Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 79 Perebut tunangan orang


__ADS_3

Selamat siang readers 😗


.


Happy reading 😚


.


Neina menatap satu persatu wajah semua orang, banyak sekali perubahan dari mereka yakini Reynaldo,Agus dan Bara, sangat terlihat jelas sekali jika mereka tidak menyukai Ica yang tiba-tiba datang .


"kakak kenapa tidak jawab..." rengek Ica dengan bibir manyun sepuluh centimeter, Rere langsung saja memutarkan matanya malas.


" memang nya kenapa Ica...bang Rey milih kesini ketimbang ke tempat dudu Ica...yah mungkin karena bang Rey..rindu sama Neina...iya kan bang ..." ucap Mutia polos dengan sedikit takut karena sudah meminta mendapat Reynaldo, bukannya marah Reynaldo seketika tersenyum lebar pada salah satu sahabat istri kecilnya itu.


"hmm...yah itu emang benar...yang dikatakan ..."


"Mutia bang Rey..." ucap Mutia.


"yah ...yang dikatakan Muria emang benar..gue kesini karena gue merindukan Neina kekasih gue..." senyum miring Reynaldo .


brakkkkkkkk


"apa maksud kakak... Neina pacar kakak..." teriak kaget Ica.

__ADS_1


"loh... lho kenapa gadis penguntit...emang bos gue dari dulu pacarnya si cup...si Neina..." tegas Agus langsung bersedekap dada dengan bibir miring penuh kemenangan.


"gak... kalian pasti bohong.... Kalian gak bisa pacaran... dan untuk lho Neina....gue gak nyangka lho perebut tunangan orang...dasar pelakor...."teriak Ica dengan berderai air mata terlihat sangat menyedihkan, seketika membuat semua siswa-siswi menatap iba padanya dan menatap berang Neina yang masih santai-santai saja dengan mulut penuh makanan.


"huh...tuh kan apa kata gue...sikap si cupu emang gak benar...dan kalian sekarang lihat sendiri kan gimana buruknya dia..."


"iya tuh...mana tuh penggemar berat si cupu... cihhhh... mentang-mentang dia sudah cantik... kalian jadi pindah haluan dari Aradella... dan sekarang lihat sendiri sama kalian...kalo sikap idola kalian teramat buruh...menjadi perebut tunangan orang..." ejek siswi B memanasi-manasi kondisi.


Seketika para siswa-siswi saling berbisik dan membenarkan perkataan siswi B, namun tidak semua orang membenarkannya masih banyak yang membantah perkataan siswi B.


"lah...kalo pun iya Neina perebut tunangan orang....mana buktinya... jangan karena lho denger penjelasan dari satu pihak kalian langsung saja menyudutkan Neina...sebelum kalian tau yang sebenarnya...lebih baik lho diam gak usah bicara... perkataan lho gak ada manfaatnya... sekali pun Neina terbukti merebut tunangan orang....lalu apa urusannya dengan kalian...dari pada lho pada ngegosip kalian lebih baik bercermin terlebih dahulu


..apa sikap kalian udah benar...atau masih banyak coretan kejelekannya..." teriak Silsil dari ujung pintu,dia sudah ada beberapa menit yang lalu berdiri di depan pintu dengan keempat sahabatnya, melihat dan mendengar tuduhan murid baru yang mengaku-ngaku sebagai tunangan Reynaldo teman sekelasnya si bad boy cap kakap atas.


"apa hak lho...mencap jelek murid baru itu...siapa tau itu memang benar...kalo si cupu perebut tunangan orang..." kilah siswi B kekeh yang memang mempunyai dendam pada Neina yang waktu itu menampar dan mempermalukannya di hadapan banyak orang, sebagian dari kalian mungkin masih ingat saat Neina memberikan pelajaran pada satu siswi yang memanggilnya cupu dan menjelak-jelekan Neina.


Brakkkkkkkk setelah sekian lama mendengarkan pertengkaran siswa-siswi yang menjelak-jelekan Neina akhirnya kesabaran Reynaldo yang setebal tisu itu pun habis sudah.


"kata siapa kalo lho itu tunangan gue Ica...." teriak Reynaldo menggelegar seketika membuat ruangan menjadi sepi,sesepi di kuburan.


"hiks..kakak bentak Ica hanya karena j*lang ini.... hiks...puas lho sekarang udah merebut kak Rey dari gue...hiks..dasar wanita jahat tidak punya hati..." tunjuk Ica pada Neina.


Wusshhhhhh

__ADS_1


"turunkan jari lho dari wajah sahabat gue...." tepis Rere tidak suka dengan Ica yang menunjuk-nunjuk Neina.


"iya tuh...Ica menunjuk-nunjuk orang seperti itu... namanya tidak sopan...apa orang tua Ica tidak pernah mengajarkan sopan santun pada Ica .. sampai Ica bersikap tidak sopan seperti itu..." nasehat bijak Mutia dengan mengedip-mengedipkan matanya polos.


"diam lho..." bentak Ica emosi dikatakan tidak punya sopan santun, seketika membuat mata Ica berkaca-kaca dan menundukkan kepalanya menyembunyikan air mata yang pastinya sudah mengalir di pipi mulus gadis polos itu.


Cittttttttt Neina berdiri dengan kasar sehingga menimbulkan suara kursi yang bising.


"apa hak lho...bentak sahabat gue hah...." teriak Neina membuat kaget Ica yang tidak percaya jika Neina yang dia anggapnya gadis manja itu bisa bersikap kasar padanya.


"gue diam bukan berarti gue takut sama lho....gue gak masalah lho mau tuduh gue j*lang...tapi gue gak bakal biarkan lho bikin sahabat gue nangis..." tekan Neina dengan mata melotot tajam sedikit membuat rasa takut dihati kecil Ica yang angkuh itu.


"cihhhh... terus lho mau ngapain hah...j*lang dan cewek b*do memang cukup pantas untuk bersahabat saling membela..." kekeh Ica bersedekap dada.


"hiks.... Ica gak b*doh...." bela Ica yang sudah ada dalam pelukan Rere yang menatap tajam Ica.


Plakkkkkk


.


.


.

__ADS_1


bersambung ;(


__ADS_2