Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 70 Goda-menggoda


__ADS_3

Selamat pagi readers 😗


.


Happy reading 😚


.


.


.


Jam sudah menunjukkan pukul 18.00 malam terdengar deru mobil yang baru saja berhenti di depan kediaman yang begitu mewah milik pengusaha terkaya nomor satu di negara itu, namun deru mobil mewah itu tidak membuat Reynaldo keluar untuk menyambut kedatangan sang mama yang tentunya baru pulang dari luar kota untuk mengikuti sang suami .


Setelah mengambil berkas-berkas penting tadi siang Raican pergi lagi dari rumah dan baru kembali lagi bersama istri tercinta Safira Raican Sangga.


"Neinaaaaaaa...mama sudah pulang sayang...."


"Ney Sayang..." teriak Safira memanggil Neina.


"kemana anak-anak pa...kenapa mereka tidak ada di sini untuk menyambut kedatangan kita... hufttt dasar anak-anak zaman sekarang...apa mereka sedang keluar..."cerocos Safira mendudukkan bokongnya.


"Sayang Neina..."


"malam ma..." ucap Reynaldo memotong ucapan Raican, seketika senyuman manis terbit di bibir Safira.

__ADS_1


"oh sayang... akhirnya kalian nongol juga...mana menantu mama...kenapa tidak ikut turun..." tanya Safira.


"Neina gak ada ma...dia pergi dari rumah ini... yasudah Rey pamit mau keluar..." ucap Reynaldo singkat dan mencium tangan sang mama tanpa mau menatap sang papa.


" Neina pergi kemana... Rey Neina pergi kemana.." teriak Safira.


"tanya saja pada suami mama dia yang mengizinkan Neina pergi dari rumah ini..." jawab Reynaldo dengan nada kesal.


"papa..." ucap Safira meminta penjelasan.


"ayo duduk dulu Sayang...( mengajak Safira duduk) menantu kita sedang merindukan kedua orang tuanya dan izin untuk pulang ke rumah Raihan..."


" dan papa mengizinkannya...tapi mengapa Rey tidak ikut bersama menantu kita..."


"ayolah sayang... mengapa kau masih belum mengerti..." desah Raican menyadarkan kepalanya di sandaran sofa.


"hmm...kau menggoda ku sayang..." ucap Raican mencomot bibir monyong istrinya.


"ih...mana ada mama menggoda papa...ayo jelaskan pa.. " rengek Safira.


"putra dan menantu kita sedang bertengkar ma..."


"what... mereka bertengkar...kenapa..." teriak kaget Safira.


"sudahlah Sayang ... biarkan mereka menyelesaikan masalahnya sendiri...kita sebagai orang tua jangan ikut campur kita cukup memperhatikannya dan jika masalah mereka tidak kunjung selesai baru kita sebagai orang tua turun tangan untuk membantu menyelesaikan masalah mereka...selama mereka belum meminta bantuan kita... sebaiknya kita jangan ikut campur... biarkan mereka belajar memecahkan masalahnya sendiri tanpa campur tangan kita..." nasehat bijak Raican.

__ADS_1


"tapi pa... keselamatan Neina sedang di incar musuh Raihan...mama khawatir jika dia kenapa-kenapa bagaimana..."


" papa sudah mengutus pengawal papa untuk menjaga menantu kita...lagi pula dikediaman Raihan banyak ratusan pengawal yang menjaganya..."


"tapi pa...kalau Neina ada disana...mama sama siapa disini..." jawab Safira dengan mata berkaca-kaca, rindu memiliki seorang putri membuat Safira sangat menyayangi Neina seperti putri kandungnya sendiri.


"ada Rey dan papa ma...jika mama merindukan menantu kita...mama bisa berkunjung kesana..."


"tapi..."


"sudahlah Sayang... sebaiknya kita lekas tidur ... untuk melanjutkan aksi goda-menggodanya ..." ucap Raican mengedipkan matanya.


Plakk satu geplakan tangan mendarat ditangan kekar Raican.


"papa udah tua juga...masih aja nakal..." ketus Safira menutupi rasa malunya.


"ayolah sayang...kenapa kau masih malu-malu seperti ini... seperti anak muda saja .." kekeh Raican.


" ih...papa .. sudah ah mama mau ke kamar dulu..." ucap malu mama Safira berlari menaiki tangga meninggalkan Raican yang tertinggal di ruang tamu.


"Semoga kalian bisa cepat menyelesaikan masalah kalian..." gumam Raican sebelum mengikuti langkah sang istri untuk melanjutkan aksi goda-menggodanya 🤣, oh My God otak suci author bocil ini ternodai gara-gara papa Raican dan mama Safira readers 🙈🙈🙊.


.


.

__ADS_1


.


bersambung ;(


__ADS_2