Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 39 Beruang kutub mencair menjadi suami posesif


__ADS_3

Selamat siang readers 😗


Happy reading 😚


Mentari sudah menyinari bumi terlihat Neina sedang membereskan tempat tidur nya sedang Reynaldo bergelut dengan laptop di tangannya.


"Ney..." panggil Reynaldo Neina langsung menatap suami kecilnya itu dengan alis mengangkat sebelah seolah berkata 'ada apa?'.


"ini uang untuk jajan lho ..." Reynaldo menyodorkan beberapa kertas berwarna merah yang cukup banyak namun Neina malah memandangi uang tersebut tanpa ada niat mengambil nya.


"bukannya lho udah ngasih ini ...." Neina memperlihatkan kartu the bit yang waktu itu diberikan Reynaldo satu bulan terakhir.


"itu simpan saja sebagai uang bulanan lho dan ini untuk jajan hari ini..." lembut Reynaldo yang membuat Neina tercengang bukan karena sikap lembut Reynaldo yang membuat dia tercengang melainkan uang yang ada di tangan Reynaldo yang membuat Neina tercengang.


"astaga apa si bad boy becanda yang benar duit 10 JT untuk jajan hari ini...oh my God ayolah walaupun gue anak konglomerat tapi gak pernah bisa habisin uang sebanyak itu dalam satu hari.. " batin Neina menatap uang itu dengan mata bersinar terang Reynaldo yang melihat kelakuan istri kecilnya pun terkekeh dan mengusap sayang rambut Neina.


"ambil lah...hari ini hari Minggu siapa tau lho mau jalan-jalan sama teman-teman lho..." ucap Reynaldo lembut lagi dan memindahkan uang nya ke tangan Neina seketika mata Neina berbinar semakin terang.


"mmm makasih bang Rey....lho atu aja apa yang gue mau....hehe..." jawab antusias Neina dengan langsung menciumi uang tersebut.


"arghhhhhhh ternyata nikah muda gak semenderita yang gue bayangkan selama ini... arghhhhhhh senangnya gue.... ternyata si bad boy tau juga apa yang gue inginkan tanpa harus gue minta...." batin Neina dengan tersenyum-senyum sendiri yang membuat lengkungan di bibir Reynaldo tidak memudar-mudar.


"ternyata dengan hanya uang lho bisa sebahagia ini...kalo gue tau lho bisa sesenang ini karena uang Udah dari dulu gue kasih uang seperti ini setiap harinya..."


"lho harus semakin semangat cari uang Rey... lihatlah ada bidadari yang sedang mendambakan uang-uang lho itu..." ucap Reynaldo tersenyum senang dan membantin dengan semangat 45.


"hari ini gue mau ke cafe ...lho boleh keluar rumah tapi jangan pulang larut malam...mama dan papa lusa baru pulang...kalo ada sesuatu hubungi gue..."


"lho mau ke cafe yang mana..."


"ke cafe cabang kedua..." lembut Reynaldo yang di angguki Neina.


" arghhhhhhh kenapa dia jadi semanis ini sih....kalo begini terus bisa-bisa luluh nih hati..." batin Neina menatap wajah Reynaldo.


tok tok tok


"tuan... nona... sarapannya sudah siap..." ucap kepala pelayan dari luar neina melangkahkan kakinya keluar dan membuka pintu.

__ADS_1


"iya sebentar lagi kami kesana..." ucap Neina di angguki pelayan itu dan berlalu turun kembali.


"ayo kita turun..." ajak Reynaldo yang sudah tiba-tiba ada disisi Neina dan menggandeng tangan Neina membawanya menuruni anak tangga.


"pagi tuan...nona..." sapa pelayan yang sedang membersihkan lantai dan di angguki Neina sementara Reynaldo tidak menggubrisnya.


Mereka makan dengan tenang tanpa ada pembicaraan apapun dan setelah itu kembali lagi ke kamar, sudah terlihat Neina bersiap-siap untuk jalan-jalan bersama kedua sahabatnya sedangkan Reynaldo masih bergulat dengan laptop nya lagi yang membuat Neina jengah.


"apa dia gak pusing terus memainkan laptopnya...ck ternyata kerja baik jadi bos atau pun pegawai sama saja melelahkan..." batin Neina memerhatikan suaminya itu.


drt drt drt Suara handphone Neina bergetar membuat Reynaldo mengalihkan fokus nya.


"hallo..."


"___"


"oke... gue langsung ke tempat biasa...."


"___"


"iya sekarang gue berangkat..."


"___"


tup sambungan telpon di tutup sepihak.


"dari siapa..."


"Rere..."


"lho berangkat sekarang..." tanya Reynaldo Neina mengangguk seketika Reynaldo membereskan laptopnya dan memasukkan kedalam tasnya dan berjalan ke meja rias menyemprotkan parfumnya.


"ayo kita berangkat..." ucapnya yang membuat Neina mengernyitkan dahinya.


"gue antar lho ketempat janjian kalian..." ucap Reynaldo lagi seolah mengetahui isi pikiran Neina.


"kalo lho mau ke cafe silahkan gak perlu antar gue...gue bisa sendiri kesana..."

__ADS_1


"gue sengaja belum berangkat karena nunggu lho...gue gak mau lho kenapa-kenapa...lho boleh keluar dengan syarat gue yang antar jemput lho..." mata Neina melotot dengan mulut tercengang.


"gue bukan anak kecil..gue bisa jaga diri gue sendiri..." tolak Neina.


"dan lho itu istri gue... sudah tanggung jawab gue untuk jagain lho..."


"ck...gue tau tapi gak gini juga..." kesal Neina yang merasa tidak bebas kalo harus diantar jemput Reynaldo.


"hufttt...baru aja beberapa menit tadi gue bilang nikah muda gak semenderita yang gue bayangkan... sekarat gue ambil balik itu perkataan gue ternyata nikah muda memang benar semenderita yang gue bayangkan selama ini..." dengus Neina dengan bibir mengerucut.


"lho pikir gue bakal bebaskan lho begitu aja....no...gue gak sebodoh itu Ney... gue tau keadaan lho bakal bikin semua mata cowok tidak berpaling dari wajah cantik dan manis lho itu...gak...gue gak bakal biarkan istri gue di tatap cowok-cowok buaya di luaran sana tanpa adanya pengawasan..." batin Reynaldo menggelengkan kepalanya dan sudah yakin dengan keputusannya itu untuk mengikuti Neina kemanapun Neina pergi.


"ayo..." Reynaldo menggandeng tangan Neina sementara yang di gandeng menghentakkan kakinya kesal.


"ck... lihatlah Daddy menantu muda mu ini sangat menyebalkan...baik sih iya dia sudah berubah bahkan sangat baik tapi gak gini juga arghhhhhhh..." teriak Neina di hati dan semakin menghentak-hentakan kakinya Reynaldo mengetahui Neina sangat kesal dengan sikapnya namun dia tidak memperdulikan itu semua sekarang yang dipikirkannya bagaimana cara untuk selalu bisa melindungi Neina baik dari para buaya darat atau musuh Daddy Raihan yang sudah menyebar ke Negara yang mereka tinggali ini, semalam dia mendapatkan pesan peringatan dari Papa Raican yang mengatakan jika musuh Raihan sudah mulai menyebar ke tempat ini untuk mencari keberadaan Neina.


Reynaldo yang mendengarkan itu semua tentu saja dibuat khawatir sekarang tanggung jawab Neina sudah sepenuhnya ada di tangannya apalagi Papa Raican dan Mama nya sedang ada diluar kota sudah di pastikan di sini hanya ada Reynaldo seorang sebagai keluarga Neina.


"gue gak bakal biarkan keselamatan lho terancam..." batin Reynaldo menutup pintu mobil penumpang dan masuk ke pintu kemudi, Neina memakai seatbalt nya dengan muka betekuknya namun tidak di hiraukan Reynaldo yang pikirannya semakin melayang mengingat sekarang ke selamat Neina terancam.


"bagaimana caranya gue sembunyiin Neina dari musuh-musuh Daddy..." pikir Reynaldo .


"hiks..gue merindukan kebebasan gue... gue mau hidup kaya teman-teman gue pada umumnya...lah gue...ck nasib gue sangat sial menikah muda dan mendapatkan suami beruang kutub dan sekalinya mencair posesif kaya anak yang gak mau jauh dari emaknya..." Yah Neina sudah mulai menyadari larang-larangan yang Reynaldo selama ini diberikan pada nya merupakan bentuk dari ke posesif suaminya itu yang mulai takut kehilangannya Hehe bolehkan PD sedikit readers 😂.


"kita mau kemana..." tanya Reynaldo menoleh ke arah Neina yang membuang muka saat tatapan mata mereka bertemu.


"cafe xxxx..." ketus Neina yang dibalas senyuman manis Reynaldo.


drt Satu pesan masuk ke handphone Reynaldo dengan cepat Reynaldo membuka pesan itu dan membalasnya dengan singkat dan menyimpan kembali handphonenya di dasbor mobil nya, aktivitas Reynaldo tidak luput dari mata Neina yang merasa penasaran pesan itu dari siapa namun rasa gengsi dan ego nya mengurungkan nya untuk bertanya dan pura-pura acuh tak acuh .


"pesan dari siapa ...kenapa dia langsung menyimpan kembali ponselnya setelah membalas pesan...apa itu pesan dari ceweknya..." tebak neina dengan perasaan tidak menentu.


.


.


.

__ADS_1


bersambung;(


__ADS_2