
Selamat pagi readers 😗
.
Happy reading 😚
.
.
.
"kamu tidak boleh pergi dari kakak Ney...kamu jangan berjauhan dengan kakak...di luaran sana bahaya... Kakak tidak mau kamu kenapa-kenapa..." gumam Reynaldo pada telinga Neina,Namun bukannya luluh Neina malah melepaskan pelukannya dan menatap tajam Reynaldo.
"aku akan tetap pergi...kamu tidak bisa menghalangi kepergian ku..."
"karena dengan cara ini aku bisa melihat setulus dan sebesar apa perjuangan mu untuk mendapatkan ku...aku ingin menyakinkan hati ku...jika kau memang benar tulus dengan ku... mungkin dengan berjauhan juga aku bisa meyakinkan perasaan ku sendiri untuk hidup bersama mu selamanya kak ..." batin Neina melanjutkan perkataannya yang tidak bisa dia sampaikan pada Reynaldo secara langsung,Reynaldo menggelengkan kepalanya .
"kamu tidak akan kemana-mana Ney...jika pun kamu ingin pergi kakak akan ikut dengan mu.. " tegas Reynaldo.
"Pelayan... masukan baju-baju ku kedalam koper..." titah Reynaldo dengan tegas tanpa mengalihkan perhatiannya pada Neina yang menatap tajam padanya.
__ADS_1
"baik tuan mu..."
"jangan turuti keinginan nya..." potong suara yang begitu wibawa yang baru memasuki kediaman besar itu.
Semua mata langsung melihat pada asal suara yang begitu wibawa itu, mengetahui suara siapa itu seketika para maid menundukkan kepalanya.
"siang tuan besar..." sapa serempak mereka.
"jangan turuti keinginan Rey... biarkan Neina pergi dari rumah ini...ini juga dem..."
"apa-apaan Papa ini... Neina adalah istriku...aku tidak mengizinkan nya meninggalkan rumah ini... terkecuali aku ikut dengan nya..." ucap potong Reynaldo bicara tak kalah wibawa nya dari sang papa.
"Ney... pergilah... suami mu biarkan papa yang mengurusnya..." ucap Raican pada Neina,seketika senyuman manis terbit di bibir kecil Neina.
"terimakasih pa..." ucap Neina melepaskan pelukannya .
"sama-sama sayang... pergilah...anak buah Papa akan selalu menjagamu ...jika terjadi sesuatu cepat-cepat lah telepon papa..." ucap Raican mengelus lembut rambut menantu satu-satunya.
"Papa..." teriak Reynaldo tanda tidak setuju.
"sudah... keputusan papa sudah final...mulai hari ini menantu papa akan tinggal di rumah Raihan...itu semua demi kebaikan kalian berdua..."
__ADS_1
"apa semua ini karena ucapan om Smith...sehingga papa ingin memisahkan Rey dengan Neina..." kesal Reynaldo menatap tajam Raican.
"Iyah... semuanya demi kebaikan mu dan masa depan mu...dan tentunya juga demi kebahagiaan kalian semua...."
"jika Neina pergi dari rumah ini...maka dia akan sadar jika kehadiran mu dalam kehidupannya begitu penting Rey...papa tidak akan tinggal diam melihat mu berjuang sendirian... papa akan membantu mu mendapatkan cinta menantu manis papa ini..." batin Raican tersenyum samar sampai tidak ada yang menyadarinya.
"apa kata papa...untuk kebahagiaan kami... mana bisa Rey bahagia kalo harus berjauhan dengan Neina pa..." kesal Reynaldo mengacak rambutnya.
"tapi dengan Kalian berjauhan...itu akan membuat Neina bahagia...apa kamu sebagai suami tidak ingin melihat istri mu bahagia Rey..." timpal papa Raican melihat ke arah Neina yang tersenyum manis padanya dan beralih melihat Reynaldo dengan tatapan bencinya.
"pergilah sayang... Ingatlah untuk selalu hati-hati... dalam satu minggu sekali Papa dan mama akan mengunjungi mu..." lembut Raican.
"terimakasih pa...kalo begitu Neina pergi..." Neina mencium tangan Raican dan menatap datar ke arah Reynaldo yang balik menatap Neina dengan sendu.
"maafkan aku kak...hanya dengan cara ini aku bisa melihat setulus dan besar apa cinta mu untuk ku... dan aku juga ingin tau apa dengan berjauhan dengan mu seperti ini akan menyadarkan ku jika selama ini aku telah jatuh cinta padamu atau tidak kak..." batin Neina sedih berbanding terbalik sekali dengan tatapan benci yang dia berikan untuk Reynaldo.
"jangan pergi...kakak mohon Ney..." batin Reynaldo sendu nyaris menangis berharap Neina membatalkan keinginannya itu.
.
.
__ADS_1
.
bersambung ;(