
Selamat malam 😗
Happy reading 😚
.
.
.
Nando berjalan menuju koridor sekolah hatinya dihinggapi rasa cemburu,kesal dan marah bersamaan pada Reynaldo,namun sebagai anak buah bahkan bawahan Reynaldo dia hanya bisa diam atas semua kekesalannya pada Reynaldo dan memendamnya sendiri.
"arghhhhhhh...kenapa lho tega nikung gue Rey..." teriak kesal Nando disela-sela sunyi nya sekolah karena jam pelajaran sudah dimulai sepuluh menit yang lalu.
"arghhhhhhh...andai lho bukan orang yang sangat berarti dan berjasa dalam kehidupan gue Rey...gue pasti dengan senang hati memukul lho untuk melampiaskan segala kekesalan gue ini...." batin Nando dengan tangan menonjok dinding, seketika darah keluar dari sela-sela jari Nando, namun rasa sakit itu tidak seberapa dengan rasa sakit hatinya yang merasa di tikung oleh sosok yang sangat dia sayangi dan penting di kehidupannya.
"gue sadar diri bersaing dengan lho gue kalah besar Rey...lho bukan hanya tampan dan anak orang kaya...tapi lho juga baik walaupun terlihat bandel... mungkin orang yang belum dekat dengan lho mereka akan berpikiran kalo lho anak yang bandel...tapi itu semua salah ...lho baik... bahkan lho sangat baik... menerima anak jalanan untuk jadi kaki tangan lho dan menganggap pengamen sebagai sahabat lho tanpa ada rasa gengsi dan jijik...semua itu sudah cukup mencerminkan kalo lho adalah laki-laki sempurna.." batin Nando lagi.
Tes Cairan bening turun dari kedua sela mata Nando, sekalipun dia fackboy dan terlihat garang namun jika mengingat masa lalunya yang hanya pengamen dan anak jalanan membuat hatinya sedih dan teramat filu, bahkan untuk makan saja dulu dia harus berkerja keras mengamen di jalan yang begitu panas dan terik bagaikan ingin menghanguskan seluruh kulit putihnya.
.
flashback on
Satu mobil mewah memecah jalanan dengan laju mobil kecepatan di rata-rata seperti pada umunya,satu bocah kecil menyembulkan kepalanya dari mobil mewah itu dan melihat-lihat kearah dua anak yang berbeda usia mungkin mereka sekitar 7dan 11 tahunan, anak yang berumur 11 tahun memaksa merampas uang si anak yang berumur 7 tahun, mereka sama-sama membawa gitar kecil ditangan masing-masing dari penampilannya Reynaldo sudah bisa menebak jika mereka berdua adalah pengamen kecil,yah bocah yang menyembulkan kepalanya itu adalah Reynaldo, sosok pewaris satu-satunya keluarga besar Sangga.
Matanya masih belum teralihkan dari dua anak pengamen yang sedang memperebutkan uang receh di Aqua gelas bekas, sepertinya anak yang lebih besar umurnya itu ingin mendorong tubuh anak yang lebih kecil umurnya, seketika mata Reynaldo melotot lebar tat kala melihat tubuh anak kecil itu terhuyung di aspal bertepatan dengan lampu lalu lintas yang sudah kembali hijau itu artinya pengendara sudah boleh melajukan kembali kendaraannya.
Karena merasa keadaan si anak yang terdorong jatuh ke aspal itu dalam keadaan bahaya tanpa berpikir panjang Reynaldo turun dari mobilnya dan berlari sekuat tenaga untuk membantu berdiri anak yang terdorong itu, hampir saja Reynaldo tertabrak mobil besar, banyak pengendara yang mencaci dan memaki Reynaldo dan menatap tidak suka atas aksi ceroboh Reynaldo yang bisa membahayakan kedua belah pihak namun Reynaldo tidak mengindahkan makian dari pengendara lain dia hanya melihat lutut anak yang sepetinya berumur sama dengan nya itu terlihat berdarah.
Sementara itu di tempat yang lain lebih tepatnya mobil yang tadi di tumpangi Reynaldo terjadi ke khawatiran yang teramat saat melihat aksi putra satu-satunya dari mereka yang menyebrang jalanan dengan cerobohnya dan membahayakan diri sendiri.
"astaga Rey...apa yang kamu lakukan..." teriak Raican yang kaget melihat aksi cepat anaknya yang menyebrang begitu saja tanpa melihat lampu yang sudah berganti warna.
"astaghfirullahzim.... Rey sayang..." teriak histeris Safira saat melihat Reynaldo hampir saja tertabrak mobil besar dan langsung saja banyak pengendara yang mencaci dan menatap tidak suka pada putra kesayangannya itu.
"Apa kau tidak kenapa-kenapa..." tanya Reynaldo saat sudah ada dipinggir jalan dan membantu duduk anak yang baru saja dia tolong, semetara anak yang tadi berumur 11 tahun itu sudah tidak ada lagi entah kemana.
"aku baik-baik saja... terimakasih sudah menolongku..." senyum manis anak yang di tolong Reynaldo.
__ADS_1
"sama-sama...apa itu sakit..." tanya Reynaldo menatap lutut anak itu yang berdarah, anak yang ditolong Reynaldo menggeleng.
"ini tidak seberapa dengan luka-luka yang kudapatkan selama ini..." ucapnya masih dengan senyum manisnya menatap Reynaldo.
"apa maksud mu...apa kamu selama ini selalu mendapatkan luka yang lebih parah dari ini..." tanya Reynaldo penasaran yang di angguki anak malang itu.
"Aku hanya anak yatim piatu yang sudah tidak punya keluarga lagi hidup sendirian membuat kehidupan ku begitu sengsara...mencari uang sendiri hanya sekedar untuk mengisi perut , bahkan tak jarang juga uang hasil ngamen ku diambil oleh pereman atau bahkan teman sesama ngamen ku..." ucap anak malang itu mulai sendu membuat hati Reynaldo teriris.
"kalau begitu...berati mereka mencuri uang mu... bukannya mencuri itu tidak disukai tuhan kita..." tanya Reynaldo yang dibalas senyuman anak malang itu.
"halal atau haram untuk kami itu tidak berarti... yang penting perut kami terisi..." ucap anak malang itu Reynaldo hendak menjawab lagi namun terhenti ketikan mendengar sang mama memanggilnya.
"Rey sayang....apa yang kamu lakukan disini ..." ucap Safira memeluk putra kesayangannya itu dan memutar badan Reynaldo memastikan jika putranya itu tidak terluka, melihat anaknya tidak terluka dia pun menghela nafas panjang.
"syukurlah kau tidak terluka Sayang..." ucap Safira membawa Reynaldo kedalam dekapannya lagi.
"Rey...apa yang kamu lakukan dengan cara melintas seperti tadi itu sesuatu yang tidak benar dan membahayakan..." tegur Raican.
"maafkan Rey Pa...tadi Rey melihat anak ini mau tertabrak mobil jadi Rey berusaha menyelamatkan nya...dan syukur lah dia masih sempat Rey tolong..." ucap Reynaldo kecil menjelaskan.
"Apapun alasannya yang kamu lakukan itu tetap salah Rey..." ucap Raican tegas.
"maafkan Rey Pa..." ucap Reynaldo menundukkan kepalanya membuat Raican menghela nafas .
lama di bandara..." ucap Raican kembali lembut dan mengacak rambut Reynaldo kecil dengan penuh sayang.
"tapi bagaimana dengan anak ini Pa... katanya dia hidup sendirian tanpa Mama dan Papanya...dia juga katanya sering di jahati sama pereman dan teman-temannya Pa...tadi juga Rey menyebrang karena ingin menyelamatkan dia yang di dorong teman nya sampai mau tertabrak..." ucap Reynaldo menatap kasihan pada anak yang seusianya yang menurutnya sangat menyedihkan.
"Kita tidak perlu mengurusi hidup orang lain Rey.. " tegur Raican yang membuat mata Reynaldo berkaca-kaca jiwa menolong nya langsung meronta-ronta tidak terima dengan ucapan Papa nya yang tidak mau menolong anak malang itu.
"Mama..." ucap Reynaldo meminta bantuan.
"Sayang... siapakah nama mu.. dan kamu tinggal di mana..." tanya Safira lembut pada anak malang itu.
"Nama saya Nando tante... saya tinggal dimana saja tante..." jawab anak kecil itu yang ternyata Nando.
"apa maksud mu..." tanya Fira.
"orang tua saya sudah meninggal tante dan saya tidak punya tempat tinggal jadi saya tinggal dimana saja... yang penting bisa tidur dan berteduh saat malam hari..." senyum Nando kecil yang membuat hati Safira sakit.
__ADS_1
"kasihan anak sekecil ini harus menghadapi dunia yang begitu keras disaat dia sedang benar-benar membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya..." batin Safira.
"Sayang... mari kita lanjutkan perjalanan kita.. Mama pasti sudah menunggu kita..." ucap Raican mengingatkan Safira.
"kita harus membantu dia dulu mas... kasihan dia jika kita biarkan hidup sendirian seperti ini tanpa pengawasan kedua orangtuanya...kita harus membantunya..." pinta Safira.
"kamu ingin membawanya ke rumah kita... CK jangan ngaco fir... rumah kita bukan panti asuhan..." kesal Raican dengan berdecak lidah.
"yah kamu betul mas...tapi kita bisa bawa dia ke panti asuhan...agar dia ada yang merawat dan hidupnya pun bisa tenang dan aman..." ucap Safira dengan memohon yang membuat Raican tidak bisa menolak.
"terserah kamu saja...ayo cepat kita sudah tidak punya banyak waktu lagi..." ucap Raican berjalan terlebih dahulu ke arah mobilnya yang terparkir tidak jauh dari sana.
"sayang ayo ikut tante..." ucap Safira.
"kemana tante..." tanya Nando kecil yang mengikuti langkah Safira dan Reynaldo kecil.
"nanti di mobil tante jelaskan..." ucap Safira.
Safira dan Raican akhirnya membawa Nando kecil ke panti asuhan Pintu Kasih, disana Nando diperlakukan sama seperti anak panti pada umunya, kehidupannya pun mulai membaik, dia tidak perlu lagi untuk mencari uang agar bisa makan, disana dia bisa bersikap dan berperilaku seperti anak kecil pada umunya, sampai dia disekolah dan lulus SMP.
Nando Selalu merasa bersyukur karena bisa bertemu keluarga yang baik seperti keluarga Safira yang paling dia syukuri bisa bertemu dengan Reynaldo yang baik dan membujuk kedua orangtuanya untuk menolongnya sampai dia berakhir di panti ini dan hidup bahagia seperti anak kecil pada umunya.
Setelah menitipkan Nando di panti itu keluarga Raican tidak pernah terlihat lagi sudah sering Nando mencari keberadaan mereka namun nihil dia tidak bisa menemukan mereka untuk hanya sekedar mengucapkan terimakasih, sampai pada dia lulus SMP dan berniat mencari pekerjaan karena untuk melanjutkan ke SMA adalah kemustahilan baginya yang hanya anak panti sudah lulus SMP saja dia bersyukur, dan akhirnya dia memutuskan untuk bekerja saja.
Pada pagi hari yang cerah dia tanpa sengaja bertemu Reynaldo lagi dan berakhir pada dia yang melamar pekerjaan di cafe yang baru Reynaldo buka.
Lagi-lagi Reynaldo bagaikan malaikat tanpa sayap bagi Nando, yang selalu menolongnya pada saat dia sedang membutuhkan bantuan,dan dari sanalah Nando berteman baik dengan Reynaldo sampai saking baiknya Reynaldo membantunya untuk sekolah kembali di sekolah milik orang tuanya, agar Nando bisa melanjutkan pendidikannya kembali, akhirnya Nando sekolah di sekolah yang sama dengan Reynaldo, entah Reynaldo menyadari atau ingat jika dia adalah anak malang yang dulu pernah dia tolong waktu kecil atau tidak yang jelas Nando masih ingat betul jika Reynaldo adalah malaikat penyelamat nya yang sudah lama dia cari.
.
.
.
flashback off
.
.
__ADS_1
.
bersambung:(