Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 93 Gadis tidak tahu malu


__ADS_3

Selamat siang 😗


akhirnya author bisa up lagi 🤭 sekedar mengingatkan Beberapa bab lagi ending yah readers 😌😉mohon bersabar yah dengan waktu up yang tidak menentu... author sedang merangkai ending maklum author jujur paling susah membuat ending 🥰.


.


Happy reading 😚


.


"baiklah...kita akan menggendong cucu secepatnya...dan ku harap mereka tidak melakukan hal tersebut sebelum lulus sekolah..." gumam Raican di akhir kata, berharap Safira tidak mendengar gumamannya.


Neina menyembunyikan wajahnya di dada lebar Reynaldo masih dengan sesekali menangis merindukan kedua orangtuanya.


"sudah jangan menangis sayang..."


"kapan mereka pulang..." tanya Neina semakin menyembunyikan wajahnya, Reynaldo menghela nafas berat dan melihat kearah Raican seolah berkata.


' Sekarang aku harus bagaimana Pa...? ' seolah mengerti dengan isi pikiran sang putra Raican menggelengkan kepala.


Ceklek Pintu utama terbuka lebar membuat semua mata teralihkan pada sumber suara.


Deg


"Mommy..." lirih Neina


"hiks... Mommyyyyyy...." teriak Neina berlari pada sosok wanita yang selama ini dia rindu keberadaan nya, diseberang sana Vina melebarkan kedua tangannya menunggu sang putri memeluknya.


Grepppp


"hiks...Mom...hiks benarkah ini kamu Mom...hiks... kenapa baru pulang...hiks Mommy...kemana saja selama ini ...kenapa Mommy tega meninggalkan Ney tanpa kabar..." racau Neina dengan memeluk erat sang Mommy takut di tinggal lagi.


Dengan senyuman manis serta mata berkaca-kaca Vina mengelus rambut panjang sang putri.


"Ini benar Mommy mu Sayang... maafkan Mom... Mom bukannya tidak ingat pada mu...namun keadaan yang membuat Mommy bak hilang di telan bumi...tapi percayalah sayang hati Mommy setiap saat selalu memanggil nama mu... maafkan Mom..." ucap Vina mengeratkan pelukannya.


"hiks... Mommy janji untuk tidak meninggalkan Ney lagi kan... Mommy janji kan ..." ucap Neina menyembulkan kepalanya dengan mata penuh harap.


Cletakkkk Vina menyentil pelan kening Neina.


"lihat lah Ray... putri mu ini sekalipun sudah bersuami masih saja manja pada ku ..." ucap Vina bergetar penuh haru melihat putri kesayangannya yang selama ini sangat dia rindukan sudah kembali dalam pelukannya.


"hiks Mommy...Ney sedang tidak Becanda..." ucap Neina kembali menangis.


"Hey sayang...apa kamu hanya ingin memeluk Mommy mu saja..." tanya Raihan mengelus pucuk kepala sang putri satu-satunya.


Neina perlahan-lahan melepaskan pelukan sang Mommy dan menatap dalam netra sang Daddy Raihan.


"Dad..." ucap Neina bergetar hebat.


"iya sayang...ini Daddy..." ucap Raihan merentangkan kedua tangannya yang langsung disambut pelukan rindu dari Neina.


"Daddy Ney kangen..." tangis nya semakin pecah mendusel-duselkan kepalanya pada dada lebar sang Daddy yang selama ini menjadi sandarannya sebelum menikah dengan Reynaldo, Raihan terkekeh pelan melihat tingkah putri bungsunya yang tidak pernah berubah layaknya bayi umur tiga bulan yang suka bermain di dada lebar nya dulu.


"Daddy... tidak merindukan Ney..." tanya Neina yang hanya mendapatkan kekehan Raihan saja.


"tentu saja Daddy merindukan mu Sayang..." ucap Raihan akhirnya mengelus dan mengecup lembut pucuk kepala Neina yang mengeluarkan wangi shampo kesukaan sang putri yang tentu saja sudah dia ketahui semenjak Neina kecil.


Neina berhenti menangis dan dengan cepat melepaskan pelukannya, netra sayu nya menatap kearah pintu mencari sosok yang selama tiga bulan ini dia rindukan atas kejahilannya.


"Dad dimana Kak Tira..." Tanya Neina menatap Raihan.


"Kakak mu disini Sayang..." jawab seseorang.


Deg Mata Neina berbinar terang melihat tubuh tegap yang sedang bersandar di daun pintu depan kaki dan tangan yang disilangkan penuh karisma, dengan cepat dia berlari dan meloncat ke arah sang kakak, yups...dia adalah Yudistira Gonzales Raihan Alfaro, putra pertama pewaris Raihan Alfaro, kakak dari Neintara dan Neina.

__ADS_1


Hufttt... mengingat Neintara author jadi merasa sedih, sayang sekali dia tidak bisa ikut dalam kebahagiaan keluarga kecil ini😥tapi yasudalah ini sudah menjadi jalan takdir yang terbaik untuk Neintara dari author 😥.


"Ck...kau ini seperti koala saja suka melompat-lompat tidak benar ... bagaimana jika kamu jatuh Ney...dan kamu sekarang sudah bersuami seharusnya jaga image dikit lah dihadapan suami dan mertuamu itu yang sedang menatap mu aneh ..." Seperti biasa pertemuan mereka selalu diawali dengan pertengkaran, namun jangan salah sangka yah readers, kedua Kakak adik ini saling menyayangi.


"biarin... suruhan siapa juga tidak mengabari Ney kalau kalian mau pulang sekarang..." ucap Neina mengerucutkan bibirnya dan menatap kesal Gonzales.


"Ck ... berhenti memonyongkan bibir jelek mu itu..." ucap Gonzales menyentil pelan bibir sang adik yang begitu terlihat lucu dimatanya,


Dimata Gonzales Neina masih terlihat kecil apalagi dengan kelakukan sang adik yang selalu manja terhadapnya seperti saat ini , kaki Neina sudah melingkar kencang di pinggang kekarnya, dengan pelan Gonzales menurunkan tubuh kecil Neina dengan sepelan mungkin seakan tubuh Neina telur yang akan pecah jika di perlakukan dengan kasar.


"turunlah Ney...kamu bukan anak kecil lagi .. bahkan kamu sekarang seorang istri dan menantu keluarga Sangga... berperilaku anggun agar tidak menjadi cemoohan para pesaing mu..." ucap Gonzales menatap tajam mata Ica yang dari semenjak tadi menatap Neina penuh permusuhan.


Ica yang mendalam tatapan tajam Gonzales refleks salah tingkah dan memilin ujung dress-nya takut.


"Selamat datang bung... akhirnya kalian pulang juga..."sapa ramah Raican yang dibalas pelukan ramah Raihan.


"tentu saja aku pulang... karena inilah negara ku..." ucap Raihan melerai pelukannya.


"hiks...Vina ...aku sangat merindukanmu... akhirnya kamu pulang juga... setiap malam putri kita selalu menangis karena merindukan mu..." ucap Safira memeluk Vina dengan sesekali cairan bening menetes di sudut mata Sayu nya.


"maafkan aku...apa putri bandel ku itu menyusahkan mu..." tanya Vina balas memeluk Safira.


"tentu saja tidak...putri mu itu sangat menggemaskan dan membawa keceriaan di tengah-tengah keluarga kakuk ku ini..."seloroh Safira membuat Vina terkeheh pelan menanggapi candaan sahabat SMA nya itu.


"apa kabar Bang..." tanya Reynaldo memeluk Gonzales ala-ala anak cowok cool.


"baik... seperti yang lho lihat..." jawab Gonzales mengelus bahu Reynaldo pelan.


"Thanks udah jagain adik gue..." ucap Gonzales melepaskan pelukannya.


"No problem dia juga sekarang sudah jadi tanggung jawab gue..." ucap Reynaldo yang di angguki Gonzales.


Neina menatap bahagia melihat keluarganya sudah kembali utuh apalagi sekarang keluarga Sangga pun sudah menjadi bagian keluarganya, bicara dengan keluarga Sangga Neina secepat kilat melihat ke arah Ica yang sedang menatap nya nyalang, bukannya takut Neina malah menyeringai.


Dengan langkah pelan Neina mendekati Ica yang sedang sangat emosi melihat kebahagiaannya.


"jangan senang dulu lho...gue pastikan gue bakal rebut semua yang menjadi milik lho itu ...cepat atau lambat gue pastikan apa yang menjadi milik lho akan menjadi mili gue juga..." ancam Ica membuat Neina terkekeh kecil.


"apa lho mau bersandiwara juga sama Daddy gue...mau pura-pura nyelamatin gue atau Kak Tira ..." kekeh Neina seketika membuat Ica ikut terkekeh pelan.


"sepetinya ide yang bagus... Kakak lho cakep juga... sebelas dua belas dengan suami lho ...coba kita lihat kedepannya...gue pastikan lho bakal jadi adik ipar gue ...kalo suami lho gak bisa gue dapatkan apa salahnya mencoba mendapatkan Abang lho ..." senyum seringai Ica menatap Gonzales dari atas sampai bawah.


"sempurna..." senyum Ica menyeringai bak ingin mentelan-jangi Gonzales.


"Ck...ck... ck .. gue kasihan sama lho...masih muda juga kelakuannya udah kaya j*lang...gimana nanti tua nya .... hahaha..." kekeh Neina yang hanya di dengar Ica seorang.


"gue udah bilang jangan seneng dulu... lihat saja gue pastikan Kakak lho bakal bertekuk lutut sama gue...kalo perlu suami lho juga gue gaet abis..." ucap Ica penuh percaya diri sambil berlalu meninggalkan Neina seorang diri.


"hufttt...mimpi..." gumam Neina memandang benci Ica , semakin hari Ica semakin menunjukkan sisi buruknya pikir Neina menatap Ica yang menghampiri Mommy nya,so akrab.


"Hei Tante..." sapa Ica tersenyum ramah.


"Hallo..." jawab Vina seadanya.


"dia siapa fir..." bisik Vina pada Safira.


"dia putri Smith..." balas bisik Safira.


"ouh jadi ini putri Smith.. bukannya anak ini yang minta untuk dijodohkan sama Rey..." kekeh Vina masih berbisik.


"hmmm..." balas Safira menatap malas Ica.


"ck... jangan gitu juga kali fir..." kekeh Vina.


Akhirnya sekian purnama bulan Vina bisa melihat kembali tatapan malas dan tidak suka Safira yang ditunjukkan untuk seseorang setelah mereka menikah, biasanya Safira Selalu bertutur lembut tapi tidak dengan putri Smith ini, jadi sudah jelas jika gadis ini kurang baik pikir Vina yang sudah tau betul bagaimana dengan sikap Safira.

__ADS_1


Jika Safira bertingkah tidak ramah, sudah di pastikan jika orang tersebut bukanlah orang baik-baik, seperti putri Smith ini.


"Tante..." ucap Ica membuyarkan lamunan Vina.


"eh...ada apa sayang... ngomong-ngomong siapa nama mu..." ucap Vina masih bersikap santai.


"nama saya Ica Tante..." jawab antusias Ica tersenyum manis semanis mungkin.


"Kenapa kamu masih disini...apa kamu tidak lihat kita sedang kedatangan tamu ..." tanya Safira datar.


"Ica melihat nya Tante..." jawab Ica mengernyitkan keningnya tidak mengerti maksud perkataan Safira.


"lantas kenapa kamu masih berdiri di sini..." sinis Safira .


"Ica tidak mengerti.. "


"Ck... Kita kedatangan tamu...dan cepat bawakan minuman dan camilan...." titah Safira.


"tapi Ica bukan mai..."


"kenapa... sesekali kamu ambil sendiri..bukan apa-apa nyuruh maid ... menantu rumah ini saja Sudi menginjakkan kakinya ke dapur...lantas mengapa kamu tidak Sudi menginjakkan kaki mu ke dapur..." sarkah Safira secara tidak langsung menusuk hati Ica.


Vina menyeringai samar sampai tidak ada yang menyadarinya jika dia sekarang sedang menyeringai.


"Sepertinya gadis ini salah mencari lawan..." batin Vina yang sudah tau betul bagaimana sikap dan sifat Ica, karena dari dulu Safira Selalu menceritakan apapun padanya yang membuat hatinya mengganjal termasuk putri Smith ini.


Mata Ica mulai berkaca-kaca menatap Safira, seolah paling terzolimi seantero jagat raya ini.


"ada apa ini..." tanya Raican.


Seolah mendapatkan angin segar Ica langsung menghadap pada Raican hendak mengadu.


" Paman..."


"aku hanya menyuruh putri teman mu ini... untuk mengambilkan minuman dan cemilan..." potong Safira santai dan duduk di sofa diikuti Vina.


"oh ...aku kira ada apa ..." jawab Raican duduk dan diikuti yang lainnya, Neina pun mendekat dan duduk di tebgahi Safira dan Vina.


"yasudah Ica... tolong ambilkan apa yang diminta Tante mu ..." ucap Raican secara tidak sengaja membuat Ica merasa dianggap maid rumah ini.


"benar itu ... tenggorakan ku juga sudah terasa kering ..." timpal Gonzales memegang lehernya, Ica yang hendak marah dan menangis pun seketika tersenyum manis setelah mendengarkan keinginan Gonzales.


"baik paman...Ica permisi ke dapur dulu..." ucap Ica membungkuk bak anak baik.


"kesambet apa tuh anak mau ke dapur... perasaan baru sekarang dia mau ke dapur dan di perintah seperti ini..." celetuk Reynaldo menatap punggung Ica yang menjauh.


"Rey ..." tegur Raican merasa tidak enak Jika masalah keluarga pribadinya diketahui oleh orang lain termasuk besannya sendiri.


"ekhem..."Raihan berdehem memecahkan keadaan yang tidak kondusif.


"ngomong-ngomong bagaimana kabar mu Rey .." tanya Raihan mengalihkan pembicaraan yang bersifat pribadi tersebut.


"kabar Rey baik Dad... Daddy sendiri..."


"Seperti yang kamu lihat boy ... Daddy mu ini selalu baik-baik saja dengan ketampanan yang semakin meningkat..."kelakar Raihan.


"Wow... Daddy ternyata masih suka narsis juga...gak ingat umur ..." cibir Gonzales membuat semua tertawa terbahak-bahak.


"hey...boy ...apa yang Daddy katakan semuanya benar ....jika Daddy mu ini sangat tampan...kamu pikir ketampanan mu itu kamu dapatkan dari mana ...jika bukan dari Daddy mu ini..." kekeh Raihan.


"yang dikatakan Om Raihan ada benarnya juga.. ternyata Kakak nya Neina juga sangat tampan... tidak rugi juga jika aku bisa mendapatnya...toh dia juga sama kayanya seperti kak Rey..." batin Ica dengan pipi bersemu merah , jantung nya langsung berdetak kencang saat dia semakin mendekat ke arah Sofa, tatapannya tidak teralihkan dari wajah tampan Gonzales, Reynaldo yang menyadari tatapan mencari mangsa Ica pun seketika tersenyum mencibir.


"Gadis tidak tau malu..." batin Reynaldo.


.

__ADS_1


Bersambung ;(


__ADS_2