunjuk kearah Neina yang sedang berdiri.


"lho ikut gue ..." ucap singkat Reynaldo yang di angguki Mutia yang mengekor di belakangnya.


"Siang Ney..." senyum manis Reynaldo yang membuat semua mata para siswi terbelalak tidak percaya melihat Reynaldo tersenyum manis pada Neina.


Bukannya menjawab Neina malah melirik pada Mutia yang berada di belakang Reynaldo dengan menundukkan kepalanya.


"sini Ti..." ucap Neina melambaikan tangannya namun dibalas tatapan keraguan Mutia.


"Mmm N...Ney..mu..."


"Sahabat lho manggil apa lho gak denger.. " ucap datar Reynaldo pada Mutia memotong perkataan Mutia, dia mengerti jika Mutia ragu untuk menemui Neina karena nya.


"Mm...ma..af.. " ucap terbata Mutia dan dengan secepat kilat berlari ke arah Neina dan bersembunyi di tubuh belakang Neina dengan memegang sedikit baju seragam Neina.


"astaghfirullah Tia..." kaget Neina.


Neina membalikan badannya dan menatap Mutia.


"apa lho baik-baik saja Tia..." tanya


Neina sambil membenarkan rambut Mutia yang acak-acakan karena tadi menabrak dada lebar Reynaldo.


"Tia gak kenapa-kenapa Neina... tapi..." ucap Mutia menatap takut Reynaldo, Neina yang mengerti pun langsung menatap Reynaldo.


"apa lho gapapa..." tanya Neina pada Reynaldo yang langsung membuat Reynaldo secepat kilat merubah ekspresi wajahnya yang semula datar langsung tersenyum lembut menatap Neina.


"yah...gue gapapa...hanya seonggok es krim saja." jawab Reynaldo dengan senyum manisnya.


Yah ... tadi saat Mutia selesai memesan es krim miliknya, dengan semangat 45 yang Mutia miliki tanpa melihat jalan terlebih dahulu Mutia berlari dan tidak sengaja menabrak Reynaldo yang sedang berdiri mencari keberadaan Neina, alhasil es krim yang dipegang Mutia jatuh dan mengotori baju mereka.


"tuh lho udah dengarkan...jadi lho gak usah takut ...dia gak marah sama lho..." ucap Neina pada Mutia, Mutia kembali menatap Reynaldo yang sudah kembali dengan ekspresi datar nya seketika Mutia menundukkan kepalanya lagi.

__ADS_1


"i..iya Ney..." ucap Mutia terbata masih dengan menundukkan kepalanya.


"Yaudah Re lho bawa Tia ke WC..lihat tuh baju nya kotor dengan tumpahan es krim..." titah Neina yang di angguki Rere dengan cepat dan menggandeng tangan Mutia keluar dari kantin.


"ada apa lho mencari gue ..." tanya Neina pada Reynaldo dan mendudukkan kembali bokongnya.


"Gue hanya cari istri gue..." ucap lirih dan santai Reynaldo dan dengan cepat melepaskan baju sekolahnya, mata Neina melotot melihat kelakuan Reynaldo yang main membuka bajunya, namun seketika ekspresi melotot Neina terhenti saat melihat jika Reynaldo masih menggunakan baju kaos berwarna hitam.


"hahahaha... makannya punya otak itu di cuci Ney...biar otak lho gak selalu berpikiran kotor..." kekeh Reynaldo yang mengerti dengan pikiran sang istri.


" Ck... jangan so tau lho..." ketus Neina.


"ketimbang ngaku saja susah banget lho Ney..." jawab Reynaldo dan mengambil mangkuk bakso milik Neina yang tinggal setengah lagi.


"ehhh...lho ngapain ambil mangkuk punya gue .." kesal Neina.


"gue laper Ney...tadi pagi sarapannya cuman dikit .."


"tapi gak perlu ambil punya gue segala..." berang Neina.


"Ck... tinggal setengah juga... " sungut Reynaldo menyuapkan sesendok bakso pada mulutnya.


"tapi tetap aja itu punya gue...lho gak ada sopan-sopannya ambil punya gue ..."marah Neina dengan mata melotot tajam, Reynaldo hendak menjawab namun terhenti ketika mendengarkan nama nya dipanggil.


"Bos...."


.


.


.


bersambung;(

__ADS_1


__ADS_2