
Reynaldo sedang bersandar di dasboard mobilnya menunggu Neina yang belum memperlihatkan batang hidungnya,sesekali dia melihat ke arah gedung yang ada di depannya namun yang di tunggu-tunggu belum juga datang.
"bos apa lho belum mau pulang..." tanya Agus yang menemani Sang bos dari tadi.
"yaelah Gus kan si bos lagi nunggu si Neina ya kan bos..."
"hmm..." Reynaldo hanya berdehem saja, matanya menyipit melihat tiga gadis yang membawa tiga buku masing-masing di tangannya dengan sesekali bersenda gurau,si gadis yang Reynaldo perlihatkan yang tak lain adalah Neina ddk.
"Ney... sopir lho udah jemput belum..."
"hmm...gue gak akan di jemput sopir gue Re... sebenarnya dari kemarin gue udah tinggal di rumah Tante Fira .. mommy and daddy lagi di Amerika jadi gue di titipin sama Tante Fira..."
" Tante Fira itu Tante Neina ya.." tanya Mutia yang sedang memakan lolipop.
"bukan.. mommy and Daddy anak tunggal..." jelas Neina.
"terus Tante Fira itu siapa..." Rere mengernyitkan dahinya.
"apa kerabat lho..."sambung nya.
"dia sahabat mommy..."
"ck lho lama banget ayo pulang ..." Reynaldo menggandeng Neina .
"ih...apaan sih lho..." kesal Neina yang kaget akan aksi tiba-tiba Reynaldo.
"eh...lho mau bawa kemana sahabat gue.." teriak Rere berlari mengejar langkah Reynaldo yang sudah sampai di depan mobilnya.
"ihh.... apa-apaan sih lho...lepas gak .." bentak Neina kesal .
"mama udah nungguin lho...tapi lho malah keluyuran gak jelas...lho sengaja yah mau buat mama nunggu..." mata Reynaldo menajam.
"apa lho buta ...apa lho gak lihat buku yang ada di tangan gue ini...enak aja lho bilang gue keluyuran...orang gue cari buku dulu di perpus..." sewot Neina.
" hos Ney lho gapapa..." tanya Rere, Neina menggeleng.
"hey maksud lho apa-apaan main gandeng tangan sahabat gue...kalo lho ada perlu bicara baik-baik jangan main bawa dia..." kesal Rere menatap tajam Reynaldo yang malah balik memberikan tatapan tajam padanya.
"lho punya berhak apa marahi bos gue...apa rasa takut lho udah hilang...atau lho mau bermain-main sama gue..." Agus ikut menimbrung menatap tidak suka pada Rere.
" kenapa gue harus takut sama bos lho... emang dia tuhan gitu..." balas sengit Rere.
"hey mulut cabe jaga yah ucapan lho... jangan lho pikir karena lho sahabatnya Neng Neina gue bakal berbaik hati sama lho...ck gak bakal gue...lho udah buat kesalahan dengan cari masalah dengan kita dan Sepertinya tangan gue udah siap untuk memberikan pelajaran untuk cewek bermulut cabe kaya lho ini..." bibir Nando menyeringai.
"cihhhh gue gak takut..." cetus Rere bersedekap dada.
"udah cukup lho dan bos lho itu bully sahabat gue...kalo ada yang mau nyakitin Neina lagi kalian harus berhadapan sama gue dulu..." tantang Rere.
"lho..." teriak geram Agus.
"diam... " teriak Neina.
__ADS_1
"turunkan jari lho itu dari sahabat gue...kalo gak gue bakal bikin lho nyesel karena udah berani bertindak tidak sopan pada sahabat gue..." Neina menepis tangan Agus yang menuding wajah Rere.
Mata mereka saling menatap sengit Agus sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk memberikan pelajaran pada Neina yang dia pikir sudah sangat tidak sopan.
buggggg satu bogeham mentah melayang ke arah pipi Agus , dengan cetakan Neina mengangkat kedua kakinya dan..
buggggg
buggggg dua tendangan mendarat di paha dan perut Agus yang tidak sempat mengelak dengan serangan dadakan Neina Agus meringis merasakan linu di perut dan pahanya.
Sementara itu Rere dan Mutia menutup mulut masing-masing tidak percaya dengan tindakan cepat Neina yang terbilang gesit.
"sitttt..." ringis Agus yang sudah terjengkang mencium Papin blok.
" itu peringatan pertama dan terakhir dari gue karena lho sudah berani menuding sahabat gue dengan jari kotor lho itu..." tajam Neina yang seketika membuat bulu kuduk mereka berdiri kecuali Reynaldo.
"ayo masuk..." Reynaldo membuka pintu mobil dan menyuruh Neina masuk.
" gue duluan..." ucap Neina pada sahabatnya.
" Ney..."
" nanti gue jelasin kalian lebih baik pulang tuh sopir kalian udah nunggu..." Rere dan Mutia langsung melihat kearah yang ditunjuk Neina ternyata benar sopir nya sudah menunggu mereka di dekat gerbang.
Mata Reynaldo menatap Agus sebelum masuk ke dalam mobil , terlihat Nando sedang membantu Agus berdiri.
"apa lho baik-baik saja Gus..."
" kan gue udah bilang jangan cari perkara dengan nya...lho sih gak dengerin gue... akhirnya lho ngerasain bogeham dan tendangannya..." nasehat Nando.
"apa lho baik-baik aja Gus..."
" I'm fine bos..." ucap Agus sopan.
"nih...bawa Agus ke dokter... " Reynaldo memberikan lima lambar uang merah.
" tapi bos kan gue udah bilang mau ke rumah lho..."
" bawa dulu Agus Do..."
" yaudah dah..." Nando mengambil lima lambar kertas merah itu.
"jangan sampai kejadian ini terulang lagi..." Reynaldo menepuk bahu Agus sementara Agus hanya mengangguk saja
"sebenarnya ada hubungan apa bos dengan gadis cupu itu...udah dua kali gue hari ini di permalukan gadis itu tapi bos hanya diam saja ...apa ada yang gue gak tau tentang mereka... sepertinya ada hubungan spesial diantara mereka gak mungkin bos diam saja melihat anak buahnya di hajar di depan matanya sendiri gak seperti biasanya..."
"ayo ngab kita ke rumah sakit..." Nando menepuk bahu Agus.
"gue gak selemah itu..."
" ck...gue tau lho bohong ayo lah ikuti apa kata si bos...gue yakin perut dan paha lho itu memar...gue lihat tadi tendangan Neng Neina gak main-main paha gue aja masih sakit....ayo malah lihatin mobil bos ..." Nando mendorong tubuh Agus untuk masuk mobil.
__ADS_1
"lho gak seharusnya hajar sahabat gue seserius itu..."
"ck... sahabat lho udah berani gak sopan sama sahabat gue..." Neina membuang muka ke arah jendela memperhatikan jalanan sementara Reynaldo diam tidak menyahut.
"apa lho masih les taekwondo..." gumam Reynaldo lebih tepatnya bertanya.
"gue udah lama gak les taekwondo lagi... setelah kecelakaan sepuluh tahun yang lalu gue gak pernah belajar lagi..." acuh Neina.
"buku apa yang lho bawa..."
"ck lho banyak nanya lebih baik lho diam...gue males bicara sama lho..."
"jaga ucapan lho...gue ini suami lho Neina..."
"cihhhh suami yang hanya diam saat istrinya di bentak-bentak orang lain..." sindir Neina.
citttt Reynaldo menepikan mobilnya dan memandang Neina.
"Ney ...gue gak suka lho kasar kaya gitu.."
" terus lho mau gue diam kaya dulu gak seperti sekarang yang memberontak biar kalian semua bisa bully gue lagi gitu..."
"lho bicara apa sih Ney...gue akui gue memang banyak salah sama lho...gue minta maaf jika selama ini udah buat lho sakit hati ..tapi sekarang kita udah nikah Ney gue mau kita belajar menerima satu sama lain...."
"cihhhh lho menjilat ludah lho sendiri Reynaldo..." decih Neina yang merasa jijik dengan ucapan Reynaldo.
" gue memang menjilat ludah gue sendiri...tapi gue harap lho bisa maafin gue .."
" gak semudah itu ...hati gue udah jadi batu...gak ada maaf buat lho...luka yang lho goreskan untuk gue sangat besar Rey..." lirih Neina membuang muka merasakan sesak di dadanya.
" apa yang harus gue lakukan biar bisa mendapatkan maaf dari lho..."
" gue gak tau...cepat jalan lagi gue cape mau istirahat.."
Reynaldo tidak menjawab dia turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Neina.
" ayo turun kita ke cafe dulu ada yang mau gue omongin sama lho..." Neina melihat kearah depan.
" cafe ...kenapa gue baru sadar kalo dia menepikan mobil di dekat cafe...."
" mau apa lho ajak gue kesana...lebih baik kita langsung pulang..."
" ayo ikut gue Ney..." Reynaldo menggandeng Neina dan masuk ke arah cafe itu, melihat kedatangan Reynaldo yang berkunjung secara tiba-tiba pelayan dan manager cafe itu langsung berbaris dan menyambut Reynaldo.
" siang tuan ..." mereka membungkuk serentak.
.
bersambung;)
Tinggalkan jejaknya readers menuangkan ide itu tidak semudah yang kalian pikirkan 🥺 author lihat favorit pun mulai turun lagi hiks sedihnya hati author udah favorit sedikit sekarang tambah sedikit 🥺 yang like pun sepi apalagi yang berkomentar memberikan semangat pun nggak ada🥺 author gak dapat gajih tapi kalau author dapat dukungan dari kalian author setidaknya masih bisa semangat nulis walaupun gajih nggak dapat🥺 karena semangat dari sangatlah berarti untuk penulis amatir kaya author ini 🥺.
__ADS_1