
"seandainya lho gak pernah melakukan semua itu... hubungan kita tidak akan pernah renggang...itu semua salah lho...lho yang bikin gue benci sama lho...lho yang merubah rasa sayang gue jadi rasa benci yang teramat sama lho...semua itu lho yang bertanggung jawab Reynaldo..." ucap neina yang menoleh ke arah belakang dimana ada Reynaldo yang sedang mengacak kesal rambutnya.
"gue hanya mau maaf dari lho Ney...kenapa rasanya susah banget maaf dari lho...apa segitu besarnya sakit yang gue tanam di hati lho..."
"arghhhhhhh....lho memang aneh Reynaldo raican sangga....lho cowok aneh....lho suka dengan dengan rival lho...lho gak tau malu cinta sama si cupu... arghhhh lho menjijikkan Reynaldo lho menjijikkan..." teriak frustasi Reynaldo.
"gue benar-benar udh menjilat ludah gue sendiri...gue udah yakin kalo gue jatuh dalam pesona neina... perasaan aneh ini tanda kalo gue cinta sama dia.... bakal gue perjuangin cinta ini... bakal gue kejar maaf dari nya ini mungkin terlihat aneh..tapi gue gak bisa hanya diam dan terus menyangkal perasaan ini... bakal gue kejar meski ke lubang semut pun....lho dengar itu neinaaa.... bakal gue kejar maaf dari lho... bakal gue kejar cinta lhooooo... sampai cinta gue terbalaskannnnn.... karena lho hanya milik gue....neina Raihan Alfaro hanya milik gueeee.... lho hanya milik gueeee neinaaa...lho tunangan gueeee... gak bakal gue biarkan lho dekat dan di dekati cowok selain gueeee karena lho hanya milik gue.....si cupu itu milikku...... dengarkan ituuuuuu....si cupu itu milikku....... dengarkan itu baraaaaa..... si cupu itu milikku.... arghhhhhhh.....gue udah benar-benar jatuh cinta dengan cupu ituu..." Reynaldo berteriak keras dengan merentangkan kedua tangannya seolah benar-benar melepaskan beban yang dia rasakan saat ini, membuat semua pasang mata yang berada di taman rumah sakit itu menatap aneh padanya,namun yang di tatap tidak menghiraukannya.
"gak ini gak bisa dibiarkan...gue cemburu dengan sahabat gue sendiri...ck sungguh tak terpikirkan... arghhhh lho udah berhasil dapatin hati gue neina...yah gue yakin perasaan ini adalah... perasaan cinta gue untuk lho..." gumam Reynaldo dengan tersenyum manis, semanis senyum author ini😌 Jangan pada iri yah readers 😌 author ini memang manis😌 tolong dimaklumi aja kemanisan author ini😌 author bukannya ke PDan 😌tapi kalo bukan author sendiri yang muji 🥺 lantas siapa kah yang mau muji author 🥺 apakah kalian readers 😗 ouh terimakasih reader2 atas pujiannya kalian memang yang terbaik 🤣🤣🤣🤣🤣 astaghfirullahalazim author jadi bicara sendiri 🤣 maklumin aja yah readers author sedang kurang dikit nih 🤣lanjut ke Reynaldo lagi guys 🤣.
"mom..." sapa neina yang baru masuk ke kamar rawat sang mommy.
"eh kok mommy udah ganti baju biasa..."
"mommy mau pulang Ney..."
"tapi mommy kan sakit...lagi pula daddy gak akan pernah ngizinin mommy pulang hari ini..."
"ck kamu ini Ney mommy tidak kenapa-kenapa...lagi pula hari ini kakak mu pulang Ney mommy mau menyambut kakak mu itu... sudah lama banget dia tidak pulang..."
"apa... jadi kak Tira hari ini pulang mom..." mata neina berbinar terang, Vina mengangguk.
"asyik akhirnya kak Tira pulang juga..." teriak senang neina.
"ekhem.. " Vina berdehem.
"hehe maaf mom..."
"hufttt..kau ini ney...di depan mu ada calon mertua mu Ney... jagalah image dikit..." sebel Vina.
"tak apalah Vin...kamu ini seperti sama siapa saja....lagi pula aku tidak masalah justru aku senang melihat Calon mantu ku ini bahagia...sini sayang peluk mama..." Safira merentangkan tangannya, neina menerima rentangan Safira dengan tersenyum manis dan bahagia.
"mulai hari ini panggil mama yah sayang... sebentar lagi Ney akan jadi mantu mama..."
deg
"a..pa maksud Tante..." neina melepaskan pelukannya.
"barusan daddy telpon... mommy dan Daddy tiga hari lagi harus terbang ke perusahaan utama Daddy mu..."
"jadi..." tanya neina tidak mengerti.
"Daddy sudah memutuskan jika pernikahan kalian akan diadakan tiga hari lagi...itu semua demi kebaikan mu Ney.. perusahaan utama Daddy sedang dalam masalah besar... kemungkinan mommy dan Daddy akan tinggal disana sampai masalah disana selesai..."
__ADS_1
"apa...." teriak neina dan Reynaldo bersamaan.
"mommy dan tante sedang becanda kan..." Neina tergeletak.
"tidak sayang... yang dikatakan mommy mu itu adanya'..."
deg
tes
"a..pa y..ang T..ante katakan..." gagap neina.
Vina turun dari ranjangnya dan membawa neina duduk di sofa yang terletak di kamar rumah sakit itu.
"dengarkan ini sayang... perusahaan kita sedang terkena musibah... perusahaan cabang utama kita terancam bangkrut...jika perusahaan utama kita bangkrut maka perusahaan yang disini juga akan terkena imbasnya...mom..."
"tidak mom... mommy jangan berbohong mana mungkin itu terjadi... Daddy pengusaha kedua terkaya di sini...neina yakin daddy tidak akan bangkrut hiks...neina mohon mom neina tidak mau menikah..."
"sayang...ini demi kebaikan mu...ini demi keamanan mu sayang...kamu tidak bisa meninggalkan mu sendirian disini... perusahaan kita sedang terkena masalah bukan hanya di perusahaan utama saja... tapi juga perusahaan Oma mu juga sedang terancam bangkrut juga... seperti nya ini masalahnya tidak main-main sayang...kamu tau sendiri kan mommy hanya anak tunggal dari Oma mu... dan opa mu juga sudah meninggal...jadi mommy yang harus menangani masalah ini..."
"hiks tapi tidak seperti ini juga mom...neina masih kecil...hiks neina tidak mau kehilangan masa remaja neina...hiks neina tidak mau menikah neina tidak mau mom...neina mau ikut saja sama Daddy dan mommy...hiks neina mohon jangan tinggalkan neina mom..."
" maafkan Mommy sayang...ini yang terbaik untuk mu..." Vina meneteskan air matanya melihat putri kesayangannya menangis.
"hiks tapi mom kenapa harus menikah...neina bisa ikut Mommy...neina tidak masalah harus pindah sekolah... asalkan neina bisa bareng mommy dan Daddy... neina tidak mau jauh dari kalian...hiks neina takut..."
"tidak sayang...jika kau ikut mommy takut itu akan membahayakan mu..."
"pokoknya neina tidak mau mom...neina tidak mau menikah hiks...neina tidak mau...neina takut neina belum siap mom..." neina beranjak dari tempat duduknya dan berlari keluar rumah sakit.
"Ney ...neina... dengarkan mommy sayang..." teriak vina mengejar neina yang sudah masuk kedalam taksi.
"biar Rey yang kekar Tante..." Reynaldo cepat-cepat mengambil mobilnya dan mengejar taksi.
"hiks maafkan mommy ney...hiks bukan maksud mommy seperti ini... hiks mommy hanya tidak ingin kau kenapa-kenapa...apa ini keterlaluan fir...."
"jangan bicara seperti itu Vin... insyaallah semuanya baik-baik saja... kita memang bukan manusia yang alim...tapi marilah kita berdoa pada sang pencipta...semoga semuanya baik-baik saja..." Safira memeluk sahabatnya yang sudah menemaninya semenjak kecil, Safira bisa merasakan bagaimana ketakutan Vina dan Raihan, masalah yang sedang mereka hadapi bukanlah hal yang mudah untuk ditangani makannya mereka menolak membawa neina.
"hiks fir jika suatu nanti aku dan suami ku beserta zales tidak pulang-pulang kesini...ku mohon jaga dan sayangi putri ku seperti kau menyayangi putra mu....hiks aku mohon aku tidak tau lagi harus pada siapa menitipkan putri ku ini..."
"sutt kamu bicara apa Vin....aku yakin kalian akan pulang dengan keadaan baik-baik saja... jangan merendah...aku tau siapa suami mu itu Vin...aku yakin kalian akan baik-baik saja..."
"tapi fir...mas Raihan sampai mau menikahkan anak-anak kita di usianya sekarang karena dia takut tidak bisa menjadi wali neina jika harus menunggu lebih lama lagi... bukankah itu sudah menjadi bukti jika kami tidak akan baik-baik saja fir...hiks "
__ADS_1
"sudah Vin aku yakin semuanya akan baik-baik saja...ku mohon berhentilah menangis...aku yakin kalian akan pulang dengan keadaan selamat... hiks ku yakin itu..."kedua wanita itu saling berpelukan dengan berderai air mata, disini bukan hanya Vina saja yang merasakan akan kepergian mereka tidak akan kembali lagi tapi Safira pun bisa merasakannya, tadi Safira dan raican sudah mengajukan diri untuk membantu, namun di tolak mentah-mentah karena Raihan pikir itu akan mengancam keamanan mereka Raihan hanya butuh bantuan untuk menjaga neina saja Raihan tidak mau mengambil resiko jika nanti keluarga Raican terancam bahaya karena nya, maka dari itu Raihan tidak mau ada yang membantu dia hanya ingin raican sekeluarga untuk menjaga neina saja, karena keselamatan neina yang utama pikir nya.
"hiks apa yang mommy dan Daddy pikirkan...hiks menikah muda... tidak aku tidak mau...hiks aku tidak mau nikah muda... emangnya masalah sebesar apa sampai Daddy menyerah seperti ini...hiks semuanya akan baik-baik saja kan...hiks kenapa aku jadi takut...hiks aku mau ikut mommy dan Daddy..." sebenarnya tadi neina mendengarkan sedikit pembicara Vina, Raihan, raican dan Safira ,neina mendengarkan jika sang daddy dan raican sedang berbincang lewat telpon dan membicarakan pernikahan mereka.
Tapi tentang perusahaan nya terancam bahaya neina tidak mendengarkannya, makannya tadi neina cepat-cepat masuk untuk menanyakan tentang apa yang dia dengar tadi apa itu benar atu tidak jika mereka akan menikah tiga hari lagi.
"ada apa ini..kenapa om Raihan mau menikahkan kami secepat ini..apa ada sesuatu yang terjadi dengan keluarga mereka... kenapa jadi seperti ini...masa gue nikah muda... tapi itu bagus juga supaya neina jadi milik gue seorang...ah tidak-tidak Rey apa lho pikirkan...apa lho gak lihat bagaimana tadi neina menolak pernikahan ini...kalo kami dipaksa untuk terus menikah maka kasihan neina...tapi apa yang dikatakan tante Vina...apa perusahaan mereka terancam bangkrut...apa ada pengkhianat atau ada korupsi besar-besaran..." pikir Reynaldo yang terus mengejar taksi yang ditumpangi neina yang berhenti di depan mansion keluarga Raihan.
Terlihat neina turun dari taksi dengan menyeka air matanya,ada yang berdenyut di hati Reynaldo melihat neina dalam keadaan seperti itu, neina memasuki gerbang dan berlari masuk ke dalam Reynaldo cepat-cepat memasukan mobilnya ke halaman mewah itu dan menelpon mama nya untuk mengabari jika neina sudah Sampai dan ada di mansion.
"itu bukannya mobil bang zales yah..." gumam Reynaldo melangkahkan kakinya.
"hiks Kakak...neina tidak mau menikah...neina mau ikut kalian saja... hiks neina masih kecil...neina belum siap...neina takut suami neina kdrt...hiks neina takut..."
"kau apa-apaan Ney .. calon suami mu kan Reynaldo... mana mungkin dia kdrt...dia sangat sayang padamu...selama ini dia kan kakak mu juga...orang yang menjaga mu selama di sekolah... dan kakak pikir kamu akan bahagia dengan kabar ini..tapi ini malah sebaliknya..." zales terkeheh.
"lho takut gue kdrt Ney...apa lho berpikir seperti itu karena selama ini gue sering bully lho..."
"sudah Ney jangan menangis lagi.. sekarang dengar kan kakak..." zales melepaskan pelukannya dan membiarkan neina menatap matanya.
"apa yang dilakukan Daddy itu semua demi kebaikan mu... keluarga kita terancam miskin Ney...jika kita tidak bergerak cepat maka keluarga kita hanya akan tinggal nama saja...Ney tau kan banyak yang iri terhadap keluarga kita... dan sekarang saatnya Daddy, mommy dan kakak bertindak untuk menghentikan mereka yang merasa iri terhadap kita...kakak janji kami akan secepatnya menyelesaikan masalahnya agar kita bisa berkumpul kembali..."
"hiks tapi kenapa harus nikah kak..Ney gak mau..."
"Ney ...apa salahnya kamu menikah saat ini ..apa yang kamu takut kan ...apa kamu takut kamu kehilangan masa muda mu atau kamu takut dikeluarkan dari sekolah... percayalah dengan kakak kamu tidak akan kehilangan masa muda mu dan kamu tidak akan dikeluarkan dari sekolah jika ketahuan kamu sudah menikah karena mertua mu sendiri pemilik sekolah nya ...dan Kenapa harus menikah sekarang... jawabannya karena Daddy ingin kau berada ditangan yang tepat... Daddy ingin kau baik-baik saja... dan masih banyak pertimbangan yang daddy pikirkan untuk masa depan mu Ney...jadi kakak harap jangan menolak dan jangan membuat kedua orang tua kita semakin pusing...belajar berpikir dewasa... jangan hanya memikirkan keinginan sendiri... apa yang daddy lakukan itu demi kebaikan mu sendiri..."
"hiks Kakak..." neina memeluk zales dengan terus berderai air mata.
"Ney takut kak...kak Reynaldo itu jahat dia sering bully neina...jika neina nikah dengannya maka dia akan semakin berani dengan Ney...hiks neina takut kak .. neina ngerti apa yang di pikirkan Daddy... justru karena itu neina takut ..hiks neina tidak mau hidup sendirian tanpa kalian hiks...neina tidak mau kehilangan kalian...hiks neina lebih milih kita sama-sama...jika kalian tidak selamat maka biarkan neina ikut ...neina tidak mau sendirian di dunia ini...neina tidak mau kehilangan kalian..." neina mengeratkan pelukannya dia benar-benar takut kehilangan keluarganya.
"apa segitu Takut nya lho sama gue Ney...gue janji kalo kita menikah gue akan bersikap baik dan jagain lho... sebagaimana bang zales dan om Raihan yang terus jagain lho...gue janji akan bikin lho nyaman senyaman lho berada di pelukan kakak lho saat ini..." batin Reynaldo menatap sendu sang tunangan dari balik pintu yang belum mereka sadari kedatangannya.
.
.
.
bersambung ;)
.
Author boleh minta sesuatu gak readers🥺 tolong komentar nya dong biar author semakin semangat nulisnya 🥺hanya itu yang ingin author katakan 🥺 selamat malam 🥺 selamat menunaikan ibadah shalat isya bagi yang melaksanakan 🥺
__ADS_1