Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 9 Hari kedua berpenampilan modis


__ADS_3

Hari ini adalah pagi kedua setelah neina berpenampilan modis mata semua orang tertuju pada nya, dengan tampang sombong neina berjalan dan mengangkat dagunya bangga, cara jalan yang begitu anggun membuat semua mata siswa tidak bisa mengalihkan penglihatannya.


"neina..." teriak Mutia dan Rere sang empu yang dipanggil hanya tersenyum anggun.


"ck sekarang neina beda yah...neina anggun banget bak model... sepertinya aradella pun kalah dengan neina..."


"ya tentu saja aradella dari dulu selalu ada di bawah gue..."


"sutt lho ini bicara asal jeplak aja Tia...kalo aradella denger habis lho.."


"eh Rere kok bicara'ny gitu ...Mutia kan jadi takut..."


"kenapa lho harus takut Tia... selama ada gue disini lho akan baik-baik saja..."senyum neina.


"hahahaha...selama ada gue disini lho akan baik-baik saja..." decih aradella seketika mereka menengok ke belakang.


"hey lho cupu....ck mungkin iya gaya lho udah berubah tapi bukan berarti lho bisa ngalahin gue..."


"iya tuh dasar cupu aradella lebih dari segala nya dari lho ...lho hanya punya muka cantik doang tapi reputasi di sekolah ini gak punya... Ups maaf gue salah bicara kaya nya ...lho juga punya reputasi di sekolah ini... malahan satu sekolah tau dengan reputasi lho itu...yang tidak lain... reputasi lho adalah cupu.. "senyum devil Rina.


"diem lho pada...jaga tuh mulut...apa lho gak tau kalo neina..."


"kalo neina anak terkaya kedua di negara ini...ck gue gak takut meskipun dia anak terkaya gue gak pernah Takut...buat apa gue takut dengan gadis yang masih bersembunyi di ketek nyokap nya..." sarkah aradella neina hanya bersedekap dada mendengarkan provokasi ketiga cacing tanah di depannya.


"lho selain cupu ternyata tuli juga yah..." kesal aradella yang tidak mendapatkan respon dari neina.


"denger ini lho boleh merebut sebagian fans gue di sekolah ini... tapi jangan lho harap lho bisa rebut posisi gue sebagai..."


"gue gak ngarep gelar itu... tanpa gue melakukan apapun gelar itu bisa dengan mudah gue dapatkan...apa lho lupa satu fakta aradella..." neina tersenyum kecut.


"fakta bahwa lho itu cupu..." ketus aradella.


"hahahaha aradella lho seperti nya emang udah lupa yah...apa lho gak Ingat dengan satu fakta jika gue sepuluh tahun belakang ini sudah pernah ada di posisi lo...ck lho membanggakan reputasi model lho yang lho dapatkan setelah gue mundurin diri dari ajang model itu aradella...lho jangan lupa siapa gue sepuluh tahun ke belakang...gue gak perlu merebut reputasi lho yang hanya seorang model... gue bisa lebih dari itu... hahaha gue jadi teringat dengan gadis kecil yang meraung-raung karena tidak memenangkan ajang model dan gak bisa mendapat peringkat pertama di kelasnya... hahaha apa lho Ingat gadis kecil itu aradella... dan yah satu lagi gadis kecil yang mengajak gue Ade taekwondo apa lho masih ingat gadis kecil yang mengajak taek..."


"diam..." teriak aradella memotong perkataan neina, semua mata sekarang tertuju pada aradella.


"lho jangan bicara ngelantur...lho ..."


"kenapa...apa lho malu kalo semua itu terkuak


.. aradella.."


"gue bilang diam cupu..." neina tersenyum menyeringai mendengarkan amukan aradella.


"apa lho bilang cupu...apa lho


buta ...apa lho gak bisa bedakan mana gadis cupu dan mana yang bukan...."


"lho Dimata gue tetap cupu karena lho memang cupu ..lho putri om Rayhan yang paling memalukan...lihat Kakak lho yang mempunyai reputasi baik sedangkan lho hanya dapat reputasi cupu..."lantang aradella lantas para siswa-siswi saling berbisik ada yang membenarkan ucapan aradella dan ada yang membela neina yang sudah berubah.


"lho hanya tidak lain gadis pembawa aib di keluarga lho neina... gara-gara lho kakak lho neintara meninggal apa lho lupa itu... dan lho sekarang malu-maluin keluarga lho dengan sikap cupu lho itu... hahahaha gue selama ini selalu berpikir jika lho itu bukan anak om Rayhan... karena lho dan om Rayhan jauh berbeda...apa mungkin ibu lho punya Sugar baby dan tercipta lah lho .." tawa aradella diikuti sebagian siswa.


plakkkkkk pipi aradella mendapatkan cap lima jari, aradella memegang pipinya yang mulai terasa perih.


"sikap lho mencerminkan jika lho bukan terlahir dari keluarga terhormat...lho primadona sekolah gak sepantasnya berlaku seperti itu... lho boleh hina gue tapi tidak dengan mami gue ... " teriak neina berapi-api.


"lho dengar ini aradella si ratu primadona sekolah.... sekali lagi lho hina nyokap gue...gue gak segan-segan bunuh lho...gue diam bukan berarti kalah... sekarang gak ada lagi neina si cupu... sekali lgi gue dengar lho and geng and siswa-siswi sekolah ini manggil gue cupu...gue pastikan perusahaan nyokap-nyokap lho lah taruhannya..." geram neina.


"apa lho pikir dengan gertakan lho itu kita pada takut gitu...gue gak takut dengan ancaman lho itu..." teriak Rina.


"hahaha lho serius gak takut.... hahaha apa lho gak takut melarat Rina...apa lho gak ingat bokap lho CEO di perusahaan milik siapa..."

__ADS_1


"a...p..pa maksud lho..." gugup Rina sementara neina hanya tersenyum mengejek saja melihat kegugupan Rina.


"apa maksud neina..."


"bukannya Rina itu anak orang pebisnis hebat yah...nyatanya perusahaan bokap nya aja sukses melesat tinggi..."


"tapi...apa yang dikatakan neina barusan itu...kalo bokap Rina itu..."


" kalo begitu berati Rina itu anak..." bisik-bisik siswa-siswi, Rina yang mendengarkan bisik-bisik siswa-siswi mengepalkan tangannya.


"diam...lho cupu jangan mengada-ada...gue anak orang kaya ...ayah gue.. "


"CEO di perusahaan papi gue ..." ketus neina .


"ck gitu aja bangga... kelakuan aja udah kaya anak konglomerat sombong amat...gak sadar diri kalo pekerjaannya bokap nya aja masih di upah papi gue... dan lho dengan gak tau malu nya hina gue...papi gue jentikan jari aja besok lho tinggal di kolong jembatan..."ejek neina yang kepalang tanggung kesal dengan Rina, ntah mengapa hina-hinaan yang selama sepuluh tahun ini yang neina dapatkan sudah berada di titik ujungnya hingga sekarang neina melepaskan rasa geramnya pada anak CEO papi nya itu.


"jaga ucapan lho neina...lho bilang tadi sikap aradella tidak mencerminkan..."


"gue gak akan buka aib lho jika lho bisa menghargai gue...tapi lho selama ini selalu nyinggung gue...apa lho pikir gue anak konglomerat gak ngerasa tersinggung saat lho pada hina gue main tangan dan gak tanggung-tanggung lho pada panggil gue cupu... sebaiknya lho pada diam kalo gak tau apa yang sebenarnya sedang gue lakukan selama ini.... bukan malah menghina gue dan sekarang gue balas hina meraung-raung gak terima... ckckck gak sadar diri..." potong neina.


"lho hanya anak CEO papi gue...tapi lho dengan gak tau malu nya hina gue...apa lho pikir gue akan masih bermurah hati untuk gak aduin sikap lho pada papi gue... jangan harap.... Rina bokap lho om rizik bisa kehilangan pekerjaan hanya karena sikap Lho ini..." ucap Neina menatap sinis.


"apa... jadi Rina itu bukan anak konglomerat dong..."


"wah gak nyangka gue..."


"iya gue juga sama kan selama ini dia selalu mengaku punya perusahaan sendiri yang terbilang sukses dan melesat tinggi..."


"kalian jangan mudah percaya sama si cup... maksud gue si neina bisa jadi kan dia cuman ngebual..."


"jaga ucapan lho...mana mungkin neina seperti itu apa lho lupa siapa neina itu..." begitulah bisik-bisik yang terjadi membuat Rina mengepalkan tangannya.


"hahaha itu mudah sekali ... itu perusahaan bokap gue yang khusus di dirikan atas rasa syukurnya atas kelahiran gue... hahaha INARA AL group itu nama perusahaan bokap gue yang dia ambil dari nama tengah gue neina Rayhan Alfaro..."devil neina membuat Rina berdiri menegang selama ini dia tidak tau apa arti perusahaan yang sedang di pegang oleh sang ayah nya, dia pikir itu hanya sebatas nama saja tidak mempunyai arti tersendiri dari nama itu, tapi ternyata perusahaan itu milik Alfaro group papi nya neina.


"kenapa lho diam...." tanya aradella mengintimidasi Rina.


" yang dikatakan cupu itu gak benar kan...bokap lho bukan CEO di perusahaan papi nya kan..." Rina diam tidak menjawab dia hanya diam membeku tidak tau harus berbuat apa,dia sekarang sedang sangat ketakutan jika neina mengadukan sikapnya Selama ini pada papinya maka hancurlah karir ayah nya itu.


"jawab gue Rina...yang dikatakan dia gak benar kan...lho anak konglomerat kan...lho bukan anak orang melarat kan... jawab TRISNAWATI...." teriak aradella memanggil nama lengkap Rina.


aradella yang melihat Rina hanya diam saja menggelengkan kepalanya diam nya Rina seolah membenarkan perkataan neina.


"tidak..." satu kata itu yang keluar dari mulut aradella yang menggelengkan kepalanya dan berlalu dari tempat itu diikuti Karin yang memandang Rina tidak suka.


"hahaha pergilah tinggalkan dia seorang diri... biarkan dia merasakan sakit nya gak dihargai teman yang sudah dia anggap sahabat selama ini... rasakan itu Rina..satu persatu dari kalian akan merasakan apa yang gue rasakan selama ini..." batin Neina tersenyum jahat lalu berlenggang meninggalkan keramaian diikuti Mutia dan Rere yang masih linglung tidak menyangka jika Rina anak CEO dari perusahaan papi Neina.


.


.


.


Bel masuk Kelas sudah berbunyi membuyarkan keterkejutan siswa-siswi yang baru saja mendengarkan pertengkaran neina dengan aradella ddk.


mereka berbondong-bondong masuk ke kelas masing-masing,neina sudah terlihat duduk manis di kursi nya dengan angkuh.


"gue sebenarnya gak berniat jahat...tapi kalian semua yang udah bikin gue jahat... tetesan air mata gue selama ini harus di bayarkan dengan tetesan air mata lagi... dan hinaan yang gue dapatkan kalian juga harus mendapatkan nya... kalian sudah salah mencari orang untuk di ajak bermain..." batin neina.


"mmm re...neina sekarang..."


"sudah diam lho gue udah bosan denger lho ngatain neina sudah berubah banget... berubah cantik lah itulah..."kesal Rere yang sudah bosan mendengarkan ocehan Mutia, bukannya dia iri atau tidak suka jika neina di puji hanya saja Rere benar-benar sudah bosan saja mendengarkan ocehan Mutia yang hanya itu-itu saja.

__ADS_1


"ih Rere Mutia kan belum selesai bicara...Mutia mau bilang kalo sekarang neina jadi sombong yah..."


"ck lho ini sahabat neina atau bukan sih masa gitu aja gak ngerti...neina bersikap seperti itu hanya pada orang yang sudah menghina nya selama ini... buktinya sama kita yang gak pernah menyinggung nya baik-baik saja...."


"hehehe iya juga yah...kan selama ini mereka sudah keterlaluan sama neina... dan..."


"sudah diam lho ti lihat guru sudah datang..." guru memasuki kelas dan mereka pun mulai membuka buku masing-masing.


Empat jam kemudian mereka sudah keluar dari kelas menuju kantin dikarenakan bel istirahat sudah berbunyi.


"asyik akhirnya...Ney re yuk ke kantin...." teriak Mutia.


"diam lho...lho bisa gak sih gak teriak-teriak..." marah Rere.


"ih Rere lagi PMS yah dari tadi terus marah-marah...salah Mutia apa..."cemberut Mutia, sedangkan neina hanya tersenyum saja melihat perdebatan kedua sahabatnya yang unfaedah itu.


"emm cup....emmm maksudnya neina di depan ada bang Rey katanya nyariin lho..." ucap salah satu siswi dengan gugup, kenapa bisa begitu karena pastinya dia merasa malu sekaligus takut dengan neina yang sekarang, dia sadar jika dirinya dulu suka menghina neina dan sekarang dia takut neina melakukan sesuatu yang akan merugikan nya serta keluarganya.


"eh lho di cariin Reynaldo Ney...apa lho ada masalah Ama tuh anak..." tanya Rere mengernyitkan dahinya sementara Mutia memiliki menyimak saja.


"apa lagi sih..." batin neina menghela nafas panjang.


"lho... gue dari tadi nunggu lho...apa lho gak dengar yang dikatakan siswi tadi..." kesal Reynaldo yang datang dari arah pintu memandang neina tajam .


"re ti... let's go kantin.." ajak neina bangkit dari kursinya baru saja ingin melewati Reynaldo tapi tangan neina sudah di genggam Reynaldo.


"gue sedang bicara sama lho...tapi lho..."


"gue gak ada urusan sama lho...jadi sebaiknya enyah lah dari kelas gue ..." potong Neina sambil menghempaskan genggaman Reynaldo.


"Ney gue disuruh.. "


"diam lho...awas jangan halangi jalan gue... sudah gue katakan gue gak ada urusan sama lho jadi lho gak usah temui gue lagi..."


"Ney..."


"lho mending enyah dari kelas kita... dan seperti yang dikatakan neina lho gak sudah temui dia lagi...apa lho belum cukup kah selama ini nyakitin dia..."


"diam...lho gak tau apa-apa...." geram Reynaldo.


"gue gak akan tinggal diam jika lho nyakitin sahabat gue untuk yang kedua kalinya...lho sudah hancurin mental nya...dan lho dengan gak tau malu nya masih berani nunjukin muka lho di depannya..." ucap sinis Rere.


Kemarin Rere dan Mutia gak Sengaja mendengarkan pertengkaran neina dan Reynaldo di taman belakang sekolah saat dia mau memberikan susu kotak dan roti untuk neina tapi dari kejauhan dia melihat neina dan Reynaldo sedang bertengkar dan bawa-bawa tentang tunangan,Rere sempat bingung tapi beberapa detik kemudian pergi ke kantin lagi dengan Mutia yang terus mengoceh masih mau mendengarkan pertengkaran mereka.


"minggir ..." teriak Rere membelah jalan yang dihalangi teman-teman Reynaldo untuk menyusul neina dan Mutia yang sudah pergi ke kantin duluan saat tadi dia sedang beradu mulut dengan Reynaldo, terlihat teman-teman Reynaldo sedang berdiri bingung, sudah dua hari ini Reynaldo terus menemui neina entah apa yang ingin Reynaldo lakukan apakah Reynaldo ingin minta maaf atas kejadian yang terjadi di belakang taman tiga hari yang lalu,tapi apakah mungkin seorang Reynaldo bisa minta maaf apalagi pada si cupu Orang yang paling dibenci Reynaldo tanpa sebab, atau kah Reynaldo tertarik pada neina dengan perubahan yang sudah terjadi dengan neina, apakah Reynaldo mulai jatuh cinta pada si cupu nya, bara, Nando dan Agus Terus berpikir keras berusaha menebak apa yang sedang terjadi, tapi jika benar Reynaldo berpindah haluan dari benci jadi cinta pada si cupu maka itu sangat gila, Reynaldo menjilat ludah sendiri pikir mereka menggelengkan kepalanya.


.


.


.


bersambung


.


.


.


Akhirnya author bisa update lagi dari sekian purnama 😚 maafkan author yang tiba-tiba menghilang para readers 😗 author beberapa hari ini sedang disibukkan dengan perhatian semester dan juga pengusulan pelajaran yang tertinggi selama author sakit waktu itu 😚 mohon di mengerti yah reader 🤗 terimakasih yang masih setia dengan novel author yang satu ini 🤗😚 love you all readers 😚😚😚.

__ADS_1


__ADS_2