Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
End Aku sangat mencintaimu


__ADS_3

Selamat malam readers πŸ˜—


.


Happy reading 😚


.


Neina menuruni tangga dengan tersenyum manis, seketika kedatangannya di sambut oleh keluarganya.


"hmm... lihat lah putramu sudah bucin pada putri ku ..." ucap Raihan mematikan rokoknya setelah kedatangan Neina yang tidak suka pada perokok.


"hmm... mereka sudah besar ...aku masih ingat ketika mereka masih main bersama di kolam..." tukas Raican tidak terasa satu cairan bening menetes begitu saja dari ujung matanya.


"pagi mom...ma..." sapa Neina yang diikuti Reynaldo yang sedang tersenyum manis .


"pagi juga sayang..." serempak Vina dan Safira.


"ayo kita sarapan...Ney tolong panggilkan Daddy dan Papa mu..."


"siap Mom..." Neina langsung berjalan dan melihat kedua Papanya sedang mengobrol Santai.


"aku rasa sudah saatnya kita membiarkan mereka mandiri Raican..."


"aku sedikit ragu.."


"keraguan apalagi yang membuat mu tidak menginginkan mereka untuk mandiri... biarkan mereka hidup berdua di rumah barunya yang sudah kita siapkan sedari dulu ..."


"mereka masih terlalu muda Ray...aku takut mereka..."


"kenapa kau menakutkan hal itu... mereka sudah halal... sudah tidak berdosa lagi Jika melakukan kewajiban sek-s mereka...lagi pula aku sudah ingin menimbang cucu..."


"hahhh... yang benar saja .... Neina masih 18 tahun... aku tidak setuju..." sanggah Raican.


"tapi aku sudah ingin menimbang cucu...apa kamu belum mau menimbang cucu Raican... seandainya Neintara masih ada... mungkin sudah semenjak dulu aku menimbang cucu... hufttt seandainya saja..." sendu Raihan terlihat rapuh membuat Raican mengelus bahunya.


"aku juga sudah sangat ingin menimbang cucu...tapi mereka masih sangat muda Ray...aku takut terjadi sesuatu saat Neina melahirkan diusia mudanya...dia menantu ku satu-satunya...aku sangat menyanyinya apalagi Safira..."


"tapi ku dengar istri mu juga sudah sangat ingin menimbang cucu... ayolah bung berhenti beralasan..setuju atau tidak kau harus mau...suara mu lebih sedikit dari pada kami bertiga..."


"huftt... terserah kalian saja... percuma aku mengeluarkan pendapat ku ..." datar Raican membuat Raihan tertawa.


"hahaha kau sudah tidak pantas merajuk lagi..." tawa Raihan.


"mereka membicarakan siapa...apa mereka membicarakanku...huftt ... menyebalkan sekali kenapa mereka membahas cucu disaat kami berdua masih memakai seragam putih abu..." batin Neina yang sedari tadi menguping pembicaraan orang tuanya.


.


Malam semakin larut namun pasangan pasutri yang baru berbaikan itu masih belum memejamkan matanya sibuk dengan aktivitas masing-masing, Reynaldo sedang sibuk dengan laptopnya yang tentu saja berisi pekerjaannya, yang semakin bertambah banyak dengan dia menjadi CEO di perusahaan Papanya,satu hari yang lalu Reynaldo sudah resmi menjadi CEO perusahaan Raican dan tentu saja Sekarang Reynaldo semakin sibuk dengan pekerjaannya, belum lagi sekolah yang hari- kehari semakin semakin banyak tugas yang berdatangan semakin menyita waktu luang Reynaldo.


Jika Reynaldo sedang sibuk dengan pekerjaan nya Neina malah asyik melamun dengan bersandar di kepala ranjang mereka.


"jika kami akan dipindahkan ke rumah yang Daddy bahas tadi...tentu saja aku akan berdua di rumah besar itu... hufttt... rasanya aku belum mau mandiri... sekalipun suami ku bukanlah orang susah dia sudah jelas bisa menghidupi ku dengan selayak mungkin... tapi aku takut dengan apa yang diinginkan Daddy...."

__ADS_1


Hamil ? yang benar saja.. Neina tidak pernah terpikirkan tentang itu, tapi sekarang Reynaldo pun sudah mulai sibuk mempersiapkan ujian nasional yang sebentar lagi akan dilaksanakan dan tentunya cepat atau lambat mereka akan hidup mandiri.


"apa aku akan hamil di usia muda...aku belum siap...hiks..." tanpa Neina sadari dia menangis keras membuat Reynaldo menghentikan jari-jemarinya yang sedang asyik memainkan keyboard.


"hiks... hiks...hiks..."


"astaga sayang...kenapa kamu menangis..." dengan secepat mungkin Reynaldo berlari ke arah Neina yang sedang menyelusupkan kepalanya di kedua pahanya


"hiks... hiks... hiks..."


Grepppp


"kenapa menangis..."


"hiks... Ney...hiks Ney..."


"kenapa...bicara saja sayang..."


"ta..tadi saat Ney hendak memanggil Daddy dan Papa...mereka... mereka..."


"mereka apa sayang...apa mereka mengatakan sesuatu padamu yang membuat kamu bersedih seperti ini..." tanya Reynaldo serius namun tidak menghentikan usapan lembut nya di punggung Neina.


"hiks... tidak...ta... tapi...."


"tapi apa sayang..."


"hiks... mereka membicarakan kita... katanya kita sudah saatnya mandiri...hiks...tadi Ney tidak sengaja menguping percakapan mereka...hiks..."


"astaga sayangggg....kakak pikir ada apa..."


"sudah jangan menangis sayang...jika benar Ney tidak mau mandiri dan masih betah bersama orang tua kita...kita tinggal tolak saja jika kita belum siap untuk mandiri... tapi apa yang dikatakan kedua orang tua kita benar juga...kakak juga sudah lama menginginkan kita hidup mandiri tanpa campur tangan kedua orang tua kita....hanya ada kita berdu..."


"huwaaaa...Ney gak mau...Ney gak mau...hiks... hiks... hiks..." teriak Neina memotong ucapan Reynaldo yang sedikit kaget dengan respon istri kecilnya itu.


"Sayang..."


"hiks...Ney gak mau kakak...(geleng kepala Neina)...hiks Ney...Ney takut...hiks..."


"astaga... kakak sudah bilang berhenti menangis sayang...jika kamu tidak ingin mandiri...kita bisa menolaknya..." sabar Reynaldo mengusap wajah nya sedikit gemes dengan sikap istrinya yang tiba-tiba jadi cengeng persis seperti dulu waktu mereka masih kecil.


"hiks...Ney tidak masalah kita mandiri...hiks ...."


"terus kenapa kamu menangis jika tidak keberatan dengan usulan Daddy sayang..."


"hiks...ta...tadi... Daddy bilang..ta...tadi..."


"tadi apa Sayang... hufttt..."


"hiks...tadi Daddy bilang mau cucu makannya mengusulkan kita untuk mandiri... huwaaaa...Ney belum mau kakak...Ney gak mau hamil di usia muda... apalagi Ney masih sekolah...hiks... hiks... hiks..."


Bibir Reynaldo menganga lebar , ternyata istrinya menangis kencang hanya karena itu, astagaaa.... Daddy sangat keterlaluan membicarakan hal tersebut diusia kami yang masih muda, pikir Reynaldo lagi-lagi mengusap kasar wajahnya.


"Sayang...( Reynaldo memegang pundak Neina, membuat Neina berhenti menangis )... dengarkan kakak... sekalipun kita hidup mandiri tanpa campur tangan orang tua kita..kakak tidak akan melakukan hal tersebut...kakak tau dan sadar betul kamu masih sekolah...kakak juga tidak akan berbuat sesuatu yang membuat mu kelelahan...semisal itu..."

__ADS_1


"kakak juga tidak mau melihat mu hamil di usia muda yang pastinya akan menjadi gunjingan orang-orang untuk menjelekkan mu ..."


Reynaldo membawa Neina kedalam dekapannya.


"kakak mencintai mu sayang... sangat-sangat mencintaimu...kakak tidak akan berbuat sesuatu yang bisa merugikan mu ...hidup dan nyawa mu adalah kebahagiaan kakak...jadi berhentilah berpikir yang tidak-tidak..." ucap lembut Reynaldo yang siapapun yang mendebarkan kata-kata lembut itu seketika hatinya akan meleleh lemas bak es krim, termasuk Neina yang sedang menyembunyikan warna kemerahan yang tiba-tiba muncul di kedua pipinya akibat malu tercampur bahagia.


"Kakak janji...." lirih Neina menyelusupkan kepalanya di dada bidang Reynaldo yang dibalas elusan lembut di rambut panjangnya.


"tentu saja .... apapun untuk mu sayang..."


.


Keesokan harinya seperti apa yang dikatakan Raihan tempo hari, benar saja saat ini Reynaldo dan Neina sedang berdiri di gerbang yang menjulang tinggi menutupi kediaman yang begitu indah dan megah bak kerajaan di dunia dongeng-dongeng.


Bangunan yang begitu indah dan mengkilap


terang mengalahkan kemegahan kediaman Raican yang dibilang kediaman paling besar di Negari ini, tentu saja rumah Neina dan Reynaldo sangat megah dan indah karena merupakan dua gabungan sosok pengusaha terkaya di negara ini.


"Apa ini rumah kita kak..." tanya Neina tidak berhenti mengedip-mengedipkan matanya polos saat melihat kemegahan bangunan yang sungguh indah dan sempurna dengan segala ke eleganannya.


" yah ini memang kediaman baru Kita sayang... kediaman yang diberikan kepada kita sebagai hadiah pernikahan kita dari kedua orang tua kita ..."


"jadi kakak sudah tau dari dulu..." tanya Neina.


"Iyah ... tepatnya 1 Minggu setelah pernikahan kita ..."


"ihhhhh...tapi kenapa Ney baru tau sekarang... ihhhhh Daddy dan Papa gak adil deh..." kesal Neina.


"Hehe... karena mereka lebih menyayangi kakak dari pada kepada mu sayang..." canda Reynaldo membuat Neina memukuli dada bidangnya.


"ihhhhh...kakak curang ...ini gak adil..." kesal Neina memanyunkan bibirnya lucu.


"hahaha...kakak becanda sayang ..."


"Sudah yah... jangan merajuk lagi...kakak pun tidak tau apa maksud kedua orang tua kita tidak memberitahukan tentang kediaman ini padamu...tapi yang jelas mereka sangat menyayangi mu sayang... bahkan Mama dan Papa saja lebih menyayangi mu dan selalu ada di pihak mu..." tutur serius Reynaldo.


"Jadi kakak iri dengan perhatian Mama dan Papa yang mereka berikan pada Ney..." tanya Neina memicingkan salah satu matanya, membuat Reynaldo menggeleng.


"tentu saja tidak... kamu kebagian kakak... bagaimana Kakak bisa iri dan tidak bahagia saat dirimu lebih disayangi kedua orang tua kita... justru kakak sangat bahagia kamu diperlukan sebegitu baiknya oleh keluarga Kakak sayang... karena kakak sangat mencintai mu Neina sayang..."


"Di depan pa kediaman kita ini...kakak berjanji dan bersumpah akan selalu membuat mu bahagia...akan Selalu ada untuk mu...baik suka maupun duka ... selalu melindungi mu dari segala kejahatan dunia ini...aku Reynaldo Raican Sangga... berjanji untuk mengabdikan diriku pada istri tersayang ku... Neina Reynaldo Raican Sangga... istri kecil ku satu-satunya..." teriak Reynaldo membuat kedua mata Neina berkaca-kaca , terharu dengan ketulusan cinta Reynaldo yang begitu besar yang diberikan untuknya.


"hiks...kakak...." teriak Neina memeluk haru Reynaldo yang dibalas pelukan hangat Reynaldo.


"kakak Sangat mencintai mu Sayang..."


"Ney juga...."


...END...


.


Huwaaaa... akhirnya author bisa menyelesaikan novel kedua author ini😭suka duka author jalani dengan semangat dari kalian 😭hiks... terimakasih yang sudah membaca novel author dari awal sampai akhir 😭 author ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya 😭☺️😚.

__ADS_1


Sampai ketemu di novel terbaru author readers sayang 😚 terimakasih atas berkat semangat dari kalian author bisa membuat satu novel ongoing lagi sampai end tidak berhenti di tengah jalan β˜ΊοΈπŸ™πŸ» nanti jika author buat novel baru semoga kalian berkenan hadir dan menjadi readers setia author lagi ☺️jika author buat novel baru nanti akan ada promo nya disini β˜ΊοΈπŸ™πŸ» thanks πŸ˜‰... Love you All sayang πŸ˜šπŸ’‹.


__ADS_2