
Selamat siang 😗
.
Happy reading 😚
.
.
.
Tes Satu cairan bening menetes begitu saja dari sudut mata Neina saat mendapatkan bentakan Reynaldo yang sudah lama sekali tidak pernah dia dapatkan lagi.
"apa kamu mau fobia mu kambuh lagi...dan membuat semua orang khawatir dengan keadaan mu..." marah Reynaldo lagi.
"a..aku..." jawab bergetar Neina, hatinya dan mentalnya sedang tertekan membuat tenggorokan nya tercekat, fobia yang sudah mulia menghantui dan kemarahan Reynaldo membuat dia ketakutan hebat.
"dan kalian semua kenapa menuruti keinginan istriku untuk keluar...aku sudah beritahu Jika istriku fobia petir dan angin kencang...apa kalian mau istriku kenapa-kenapa ..." teriak Reynaldo tidak sadar dengan kemarahannya saking khawatir melihat Neina tadi berada diluar membuat kemarahannya naik begitu saja sampai ke ubun-ubun.
brukkkkk Badan Neina ambruk jatuh ke lantai.
"Neina..."
"Nona..." kaget Reynaldo dan para maid .
"Neina...bangun Ney...Neina..."khawatir Reynaldo menepuk-nepuk pipi Neina.
"astaga sayang...badan mu dingin sekali...." gumam Reynaldo dengan sekali hentakan membawa Neina ke kamar mereka.
__ADS_1
"arghhhhhhh kenapa lho ceroboh banget Rey... seharusnya tadi lho langsung bawa Neina ke kamar bukan malah marah-marah gak jelas... arghhhhhhh b*doh lho b*doh Rey..." batin Reynaldo merutuki keb*dohannya sendiri.
"arghhhhhhh gue khawatir banget lihat lho ada di luar Ney ...gue takut fobia lho kambuh lagi dan tanpa sengaja gue marahi lho... arghhhhhhh kenapa semuanya jadi gini..." batin Reynaldo dengan tangan terus menepuk-nepuk pipi Neina berharap Neina membuka matanya.
Tanpa Reynaldo sadari rasa khawatirnya membuat Neina ketakutan, bukan maksud Reynaldo ingin membuat Neina ketakutan dia tadi sangat kesal dan marah pada para maid yang menurutnya tidak becus menjaga Neina dan membiarkan Neina keluar, tanpa Reynaldo ketahui jika sang istrilah yang ngotot mau keluar karena mengkhawatirkan keadaan.
"cepat buka pintunya..." titah Reynaldo pada art yang tadi menemani Neina yang tidak lain dan tidak bukan kepala pelayan di rumah itu.
"baik tuan..."
"cepat panggil dokter keluarga..." titah Reynaldo dengan nada khawatir, dengan cetakan kepala maid itu menelepon dokter keluarga Sangga yang bernama dokter Smith.
dua puluh menit menunggu dokter Smith tiba di kediaman besar itu dan langsung di arahkan kepala pelayan menuju kamar majikan mudanya.
"ada apa ini Rey... malam-malam manggil paman...siapa yang sakit..." cerocos dokter Smith sedikit kesal tadi saat dia sedang enak-enaknya tidur bersama isterinya malah dibangunkan dan disuruh ke kediaman Sangga dengan cuaca yang begitu buruk, untung anak buah Raican menjemputnya jika tidak dia tidak bisa pergi di saat cuaca sangat buruk, bahkan jalanan sudah mulai banjir.
"Paman tolong periksa Neina..." titah Reynaldo .
"kemungkinan besar fobianya kambuh lagi paman..." jelas Reynaldo tanpa banyak bicara lagi dokter Smith langsung memeriksa keadaan Neina,lima belas menit memeriksa dokter Smith menghela nafas dan menghadap kearah Reynaldo yang sudah tidak sabar menunggu penjelasannya.
"dia mengalami ketakutan yang teramat...tapi untunglah kondisinya tidak separah yang ku pikirkan...jika nanti dia bergumam bahkan berteriak...maka berikan obat penenang ini..."
"apa kondisinya tidak membahayakan..." tanya Reynaldo dengan panik.
"tenanglah...dia hanya sedikit tertekan..." dokter Smith berusaha menenangkan putra dari temannya itu.
"hufttt... syukurlah..." gumam Reynaldo.
"dia bukannya putra Raihan...mengapa bisa ada disini ..." ucap dokter Smith duduk di sofa yang diikuti Reynaldo.
__ADS_1
"paman jangan pura-pura tidak tau..." kesal Reynaldo.
"hahahaha... maaf Rey... paman suka lupa dengan pernikahan rahasia mu itu...hahaha pernikahan mu seperti lelucon ..." kekeh Smith.
"paman..." tajam Reynaldo.
"So...itu benar adanya Rey...usia kalian belum cukup umur...dan jika kau khilaf dan sampai mempergaulinya itu bisa bahaya untuk putri Raihan..." jelas Smith.
"dia istriku paman... dan Rey pun tidak akan melakukan yang membahayakan keselamatannya..." tegas Reynaldo yang mengetahui apa niat Smith, dari awal Smith menentang keras pernikahan rahasia yang mereka jalani.
" sabar boy...paman tidak bermaksud seperti itu... hanya saja untuk mengantisipasi...paman akan bicara pada Papa mu untuk memisahkan kalian..."
"apa...apa maksud paman..." marah Reynaldo masih berusaha menjaga oktaf suaranya agar tidak menggelegar menganggu Neina.
"apa yang paman lakukan... tentunya demi kebaikan kalian semua ..." santai dokter Smith.
"sudahlah setuju atau tidak setuju setelah Papa mu pulang paman akan bicara untuk memisahkan kalian... Papa mu bisa memutuskan untuk membuat kalian memiliki kamar masing-masing...atau dia bisa menyuruh salah satu diantara kalian tinggal di apartemen atau di mansion yang lain..." ucap dokter Smit berdiri dan melangkah keluar diikuti tatapan tajam Reynaldo.
"maafkan paman boy...tapi ini yang terbaik untuk masa depan mu..." batin Smith.
"gue gak bisa jauh-jauh dari lho...gue gak mau dipisahkan sama lho Ney...cinta gue untuk lho udah terlanjur besar..." batin Reynaldo dengan memeluk tubuh Neina.
.
.
.
bersambung ; (
__ADS_1
.
Update bonus untuk kalian jangan lupa jempol dan bunganya 😂.