Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 75 Musuh baru


__ADS_3

Selamat pagi 😗


.


Happy reading 😚


.


.


.


"bukan... dia adalah menan.."


"mam..Tante..." ucap seorang kaget melihat Safira ada di sekolah itu menghentikan ucapan Safira.


"astaghfirullah.... Sayang ..." teriak Safira tak kalah kagetnya melihat menantu yang semalaman dia rindukan sekarang ada didepan mata kepala nya sendiri, tanpa aba-aba dia langsung memeluk Neina yang sudah dia anggap putri kandungnya sendiri.


"Sayang...mama sangat merindukan mu...kenapa pergi dari rumah hmm..." gumam Safira disela-sela pelukannya,ingin sekali dia berteriak saking rindunya dengan menantunya itu tapi dia urungkan karena sekarang di depannya ada sahabat Neina juga dia tidak boleh mengekspos hubungan mereka untuk saat ini karena waktunya belum memungkinkan untuk mengekspos hubungan nya dengan Neina didepan umum.


"Ney juga sangat rindu sama mama... maafkan Ney ma... Ney dan kak Rey sedang ada masalah sedikit...jadi..."

__ADS_1


"hmmm tidak Sayang...mama tau kalian sedang ada masalah...tapi jangan kabur-kaburan seperti ini... nanti pulang lah...mama tunggu di rumah...mama akan menyuruh Rey untuk mengambil baju-baju mu sayang..."


"tidak ma... Ney masih ingin tinggal di rumah Daddy..."


"tidak... pokoknya mama tunggu kepulangan mu siang nanti oke..."


"no mebantah-bantah..." ucap Safira lagi yang sudah tau jika menantunya pasti akan menolak keinginannya.


Secepat kilat Safira langsung melepaskan pelukannya sebelum Neina menolak keinginannya lagi.


"Hai Tante.. " sapa Rere dan Mutia.


"ekhem.. " Ica langsung berdehem untuk mengingatkan pada semua orang jika sekarang dia juga ada disana.


"eh...(kaget Safira yang hampir saja melupakan keadaan Ica)... Ney... kenalkan ini Ica putri sahabat pap... Om Raican..." ucap Safira tergagap.


"Hay Ica..." sapa ramah Neina.


"Hay juga Neina...ini pasti Neina putri sahabat Tante Safira yang dititipkan sementara waktu di kediaman Sangga yah ..." cerocos Ica ingin mengingatkan posisi Neina yang menurutnya terlalu lancang mendahului langkah nya, dia saja belum sedekat Neina pada Safira padahal dia merupakan teman kecil Reynaldo, tapi lihatlah gadis tidak tahu malu yang ada dihadapannya ini dengan tidak tau malunya hendak melangkahi posisinya sebagai calon menantunya, cibir Ica dalam hati dan pikirannya.


Lain di mulut lain di hati itulah Ica, jika mulutnya berkata manis tapi tidak dengan hatinya yang menggerutu tidak jelas, Neina mendapatkan sinyal ketidak sukaan yang ditunjukkan Ica padanya, sebagai pewaris kedua kerjaan bisnis besar Raihan Alfaro dia sudah bisa menebak mana lawan dan mana kawan, untuk sesaat dia mengernyitkan keningnya saat mendengar perkataan yang seolah ingin mengingatkan posisinya di rumah Safira yang tak lebih menumpang, yah walaupun kebenaran tidak seperti itu tapi orang luar mengetahuinya jika dia memang menumpang di kediaman Sangga untuk sementara waktu.

__ADS_1


"mmm...yah aku Neina...salam kenal yah ca... " ucap Neina masih mencoba ramah pada gadis yang sudah terang-terangan mengibarkan bendera perang padanya.


"mmm Ney sayang....ini Ica putri Om Smith dokter kepercayaan keluarga Sangga...dia sementara waktu tinggal di kediaman kit..mmm sangga juga...jadi Tante harap kalian bisa rukun akur yah ..." kelakar Safira sambil menatap tajam Ica seolah memperingati nya untuk bersikap sopan pada Neina, Ica yang melihat dan mengerti tatapan Safira hanya tersenyum dan mengiyakan nya Saja.


"tentu saja tante... kamu pasti akur iyakan Ney..." tanya Ica tersenyum palsu pada Neina.


"ya betul sekali Tante..." senyum manis Neina.


"sepertinya ada udang di balik batu nih... Sepertinya dia tidak suka lihat gue deket dengan mama...ahaaa... sepertinya ada musuh baru...oke karena gue tidak mudah untuk ditindas...maka izinkan gue menindas lho...gue baik untuk orang baik...gue sopan untuk orang yang sopan...gue bobrok untuk orang bobrok...dan gue jahat untuk orang jahat... itulah baru kehidupan... terkadang kita harus jahat untuk bertahan hidup..." batin Neina dengan bibi menyeringai nyaris tidak terlihat oleh siapapun.


"yasudah kalian masuk sana ke kelas...bel sudah berbunyi tuh...dan Ney tolong bawa Ica sekalian juga yah...dia untuk sekarang dan kedepannya akan sekelas dengan mu ..Tante akan mendaftarkan nya sekarang...kamu mengerti kan maksud tante sayang..." tanya Safira lembut.


"Ney ngerti tante ...kalau begitu kami pamit..." ucap Neina mencium tangan Safira terlebih dahulu sebelum meninggalkan Safira seorang diri dan diikuti Mutia dan Rere, merasa dirinya terpojok Ica langsung berinisiatif untuk melakukan hal yang sama dengan yang barusan dilakukan Neina, ini untuk pertama kalinya Ica mengecup tangan Safira lagi, dulu setelah dia diangkat putri oleh Raican lebih tepatnya difasilitasi kemewahan bak putri kandung mereka sendiri, Ica sudah melupakan tata sopan santun nya pada Raican dan Safira sebagai atasan ayahnya Smith, dulu Ica merupakan anak yang baik dan sopan makannya Raican dan Safira tidak tanggung-tanggung nya menganggap Ica sebagai putri mereka sendiri setelah waktu itu melihat Ica menyelamatkan Reynaldo, mereka pikir Ica merupakan gadis kecil yang sopan tidak masalah membagikan sedikit kemewahan pada gadis kecil itu pikir mereka, namun siapa yang menyangka setelah mereka memperlakukan Ica seperti putri mereka sendiri Ica berubah menjadi gadis angkuh tanpa sopan santun dan manja, seolah dia putri sah dari kerajaan bisnis besar Sangga, dia melupakan posisinya yang hanya sebatas putri dari bawahan Raican saja.


.


.


.


Bersambung ;(

__ADS_1


__ADS_2