
Selamat pagi readers 😗
.
Happy reading😚
.
"ih... kakak geli...." teriak Neina saat Reynaldo menj-ilat leher jenjangnya.
"ih....kakak hentikan..." teriak Neina lagi namun tidak digindahkan Reynaldo.
Jika Reynaldo dan Neina sedang berbahagia lain lagi dengan Ica yang berjalan mundar-mandir di dekat pintu kamar Reynaldo yang bersebelahan dengan kamar menginapnya.
"kak Rey kemana yah...mengapa dari tadi belum kesini-kesini..." kesal Ica yang sudah mulai kesemutan di kaki jenjangnya.
"hufttt... sebenernya apa yang mereka lakukan di lantai atas..." gerutu ica menghentak-hentakan kakinya membuat kepala maid yang kebetulan melihat sikap Ica mengernyitkan dahinya.
"apa yang dia lakukan... " batin kepala maid.
"maaf...apa yang Nona lakukan di depan kamar tuan muda..." tanya kepala maid yang benar-benar merasa aneh sekaligus waspada dengan sikap nona muda yang satu ini.
"ck... akhirnya ada orang di rumah besar ini...apa kamu melihat kak Rey bibi..." tanya Ica cepat dengan sedikit menggerutu.
"tentu saja...saya baru saja bersama tuan muda untuk me..."
"terus sekarang kakak ada dimana bi..." potong Ica tidak mendengarkan ucapan kepala maid sepenuhnya.
__ADS_1
"tuan muda sedang ada di lantai atas... bersama nona Neina..."
"apa... bersama gadis kampung itu...apa yang mereka lakukan di lantai atas bibi..."kesal Ica mengepalkan kedua tangannya sampai terlihat buku-buku putih di jari-jari tangan nya.
"tentu saja tuan dan nona..."
"mengapa kau mempertanyakan banyak pertanyaan pada nya dan menghambat pekerjaannya...apa kau tidak ada pekerjaan lain selain mengganggu pekerjaan kepala maid di rumah ini ..." ucap Reynaldo yang baru turun menuruni tangga dengan wajah sumpek penuh kesal karena di usir Neina yang sedang merajuk padanya karena tadi Reynaldo terus menerus menge-cup bibir manis miliknya.
"Tuan muda..." sapa kepala maid dengan sedikit menunduk.
"Kakak.... akhirnya Kakak turun juga...Ica sudah menunggu kakak dari semenjak tadi... sebenarnya apa yang kakak lakukan di lantai atas dengan gadis kampung itu..." cemberut Ica dengan bibir mengerucut sebal.
"apa alasannya aku harus melaporkan semua kegiatan ku pada mu... hubungan kita tidak sedekat itu..." datar Reynaldo.
"bibi... bawakan satu gelas susu cokelat ke lantai atas... istri ku sedang menginginkannya..." ucap Reynaldo dengan santainya tanpa mengindahkan ekspresi keterkejutan Ica.
"baik tuan muda...kalo begitu...saya permisi..." ucap kepala maid sekali lagi menunduk dan berlalu meninggalkan mereka berdua.
"tentu saja aku... Neina Reynaldo Raican Sangga... istri sah dan satu-satunya seorang Reynaldo... seorang pria beristri yang kau cintai..." ucap Neina membuat Ica dan Reynaldo terkejut dengan kedatangannya yang tiba-tiba.
Prangggg Satu guci cantik melayang di udara dan jatuh berkeping-keping di lantai.
"apa yang kau katakan j*lang... jangan pernah mengaku-ngaku sebagai istri kakak ku...kau dengan martabat rendahan mu itu tidak cocok bersanding dengan pewaris tahta kerajaan bisnis Sangga...hanya seorang yang memiliki gelar tinggi lagi yang cocok bersanding dengannya..." teriak Ica dengan nafas naik turun.
Neina terkekeh dan berjalan ke hadapan Ica dengan senyuman menyeringai.
"jika aku saja yang seorang pewaris kedua kerjaan bisnis Raihan Alfaro group tidak cocok bersanding dengannya...lantas bagaimana dengan mu yang hanya seorang putri angkat keluarga Sangga...apa kau cocok dengan suami ku... sedangkan kau saja memiliki gelar terhormat itu dari keluarga Sangga sendiri....lantas dimana rasa malu mu itu... setelah diberi Mutiara kau malah meminta intan permata... setelah diberikan kekayaan...kau pula meminta anaknya...ckkkk... memalukan sekali..." kekeh Neina dengan menghempaskan rambut panjang hitam legam nya ke belakang, menyapu lembaga wajah Reynaldo yang kebetulan ada di belakangnya.
__ADS_1
Deg Mata Ica melotot tajam pada Neina dengan nafas yang memburu.
"kau gadis j*lang... jangan pernah mengaku-ngaku seba..."
Plakkkkkk
"jangan menunjuk-nunjuk diri ku menggunakan tangan kotor mu itu... wajah ku terlalu istimewa untuk tangan kotor seorang pengemis tidak tau di untung seperti diri mu itu..." tegas Neina dengan mata melotot tajam memberikan peringatan.
Ica menggertakkan giginya sehingga menghasilkan suara antara gigi atas dan gigi bawah yang saling beradu.
"kau...siapa kau sehingga berani menampar putri kesayangan kelurga sangga hahhhh..." teriak Ica berapi-api berusaha menggertak Neina.
"aku menantu sah keluarga ini...ada apa...apa kau ingin menghukum ku... menghukum memantu kesayangan keluarga ini..." ucap Neina balik menggertak dengan senyuman menyeringai.
"kau j*lang kampung... jangan pernah mengaku-ngaku menjadi menantu keluarga ku..." teriak Ica dengan berteriak keras.
Wusshhhhhh tangan Ica di tepis kasar.
"jaga sikap mu pada istri ku...jika kau masih ingin tinggal di rumah ini..." ucap Reynaldo tegas dengan mempelototkan matanya membuat jantung Ica berdegup kencang takut.
"K..Kak..." lirih Ica antara takut dan tidak percaya dengan sikap kasar Reynaldo yang diperuntukkan untuknya.
Disisi lain Neina menyeringai senang dengan pembelaan Reynaldo yang dilakukan untuknya, Ica yang melihat seringaian Neina pun mengepalkan kedua tangannya merasa di ejek.
"kau lihat itu... bahkan orang yang kau sukai membela ku..." Ejek Neina dalam hati dengan bibir yang semakin menyeringai.
Ica yang seolah tau dengan pikiran Neina dengan refleks menatap membunuh pada Neina.
__ADS_1
"kau... lihat saja pembalasan ku..." batin Ica tanpa menghentikan tatapan membunuhnya.
bersambung ;(