
Selamat malam readers 😗
.
Happy reading 😚
.
Ica memasuki kamar dengan membanting pintu sekuat tenaga.
"Arghhhhhhh...kenapa semuanya jadi rumit seperti ini...di mulai dari Tante Safira yang sudah tidak peduli lagi... dan sekarang di rendahkan keluarga Alfaro... arghhhhhhh...kenapa hidup ku terlalu banyak cobaan..." teriak Ica membanting pas bunga tepat di depan kaki Neina yang sedang bersandar di daun pintu menyilangkan kedua tangannya.
prangggg
"karena kamu itu orang jahat..." ceplos Neina tidak merasa bersalah.
"kau...sejak kapan kau ada di kamar ku..."
"sejak kau kesurupan seperti orang gila...dan satu lagi turunkan tangan mu itu dari wajah ku... sebelum ku patahkan tangan kecil mu itu..." ucap Neina berdiri dengan tegap membuat Ica mundur satu langkah ke belakang.
"apa yang ingin kau lakukan..." gugup Ica.
"tidak ada...aku hanya ingin kembali lagi ke ruang tamu... karena ku yakin suami ku sudah menunggu ku..." senyum menyeringai Neina seolah mengejek keadaan Ica yang tidak bisa merebut hati Reynaldo.
"kurang ajar... awas aja lho nanti..." teriak Ica membuat langkah Neina terhenti.
"jangan terlalu banyak mengancam...jika kamu tidak bisa menunjukkan ancaman mu itu..."
"kau..." ucap Ica tidak bisa membantah.
"sudahlah...waktu ku terbuang sia-sia untuk meladeni orang iri hati seperti diri mu ini..."
__ADS_1
"kau enak bisa bicara seperti itu karena kamu keturunan orang kaya... sedangkan aku...hanya gadis biasa...kau juga belum tentu bahagia jika kau ada di posisi ku..." teriak Ica dengan nafas memburu.
"aku mungkin tidak bisa merasakan apa yang kamu rasakan... tapi jika seandainya kamu bisa mensyukuri apa yang sudah kamu dapatkan.. kamu akan hidup bahagia dan tenang...berkaca dan lihatlah gadis di luaran sana...ada yang lebih sengsara dari pada kita...kau masih beruntung bisa memiliki atap untuk berteduh... sedangkan mereka... jangankan atap untuk berteduh untuk sesuap nasi saja mereka kepayahan...aku bukannya menggurui mu...hanya saja sebagai sesama manusia aku berhak menegur mu...sekarang kamu sudah bisa mendapatkan fasilitas keluarga Sangga...ku harap kau bisa mensyukuri nya... sebelum semuanya hilang karena ketamakan mu itu ..." ucap Neina panjang kali lebar sebelum benar-benar meninggalkan Ica seorang diri.
"arghhhhhhh...kau sungguh menyebalkannnn...."
"kenapa takdir ku tidak sebagus Neina... mengapa harus dia yang ada di posisi bergelimpangan harta ... kenapa dia... kenapa bukan aku... arghhhhhhh...."
Prangggg
prangggg
prangggg
"kenapa aku harus dilahirkan dari keluarga yang tidak berguna...kenapa aku harus dilahirkan dari ****** Smith yang tidak beruntung itu... arghhhhhhh...kenapa harus aku ... kenapa bukan ja-lang ituuuuh... arghhhhhhh..."
prangggg
"aku pun tidak tau ...bibi..bibi...kepala maid..." teriak Raican.
"saya tuan..." ucap kepala maid dengan nafas memburu karena sempat berlari dari dapur untuk sampai ke ruang tamu.
"coba kamu periksa ada apa di lantai dua..." titah Raican.
"baik tuan...kalo begitu saya permisi..." ucap kepala maid sedikit menunduk lalu berjalan cepat menaiki tangga.
"kenapa Neina lama sekali... kemana dia...apa keributan itu ada sangkutannya dengan Neina..." batin Reynaldo.
"Rey pamit dulu semuanya..." ucap Reynaldo berdiri.
"lho mau kemana..." tanya Gonzales.
__ADS_1
"mau mencari..."
"Kakak mau kemana..." tanya Neina turun dari lift dan mendekati Reynaldo.
"kamu kemana saja sayang... kenapa lama banget..."
"Ney..."
"Tuannnnn... hufttt...gawat tuan..." teriak kepala maid dari lantai dua membuat semua orang berdiri dari duduknya.
"Ada apa..." teriak Raican tegas.
"No... nona Ica mengamuk tuan...semua barang di lemparkan nya ...kamar sudah terlihat seperti kapal pecah tuan..." teriak kepala maid panik.
"Shitt ...ada apa lagi dengan anak itu ..." decih Raican dengan cepat berlari menaiki tangga diikuti Safira yang juga sama khawatir nya dengan Raican.
Bagaimana tidak khawatir...jika Ica terus mengamuk sudah bisa di pastikan jika penyakitnya akan kembali kambuh lagi, dan jika itu semua terjadi maka keluarganya lah yang akan kena masalah menghadapi tuan William Jakson.
"ada apa ini Dad..." tanya heran Gonzales.
"Mari kita lihat..." ucap Raihan di angguki Gonzales yang dengan sigap berjalan cepat mengikuti Raihan yang sudah mulai menaiki tangga, Vina yang bingung pun memutuskan untuk ikut melihat.
"ada apa ini Ney..." tanya Reynaldo menelisik dalam netra mata Neina.
"aku hanya bicara apa adanya... jika dia harus mensyukuri apa yang sudah dia dapatkan selama ini...dan berkaca keluaran sana yang masih banyak gadis yang kurang beruntung dibandingkan kami...dia terlalu iri dengan kehidupan orang lain... sehingga selalu menyimpan dendam pada orang yang tidak bersalah..." jujur Neina tanpa menyembunyikan apapun dari Reynaldo.
"syukurlah jika kamu tidak melakukan apa-apa sayang...mari kita lihat keadaan nya...anak itu sungguh keras kepala..." ucap Reynaldo menggandeng tangan Neina.
"jika dia sampai kolaps lagi...dan meminta yang tidak-tidak padaku lagi...aku tidak akan mau menurutinya lagi... karena sekarang sudah ada Neina dalam kehidupan ku... Neina Reynaldo Raican Sangga... istri ku satu-satunya..." batin Reynaldo bertekad tinggi untuk tidak menuruti keinginan Ica yang selalu di luar batas.
.
__ADS_1
bersambung ;(