Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 25 kantin


__ADS_3

Nando memasuki kelas dengan keadaan tertatih-tatih, Reynaldo,bara dan Agus mengernyitkan keningnya ada apa dengan sahabatnya itu pikir mereka, di kelas mereka sekarang sedang jam kos.


"arghhhhhhh sakit paha gue ...dasar cewek berotot cowok paha gue sampai sesakit ini..." ringis Nando.


"lho kenapa ngab...kenapa tuh dengan kaki kok pincang-pincang kek gitu..." kekeh Agus.


"Jay lho memang kebangetan Gus teman lagi sakit pula lho masih sempat hina gue..." kesal Nando.


"lagi pula lho kenapa jadi kek gitu bukannya tadi baik-baik aja... jangan bilang lho berantem lagi..." tebak bara .


"bukan ngab gue kek gini gara-gara si Neina yang punya otot cowok...masa gue cuman becanda aja dia main hajar gue sampai segini nya ..." Reynaldo yang tadinya acuh tak acuh mendengarkan obrolan sahabatnya pun mulai tertarik dengan obrolan mereka.


"anjir... lho serius Do..." kaget Agus.


"apa lho lihat muka gue becanda...ck lho pasti gak percayakan gue aja kalo gak lihat sendiri pasti kagak percaya...tapi gue serius dia benar-benar kaya punya otot cowok...


" hufttt hahahaha...udah lah Do lho jangan ngada-ngada mana ada si cupu bisa bela diri..." tawa Agus pecah mengisi kelas mereka yang sedang hening.


"hentikan tawa lho itu Gus...nanti ada guru yang dateng..." cepat-cepat Nando membekap mulut Agus.


"makannya jangan pada lihat dari luarnya aja... yang lho anggap kucing itu adalah harimau betina galak..."


"Neina memang pandai taekwondo..." tutur Bara.


"apa..." teriak Nando dan Agus bersamaan.


"ck gue udah bilang jangan berisik lho..." kesal Bara.


"eh iya sorry-sorry...ayo lanjutkan ceritanya..." ucap Nando yang mulai penasaran dengan jati diri Neina.


"tapi awas lho pada kalo teriak-teriak lagi..." ancam Bara .


"lho banyak b*cot ngab..." dengus Agus.


"terserah lho...dulu Neina adalah sosok primadona di sekolah dasar kami...dia adalah sosok gadis kecil cantik, cerdas dan berprestasi...dia adalah model kecil di sekolah kami... Neina dan aradella adalah sosok model cilik di sekolah kami namun mereka tidak pernah berdamai seringkali mereka di rumorkan bermusuhan lebih tepatnya aradella yang memusuhi Neina dia selalu merasa iri pada Neina yang selalu jadi nomor satu di bidang apapun ... Neina bukan hanya jago model saja tapi di balik sikap gemulainya atau feminimnya itu dia juga belajar taekwondo di les privat taekwondo setelah pulang sekolah..."


"anjir lho serius bar..." tanya Agus kaget.


"tapi kalo Iya dari kecil pandai taekwondo kenapa dulu saat kita bully dia cuman diam aja.." Nando mengernyit heran.


"itulah yang gue bingung kan...gue juga sering bingung dengan anak itu ... sepertinya ada yang disembunyikan dari nya..." pikir bara.


"tapi kok lho bisa tau masa lalu gadis cupu itu..." tanya Agus.


"ck...gue kan dengan dia satu sekolah dulu... walaupun gue pindahan tapi rumor gadis cilik itu sudah tersebar dimana-mana..."


"tapi sih kalo gue lihat-lihat juga memang dia cantik tapi kalo jago model gue gak yakin..."


"terserah lho Do..." bara menghembuskan nafasnya.


"jadi dia gadis berprestasi...menarik..." senyum manis Nando seketika terbit.


"lho kenapa senyum-senyum gitu Do..." tanya Agus.


"gue semakin tertarik dengan tuh gadis..."


"mmm bos nanti siang gue main yah ke rumah lho..." sambung Nando.


"gue gak Nerima tamu..." cuek Reynaldo.


"ayolah bos kita udah lama banget gak ngumpul-ngumpul di rumah lho..." bujuk Nando.


"lho kenapa bawa-bawa gue... lho aja kali yang mau kesana mau coba deketin si cupu yang berubah cantik itu kan..." Nando tersenyum dan mengangguk.


"setelah denger cerita bara hati gue semakin mau banget miliki dia Gus...ahhh gadis cantik seribu rahasia julukan itu sepetinya pantas untuk Neina..." Nando merentangkan tangannya lebar-lebar dan seketika bayangan Neina menari-nari di benak nya.


"gila lho Do..." tonyor Agus dan kembali fokus dengan game nya.


"gue memang gila...gue gila dengan pesona gadis seribu rahasia itu...ahh gue gak sabar nunggu jam istirahat..." teriak Nando yang seketika mendapatkan lemparan buku dari silsil mantan Nando yang kebetulan satu kelas dengan nya.


byurrr


buggggg


"aj*g sakit pala gue... lho apa-apaan sih Sil...." teriak Nando.


"lho berisik amat gak lihat kah gue lagi baca noveltoon..." teriak balik Silsil.

__ADS_1


"lho masih suka ngehalu Sil... ternyata lho gak pernah berubah yah dari semenjak putus dari gue lho kayanya semakin rajin aja ngehalu...gamon lho..."


"gue lebih baik ngehalu dari pada ada di sisi buaya darat kaya lho..." decih Silsil yang mulai fokus dengan ponselnya lagi.


Nando berjalan ke arah Sisil lalu duduk di kursi samping Silsil dan memegang pundak Silsil dengan mata yang mempesona.


"Silsilia ...gue tau lho belum bisa muv'on dari gue...tapi gue harap lho gak jadi gini banyak ngehalu...kalo lho gak bisa muv'on pintu hati gue masih terbuka untuk lho..."


"apaan sih lho...suhhh suhhh menjauh dari gue...konyuk kaya lho gak pantas dekat-dekat dengan gadis suci kaya gue..."


"ck itu panggilan sadis amat Sil..." Nando berdecak sebal.


" itu memang julukan yang pantas buat cowok buaya kaya lho...udah ah husss husss jangan dekat-dekat dengan gue.. nanti gatal-gatal kulit gue.. "


" an*jirrrrrr lho pikir gue bakteri gitu...dasar cewek bedak kandel gamon sih gamon tapi jangan gitu juga kali lho kelihatan banget gamon nya..."


"Nandooo. ....gue bilang pergi yah pergi ..." teriak Silsil yang mulai resah saat tadi Nando selesai ngomong dia mencolek-colek pipinya.


"aj*g telinga gue.. "


" hahahaha makannya lho jadi cowok tobat Do... jaga mata tuh..." Agus tertawa terbahak-bahak.


"dari pada lho gamon...gak laku-laku lebih mending gue... cewek hampir ada di setiap belokkan..." bangga Nando.


"cewek macam j*lang aja di banggain..." ejek Agus.


"lho Gus..."


brakkkk


"diam...lho pada kenapa berisik amat hah...udah kaya mulut ema-ema aja...lho mau ada guru BK masuk ke sini..." nasehat bara si ketos ganteng.


"tuh lho dengerin Gus.. mulut lho jaga tuh jangan kaya mulut ema-ema..."


"seharusnya lho yang jaga mu..."


"diam ...kalo mau berisik di luar.. " akhirnya Reynaldo pun turun tangan, seketika Agus dan Nando membekap mulut masing-masing dan mengangguk patuh.


.


.


.


"yey... akhirnya istirahat... Rere Neina ayo ke kantin perut Mutia udah keroncongan...."


"ck perasaan lho setiap jam istirahat bicara gitu deh tia...bosan gue dengernya..." dengus Rere, sip bener banget Rere author juga sudah bosan denger nya🙈.


" kan Mutia laper Rere..." jelas Muria bergelayut manja di tangan sepupunya itu.


"itu perut atau gentong Tia... perasaan tadi pagi lho makan banyak dah..."


"itu kan tadi...iya kan Ney..." Neina mengangguk.


"tuh Neina aja setuju..."


"serah lho Tia..."


"ih Rere sama Tia tega banget..."


"astagaa...apa yang teganya mutia ..." kesal Rere sementara Neina hanya terkekeh saja sudah jadi kebiasaannya setiap saat mendengarkan perdebatan unfaedah dari kedua sahabatnya itu, Neina mengedarkan pandangannya menyapu kantin yang sudah tidak ada lagi meja kosong.


"perasaan baru aja istirahat kok udah gak ada meja kosong.. "


"ah masa sih..." Rere menghentikan perdebatan nya dan mulai menyapu kantin.


" eh ternyata benar lho Ney..."


"ah gimana ini Mutia udah laper banget masa gak jadi makan...." mata Mutia berkaca-kaca.


"hanya ada satu meja kosong..." tunjuk Rere pada meja yang jauh dari yang lain,meja itu terlihat jauh sekali dari kerumunan para murid yang lain dan dekat dengan jendela.


" lho gila Re...itu meja tempat si senior g*la ..."


"tapi gak ada tempat lain Ney...lagi pula kasihan juga nih bocah udah laper banget..."


"kalo kalian mau makan yaudah satu meja dengan kita aja . .." ucap Nando yang baru nongol dengan teman-temannya.

__ADS_1


"lho apaan sih Do..g*la lho ..."


"lho Napa Gus Orang bos aja gak keberatan...iya kan bos..."


"terserah..." Reynaldo melenggang dan duduk di meja tempat biasanya.


"tuh kan ...ayo Eneng- Eneng yang cantik ikut kami aja si bos aja udah ngijinin..."


" gue males...kalo kalian mau silahkan gue mau balik ke kelas aja..."


"ih Neina kok gitu... Neina tega sama Mutia... Mutia udah laper banget Ney..." Mutia mulai meneteskan air matanya.


" cengeng..." lirih Agus lalu berlenggang mengikuti Reynaldo yang sudah duduk manis.


"ck lho jangan nangis dah Tia...udah gede juga..." kesal Rere yang menghapus cairan bening milik Mutia, walaupun dia sering bicara kasar terhadap sepupunya itu tapi dia sangat menyayangi Mutia dia tidak tega melihat sepupunya menangis.


" Hufttt... yaudah kita makan disana... sekarang hapus air mata lho itu..." Neina mengalah dan memeluk sahabatnya itu.


"serius Ney..."


" iya ayo kita kesana...tapi siap-siap saja jadi bahan tontonan..." Neina menggandeng tangan Mutia sementara Rere melihat ke sekeliling, ternyata yang di katakan Neina benar semua mata sudah terarah pada mereka.


"hufttt bodo lah..." gumam Rere lalu mengikuti langkah sepupu dan sahabatnya.


"Neng Neina mau pesan apa...biar bang Nando pesankan.. "


"aj*g kuping gue panas dengernya..." teriak Agus.


"gak usah lebay dah Do..." bara pun satu pemikiran dengan Agus.


Sementara Reynaldo hanya diam saja memperhatikan wajah istrinya.


"lho memang cantik...udah semestinya cowok-cowok suka sama lho..."


"ada apa ...kenapa dia dari tadi natap gue terus...apa dia gak suka dengan kehadiran kami..."


"yang sirik semakin berisik...ngomong aja kan lho pada iri sama gue yang bisa dekat dengan Neina..."


"lho jangan ngarang ban*sat...dekat dari mananya cuman ngomong gitu aja udah bilang dekat...tuh cewek nya aja masih diam gak dengerin lho .."


"Neina pasti sedang tersipu malu..." kilah Nando.


"kalian mau pesan apa ... biar gue pesankan..." Rere bangkit dari duduknya dia berusaha menulikan telinga jujur saja dia mereka ilfil dengan sikap Nando pada Neina.


"Mutia mau nasi goreng plus telur ceplok dan air putih dan ice cream vanila...."


"an*Ir...banyak banget lho kebo yah..." kaget Nando yang membuat mata Mutia berkaca-kaca karena mendapatkan teriakan Nando.


"lho kalo bicara jangan teriak-teriak di depan sahabat gue ini...apa lho masih belum kapok cari perkara dengan gue..." kesal Neina memeluk Mutia.


"eh...Bu...bukan gitu maksudnya Ney...gue tadi.. "


"udahlah..Ney lho mau apa..." tanya Rere.


"seperti biasa..." Rere mengangguk dan mulai memesan di ikuti Agus yang juga ikut memesan untuk nya dan sahabatnya.


" Ney gue serius gak ada nia.. "


"diam lho Do..." tegur Reynaldo dengan tatapan mautnya.


"dan untuk lho jangan terlalu cengeng jadi cewek..." Reynaldo menatap Mutia yang seketika gemetar mendapatkan tatapan tajam Reynaldo.


"apa hak lho bicara gitu sama sahabat gue..." pelotot Neina.


" gue hanya ngingetin aja...dunia itu keras dan.."


"gak usah berusaha menasehati sahabat gue..."potong Neina.


"terserah lho aja..." cuek Reynaldo yang malas berdebat.


"lihatlah mantu kesayangan mu ini ma...sama suami tidak ada hormat-hormat nya suka nya menyela perkataan suami..."


"dasar cowok aneh so menasehati sahabat gue...cih.." mata mereka saling beradu pandang dengan tatapan yang tajam.


.


.

__ADS_1


.


bersambung;)


__ADS_2