
Selamat malam readers 😗
.
Happy reading 😚
.
"Ney...lho pulang sama siapa..."
" ih Rere gimana sih... kan Neina bawa mobil sendiri... iyakan Neina..."
" iya Tia..." ucap Neina tersenyum lembut tanpa menghentikan langkahnya.
wiutttt Satu siulan membuat langkah ke tiga gadis itu berhenti, terlihat disana Reynaldo sedang menyandarkan tubuhnya di dasbor mobil milik Neina yang begitu mencolok dari sekian banyak nya mobil, membuat Neina memplototkan matanya.
"kenapa lho duduk di dasbor mobil gue ..." bentak Neina dengan pipi yang menggembung membuat Reynaldo terkekeh lucu, menurutnya istri kecilnya itu terlihat sangat menggemaskan dengan kedua pipi yang menggembung bulat persis seperti bakpao Amerika 🤣🤣🤣.
"kenapa lho malah senyum-senyum kaya gitu... minggir lho .... bisa-bisa mobil gue rusak karena di duduki lho..." bentak Neina mendorong tubuh Reynaldo.
"hmm...istri kecilku ini sungguh galak banget...hmm..." ucap pelan Reynaldo sedikit meniup telinga putih Neina yang seketika berubah warna merah.
"apaan sih lho...sana pergi..." ucap Neina dengan salah tingkah yang lagi-lagi membuat Reynaldo terkekeh lucu dibuatnya.
"ternyata my little wife bisa malu juga yah..." ucap Reynaldo bersedekap dada.
"siapa juga yang malu...udah minggir sana...gue mau pulang... jangan halangi jalan gue..." bentak Neina.
"siapa juga yang menghalangi jalan mu Ney sayang...."
__ADS_1
"Bad boy lho..."teriak kesal Neina.
"mmm ada apa Ney sayang..."goda Reynaldo so lugu.
"minggir lho..." teriak Neina lagi yang berhasil membuat Reynaldo mau tidak mau bangkit dari dasbor mobil miliknya.
"kak Rey..." teriak Ica dari kejauhan menghampiri sepasang kekasih yang sedang bertengkar itu.
"ada apa..." tanya malas Reynaldo.
"kakak aku numpang pulang yah..." ucap Ica mengedip-mengedipkan kedua matanya polos,namun bukannya membuat Reynaldo luluh yang ada membuat Reynaldo merasa jijik melihat tingkah so manis gadis yang ada di hadapannya itu.
"maaf ... sepetinya gak bisa... karena motor gue juga ban nya kempes...gue juga mau numpang sama pacar manis gue ini...iya kan sayang..." rangkul Reynaldo pada bahu Neina yang hanya sebatas dadanya.
"apaan sih...lepas gak..." pelotot Neina.
"hmm...kamu ini sayang...aku tau kamu lagi marah sama aku...tapi jangan gitu juga dong..." rengut Reynaldo.
"gak ...buat apa gue rindu sama lho... buang-buang waktu aja...udah ah minggir sana...gue mau pulang..." ketus Neina melepaskan rangkulan Reynaldo.
"cihhhh...lihat saja sikap so jual mahalnya itu... cihhhh.. m*njijikkan..di luarnya aja so menolak padahal dalam hatinya gue yakin dia bersorak riang...ck...dasar wanita licik bermuka dua....gadis perebut cowok orang..." umpat Ica dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya sampai terlihat buku-buku putih di jari-jari putihnya itu.
"eh...sayang mau kemana..." halang Reynaldo merentangkan kedua tangannya agar Neina tidak bisa masuk ke dalam mobil.
"apa-apaan sih lho... minggir nggak..." teriak Neina mulai kehabisan stok kesabarannya.
"eitsss...mana kunci mobilnya..." ucap Reynaldo menyodorkan tangannya meminta barang yang dia inginkan, karena malas berdebat lagi Neina tanpa banyak bicara lagi langsung memberikan apa yang diinginkan suami kecilnya itu, seketika membuat Reynaldo tersenyum manis.
"anak pintar..." acak Reynaldo pada rambut panjang istri kecilnya itu.
__ADS_1
"kalo kakak sama dia...terus Ica sama siapa dong..." tanya Ica dengan muka sedih yang dibuat-buat padahal sesungguhnya dia sedang memendam rasa kesalnya pada Neina yang dia vonis perebut tunangan orang.
"masa b*do..." acuh tak acuh Reynaldo membuat kedua mata Ica melotot tidak percaya.
"apa kakak sudah lupa...kalo tadi pagi ayah sudah menitipkan Ica pada Kakak...apa ini rasa tanggung jawab kakak terhadap amanah yang diberikan ayah..." kesal Ica.
"itu cuman amanah ayah lho aja kan...apa gue pernah mengiyakannya... tidak kan...jadi jangan harap gue bakal lakuin apa yang lho inginkan...ralat apa yang ayah lho inginkan..." tegas Reynaldo.
"hiks...kenapa kakak jadi berubah kasar seperti ini... hiks apa salah Ica sampai kakak bersikap seperti ini...apa karena sudah ada dia diantara kita...yang sudah mencuci otak kakak agar mau bersikap kasar sama Ica...hiks..apa kakak sudah melupakan ja..."
"jasa lho... ckkkk...gue udah bosan denger ucapan lho yang terus memutar-mutar kejadian yang sudah berlalu..." geram Reynaldo yang sudah tidak bisa bersabar lagi dengan sikap Ica yang selalu mengungkit-ungkit jasanya di 17 tahun yang lalu.
"tapi yang Ica katakan..."
"stop...gue udah bosan denger omongan lho yang selalu mengungkit-ungkit pertolongan lho itu...gue jadi curiga...apa sebenarnya lho selama ini gak tulus nolongin gue...iya kan... makannya lho selalu mengungkit-ungkit itu semua...setiap ada kesempatan..." picing mata Reynaldo, seketika membuat Ica gelagapan dan dengan secepat kilat menggelengkan kepalanya.
"nggak...I.. Ica tulus kok menolong kakak..." jawab Ica cepat.
"benarkah..." tanya Reynaldo dengan alis terangkat sebelah.
"i.. iya..." ragu Ica.
"bagus lah...kalo gitu...jika yang lho omongin emang benar itu adanya...kalo lho selama ini nolongin gue dengan tulus...gue harap mulai hari ini gak usah ungkit- ungkit masalah itu lagi..."senyum devil Reynaldo melangkahkan kakinya menuju pintu mobil yang didalamnya sudah terdapat Neina yang sedang mencebibkan bibirnya manyun, kesal karena melihat perdebatan diantara Reynaldo dan Ica yang dia pikir bagaikan dua pasangan kekasih yang saling mencintai.
"Sangat terlihat seperti pasangan kekasih yang sedang bertengkar....ck... menyebalkan..." batin Neina memutarkan matanya malas.
.
.
__ADS_1
.
bersambung:(