
happy reading 😚
Mobil Reynaldo sudah terparkir cantik di bagasi rumah raican, Neina turun dengan menggerutu tidak jelas sedangkan Reynaldo hanya diam tidak menanggapi.
"Sayang akhirnya kamu pulang juga bagaimana belajarnya..." tanya Fira menyambut kepulangan Neina tadi Vina sudah mengatakan jika dia harus menyambut kepulangan Neina untuk menggantikan peran nya padahal tanpa di pinta pun Fira akan melakukannya karena itu pun yang selama ini dia lakukan pada Reynaldo.
"berjalan lancar ma..." senyum manis Neina bagaimana dia tidak tersenyum manis jika dia mendapatkan perlakuan sehangat ini dari mertuanya itu.
"syukurlah kalau begitu... Yasudah kalian berdua berganti baju lah setelah itu kita makan bersama..."
"baik ma..." Neina langsung melangkahkan kakinya menuju tangga namun tidak untuk Reynaldo.
"ma ...ada yang ingin Rey katakan..." ucap Reynaldo serius.
"kayanya ini serius Yasudah ayo duduk di ruang tamu aja Rey..." Fira menggandeng tangan putra semata wayangnya itu.
Safira atau yang sering dikenal dengan nama Fira itu adalah sosok ibu rumah tangga yang lembut dan pengertian, di usianya yang tak muda lagi dia seharusnya sudah memiliki tiga anak namun takdir berkata lain anak pertamanya keguguran saat empat bulan dan anak ketiganya pun keguguran sampai menyebabkan rahimnya harus diangkat.
"ada apa Rey...apa ada sesuatu yang penting..."
"ma ... nanti malam Rey harus kesana lagi...Rey mau mama bantu jelaskan ke papa biar Rey bisa kesana malam ini..." rengek Reynaldo dengan mengeluarkan puppy eyes nya, Safira langsung membuang muka putranya yang terkenal dingin ini sangat terlihat manis saat merengek seperti ini.
"mama...mama dengerin Rey kan..." rengek Reynaldo.
"hufttt berhentilah bersikap seperti ini rey...kamu bukan anak kecil lagi bahkan kamu sudah beristri..." Fira terkekeh.
"Rey akan berhenti kalo mama mau bantu Rey..." tatap Reynaldo penuh harap Fira menghela nafas panjang.
"iya mama bantu... tapi sampai kapan kamu mau seperti ini Rey ..." Fira menatap sendu putranya.
"Rey pun tidak tau ma...tapi Rey mohon rahasiakan ini dari papa...Rey belum mau papa tau..."
"yasudah tapi jangan terlalu lama... sekarang kamu ganti baju dan makan..." titah Fira yang di angguki Reynaldo.
" kira-kira mama dengan si bad boy bahas apa yah...kok gue jadi penasaran..."
__ADS_1
"eh kenapa gue akhir-akhir ini jadi sering penasaran...apa Karena gue udah nikah jadi naluri gosip gue meronta-ronta kaya ema-ema... arghhhhhhh menyebalkan sekali..."
"masa sih gue jadi gini gara-gara udah nikah gak masuk akal banget...tapi kalo bahas pernikahan gue jadi pusing harus gimana kedepannya... arghhhh gak mungkin kan gue begini terus..." kesal neina menghentak-hentakkan kakinya.
ceklek Reynaldo masuk dengan muka datarnya tanpa melirik Neina yang sedang memutarkan matanya malas.
"ck gue gerah banget sekamar ama si bad boy... rasanya gue mau banget usir dia dengan kata-kata pedas...tapi sayang ini di rumah papa raican...gue gak punya kekuasaan..." mata Neina melirik ke arah Reynaldo tanpa sadar neina terus memperhatikan gerak-gerik Reynaldo sampai Reynaldo mulai membuka kancing bajunya.
"ahhhhhhh mata gueeee...." teriak Neina saat melihat dada polos Reynaldo, Reynaldo Yang kaget pun langsung melirik Neina yang sedang menutup kedua matanya menggunakan kedua tangannya.
"lho...."
"apa yang lho lihat hahhh..." marah Reynaldo.
"i... itu... itu pake baju lho mata gue... ah mata gue ternodai..." teriak Neina semakin keras.
"bisa nggak jangan teriak-teriak... kalo mama dengar gimana hahhh... bisa-bisa mama berpikiran gue kdrt sama lho... lho mau gue dimarahi mama..." bentak Reynaldo sambil memakai baju kaos tangan pendek.
Neina berdecak tidak mau di salahkan neina pun langsung balik membentak
"ck ini juga salah lho bad boy lepas baju sembarangan...gak lihat kah gue masih disini pake baju seharusnya di kamar mandi atau walk in closet... lho emang niat tebar pesona kan sama gue..."
"tinggal ngaku aja ribet lho...dasar ego besar..."Neina bersedekap dada.
"terserah lho aja cupu..." Reynaldo menghentikan perdebatan mereka mengalah lebih baik pikir Reynaldo.
"lho bad boy..." teriak Neina semakin meninggikan oktaf suaranya membuat Reynaldo terjingkrak kaget.
"sekarang apa lagi...lho bisa gak jangan terak-teriak..." geram Reynaldo mengepalkan tangannya sampai memperlihatkan buku-buku putih tangannya.
"lho yang selalu bikin ulah sampe gue teriak-teriak...lho bilang gue cupu...apa mata lho buta hahhh...apa lho gak bisa lihat penampilan gue sudah berubah..." teriak Neina memutarkan badannya sementara Reynaldo hanya memutarkan mata malas, Neina merasakan pusing karena terus berputar keseimbangannya pun roboh dan...
buggggg pantat Neina mencium lantai.
"awwww pantat gue...." teriak Neina kesakitan Reynaldo memegang telinganya yang berdenging lagi dan lagi istrinya berteriak.
__ADS_1
"hiks sakit...kenapa lho gak tahan badan gue hahh lho sengaja yah mau buat gue celaka..." tuding Neina.
"ck...kenapa jadi salahin gue itu salah lho yang ke centilan mutar-mutar gak jelas..." decih Reynaldo dengan bibir mengejek.
"nasib gue memang sial hari ini...terus debat sama tuh bad boy sampai tenggorakan gue sakit dan sekarang pantat nyium lantai...hiks sakit..kalo di novel-novel dan film biasanya kalo si cewek mau jatuh di tangkap sama cowoknya biar gak jadi jatuh...tapi ini malah kebalikannya bukannya di tangkap malah di ejek.." bibir Neina mengerucut merasa sangat kesal sangat-sangat kesal.
"apa pantatnya benar-benar sakit... arghhhh kenapa gue jadi ngerasa bersalah...itu juga bukan salah gue tapi salah dia yang ke centilan mutar-mutar sampai badan gak seimbang... lagi pula gue mana tau dia mau jatuh orang gue juga lagi gak siap tadi..." gumam Reynaldo melihat neina yang mulai berdiri dengan memegang pantatnya.
"hiks mommy sakit pantat Neina..." cengeng Neina Reynaldo menghela nafas panjang ternyata Neina masih sama seperti dulu cengeng dan manja pikirnya, dengan sigap Reynaldo meraih badan Neina digendongnya sang istri dan didudukkan nya di sebrang kasur sedangkan yang digendong menganga lebar mendapatkan perhatian spontan seperti itu.
"lain kali jangan mutar-mutar gak jelas ...gak ada gunanya... jangan ke centilan lho bukan aradella ..." nasehat Reynaldo yang berlalu ke kamar mandi, sedangkan Neina masih sama
dengan kondisi mulut yang menganga saking tidak percaya dengan perlakuan Reynaldo.
"apa itu benar si bad boy...apa gue lagi mimpi..." gumam Neina.
ceklek
"kenapa lho masih disini...lho Ingin buat mama nunggu lama yah..." Reynaldo berdecak sebal dengan sikap istrinya.
"eh..mmm itu gu...gue cuman mau.. " gagap neina yang ingin mengucapkan terimakasih namun gengsi
"lho bicara apa sih...ck lamban..." gumam Reynaldo diakhir katanya.
"baru saja gue mau bilang terimakasih ...tapi sikap kasarnya udah keluar lagi gak jadilah gue...kalo bilang terimakasih yang ada dia makin besar kepala..." Neina bangkit dari duduknya dan berlalu begitu saja, alis Reynaldo terangkat satu.
"selain suka berteriak ternyata dia juga aneh..." batin Reynaldo memperhatikan kepergian Neina.
.
.
.
bersambung
__ADS_1
pagi readers hari ini cukup 1000k dulu yah author lagi kena musibah sakit mata nih
author gak kuat nulis lama-lama ini juga author paksakan untuk nulis padahal kondisi mata sangat memperihatinkan perih dan juga pusing 😩.