Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 88 Safira di poligami


__ADS_3

Selamat malam readers 😗


.


Happy reading 😚


.


"pokoknya bagaimanapun caranya mama gak mau lihat lagi anak itu ada di rumah ini Pah..." ucap Safira dengan nada meninggi satu oktaf.


"Ma... Papa sudah bilang jika itu sesuatu yang tidak mungkin untuk kita lakukan..." Ucap Raican masih berusaha bersabar untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Tadi saat Raican baru saja pulang dari kantor tidak seperti biasanya Safira langsung mengajak Raican bicara serius tanpa membiarkannya istirahat terlebih dahulu.


"Pokoknya Mama tidak mau tau...anak itu besok harus meninggalkan rumah ini..." ucap Safira dengan wajah merah padam, dari tadi dia sudah meminta pada Raican untuk memulangkan Ica yang tidak memiliki sopan santun dan angkuh itu, sungguh hari ini kesabaran Safira sudah benar-benar habis menghadapi sikap Ica yang seenaknya itu pada keluarga Raican yang notabenenya keluarga atasan orang tuannya itu.


"Ma...dia adalah cucu paman Willi aku tidak bisa bersikap tidak sopan padanya dengan memulangkan cucunya itu..." Raican menghela nafas panjang melihat kemarahan Safira dan diapun tidak bisa berbuat apa-apa semakin membuatnya tidak berdaya antara memilih permintaan istrinya atau menghormati tuan William.


"Paman Willi orang yang bijaksana... Mama yakin jika kita menjelaskan semuanya dengan baik-baik dia akan mengerti dengan keputusan kita ini... Mama tidak mau membiarkan bibit pelakor rumah tangga anak kita itu tinggal di rumah ini... mungkin saat ini Rey masih bisa setia pada menantu Mama... namun tidak menutup kemungkinan jika suatu saat putra kita akan khilaf...dan sampai kapanpun Mama tidak akan membiarkan Ica menjadi menantu Mama...apa lagi membiarkan Rey berpoligami seperti yang pernah Papa lakukan di belakang Mama selama ini..."


"Mama tidak mau Pah.... Mama tidak mau mantu Mama merasakan apa yang Mama rasakan... sudah cukup kau yang menentang tradisi keluarga Sangga...apa kau mau putra mu juga melakukan kesalahan seperti yang kau lakukan dulu hahhh..." teriak Safira memukul dada Raican dengan tubuh bergetar hebat, air matanya sudah meluncur begitu saja melewati pipi mulusnya.


"kenapa...apa Papa mau bilang untuk Mama melupakan masalah itu lagi...apa itu yang mau Papa katakan..hiks egois kamu Pa...aku ini istri mu bukan alat memperluas kekayaan mu..." teriak Safira dengan menunjuk wajah Raican .

__ADS_1


" Safira...ingat batasan mu ... jangan pernah kau melam..."


"apa...hah... batasan...apa kau bilang batasan... batasan yang mana Raican... batasan yang mana...apa batasan sebagai istri mu yang kau poligami secara diam-diam hahh...hiks apa batasan istri mu yang kau suruh bungkam saat mengetahui kau selingkuh....apa batasan istri yang kau jadikan figuran semata untuk menutupi hubungan gelap mu itu hahhhh.... katakan Raican... batasan yang mana yang kau ucapkan itu...hiks batasan yang mana..." teriak Safira dengan berderai air mata seketika tubuhnya merosot kebawah, puluhan tahun dia menyembunyikan kebenaran yang hanya di ketahui oleh kelurga inti keluarga Sangga, puluhan tahun Safira menutupi kesalahan suaminya itu yang sudah menentang tradisi turun temurun keluarga Sangga dengan mempoligami Safira.


Keluarga Sangga terkenal dengan kesetiaannya yang tidak diragukan lagi, namun Raican tidak lah masuk dalam kategori tersebut, tanpa mereka ketahui Raican telah mempoligami Safira saat seminggu berlangsungnya pernikahan mereka, tepatnya saat Raican kerja di luar kota.


Ayah dan ibu Raican yang mengetahui hal tersebut tentu saja menutupi kesalahan fatal putra kesayangannya, agar tidak mencoret nama baik keluarga besarnya, dengan meminta Safira untuk melupakan dan pura-pura tidak tahu tentang itu semua, bagai disambar petir di siang bolong Safira merasa hidupnya sudah runtuh pada hari itu juga, bukan hanya di poligami saja dia bahkan harus pura-pura tidak tahu tentang itu semua hanya demi menutupi nama baik keluarga besar Sangga yang sudah berpindah tanggung jawab padanya sebagai nyonya Sangga yang baru, tugas untuk menjaga nama baik keluarga tersebut sudahlah menjadi tanggung jawabnya, dengan dalih tersebut lah orang tua Raican mengancam Safira untuk tutup mulut dan jangan meminta cerai dari Raican, jika Safira berani meminta cerai dari Raican maka dia tidak akan dibiarkan untuk merawat Reynaldo kecil yang baru saja berumur satu Minggu saat dia mengetahui perselingkuhan Raican yang sudah menyembunyikan hubungan gelapnya tersebut selama tiga tahun pernikahan mereka,hanya demi itulah Safira bertahan sampai saat ini, hanya demi mempertahankan hak Reynaldo yang menjadi pewaris resmi keluarga Sangga, Safira tidak bisa membiarkan hak Reynaldo di ambil oleh putra lain Raican dari selingkuhannya,dapat dipastikan jika Safira dengan Raican bercerai sudah pasti Raican akan mengangkat nyonya rumah yang baru, yang tidak lain dan tidak bukan istri gelapnya Raican, jika istri gelap Raican menduduki kursi nyonya besar Sangga, sudah dapat dipastikan hak Reynaldo akan dipindah alihkan pada putra wanita selingkuhan Raican.


.


bersambung ;(

__ADS_1


.


Maaf yah readers author bolong-bolong up nyah, Author sedang memikirkan ending novel ini yang sebentar lagi akan and, mohon kalian mengerti alasan author ini, author bukanlah author yang pandai membuat ending, jadi mohon maaf jika kalian terlalu lama menunggu 🥺.


__ADS_2