
happy reading 😚
" sekarang mungkin lho masih diam tidak membalas... tapi gue pastikan kedepannya lho akan membalas cinta gue ini...akan gue perjuangkan cinta lho meski harus ke ujung dunia pun..." teriak Reynaldo.
"dan gue tidak peduli itu..." batin Neina tanpa menghentikan langkahnya.
Jauh dari lubuk hati yang terdalam Neina sangat ingin bisa kembali dekat dengan Reynaldo orang yang selalu menjaganya waktu kecil dulu, namun egonya selalu berkata untuk menjauhi Reynaldo dan menutup dalam-dalam pintu maaf untuk nya, Neina terlalu takut untuk percaya lagi pada Reynaldo dulu dia sangat mempercayai Reynaldo sebagai pelindungnya tapi yang terjadi malah sebaliknya dan sekarang Neina tidak ingin berharap lagi.
"perasaan dan perbuatan gue selalu bertentangan..." desis Neina celingak-celinguk mencari taksi.
"apa gue serius bisa naik taksi seumur hidup gue gak pernah naik kendaraan apapun selain mobil pribadi...apa kalo gue naik taksi tidak akan membahayakan keselamatan gue..." gumam Neina menimbang-nimbang .
"ayo..."
"astaghfirullah.. " teriak kaget Neina yang tiba-tiba tangannya di gandeng Reynaldo yang tersenyum manis untuk nya seolah tidak ada kejadian pertengkaran yang terjadi barusan.
" lho bisa gak jangan selalu bikin gue kaget... lho mau buat gue mati jantungan yah..." teriak kaget Neina dengan segala kekesalannya.
"tidak...kalo lho mati gue sama siapa.. dan masa lho tega buat gue jadi duda di usia muda seperti ini..." mata Neina memutar malas mendengarkan ucapan Reynaldo, sekeras apapun dia membuat benteng perbatasan antara dia dan Reynaldo selalu saja gagal rasanya dia tidak bisa menolak semua perlakuan manis Reynaldo padanya, walau bagaimanapun Reynaldo sangat berarti dalam kehidupannya dulu tanpa ada Reynaldo mungkin dia sudah tidak ada di dunia ini.
.
flashback on
Terlihat gadis cantik baru saja keluar dari gerbang sekolah kepalanya celingak-celinguk mencari mobil pribadinya, mungkin pak sopir belum datang menjemput pikirnya.
Gadis cantik itu melangkahkan kakinya di halte bus bukannya dia ingin naik bus dia hanya akan duduk menunggu jemputan nya di halte bus tersebut yang kebetulan saling berhadapan dengan sekolahnya.
"hufttt lihatlah keadaan sudah mulai sepi...tapi kenapa pak sopir belum datang-datang juga..." gumam Neina membenarkan kacamata nya, yah dia memang Neina yang berpakaian putih biru.
"hufttt aku lebih baik nunggu di gerbang saja ...kenapa rasanya horor sekali harus berdempetan dengan mereka.." mata Neina memindai dua orang laki-laki yang mungkin sudah berumur 35 atau 36-han dari tadi gelagat mereka mencurigakan terus melihat nya dengan tatapan aneh seolah dia adalah targetnya.
Mata Neina terbelalak saat melihat ditangan salah satu laki-laki itu memegang pestol, dengan kaki gemetar dia hendak berlari namun tangannya di pegang laki-laki satunya lagi yang tidak memegang pistol.
__ADS_1
"lepaskan..." ucap Neina memberontak namun kedua laki-laki berumur itu malah tertawa terbahak-bahak.
"hahahaha kamu bilang lepaskan... tidak gadis kecil tidak semudah itu... sebelum kau menyerahkan semua yang kau miliki..." ucap laki-laki itu menodongkan pistol tepat di kening Neina .
"tidak lepaskan...aku tidak punya apa-apa.." bohong Neina dengan tubuh gemetar.
" cihhhh...kau berani berbohong pada kami.. pakaian mu sangat rapih dan seperti nya mahal...itu semua sudah jelas membuktikan jika kau berasal dari keluarga berada..." kesal salah satu pereman yang memegangi kedua tangannya.
"cepat serahkan sebelum nyawa mu melayang..." bentak si pereman pemegang pistol.
"tidak... tolonggggggggg...ada pereman tolonggggggggg..." teriak Neina di situasi sepi.
"hahahaha berteriak lah... sekarang sedang sepi tidak akan ada yang mendengarkan teriakan mu..." tawa pecah para pereman itu.
"hiks aku mohon jangan sakiti aku paman..." pinta Neina dengar berderai air mata namun bukannya iba kedua pereman itu halal tertawa terbahak-bahak lagi, lucu sekarang mereka mendapatkan mangsa yang begitu bodoh pikir mereka, pistol yang mereka pegang hanya pistol mainan saja untuk mengelabui target mereka.
Neina terus berteriak meminta tolong saat salah satu pereman itu menggeledah kantungnya,satu pasang mata memperhatikan ulah kedua pereman itu dengan duduk sila di motor nya dan bersedekap dada tanpa ingin membantu gadis berkacamata itu, toh mereka hanya
Kesenangan Reynaldo terhenti saat salah satu preman itu hendak menggeledah tubuh Neina , tangan salah satu preman itu hendak menyodok saku baju Neina yang tepat berada di atas d*da sebelah kiri Neina tidak suka melihat pemandangan itu Reynaldo langsung melompat dari motornya dan berlari sambil berteriak.
" berani lho menyentuhnya...maka gue pastikan tangan lho akan lepas dari badan lho..." teriak Reynaldo menghentikan kegiatan preman itu bukannya preman itu takut dia hanya kaget saja dan kekagetan itu di gunakan Reynaldo yang langsung memberikan tendangan telak di area sensitif preman itu.
"arghhhhhhh...sakit,.." teriak preman itu melihat temannya berteriak kesakitan preman yang satunya langsung emosi dan menghempaskan tubuh Neina sekuat tenaga dan langsung bersiap berancang-ancang memberikan bogeham mentah untuk Reynaldo.
" berani sekali kau mengganggu kesenangan kami..."teriak dia dan..
buggggg dengan gesit Reynaldo memberikan bogeham mentah pada tubuh preman itu.
Preman itu meringis saat mendapatkan serangan cepat Reynaldo yang sangat dalam karena Reynaldo bisa taekwondo seperti Neina, Neina yang mempunyai hobby taekwondo Reynaldo pun mempunyai hobby yang sama, ralat pada kenyataannya Neina lah yang ikut-ikutan mempunyai hobby taekwondo seperti Reynaldo dan belajar les taekwondo bersama Reynaldo agar dia selalu bisa berdekatan dengan Reynaldo kecil .
Saat Reynaldo ingin memberikan bogeham mentah lagi pada preman yang sudah mencium aspal itu tiba-tiba Neina berteriak nyaring mata Reynaldo seketika teralihkan dari preman itu, dan memalingkan penglihatannya pada neina sangat jelas dimatanya ada mobil yang melaju cepat kearah Neina.
"Neinaaaaaaa.. " teriak Reynaldo langsung berlari menyelamatkan Neina didorongnya tubuh Neina ke sisi jalan baru saja Reynaldo ingin melangkah kakinya namun tubuhnya sudah melayang jauh tertabrak mobil.
__ADS_1
" kak Reyyyyy...." teriak histeris Neina saat melihat tubuh Reynaldo terpental jauh dan mendarat di aspal dengan bermandikan darah, dengan langkah terseok-seok Neina berlari ke arah Reynaldo yang terbaring bermandikan darah dengan bertepatan datangnya sopir Neina.
.
flashback off
.
Neina memandangi wajah Reynaldo yang tersenyum manis padanya pikirannya langsung melalang buana, pintasan ingatan kebaikan Reynaldo terus berputar di kepalanya,mulai dari kejadian menolong dari preman dan tertabrak mobil,jatuh dari kolam dan jatuh dari pohon Reynaldo selalu siap siaga menjadi penyelamat Neina kecil,dan kebetulan atau takdir saat Neina dalam bahaya Reynaldo selalu ada di dekat Neina untuk menolongnya, hati Neina seketika teriris belati tajam saat mengingat semua kejadian itu,ada rasa hangat dan sakit bersamaan dalam hatinya ingin sekali dia mengatakan terimakasih namun teringat dengan sikap Reynaldo yang keterlaluan padanya selalu mengurungkan niat Neina.
"hey... kenapa melamun...ayo masuk...mama pasti sudah nunggu kita.." Reynaldo mengguncang bahu Neina yang melamun.
"eh.." Neina tersentak dari lamunannya dilihatnya sekeliling ternyata Reynaldo sudah membukakan pintu mobil untuknya sejak kapan mereka sampai diparkiran pikirnya, tanpa banyak berpikir lagi Neina langsung masuk ke dalam mobil.
buggggg
" pakai sabuk pengamannya... kenapa lho selalu lupa tidak memakai sabuk pengaman jika gue tidak ngingetin lho..." ucap Reynaldo yang memakaikan sabuk pengaman pada Neina.
deg jantung mereka berhenti berdetak untuk sesaat mata mereka saling menatap tanpa berkedip terlihat jelas dimata Reynaldo mata Neina sangat indah masih sama dengan 10 tahun yang lalu mata yang selalu berkaca-kaca jika dia hendak pulang ke rumahnya bersama Fira sang mama.
"gue merindukan menatap mata lho sedekat ini dari dulu Ney ... mungkin selama ini gue sering nyakitin lho tapi hati gue juga selalu merasakan sakit hati yang sama saat melihat lho kesakitan karena ulah gue dan teman-teman gue... tapi lagi-lagi rasa kecewa gue mengalahkan semuanya...tapi tidak untuk sekarang...akan gue bahagiakan lho seperti dulu...menjaga lho dari segala marabahaya yang menimpa lho biarkan tubuh gue ini jadi pelindung untuk lho seperti dulu..."
.
.
.
bersambung:)
.
Terimakasih yang sudah memberikan semangat pada author untuk menulis lagi sungguh komentar mba Rina membuat saya kembali semangat 😊 dan terimakasih juga pada kalian yang telah rela memberikan like dan vote atau pun bunga nya🤗 semua yang kalian berikan memberikan motifasi besar untuk author 🤗 dan tak lupa juga saya ucapkan terimakasih pada mba author Ade Nuryanti yang selama ini selalu memberikan semangat dan bimbingannya pada saya 🤗saya ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya 🤗 walaupun saya tidak yakin mba Ade Nuryanti melihat atau membaca ucapan terimakasih saya ini tapi yang jelas saya ucapkan banyak-banyak terimakasih pada mba Ade Nuryanti dan umumnya pada kalian readers author yang senantiasa menemani setiap langkah author 🤗 love you All 😚.
__ADS_1