
Selamat pagiπ
.
Happy reading π
.
.
.
Reynaldo ke sekolah mengendari motor besarnya,ini untuk kedua kalinya Reynaldo mengendarai motor lagi semenjak menikah dengan Neina, pikiran Reynaldo benar-benar semakin kacau bukan hanya kesal karena gagal menjemput Neina melainkan kedatangan Ica yang akan tinggal serumah dengan nya bagaikan malapetaka untuk nya, dia tau betul jika gadis imut itu menyukainya bahkan menurutnya lebih dari itu lebih tepatnya terobsesi dengan nya.
"ini semua gara-gara papa main mengiyakan saja...jika Neina tau tentang ini dia pasti bakal tambah marah sama gue... arghhhh...kenapa semuanya jadi makin rumit..."
Cittttttttt Reynaldo mengerem mendadak motor besarnya itu sehingga menimbulkan suara yang begitu nyaring membuat semua mata siswa-siswi beralih padanya termasuk Nando dan Agus yang sedang menunggu kedatangannya pun sama kaget nya.
"anj*r bos..lho bikin kaget aja...tumben-tumbenan juga lho pake motor...gak bilang-bilang dulu lagi...." cerocos Nando namun yang diajak bicara malah fokus pada satu mobil yang sangat dia kenali, hatinya terasa amat sakit dengan kedua tangan yang terkepal erat.
"gue pastikan mobil itu gak bakal parkir lagi di sekolah ini...lho harus berangkat dan pulang bareng gue Ney..." tekad gumam Reynaldo .
"bos...are you okay..." tanya Agus memperhatikan ekspresi sang bos yang terlihat memandang tidak suka mobil Neina.
"apa Neina sudah lama sampai ..." tanya Reynaldo tanpa mengalihkan perhatiannya dari mobil mewah Neina.
"sepertinya seperti itu... karena sejak kami sampai mobil si Cup...ekhem...mobil Neina sudah terparkir cantik disini..." jawab Agus tergagap hampir saja memanggil Neina si cupu.
"tenang bos... biarkan hari ini dia bersenang-senang terlebih dahulu... sebelum dia kembali ke pelukan lho bos dan jerat dia sampai dia gak mau jauh-jauh dari lho bos... hahaha..." ujar Nando menyemangati sahabat sekaligus bos nya itu, Reynaldo hanya tersenyum samar saja.
"cabut..." ucap Reynaldo diikuti Nando dan Agus.
"bos ...kemarin malam ada geng Feng yang ngajakin geng kita balapan lagi..." ucap Nando memberitahu Reynaldo tentang tantangan yang diberikan untuk Reynaldo.
"iya nih bos... kita juga udah lama banget gak balapan liar lagi...gue kangen dunia malam..." ucap Agus seketika berkhayal.
Celetakkkk
" kita sedang jalan... jangan berkhayal lho jatuh baru tau rasa lho...udah kaya si Silsil aja lho..." ucap Nando menjitlak kening Agus.
__ADS_1
"NJ*r...b*go lho...sakit pala gue..." berang Agus.
"yaelah lho lebay banget..baru juga..."
"diam..." ucap Reynaldo berhasil menghentikan perdebatan konyol kedua sahabatnya.
"ada apa bos..." tanya Nando celingak-celinguk.
"kak Rey.... tunggu Ica..." teriak seseorang dari arah belakang ketiga remaja itu menengok kebelakang, Reynaldo seketika mengepalkan tangannya melihat gadis yang berteriak padanya.
"eh...itu siapa bos..." tanya Nando mengernyitkan alisnya.
"cihhhh... bukannya itu gadis manja yang suka ngerepotin lho bos..." tanya Agus, terlihat sekali jika dia tidak suka pada gadis yang selalu menempel pada bos nya itu.
"kenapa gadis itu ada disini... jangan bilang kalo dia pindah sekolah hanya karena ingin satu sekolah dengan bos...ck... tidak tau malu... sudah untung keluarga bos memperlakukan nya dengan sangat baik bahkan memberikan fasilitas seperti pada putrinya sendiri...tapi gadis tidak tau malu ini malah menginginkan putranya juga...ck... dari pada bos sama dia...gue lebih suka bos dengan Neina saja...gadis manja sepertinya hanya akan menyusahkan bos dimasa yang akan mendatang nanti..." batin Agus memandang remeh Ica.
"kak Rey...ih kenapa baru berhenti setelah Ica berulang kali manggil-manggil nama kakak...." rengek Ica setelah sampai dihadapan Reynaldo yang bermuka datar tanpa sedikitpun ekspresi.
"kenapa lho ada disini..." tanya datar Reynaldo.
"Ica tadi terus mendesak mama untuk menyekolahkan nya hari ini Rey...dan terpaksa mama menyekolahkan nya hari ini..." jelas Safira yang mengantarkan Ica sekaligus ingin mendaftarkan Ica, awalnya Safira ingin mendaftarkan Ica lewat online saja apalagi dia pemilik sekolah ini sangat mudah baginya untuk mendaftarkan Ica, namun seperti biasa putri dari sahabatnya itu selalu meminta sesuatu yang membuat dia mau tidak mau harus menuruti keinginannya.
"kak Rey... akhirnya kita bisa berangkat dan pulang bareng... Ica sangat senang ..ayo kakak antarkan Ica ke kelas Ica..." ajak Ica merangkul tangan Reynaldo, seketika bisik-bisik terjadi.
"hey... lihat siapa gadis itu... kenapa dia bisa sedekat itu dengan bang Rey..."
"iya siapa dia...apa dia kekasih nya bang Rey..."
"atau mungkin lebih dari itu...bisa jadi dia gadis yang dijodohkan kedua orang tua bang Rey.... seperti rumor dua tahun kebelakang jika bang Rey sudah di jodohkan semenjak kecil..." timpal siswi C.
"Sepertinya seperti itu...lihat saja tadi dia datang di antar mama nya bang Rey... dengan melihat itu... sudah jelaskan siapa dia ..." ucap siswa E terlihat murung.
"hiks sepertinya hari ini... merupakan hari patah hati satu sekolah.... karena gebetan kita sudah dimiliki orang lain.. hiks..aaaaa sakitnya hati gue..." ucap siswi E lagi sambil berlari ke arah lorong untuk menenangkan hatinya yang terasa dihimpit batu besar melihat kenyataan yang belum tentu benar dengan pemikiran mereka.
Semua siswa-siswi semakin semangat menyimpulkan ini itu, membuat senyuman angkuh Ica semakin menjadi , namun tidak bagi Reynaldo yang malah mengepalkan kedua tangannya sampai terlihat urat-urat birunya yang memaksa untuk di keluarkan.
"diam lho pada ...apa kalian gak tau resikonya menggosipkan bos gue hahh..." teriak Nando menatap tajam satu persatu siswa-siswi yang sudah berani menggosipkan bos besarnya.
"bubar...gue bilang bubar... " bentak Agus yang tidak kalah tajam dan emosi dari Nando, melihat bos yang amat dia hargai dijadikan bahan gosipan tentu saja dia tidak akan terima begitu saja, apalagi yang mereka gosipan tidak sama dengan kenyataannya bahkan membuat Reynaldo marah dan emosi, dia sebagai anak buah yang setia tidak akan tinggal diam termasuk Nando yang juga memiliki pemikiran yang hampir sama dengan Agus, dia tidak akan tinggal diam membiarkan mereka menggosipkan bos kebanggaan mereka Reynaldo Raican Sangga.
__ADS_1
Safira menghela nafas panjang dia sama emosinya dengan Reynaldo tapi dia hanya diam saja.
"Rey... cepatlah ke kelas... sepertinya sebentar lagi bel masuk berbunyi...mama akan mengantarkan Ica dulu ke kelas Neina...." ucap Safira ingin menyelamatkan putra semata wayangnya dari penguntit kecil yang ada disampingnya itu.
"tapi tante... Ica maunya di antar kak Rey..." protes Ica tidak mau diantar Safra.
"Rey harus masuk kelas...apa kamu mau dia telat hanya karena mengantarkan mu... tante tidak akan membiarkan itu semua terjadi... sebaiknya kamu nurut saja Ica Smith Singgih..." tekan Safira yang sudah kehilangan kesabarannya, mengetahui keadaan yang sudah tidak kondusif lagi Ica langsung diam menurut saja dia tidak boleh membuat Safira marah besar padanya itu akan membuat citra buruk dimata calon mertuanya itu pikirnya.
"yasudah Rey masuk dulu ma...titip salamnya untuk Neina..." ucap Reynaldo mencium tangan Safira tanda baktinya pada perempuan yang sudah melahirkannya diikuti Agus dan Nando.
"kami juga pamit ke kelas Tante.. " ucap Agus mencium tangan Safira diikuti Nando yang hanya tersenyum manis sambil mencium tangan Safira.
"pintar-pintar belajarnya..." ucap Safira menimpali tiga pemuda yang berada dihadapannya.
"itu pasti Tante .." ucap Nando mengedipkan mata genitnya yang seketika mendapatkan jitlakan Agus.
celetakkkk
"berhenti bersikap genit..." ucap Agus menjitlak kening Nando dan mendorongnya untuk jalan menyusul Reynaldo yang sudah jauh di depan sana.
"Tante...Neina itu putri temannya tante yah yang dititipkan orang tuanya untuk tinggal sementara waktu di rumah Tante seperti yang ayah ceritakan pada Ica..." tanya Ica.
"dan karena itulah gue sampai memutuskan untuk pindah sekolah dan tinggal di rumah kalian..gue gak akan biarkan gadis itu merebut kak Rey dari gue...hanya gue Ica Smith Singgih yang Hanya cocok bersanding dengan Reynaldo Raican Sangga...hanya Ica seorang saja..." batin Ica tanpa sengaja mengepalkan kedua tangannya, beberapa hari yang lalu Smith menceritakan tentang kehadiran Neina dikediaman Sangga, Smith berkata jika ada putri temannya Safira yang sedang tinggal di kediaman Sangga, ntah apa niat Smith sampai dia menceritakan yang bukan urusannya pada putrinya Ica, dan bukannya menceritakan yang tinggal di kediaman Sangga itu menantu mereka Neina tapi ini malah menceritakan jika yang tinggal di kediaman Sangga itu anak dari teman Safira.
"bukan... dia adalah menan.."
"mam..Tante..." ucap seorang kaget melihat Safira ada di sekolah itu menghentikan ucapan Safira.
.
.
.
bersambung ;(
.
Ayo berikan dukungan kalian sebanyak-banyaknya πkalau jempol hari ini banyak author bakal dobel up ππ.
__ADS_1