Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 7 Kemarahan neina


__ADS_3

Jam menunjukkan pukul 07.00 neina baru sampai di gerbang sekolah dan membenarkan letak kacamatanya sebenarnya sudah benar namun entah kenapa neina membenarkan lagi.


"hufttt... semoga hari ini lancar tanpa ada bullyan..." neina menghela nafasnya.


"eh non neina... tumben baru datang non..."sapa ramah pak satpam.


"hehe iya pak tadi neina telat bangun..." bohong Neina yang sebenarnya tidak telat bangun tapi dia banyak-banyak mengumpulkan keberanian untuk berangkat sekolah setelah apa yang semalam terjadi,dia benar-benar takut jika hari ini Reynaldo akan memarahinya dan membully nya karena sudah menerima perjodohan diantara mereka..


"ya sudah saya masuk yah pak..."


"eh...eh iya non selamat belajar..." ucap pak satpam gugup, bagaimana tidak gugup dia tadi sedang melihat intens wajah neina yang sebenarnya sangat cantik namun kaca mata dan penampilannya menutup kecantikan seorang neina, pak satpam yakin jika neina merubah penampilan dan membuka kacamatanya akan menjadi incaran para anak muda seperti kakaknya dulu neintara.


"hufttt kalo ke inget sama non neintara rasanya sedih banget saya... padahal itu anak orang nya baik banget, printer dan tentunya tidak sombong... tapi Gusti Allah udah ngambil dia dari bumi ini... mungkin memang benar orang baik mah langsung di ampihan ku gusti allah oge teu kos jelema anu loba dosa sigah urang sorangan..." menolong pak satpam yang bicaranya di campur,kaya es campur yang diaduk dan di suruput beuh seger😅itu si bapak bicaranya sama dengan bahasa author yang nulis nya😅 bahasa Indonesia campur Sunda😅 tapi campuran juga gapapa yah readers 😗 wong es campur juga enak walaupun dicampur-campur gak sampai overdosis yang ada bikin seger bikin mata jrenggg kaya nano- nano yoky... Ups author bicaranya kebanyakan kembali ke topik 😉.


"hufttt ambil napas dalam-dalam lalu keluarkan ney... bertingkah lah selayaknya gadis cupu...ok akting gadis cupu nya dimulai..." gumam neina memulai kembali bersikap bak gadis cupu seperti biasanya.


"sabar neina tinggal 2 tahun setengah lagi kamu berakting seperti ini... setelah lulus dari sini kita langsung minta daddy untuk menyudahi aktivitas yang membag*ngkan ini..yups gue memang bukan anak baik-baik seperti yang mereka pikirkan...gadis cupu yang tidak bisa apa-apa ck gue sebenarnya gadis pemberani gak mudah ditindas hanya saja gue sedang memerankan gadis cupu ingat itu kawan-kawan gue hanya sedang memerankan tokoh gadis cupu saja gak lebih..."


"ck ini bibir main bicara gue-gue aja... bagaimana kalo nanti lho keceplosan Ney bisa berabe nih citra gue sebagai gadis cupu yang sudah menjulang tinggi bak model kelas kakap, Orang-orang sampai daddy dan mommy pun percaya gue benar-benar cupu...lagi pula daddy and mommy gak mikir apa mungkin ini Neina Raihan Alfaro putri dari Raihan Alfaro and Vina Raihan Alfaro mudah ditindas dan cupu...ck ck ck gak ada sejarahnya dan gak ada turunannya..." neina terus berkecamuk dengan batinnya tanpa menyadari di depan sana sudah ada Reynaldo yang melihat nya bagaikan singa lapar yang ingin segera menerkam mangsanya.


"tuh bos akhirnya gadis cupu itu datang juga setelah sekian lama menunggu sampai kaki kita berakar akhirnya dia datang juga..." ucap Nando sementara yang dipanggil bos hanya diam saja.


"lho sebaiknya diam nan emang lho gak lihat sekarang bos sedang serius dan ...lho lihat tuh mata bos sudah benar-benar mau keluar dan jangan lupa giginya udah ngeluarin taring udah kaya babi aja saking geramnya dengan tuh gadis cupu..."


" njir sejak kapan babi punya taring plok..."


"sejak singa kawin sama babi dan main kuda-kudaan dan..."


"dan setelah itu ahhh ahhhan dan..."


"c*rot dia modol... hahaha " tawa Agus yang diikuti Nando.


"lho berdua bisa diam gak...kalo gak sebaiknya kalian pergi dari hadapan gue..." bentak Reynaldo yang membuat mereka terperanjat.


"eh..eh maaf bos ini salah si sagus...eh maksudnya Agus yang malah ngelawak ..."


"lah ngapa jadi nyalahin gue nyet...lho aja yang..."


"pergi..." teriak tegas Reynaldo yang langsung membuat semua orang yang berada disana bergidig ngeri termasuk neina yang langsung tersadar dari lamunannya jika sekarang dihadapannya ada monster yang sedang berusaha dia hindari.


"mmm baik bos ayo gus .." ucap Nando lari terbirit-birit takut jika harus terkena kemarahan Reynaldo lagi.


"njir lepasin tangan gue g*blok...." teriak Agus yang Sudah menjauh dari Reynaldo.


"a*njing...gatal tangan gue..." ucap Nando langsung melepaskan gandengan nya.


"lho pikir gue kuman..."


"lebih dari itu..."


"Nando..." geram Agus.


"hehehe gue cuma becanda Gus gak usah melotot gitu takut.... lagi pula ini salah lho yang malah ngelawak di situasi yang gak tepat... lho pikir lho itu Sule prikitiwww gitu yang bisa bikin bos ketawa ngakak sampai muntah-muntah darah..."


"njir diare dong.. "


"tai... sejak kapan diare muntah-muntah darah... yang ada diare itu kejang-kejang dan modar...".


"hahaha kaya lho yah hahaha..."


"hahaha iya...eh eh enak aja lho kalo ngomong.. "


"hahaha lho sendiri yang ngaku..."Agus lari dan dikejar Nando.


"lho ikut gue..."


"ke..kemana kak..." tanya neina takut.


"gak usah banyak b*cot lho j*lang..." geram Reynaldo berlalu dan diikuti neina dengan ragu-ragu.


.


.


.


di taman belakang sekolah


"maksud lho apa hah..." marah Reynaldo.


"mmm... maksud kakak apa.." neina tidak paham.

__ADS_1


"ck pura-pura gak tau pula... maksud lho apa hah minta dijodohin sama gue ..." teriak Reynaldo seketika neina terperanjat.


"aku..aku tidak minta dijodohin sama kakak tapi itu..."


"Anji*g gak usah ngeles...apa lho pikir gue bakal percaya dengan omongan lho itu..."


"tapi aku serius Kak aku juga tidak tau menau tentang perjodohan itu...."


"b*cot ...lho Sekarang telpon daddy lho dan bilang kalo lho mau batalin perjodohan kita..."


"aku tidak bisa kak...aku..."


"lho memang benar-benar mau kan perjodohan ini terlaksana.. " Reynaldo mencengkram kuat-kuat rambut neina.


"sittt sakit kak hiks lepasin..."


"lho bilang lepasin...gak semudah itu sebelum lho lakuin yang gue minta..."


"hiks aku tidak bisa kak...aku..."


"arghhhhhhh..."


buggggggg tubuh neina terjengkang ke belakang.


"gue udah bilang untuk bicara sama bokap lho kalo lho mau batalin perjodohan kita neina..." teriak frustasi Reynaldo menendang angin.


"hiks aku tidak bisa kak...aku takut daddy marah..."


"lho... arghhhhhhh lho memang benar-benar mau kan kita dijodohkan...ini kemauan lho kan...lho yang minta untuk dijodohin sama gue kan...lho pikir dengan gue jadi tunangan lho gue akan bersikap baik...lho salah Neina Raihan Alfaro... sekali gue benci manusia itu akan terus berlaku sampai gue mati...lho itu hanya parasit di hidup gue... dan lho dengan percaya dirinya mau memiliki gue...hahhh lho ngaca gak cupu...lho itu jelek,dekil lho benar-benar gak pantas bersanding dengan gue yang sempurna..."


"hiks hiks sakit kak... jangan cengkram rambut neina hiks sakit kak lepaskan..." bukannya melepaskannya Reynaldo semakin memperkuat cengkraman nya.


"gue gak akan lepasin sebelum lho nurutin keinginan gue..."


"aaaaa sakit kak hiks lepaskan..." teriak neina


"lho berani teriaki gue cupu...lho benar-benar keras kepala...gue bilang sekali lagi batalkan perjodohan kita..."


"hiks aku aku tidak bisa kak...hiks lepaskan kak sakit..."


"arghhhhhhh lho bener - bener nguji kesabaran gue...lho mau jadi tunangan gue kalo begitu ubah penampilan cupu lho...ayo gue bantu lho...gue mau lihat sampai mana kecantikan lho kalo lho lepas rambut cupu dan kacamata cupu lho ini...kita lihat apa gue bakal tertarik dengan kecantikan lho... dan lho bisa naklukin hati gue..."


"hiks jangan kak... jangan.."


"hiks bagaimana ini jika kak Rey lihat aku tanpa kepangan dan kacamata.." batin neina menjerit gusar.


"diam lho...apa lho malu dengan penampilan lho ...apa kalo lho menggerai dan lepasin kaca mata cupu lho ini semakin buat lho jelek...apa lho malu sama gue... tapi dengan gak tau malunya lho minta dijodohin sama gue..." bentak Reynaldo.


"hiks kak aku mohon jangan hiks..."


"diam lho cupu..." membanting kaca mata neina Sembarang arah, Reynaldo masih berusaha melepaskan kepangan rambut neina yang satunya lagi tanpa melihat wajah neina yang sudah berbanjir air mata.


"kak aku mohon..."


"diam lho kalo lho gak mau gue kasar lagi...gue cuma mau tau secantik apa lho sebenarnya sampai berani untuk minta di jodoh..."


deg Reynaldo mematung tidak bisa meneruskan perkataannya yang tercekat di tenggorokannya.


"i...i..ini..m...mana mungkin... lho..." Reynaldo tergagap melihat gadis di depannya, hidung mancung,bibir tipis merah alami,dan mata bulat cantik yang dihiasi bulu mata cantik membuat dia melongo tidak percaya.


"bidadari..." satu kata yang mampu keluar dari mulut Reynaldo yang terpesona akan gadis dihadapannya yang memancarkan kebencian padanya.


"ini lho ney ..." lirih Reynaldo tanpa mengedipkan matanya.


"ga...gak mungkin in..ini..." lagi-lagi Reynaldo tidak bisa meneruskan perkataannya.


"hiks puas lho lakuin semua ini...hiks puas lho Reynaldo Raican sangga..."


"sekarang lho puas lihat gue gini hah...lho puas udah memperlakukan gue seperti ini..."


"Ney...gu...gue.."


"gue benci lho Reynaldo gue benci sebenci- bencinya..." teriak neina dengan menggebu.


" Ney ...ber... berhenti mena..."


"puas lho sudah lihat jati diri gue hah...puas lho sudah menghancurkan segalanya...hiks bertahun-tahun gue nutupin kecantikan gue dengan berpenampilan cupu untuk menuruti keinginan Daddy gue walaupun hinaan, cacian dan bullyan gue dapatkan...tapi lho dengan beraninya menghancurkan semuanya...lho dengan kurang ajarnya melepas semuanya lho sudah buat gue ngecewain daddy gue... lihat disana mereka sudah melihat aslinya wajah gue...gue benci sama lho Reynaldo gue benci..." teriak neina mendorong keras dada Reynaldo dan memukulnya dengan penuh kebencian,namun tidak seperti biasanya Reynaldo hanya diam saja diperlakukan seperti itu oleh neina, sungguh mungkin sekarang Reynaldo tersihir dengan kecantikan nyata yang tergampang di depannya.


"hiks gue benci lho... lho udah hancurin segalanya...hiks gue yang akan kena kemarahan Daddy Raihan setelah ini bukan lho Reynaldo..."teriak neina dan melirik ke sekeliling sudut taman yang sudah dipenuhi semua siswa-siswi dengan mulut yang melongo syok dengan apa yang mereka lihat, bagaimana tidak si cupu yang kemarin mereka hina berubah bak Dewi kayangan yang baru menginjakkan kakinya.


"hiks gue benci lho Rey...gue benci lho..." teriak neina lagi menunjuk Reynaldo yang seketika tersadar dari pesona Neina Raihan Alfaro.

__ADS_1


"gue benci sama lho...gue gak mau lihat muka lho lagi pergi dari hadapan gue..."


"Ney gue..."


"pergiiiiiii..."


"Ney gue minta maaf gue gak...."


"pergiiiiiii atau gue yang pergiiiiiii dari sini...."


"Ney dengerin gue... gue..." neina yang melihat keadaan semakin ramai pun berlari meninggalkan taman menerobos lingkaran yang para siswa-siswi itu buat.


Ketika para siswa-siswi sedang sibuk dengan aktivitas paginya sebelum menunggu bel berbunyi mereka tidak sengaja mendengar keributan di halaman belakang tepatnya taman belakang, keributan yang belum berhenti mengakibatkan mereka penasaran dan langsung melihat ketempat keributan itu terjadi, terlihat disana ada Nando dan Agus yang berdiri mematung melihat apa yang sedang dilakukan Reynaldo mencoba melepas rambut neina yang dikepang nya rapih,semua siswa-siswi tentu saja langsung melingkari sang pembuat onar dengan bisik-bisik dan teriakan untuk mengompori Reynaldo untuk semakin membully neina,yang sama sekali tidak didengar mereka berdua seakan mereka disana hanya berdua, Reynaldo yang kesal dengan penolakan neina pun tampak sadar melepaskan kepangan rambut neina sementara neina berusaha memberontak mereka asik dengan aksi masing-masing sampai tidak menyadari jika mereka sedang menjadi bahan tontonan para murid, bara yang mendengar teriakkan para murid di belakang sekolah pun langsung berlari ke arah tersebut dan...


deg seakan mimpi tapi nyata dia melihat Dewi di sekolah ini yang tidak lain neina si gadis cupu yang sering di bully menggerai rambut dan melepaskan kacamatanya, seakan terhipnotis dengan kecantikan nyata itu bara berdiri mematung tidak melerai perdebatan yang sedang terjadi antara neina dan Reynaldo.


"Ney ...neina dengerin penjelasan gue..." teriak Reynaldo menyadarkan semua orang termasuk bara .


"neina..."teriak Reynaldo berlari secepat mungkin mengejar neina yang sudah berada di koridor sekolah.


"Ney... dengerin gue...gue..."


"berhenti ngikutin gue...dan berhenti halangi jalan gue..."bentak neina.


"gak... sebelum lho dengerin penjelasan gue..."


"gak ada yang perlu dijelaskan... minggir dari hadapan gue..." neina melangkah ke samping Reynaldo namun Reynaldo yang tidak mau neina meninggalkan nya pun memegang pergelangan tangan neina.


plakkk tamparan keras melayang ke pipi Reynaldo yang membuat para murid tercengang untuk yang kedua kalinya.


Saat melihat Reynaldo dan neina pergi dari taman mereka pun ikut pergi untuk melihat pertunjukan selanjutnya, namun tidak disangka-sangka mereka melihat neina menampar Reynaldo.


"berhenti bersikap kurang ajar sama gue...apa lho belum cukup bersikap kurang ajar sama gue di taman tadi hahh..."


"apa lho belum cukup selama ini nyusahin hidup gue...apa lho belum puas jadi parasit di hidup gue..." teriak neina .


"hiks selama ini gue diam untuk menutupi identitas gue...hiks gue diam tapi bukan berarti lemah.... sudah cukup perlakuan buruk lho sama gue... sudah cukup sampai disini... mulai hari ini menit ini dan detik ini gue bukan neina si cupu lagi... yang akan diam menerima perlakuan tidak baik dari lho Reynaldo..."


"gue benci sama lho...gue benci sama lho sudah cukup lho bully gue selama ini... sudah cukup lho nyuruh satu sekolah untuk membenci gue..."


"Ney gue...gue minta maaf gue..."


"diam lho... kata maaf gak pantas keluar dari mulut busuk lho...dengar ini baik-baik..."


"mulai hari ini gue benci lho sebagaiman lho benci ke gue selama ini.... bahkan gue jijik melihat tampang lho...sekarang lho enyah dari hadapan gue...gue gak Sudi kedua mata gue melihat wajah lho...gue bilang pergiiiiiii Reynaldoooo....." teriak neina melengking keras membuat para murid menutup telinga masing-masing.


"Ney dengerin gue..."


plakkkkkk lagi-lagi neina menampar Reynaldo yang tidak menghiraukan perkataan neina barusan, tanpa sepatah katamu neina keluar dari sekolah dan berlari kearah gerbang menyetop taksi di jalan.


"Ney ...neina..."


"sudah berhenti untuk ngejar dia ... apa lho budeg gak dengerin apa yang tadi dia ucapin..." bara menahan tangan Reynaldo yang hendak mengejar neina yang sudah menaiki taksi entah kemana .


" lepas bar...gue mau ngejar neina.."


"kejar sana jika lho masih punya muka di depan dia..." teriak bara melepaskan pegangannya.


" yang dikatakan bara benar bos...lho..."


"arghhhhhhh..." teriak Reynaldo kesal dan berlari ke arah motornya namun di hentikan Nando dan Agus.


"bubar...ini bukan film...." teriak bara .


"gue bilang bubar..." teriak bara seketika para murid bubar berlari terbirit-birit.


.


.


.


bersambung


.


.


.


Hari ini author update 2377 kata hitung - hitung mengganti author yang kemarin tidak sempat update karena sibuk mengerjakan tugas-tugas, maklum sebentar lagi pergantian semester author sedang dimasa - masa disibukkan dengan tugas jadi author mohon pengertiannya dari readers author 🤗

__ADS_1


karena hari ini author sudah up🤭 jangan lupa like komen vote dan masukan ke favorit biar author semakin semangat untuk berkarya 🤗tanpa kalian siaplah author 🤗 terimakasih sudah berkenan mampir di karya author urakan ini sampai jumpa lagi🤗😚.


__ADS_2