Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 86 Nyawa masyarakat kalangan bawah bukanlah apa-apa


__ADS_3

Selamat siang 😗


.


Happy reading 😚


.


Setelah di rasa cukup lama memeluk Ica Safira kembali melepaskan pelukannya di tatapnya Ica dengan dalam setelah itu di tersenyum tipis dan hendak berdiri namun di cegah Ica dengan memegang pergelangan tangannya.


"Tante ...Ica ingin mengambil janji Tante yang dulu..." ucap Ica serius .


Deg Safira seketika terdiam dia sangat tau betul kemana arah pembicaraan Ica ini.


"Tante..." ucap Ica lagi karena tidak mendapat jawaban dari Safira.


"janji apa yang kamu maksud Ca...." tanya Safira pura-pura tidak mengerti.


"janji pada satu tahun kebelakang saat Ica sedang sakit Tante...dan Ica rasa kami sudah cocok untuk memulai hubungan yang lebih serius lagi dengan hubungan yang Ica minta itu..."tatap Ica serius penuh tekad membuat Safira terdiam lama.


"sudahlah Ca...lain kali saja kita bahas ini..." jawab Safira berusaha menghindari , sungguh dia merasa bingung harus bagaimana, penyakit yang Ica idap lah yang membuatnya selalu berada di titik serba salah tidak bisa menolak keinginan gadis kecil ini.

__ADS_1


"huftt...kenapa semuanya semakin rumit saja...putri Smith ini sungguh sangat-sangat keras kepala dan pantang menyerah sebelum mendapatkan apa yang dia mau ... huftt sungguh merupakan kesalahan terbesar gadis ini masuk kedalam keluarga kecil ku ini...dia akan menjadi bumerang untuk rumah tangga putra ku yang baru seumur jagung itu..." batin Safira merasa kesal dengan putri dari sahabat suaminya ini.


"ayolah Tante...Ica sudah siap kok jadi menantu Tante dan istri kak Rey... Ica janji...Ica akan menjadi istri dan menantu yang baik...mmm atau kalau tidak bisa menikahkan kami sekarang...buat saja acara tunangan kami dulu saja...Ica sudah tidak sanggup lagi melihat kak Rey di dekati lalat-lalat jalanan lagi yang sedang berusaha mendekati kak Rey... untuk menguasai kediaman ini yang merupakan bukan haknya ...."rengek Ica menggoyang-goyangkan tangan Safira.


Safira mengernyitkan keningnya mendengarkan ucapan Ica yang ambigu itu, lalat-lalat jalanan? apa yang dia maksud menantunya itu? pikir Safira.


"Tante..." rengek Ica lagi.


"sudahlah Ica... jangan meminta sesuatu di luar nalar manusia... kalian masih sangat muda untuk memikirkan hal yang kamu inginkan itu..."


"tapi Tante Ica hanya ingin mengikat kak Rey saja... tidak masalah kami tidak menikah saat ini yang penting kami sudah tunangan..." rengek Ica yang tetap pada pendiriannya.


Namun lagi-lagi Safira hanya terdiam tidak bisa menjawab.


"Tante mungkin pernah mengiyakan keinginan mu untuk dijodohkan dengan putra semata wayang Tante...tapi semua itu tidak memungkinkan Tante akan menjodohkan kalian... biarkan Rey menentukan pendamping nya sendiri tanpa paksaan siapapun..." tegas Safira bangkit dari duduknya.


"Tante ..." ucap sedih Ica ini pertama kalinya Safira menolak keinginannya sungguh hati Ica terasa dihimpit batu besar apalagi ini menyangkut masa depannya dan Reynaldo.


"Tante sudah janji waktu Ica di rawat...jika kak Rey akan menjadi jodoh Ica...hiks kenapa sekarang Tante jadi berubah pikiran..." Isak tangis Ica.


"Tante sebenarnya tidak setuju dengan keinginan mu itu Ica... tapi karena demi kesembuhan mu dulu Tante terpaksa mengiyakan dulu saja...tapi karena sekarang kamu sudah sembuh...semua keputusannya Tante serahkan kembali pada Rey.... Karena Rey yang lebih berhak untuk memutuskan kehidupannya bukan Tante..." ucap tegas Safira lagi dan lagi.

__ADS_1


Neina terdiam mendengarkan perdebatan mertuanya dan gadis yang membencinya itu, sungguh dia awalnya merasa takut dan sakit hati saat Ica menuntut pertunangan nya dengan Reynaldo agar segera dilakukan dengan segera mungkin, tadi hatinya sudah sangat sakit sekali membayangkan jika suaminya akan bertunangan dengan gadis lain didepan mata kepalanya sendiri, di tatapnya Reynaldo yang hanya diam acuh tak acuh dengan perdebatan yang sedang ada dihadapannya itu (Ica dan mamanya Safira).


"hiks...jadi Tante selama ini membohongi Ica...hiks tega sekali Tante pada Ica... hiks kenapa Tante setega ini pada Ica...." teriak Ica dengan deraian air mata memenuhi kelopak matanya.


"sudah cukup Ica.... jangan membuat Tante marah padamu..." tegas Safira melangkahkan kakinya.


"hiks...apa ini balas Budi keluarga Sangga... dengan membohongi penyelamat pewaris semata wayangnya...berbuat tega pada gadis yang sudah mengorbankan nyawanya demi pewaris mereka...apa ini rasa balas Budi kalian...apa ini balas Budi Tante pada Ica hahhh..." teriak Ica sambil nunjuk-nunjuk Safira.


Seketika Safira menghentikan langkahnya dan berbalik menatap datar Ica mengeluarkan aura kekejamannya, aura yang tidak pernah dia keluarkan selama ini pada siapapun.


"aku sudah peringatkan kau untuk tidak membuat ku marah Ica Smith Singgih...."tekan Safira dengan gigi bergeremutuk antara yang satu dan yang lainnya.


"kau mengungkit balas Budi keluarga kami...apa itu benar Ica Smith....apa kau ingin menuntut balas Budi mu itu yang sudah menolong putra ku hahh... hahahaha jangan lupakan satu pakta Ica Smith...tanpa kami kamu bukan lah siapa-siapa di kalangan masyarakat...apa fasilitas dan wewenang yang kami berikan untuk mu selama ini belum cukup untuk dikatakan balas Budi hahh... jangan lupakan siapa dirimu dan berasal dari mana dirimu itu ...kau hanya seorang gadis beruntung yang bisa mencicipi kekayaan kami... jangan pikir karena selama ini kami bersikap baik padamu... membuat mu semena-mena meminta apapun dari kami...jika hanya soal materi kami tidak berkeberatan untuk membaginya pada mu...tapi putra kami... ckkkk...aku tidak akan memberikannya pada sembarang orang yang yang tidak memenuhi kriteria keluarga ini yang tidak cocok untuk menjadi menantu keluarga kami.... sebelum mengambil menantu kami pun akan terlebih dahulu melihat bibit bebet bobot nya terlebih dahulu..."


"keluarga Sangga merupakan bangsawan yang paling dihormati dan disegani...kami tidak akan sembarangan mengangkat menantu yang tidak memiliki etika dan sopan santun seperti diri mu ini....yah...kamu Ica Smith tidak layak dan berkualitas untuk menduduki kursi kebesaran nyonya besar Sangga...hati dan otak mu terlalu picik untuk menduduki kursi kehormatan ku ini..." ucap Safira menggebu-gebu habis sudah kesabarannya menghadapi sikap Ica yang tidak tau di untung itu , belasan tahun dia bersabar menghadapi sikap buruk putri dari dokter kepercayaan keluarga suaminya itu, tapi untuk sekarang sudah cukup dia tidak bisa sabar lagi untuk menghadapi sikap buruk putri angkuh Smith ini, selama ini dia selalu mengabulkan semua keinginan Ica hanya karena memandang Wiliam Jackson yang merupakan kakek buyut Ica yang merupakan sahabat baik kakek buyutnya Reynaldo.


Namun gadis yang ada dihadapannya ini sungguh sangat susah untuk dikendalikan dan dikasihani, bukannya bersyukur dia malah semakin tamak dan tidak dapat mensyukuri apa yang sudah dia dapatkan selama ini dari keluarganya, mungkin gadis angkuh ini menganggap kebaikan mereka karena rasa balas Budi padanya yang sudah menyelamatkan Reynaldo, tidak...semua itu sepenuhnya benar, mereka memperlakukan Ica dengan sebaik mungkin karena memandang jasa luhur Wiliam Jackson kakek buyut Ica, yang telah menyelamatkan kakeknya Reynaldo dari penyakit tumor otak yang di idapnya, siapapun yang berasal dari Kalangan bawah yang sudah menyelamatkan Reynaldo tidak akan membuat Raican mengistimewakan mereka termasuk Ica , masih banyak puluhan ribu bahkan ratusan ribu di luaran sana yang mengorbankan nyawanya demi pewaris merek Reynaldo, nyawa mereka bagi keluarga Sangga bukanlah hal apa-apa , jika untuk menyelamatkan nyawa yang berharga maka nyawa kalangan masyarakat bawah tidak ada artinya dimata mereka yang notabenenya sang penguasa.


Yups biasalah guys horang kaya🤣🤣🤣 tidak kek maka runtuh sudah kedudukan mereka dimasyarakat.


.

__ADS_1


bersambung ;(


__ADS_2