
"bos ...lho gak punya perasaan spesial kan sama Neina..." bisik Nando yang tidak di jawab Reynaldo.
Acara makan siang mereka berakhir hening tidak ada yang bicara namun ketiga gadis itu asyik main handphone sendiri beda dengan ketiga cowok yang berada dihadapannya lebih asyik melihat ke wajah tiga gadis tersebut, Nando terlihat tidak bosan-bosannya berdecak kagum melihat senyum di bibir kecil Neina 'manis' hanya itu yang dapat dia ucapkan dalam hati,sementara Reynaldo menatap tajam Neina yang dari tadi hanya tersenyum dengan ponselnya 'ada apa mengapa dia senyum-senyum terus dengan ponselnya' pikir Reynaldo sementara Agus terus memperhatikan Wajak ketiga gadis itu 'aneh' julukan itu pantas untuk ketiga gadis yang dari tadi senyum-senyum sendiri dengan handphone ditangan masing-masing.
cittt
"ayo cabut..." ucap Reynaldo seketika membuat ketiga gadis itu mengalihkan perhatiannya.
"bos kok cabut sekarang..." tanya Nando yang sepertinya tidak ridho harus memutuskan pandangannya dari Neina itu semua terlihat jelas dari matanya yang tidak sama sekali lepas dari Neina meskipun sedang bicara dengan Reynaldo.
"ck... turunkan pandangan lho..." kesal Neina yang mulai merasa risih diperhatikan sebegitu intensnya.
"No baby...You're too cute to ignore..."
"cih.... buaya..." ledek Rere ucapan Rere berhasil mengalihkan perhatian Nando.
"jaga mulut lho yah mulut cabe..."
"kenapa gue harus jaga mulut gue ...toh itu kebenarannya... sekarang saja Neina sudah cantik kalian semua langsung mendekati nya...tapi dulu kalian menghinanya apa kalian tidak merasa sedang menjilati ludah kalian.. hufttt...an*ING..." senyum devil Rere yang di kekehi Neina dan Mutia .
brakkkk
"jaga ucapan lho...bukan berarti lho sahabat cewek yang gue suka lho bisa seenaknya hina gue seperti ini..." mata Nando melihat tajam Rere namun itu semua tidak membuat dia gentar dan kembali berkata.
"an*ING memang seperti lho..." ledek Rere yang semakin berani.
prangggggg Satu gelas di depan Rere yang lebih tepatnya gelas minuman Rere pecah karena di banting Nando, dengan mata merah menyala merasa terhina Nando hendak mencekik leher Rere.
"mati lho ba**sat..."
buggggg
"arghhhhhhh..."
"jangan pernah bertindak tanpa perintah gue ..." tekan Reynaldo dengan suara nyaris tidak terdengar tangan Nando seketika mengepal erat melihat bosnya yang malah memukulnya bukan membelanya merasa dipermalukan Nando berdiri dan...
buggggggg
"Nando..." teriak Agus.
__ADS_1
"jangan pernah melewati batasan..." tajam Reynaldo yang seketika membuat hawa disekitarnya mendingin seolah mendukung sikap dingin Reynaldo.
"lho apa-apaan sih Do...lho gila hah...buat apa lho mau mukul bos... jangan jadi peliharaan yang tidak tahu balas budi..." mata Nando beringas mendengarkan perkataan Agus yang dibalas tatapan beringas Agus .
"jangan pernah melebihi batasan..." tekan Agus seketika menyadarkan Nando yang langsung berdiri dan berlalu keluar.
"bos...are you okay..."
"ikuti anak itu.. " dingin Reynaldo yang di angguki Agus.
"tunggu gue nanti di kelas lho..." ucap Reynaldo yang ditujukan pada Neina dan berlalu menuju kasir .
"astagaa...Rere tidak apa-apa..." khawatir Mutia yang digelengi Rere.
" ck... lihatlah gadis tidak tahu malu itu ... setelah membuat bang Rey dan bang Nando bertengkar dia masih bisa enak-enakan bersantai...ck gadis tidak tahu malu..."
"benar dasar gadis j*lang...pasti dia sengaja melakukan itu semua untuk merebut perhatian bang Rey ..."
"pasti... karena dia ingin mendapatkan perhatian bang Rey... seharusnya ngaca dulu sebelum berniat ingin mengambil hati bang Rey..."
"benar ..."
"huh...j*lang..."
"dasar tidak tahu malu..."
brakkkkkkkk
"jaga ucapan kalian...." tegas Neina berdiri dari tempat duduknya dan melangkah pada kerumunan yang bergosip tentang sahabatnya.
"m...mau...a...apa lho..." gugup siswi yang memulai gosipan tadi dengan mata tajam Neina menampar bibir gadis itu.
plakkkkkk mata semua orang terkejut melihat aksi spontan Neina.
"jaga ucapan lho pada sahabat gue...jika kedepannya lho masih berani bergosip lagi tentang kami...gue tidak segan-segan buat lho enyah dari muka bumi ini.. " siswi itu meringis sisi bibirnya dan giginya berdarah menerima tamparan kasar Neina.
" lho cupu...apa hak lho nampar gue hahh...kalo lho mau marah salahkan sahabat j*Lang lho itu .. yang sudah berani menggoda most the wanted sekolah ini...jika mendapatkan hinaan dari semua orang itu konsekuensinya karena sudah berani menyimpan hati pada most the wanted kami...."
plakkkkkk
__ADS_1
"turunkan jari kotor lho itu dari tangan sahabat gue ..."Neina menepis kasar tangan siswi itu .
"cih...lho cupu..." teriak siswi itu murka.
plakkkkkk
"itu balasan untuk lho yang tidak sopan sama gue ... panggil nama gue dengan benar...bokap gue sudah dengan susahnya memberikan nama bagus untuk gue dan lho malah mengganti nama gue dengan cupu..."
plakkkkkk
"sekali lagi gue dengar lho manggil gue cupu ...gue pastiin keluarga lho habis di tangan gue..." tekan Neina dengan memandang satu persatu siswi yang bergosip tadi seolah mengatakan jika peringatan ini berlaku untuk semua Orang.
"cih...gadis yang bersembunyi di ketek bokap nya dengan beraninya ngancam fans gue...apa hak lho memberikan pelajaran seperti ini pada dia..." tunjuk aradella dengan mata sengitnya yang malah di balas senyum mengejek Neina.
"idola dan fans sama-sama gila..." ucapnya lirih namun bisa di dengar semua orang.
"lho cupu... berani-beraninya bersikap kurang ajar pada primadona sekolah ini..."
plakkkkkk
"turunkan jari dan suara lho saat bicara pada Neina..." tegas Reynaldo yang menghentikan perdebatan kedua gadis itu, dari saat Neina memberikan pelajaran pada siswi yang telah bergosip tentang Rere Reynaldo memperhatikan gadisnya itu ralat istirnya itu Reynaldo tidak ada niat untuk membantu karena dia yakin istrinya yang sekarang tidak akan mudah ditindas dan tidak akan diam saja saat ada orang yang bergosip tentang sahabatnya,namun saat melihat aradella menunjuk-nunjuk wajah Neina dengan suara yang tinggi Reynaldo langsung terpancing emosi berani sekali bersikap kurang ajar pada gadisnya pikirnya yang seketika menampar aradella, menyakiti perempuan sudah menjadi hal biasa untuk Reynaldo yang sama sekali tidak merasakan perasaan bersalah.
"bang Rey..." mata aradella berkaca-kaca bukan sakit di pipinya yang terasa sakit melainkan hatinya yang seketika terasa di tusuk belati tajam saat melihat orang yang dia cintai membela cewek lain dihadapan semua orang dengan menamparnya ,sakit sangat sakit yang dia rasakan atas perlakuan Reynaldo padanya.
"jangan pernah lho ganggu gadis gue... Jika tidak ingin berhadapan dengan gue..." tekan Reynaldo dengan mata beringas seolah ingin menerkam hidup-hidup aradella yang sudah terisak filu.
"hiks...apa salah ku bang...kenapa kau menampar ku. .aku adalah primadona di sekolah ini..mengapa kau malah memilih gadis cupu dan j*Lang arghhhhhhh..."
"ambil balik perkataan lho...". Reynaldo mencengkram dagu aradella kuat-kuat dia sangat tidak suka Neina di katakan j*lang.
"hiks...bang Rey sakit..." lirih aradella dengan suara manjanya.
drt drt drt suara hp Reynaldo menghentikan aksinya, sebelum mengangkat telpon nya yang terlihat penting Reynaldo menyambar tangan neina digandeng nya tangan gadisnya itu,seketika mata semua orang melotot tidak percaya dengan aksi Reynaldo yang menggandeng tangan Neina gadis cupu yang sudah berubah cantik sebanding dengan primadona sekolah.
Mata aradella menatap tajam Neina terlihat dia sangat marah dan benci terhadap gadis itu Neina yang melihat tatapan aradella tersenyum penuh kemenangan seolah berkata 'lihat lah gue pemenangnya '.
.
.
__ADS_1
.
bersambung ;(