Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 27 Tidak berguna


__ADS_3

Semoga Lulus review malam ini 🤲🏻 karena author nulisnya dimalam hari dan biasanya diloloskan review nya besok siang 🙂.


happy reading 😚


" siang tuan ..." mereka membungkuk serentak.


Neina memicingkan matanya melihat para pelayan dan manager cafe itu langsung membungkuk saat melihat kedatangan mereka, Reynaldo hanya mengangguk saja.


"mengapa mereka membungkuk seperti itu..."


" gak usah banyak nanya ayo ikut ..." Reynaldo membawa Neina duduk di bangku dekat jendela,dua pelayan langsung menghampiri mereka.


"tuan..." ucap gugup pelayan itu.


" lho mau pesan apa Ney .."


" ck Rey gue kan udah bilang kita langsung pulang aja..." kesal Neina walaupun bicara seperti itu Neina tetap memesan menu.


" lho mau pesan apa..." tanya Neina setelah dia menemukan pesanan yang dia mau dan beranjak melihat ke arah Reynaldo.


" nona tuan..." salah satu pelayan hendak bicara namun dihentikan Reynaldo dengan memberikan isyarat untuk diam melalui kode mata.


"tuan apa mbak..." tanya Neina bingung karena pelayan itu tidak melanjutkan perkataannya.


" samakan aja dengan lho..." Reynaldo menjawab untuk mengakhiri pertanyaan Neina pada pelayan itu.


"yaudah ini mba ...sama Kan aja pesanan nya dengan saya..." Neina memberikan kembali buku menu yang dipegangnya pada pelayan yang satunya lagi, yang hanya diam tanpa bicara Sepertinya dia gugup karena itu semua sangat terlihat jelas dari gelagat tubuhnya yang tidak mau berhenti bergoyang-goyang.


" b..baik nona.. " gugup pelayan itu melihat ke arah Reynaldo dan di angguki dia.


" lho mau bicara apa sih sampai gue di ajak ke cafe ini...ini bukannya cafe yang baru buka satu Minggu kemarin yah... lho suka kesini Rey..." tanya Neina saat dua pelayan itu sudah berjalan meninggalkan mereka, matanya memindai ruangan itu kesan cafe sederhana namun memberikan kenyamanan untuk para pengunjung sangat dia rasakan saat pertama kali memasuki cafe ini.


"iya.." singkat Reynaldo yang sedang menyusun kata untuk memulai pembicaraan.


"Ney...apa lho belum bisa maafin gue..." Neina terdiam tidak menjawab.


" gue mohon Ney maafin gue ...gue benar-benar tulus minta maaf sama lho..gue mau memperbaiki semuanya... "

__ADS_1


"lho gak pantas untuk gue ..." dingin Neina


"luka yang lho berikan untuk gue terlalu besar..." sambungnya dengan muka masih dingin sedingin es batu yang dijadikan es campur lalu di minum yang memunculkan suara seruput beuh nikmat 🤤.


"Ney gua tau mungkin ini berat untuk lho...tapi gue mohon berikan gue kesempatan... atau setidaknya jangan ngehindari gue..."


"kapan gue pernah ngehindari lho.." cetus Neina,Reynaldo terdiam yang dikatakan Neina benar adanya,tapi maksud dia bukan ngehindari itu, arghhhh sudahlah lupakan pikirnya.


"ekhem..." Reynaldo berdehem menghilangkan rasa canggung dan kakuk nya.


"Ney gue mau nebus kesalahan gue sama lho..."


"lho bisa gak bicara to the poin aja jangan berkelit-kelit..." kesal Neina.


"hufttt...gue tau ini gila tapi izinkan gue mewarnai hidup lho..." tutur Reynaldo serius menatap wajah cantik Neina.


"cihhhh... mewarnai hidup gue apa itu gak salah... bukannya selama ini juga lho udah mewarnai hidup gue dengan warna kelabu... lantas kenapa sekarang lho meminta izin sama gue untuk mewarnai hidup gue..."Neina tersenyum sinis menatap jijik Reynaldo.


"tapi warna yang sekarang gue maksud adalah warna pelangi di hidup lho..." Neina hanya diam tidak menjawab lagi, menurutnya pembicaraan Reynaldo tidak penting untuk dijawab.


"jawab Ney..." ucap Reynaldo mendesak yang tidak di dengarkan Neina sama sekali, satu, dua, tiga ...


"cihhhh dia pikir nyembuhin luka semuda membalikkan telapak tangan gitu..."


" akan gue buktikan dan perjuangkan maaf lho Neina... akan gue buktikan kalo sekarang gue benar-benar serius..." pelayan sudah datang membawakan pesanan mereka namun keadaan masih hening hanya dentingan sendok yang terdengar dan suara-suara dari pengunjung yang lain.


"gue mau lho jauhi Nando..." tiba-tiba Reynaldo berkata lagi yang berhasil menghentikan aktivasi Neina.


dentinggg Neina bersedekap dada.


"apa hak lho larang-larang gue.."


"dan dengerin ini ... jangan so mengatur kehidupan gue... gue bukan budak lho yang harus selalu menuruti perkataan dan keinginan lho .. " tajam Neina.


"hak gue karena lho istri gue... dan sebagai istri lho tidak diperbolehkan berdekatan dengan Cowok lain selain gue..."


"cihhhh...kalo hanya untuk bahas masalah yang tidak berguna seperti ini...buat apa lho tadi bawa-bawa gue kesini..." berang Neina.

__ADS_1


"lho bilang gak berguna..." tanya Reynaldo mulai tersulut emosi.


" gue lagi bahas masa depan dan hubungan kita..."


" masa depan dan hubungan kita... cihhhh sejak kapan gue dan lho menjadi kita..."


" semenjak kita menikah..."


" cihhhh menjijikan...gue udah bilang berapa kali pernikahan kita hanya sebatas Pernikahan rahasia dan pernikahan bisnis yang orang tua kita lakukan...jadi lho jangan berpikir bahwa gue bisa nerima pernikahan ini seperti pernikahan pada umumnya... mungkin iya gue bisa terima pernikahan ini jika cowok nya bukan lho...rival gue..." Neina menekan kata-katanya.


"lho gak bisa permainkan pernikahan... pernikahan buka bahan mainan Neina..."tajam Reynaldo.


" kalo begitu.. lho bilang sama orang tua kita... jika pernikahan bukan barang mainan yang bisa dengar seenaknya mereka lakukan tanpa kesetujuan kita...agar kita bisa menghentikan pernikahan rahasia ini..."


" sudah cukup Neina...baik lho suka atau nggak sekarang lho sudah jadi istri gue... dan gue akan perjuangkan maaf dari lho itu..."


"untuk apa lho lakukan itu semua...apa karena gue udah cantik..." senyum bangga Neina.


" kalo lho melakukan itu semua karena perubahan gue yang sekarang... maka gue tekankan hentikan sekarang juga..." Neina bangkit dari duduknya meninggalkan Reynaldo yang terdiam, dia rasanya ingin bicara iya tapi lidahnya terasa berat untuk dia bicara seperti itu.


"kenapa gue jadi pengecut seperti ini...kalo begini bisa-bisa gue keduluan Nando... Nggak Rey lho harus buang rasa gengsi lho itu... ayo ucapkan jika lho cinta sama dia... terserah dia mau berpikiran lho buaya atau apa itu... karena itu kebenarannya..."


"lho bertanya kenapa gue lakuin semua itu..."


" karena gue cinta sama lho Neina Raihan Alfaro...lho dengar itu karena gue suka sama lho..."


" mungkin lho berpikir gue cowok gak tau malu... tapi terserah lho mau berpikiran apapun terhadap gue karena itu memang kebenarannya...gue cowok gak tau malu yang menjilat ludah gue sendiri..." lantang Reynaldo seketika menjadi pusat perhatian, Sementara Neina berhenti melangkah dan berbalik.


Dia tersenyum sinis seolah berkata lho ' berteriak seperti itu hanya akan mempermalukan diri lho sendiri karena sampai kapanpun gue gak peduli dengan perasaan lho' Neina kembali melangkahkan kakinya.


" sekarang mungkin lho masih diam tidak membalas... tapi gue pastikan kedepannya lho akan membalas cinta gue ini...akan gue perjuangkan cinta lho meski harus ke ujung dunia pun..." teriak Reynaldo


.


bersambung;(


.

__ADS_1


Maaf readers Jika episode ini membosankan author nulisnya sedang tidak fokus karena sedang sakit kepala 😣 semoga episode ini tidak mengecewakan kalian 😣love you all 😣.


__ADS_2