Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 83 Sikap angkuh Ica


__ADS_3

Selamat Sore readers 😗


.


Happy reading 😚


.


Ica pulang di jemput anak buah Raican dengan muka betekuk mengutuk Neina dalam hati.


"kita sudah sampai Nona..." ucap anak buah Raican.


"kalo begitu kenapa masih disana...apa matamu buta hah... bagaimana aku bisa keluar kalo pintunya saja masih tertutup rapat..." bentak Ica meluapkan emosi nya pada anak buah Raican dengan nafas naik turun.


"baik Nona... maafkan saya..." ucap anak buah tersebut tidak mau mencari masalah dengan anak angkat Raican yang satu ini, semenjak kecil mereka sudah mengetahui sifat buruk putri dokter Smith ini,awal mulanya mereka menyukai Ica yang selalu bersikap sopan namun semua itu berubah setelah Raican mengangkatnya menjadi putri semata wayangnya,semua orang mengetahui jika Ica adalah anak angka Raican namun yang sebenarnya bukanlah seperti itu.


"apa Om Raican sudah tidak bisa mendisiplinkan anak buahnya... mengapa anak buah Set*lol itu di pekerjakan..." dengus Ica turun dari mobil karena pintunya sudah terbuka, dengan tampang angkuhnya dia mengangkat tinggi-tinggi dagu lancip nya itu.


"apa Om Raican tidak pernah mengajarkan mu untuk bersikap sopan terhadap junjungan mu...atau kau sudah lupa dengan siapa sekarang kau berhadapan...apa kau sudah lupa siapakah aku ini hah ..." bentak Ica tidak suka melihat anak buah Raican yang tidak menundukkan kepalanya saat bertatapan mata dengannya.


"maaf Nona...saya hanya diperintahkan tuan untuk menjemput Nona... bukan untuk menyembah Nona..." ucap anak buah Raican dengan tampang datar, habis sudah kesabarannya menghadapi Nona muda yang satu ini, huftt... membicarakan tentang Nona muda dia jadi teringat pada Neina yang selalu bersikap sopan dan tidak angkuh seperti gadis yang ada dihadapannya sekarang.

__ADS_1


"ck...dasar anak buah tidak tau di untung....aku pastikan kamu hari ini juga akan keluar dari pekerjaan mu ini...aku akan meminta Om Raican untuk memecat mu... camkan itu...." bentak Ica dan langsung berjalan dengan menghentak-hentakan kedua kakinya.


"Lihat saja... setelah aku menjadi nyonya di rumah ini...akan ku pastikan kalian bersujud di kaki ku ini... tidak akan kubiarkan orang-orang b*doh seperti kalian berkeliaran di kediaman ku..." batin Ica penuh tekad.


"Siang Nona..." sapa Art saat melihat kedatangan Ica, namun yang disapa hanya diam saja tidak berniat menjawab, jangankan menjawab melirik saja tidak.


"hufttt... sepertinya hidup kita tidak akan tenang lagi ....selama putri angkat tuan besar berada disini..." ucap salah satu Art .


"kamu benar sekali...putri angkat tuan sangat angkuh dan akan selalu mempersulit pekerjaan kita...berbeda dengan Nona Neina ist..."


Tingggg Satu pot bunga melayang ke arah Art yang sedang bergosip itu.


"apa inikah pekerjaan kalian hah... menggunjingkan Nona muda rumah ini..." teriak Ica penuh emosi membuat dua pelayan yang tadi bergosip menggigil ketakutan.


"maaf... kalian bilang maaf...ck.. tidak semudah itu... untuk lebih mendisplinkan kalian semua...maka kalian harus diberikan hukuman..." teriak Ica berkaca pinggang dengan dagu terangkat tinggi seolah dialah sang nyonya rumah.


"hiks... maafkan kami Nona... kami mohon jangan hukum kami Nona..." tangis kedua pelayan itu dengan berlutut di kaki kecil milik Ica, membuat Ica semakin besar kepala.


"hey kamu ... panggilkan kepala pelayan sekarang juga..." tunjuk Ica pada pelayan yang sedang berdiri menunduk di pojokan dekat kaca.


"b... baik Nona...." secepat kilat pelayan kecil itu berlari mencari kepala maid yang sedang menjelaskan tugas-tugas pelayan baru yang baru saja di lantik satu setengah jam yang lalu.

__ADS_1


"maaf Mbak... Mbak di panggil Nona Ica..." ucap sopan pelayan yang baru datang, alis kepala maid mengernyit.


"ada apa...apa Nona Ica membuat masalah lagi..." batin kepala maid , tanpa menunggu lama lagi kepala maid langsung menuju ke arah Ica yang sedang berdiri di tengah-tengah para pelayan yang sedang menundukkan kepalanya.


"ada apa ini Nona..." tanya kepala maid heran melihat bawahannya pada menundukkan kepalanya terutama dua pelayan yang sedang mencium kaki Ica.


"ck... lihatlah bibi... bawahan mu sungguh tidak memiliki sopan santun..." kesal Ica mengadukan perilaku kedua bawahan kepala maid, Ica ingin sekali membentak kepala maid namun dia tidak bisa berbuat semena-mena pada orang kepercayaan Safira itu.


"memang nya ada apa Nona...dan untuk kalian... kesalahan apa yang sudah kalian lakukan terhadap Nona Ica..." tanya kepala maid penuh selidik.


"hiks... maafkan kami Mbak...kami mengaku bersalah... karena kami sudah berani menggosipkan anggota keluarga kediaman ini...tapi sungguh kami sangat menyesal maafkan kami...."


"alah...alasan saja...sekali sudah bersikap kurang ajar....dan selamanya pasti kalian akan seperti itu....dan untuk mendisiplinkan mereka bibi harus memberikan mereka hukum cambuk dua puluh kali..."


Deg kedua pelayan itu seketika berhenti bernafas.


"maaf Nona...tapi sepertinya saya tidak bisa mengabulkan keinginan Nona... karena kami juga memiliki peraturan dan hukuman kami sendiri...." jelas kepala maid.


"jadi kau juga melawan ku hah...dasar kepala pelayan tidak tau diun..."


"ada apa ini...."

__ADS_1


.


bersambung ;(


__ADS_2