Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 40 Kecurigaan Rere


__ADS_3

Selamat malam 😗


happy reading 😚


Mobil yang di tumpangi Neina dan Reynaldo sudah berhenti di depan cafe Neina turun dari mobil sedangkan Reynaldo hanya menatap langkah istrinya yang sudah menjauh.


"eh...lho lama banget Ney ..." keluh Rere dengan mengerucutkan bibirnya sementara Mutia si gadis unik itu sedang memakan cemilannya tanpa menghiraukan kedatangan sahabatnya menurutnya cemilan di tangannya lebih penting untuk jangan di lewatkan, sedangkan Neina yang sudah mengetahui sifat sahabatnya yang satu itu hanya tersenyum miris, terkadang Neina Selalu merasa kasihan dengan sahabatnya itu yang sedikit mempunyai kelainan dari gadis remaja pada umumnya.


"entah apa yang terjadi di masa lalu lho Tia sampai lho Seperti ini..." batin Neina menatap intens wajah Mutia yang sama sekali tidak merasa terganggu di tatap sedemikian dalamnya oleh Neina.


"eh lho kenapa Ney... bukannya jawab malah bengong..." tanya Rere lagi.


"eh... tadi jalan agak macet..." jawab Neina kikuk tersadar dari lamunannya, Neina mendudukkan bokong nya dan melambaikan tangan ke arah waiters perempuan.


"kalian udah nyampe dari tadi..."


"sepuluh menit yang lalu..." jawab Rere sambil memilih-milih menu.


"lho mau apa Ney...tia..." ucap Rere tanpa mengalihkan pandangannya dari buku menu yang ada di tangannya.


"samain aja... " singkat Neina.


"Mutia juga sama...tapi di tambah es krim ukuran jumbo yah Rere..."


"astaga perut lho gak ada kenyang yah Tia...dari tadi makan apa belum kenyang tuh perut..."


"belum Rere... kalau Mutia udah kenyang buat apa Mutia pesan..." jawab Mutia dengan muka polosnya, Rere memutarkan matanya malas .


"makan banyak tapi badan kecil kaya orang cacingan..." gerutu Rere.


"ih Rere kok tega sih bicara seperti itu... Ney lihat Rere tega banget ngatain Mutia kaya gitu..." adu Mutia yang tidak dihiraukan Neina sudah tidak jadi hal tabu lagi jika kedua sepupu itu berdebat pikir Neina tanpa niat menanggapi.


Mata Neina melihat ke arah pintu cafe dahinya mengernyit melihat sosok yang begitu familiar melangkah masuk dan duduk di meja dekat mereka terhalang dengan satu meja pengunjung.


"si bad boy.." lirih Neina.


"buat apa dia kesini..." batin Neina tatapan mereka beradu seketika Reynaldo tersenyum samar menyadari jika Neina sedang menatapnya.


" eh.. ada Neng Neina disini...beuh cantik banget calon bini..." batin Nando menatap kagum ke arah Neina yang mendengus kesal saat mata mereka beradu pandang.


"itu bukannya si senior sombong yah..." tanya Rere yang juga melihat kedatangan mereka Neina mengangguk.

__ADS_1


"ih Rere benar itu bang Rey ..." antusias Mutia menatap berbinar, matanya seketika melihat ke sisi kanan kiri Reynaldo namun orang yang dia cari tidak ada seketika senyumannya pudar.


"kak bara kemana...kok tumben gak ikut mereka..." batin Mutia sendu.


"bang Rey...bang Rey...gue harus tekankan berapa kali sama lho Tia... jangan panggil dia kaya gitu senior sombong kaya dia gak pantas di panggil secara hormat kaya gitu..." tajam Rere yang membuat Mutia langsung mengangguk.


"ck.. awas aja kalo Nanti gue denger lho bicara kaya gitu lagi.. gue usir lho dari rumah..." ancam Rere menakuti-nakuti.


"ih kok Rere jahat sih..." mata Mutia berkaca-kaca.


"cih cengeng..." decak Rere.


"sudah...kalian kenapa malah berantem sudah diam tuh waiters nya udah datang..." sela Neina menghentikan perdebatan kedua sepupu itu.


"eits...bakso..." sambung Neina dengan kaget


dan menatap Rere seolah meminta jawaban.


"yah memang itu bakso masa batu..." kekeh Rere sesat dan dalam satu detik dia langsung memicingkan matanya.


"jangan bilang lho udah sarapan di rumah..." tanya Rere yang di jawab cengengesan Neina.


"hehe iya...gue lupa.." jawab Neina.


"eh...tenang aja gue pasti habisin ini bakso..." ucap Neina cepat dan langsung membelah baksonya menjadi dua.


"kaya sanggup habisin aja Neina..." ucap Mutia yang akhirnya bersuara lagi.


.


.


.


Di meja yang lain sudah terlihat Agus membuka meeting mereka yang di dengarkan oleh Reynaldo ddk dan klien serta sekertaris klien Reynaldo, mereka sudah terjebak dengan diskusi penting dan serius terlihat dari wajah mereka yang menatap serius satu sama lain , namun tidak untuk Nando yang malah memperhatikan gadis yang dia cintai yang sedang sesekali tertawa dan tersenyum melihat keanehan sikap Mutia.


"arghhhhhhh kenapa Neng Neina ada disini..kan gue jadi gak bisa fokus..." batin Nando berusaha mengalihkan perhatiannya dan berusaha fokus dengan pembicara meeting mereka namun lagi-lagi perhatiannya kembali lagi pada Neina.


Agus yang melihat sahabatnya tidak fokus pun menginjak kaki sahabatnya itu dan menatap datar saat Nando melirik kearahnya seolah berkata ' fokus..ingat posisi lho siapa disini ', Nando yang mengerti tatapan Agus langsung fokus kembali dia jelas ingat siapa dia disini dia hanya tidak lebih dari bawahan Reynaldo.


Nando menghembuskan nafasnya dan sekilas melirik ke arah Neina yang sedang becanda dan langsung kembali fokus lagi, dan begitu pun yang terjadi pada Reynaldo matanya sesekali melirik ke arah Neina namun tetap fokus tidak seperti Nando .

__ADS_1


"masih disana..." batinnya saat melihat sang istri masih berada di cafe itu, dia tidak mau Neina pergi jauh darinya tanpa ada pengawasan sama sekali, makannya tadi saat menerima pesan dari Agus yang mengatakan jika klien mereka meminta bertemu atau meeting di luar Reynaldo tanpa berpikir dua kali langsung mengiyakannya tidak seperti biasanya yang selalu menolak meeting di luar, bahkan yang merekomendasikan cafe ini Reynaldo sendiri, ini suatu keberuntungan baginya karena dia bisa meeting sambil sesekali mengawasi Neina pikirnya.


.


.


.


"Ney lho kenapa belakangan ini sibuk terus... sampai kita baru bisa ngumpul lagi..." tanya Rere.


" iya tuh...kemana saja weekend kemarin Ney... sampai tidak bisa ngumpul-ngumpul..." timpal Mutia juga dengan mulut belepotan terkena noda es krim vanila di hadapannya.


Neina terdiam tidak langsung menjawab dia bingung harus menjawab apa pada sahabat-sahabatnya itu masa iya jujur jika weekend satu bulan ini dia sibuk menemani mertuanya yang selalu minta di temenin ikut arisan lah, shopping lah dan masih banyak alasan yang lainnnya yang dilakukan Mama Fira agar selalu bisa bersama dengan menentukan kesayangannya itu.


"kenapa lho diam aja..." tanya Rere yang tidak mendapatkan jawaban dari Neina.


"dan lho juga sampai kapan tinggal di rumah Tante Safira...apa Daddy dan Mommy lho masih lama di Amerika nya..." sambung Rere.


"gimana ini...ini nih yang selama ini gue hindari...gue selama ini selalu iya-iya aja di ajak Mama kemana-mana saat weekend karena gue takut kalo ngumpul-ngumpul kaya gini ditanyain mereka seperti sekarang..." batin Neina.


"gue perhatiin lho sekarang agak aneh...di ajak vc malam-malam gak mau...di ajak belajar bersama pun gak mau gak kaya dulu...apa tante Safira ngelarang lho pergi malam-malam dari rumah...ck kalo iya begitu lho lebih baik tinggal di rumah gue aja..." usul Rere yang di angguki Mutia dengan antusias.


"setuju... Mutia setuju...lebih baik Neina tinggal di rumah Rere aja kaya Mutia..." senang Mutia.


" gue juga maunya kaya gitu...tapi gue yang sekarang dan yang dulu udah beda lagi ...gue sekarang udah jadi istri orang gak bisa sebebas dulu ..." batin Neina merasakan sesak dihatinya mengingat status nya yang sudah bukan single lagi.


"jawab Ney...kalo ada masalah bicarakan sama kami... kita sahabatan udah lama gue gak mau ada yang disembunyikan di antara kita..." tegas Rere seolah tau jika Neina sedang menyembunyikan sesuatu pada mereka.


" maafin gue...gue gak bisa cerita sekarang...gue belum siap dan gue pikir ini belum waktunya gue ceritakan semuanya...tapi gue janji gue pasti bakal ceritakan pada kalian kalo gue udah siap cerita..." jawab Neina, Rere menghela nafas berat ingin sekali dia memaksa neina untuk cerita sekarang tapi itu tidak mungkin dia tidak mau terlalu agresif pada sahabatnya itu yang nanti bisa membuat Neina tidak nyaman.


"oke gue tunggu tapi lho janji bakal cerita nanti..." pinta Rere yang di angguki kepala Neina dengan tersenyum manis.


"rahasia apa yang bikin lho ragu untuk cerita pada kami...gue yakin ini pasti ada sangkut pautnya dengan si senior sombong itu... gue perhatikan lho hari ke hari semakin dekat dengan tuh senior...apa kalian mempunyai hubungan spesial...tapi masa iya sih lho Ney mau aja jalin hubungan dengan orang yang pernah nyakitin lho sebegitu dalamnya...tapi gue bakal pastiin jika yang gue pikirkan ini benar adanya...gue bakal buat tuh senior cium sepatu lho seperti yang dulu senior sombong itu katakan di kantin...gue bakal tagih janji lho itu senior sombong gue bakal bikin lho merasakan apa yang dulu Neina rasakan... mungkin Neina bisa memaafkan lho tapi tidak bagi gue.. gue pastiin Neina bakal mendapatkan keadilan dengan membuat lho malu dan merasa terhina ..." batin Rere tersenyum menyeringai samar sampai Neina dan Mutia tidak menyadarinya.


.


.


.


bersambung:(

__ADS_1


"


__ADS_2