Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 65 Emosi Neina


__ADS_3

Selamat siang 😗


.


Happy reading 😚


.


.


.


"sepertinya lho masih belum kapok dan masih memainkan genderang permusuhan untuk gue...oke...jika itu yang lho mau...gue dengan senang hati menuruti keinginan lho itu... " batin Neina dengan ikut tersenyum miring membuat, Bara, Nando dan Reynaldo menatap Neina dengan ekspresi dan pemikiran masing-masing.


"Jaga perkataan lho Gus... hufttt walau bagaimanapun dia bini bos...apa lho gak takut bos marah sama lho..." bisik Nando membuat senyuman miring itu hilang begitu saja.


"rasanya gue gak setuju bos nikahi cewek cupu kaya dia...bos terlalu sempurna untuk anak seperti dia ..." batin Agus.


"bagaimana keadaan mu Ney..." tanya Bara.


"seperti yang kakak lihat..." jawab Neina seadanya saja dan berbalik begitu saja tanpa banyak busa basi lagi.


"sepertinya gue melupakan keberadaan cecunguk itu..." batin Neina yang diperuntukkan untuk Agus dan menaiki tangga.

__ADS_1


"kenapa dia benci banget sama gue... perasaan yang seharusnya punya dendam itu gue bukan dia...tapi kenapa seolah dia memiliki dendam yang begitu besar untuk gue ..." Neina menghentikan langkahnya.


"Ney..." ucap Reynaldo mengikuti Neina.


"ehh...kenapa kak Rey malah ikuti Ney..." tanya heran Neina.


"maafkan ketidak sopanan teman Kakak..."


"maksudnya Agus... cek..." Neina memutarkan matanya malas sangat terlihat jelas jika Neina sangat-sangat tidak menyukai Agus.


"dengerin ini... mungkin yah hubungan kita sudah membaik...tapi jangan paksa gue untuk bersikap baik pada orang yang tidak tau malu seperti dia ... bukannya merasa bersalah atas semua kelakuan buruknya dulu sama gue... tapi dia malah membenci gue seolah-olah melihat gue musuh bebuyutan nya ... meskipun dia teman lho gue gak mau bersikap baik pada orang seperti dia... camkan itu..." tekan Neina dingin dan meninggalkan Reynaldo di tengah tangga,emosi yang meledak-ledak untuk Agus membuat Neina memuntahkan kemarahannya juga pada Reynaldo yang merupakan sahabat Agus juga.


"arghhhh hati gue..." batin Reynaldo memegangi dadanya yang seketika dilanda rasa sakit setelah mendengar perkataan Neina yang kembali memanggilnya 'lho'.


Reynaldo berlari dan mengejar langkah Neina yang sudah mau sampai ke kamar mereka.


"minggir...gue gak mau lihat muka lho..." tegas Neina .


"Ney...kakak mengejar mu bukan untuk menyuruh mu bersikap baik pada Agus...kakak akan buat dia minta maaf sama kamu....kakak akui memang kami yang salah dan..."


"sebaliknya lho pergi...gue sedang mau sendiri..." tegas Neina menatap tajam Reynaldo.


Deg Mata mereka saling menatap dengan secepat kilat Neina memalingkan mukanya dan masuk kedalam kama mereka.

__ADS_1


brakkkkkkkk Pintu kamar di tutup keras.


"bukannya tadi keadaan kita baik-baik saja...kenapa sekarang jadi begini....kenapa kamu jadi membuat jarak lagi Ney... setelah yang kita lakukan tadi..." batin Reynaldo sendu namun untuk sesaat tiba-tiba tangan Reynaldo terkepal erat.


"lho harus bertanggung jawab atas ke lancangan lho Agustina Mahendra....gue yakin Neina jadi begini gara-gara mendengar ucapan lho tadi..." geram Reynaldo kembali menuruni tangga.


"arghhhhhhh... melihat muka lho bikin dendam dan rasa sakit gue tumbuh lagi..."


"arghhhhhhh...gue benci lho Agus...gue benci lho... bukannya lho berubah lho malah semakin menjadi...lihat saja bagaimana pun caranya ...gue bakal bikin lho menyesali perbuatan lancang lho ini...jika yang kemarin belum membuat lho jengah maka yang selanjutnya bakal membuat lho gak akan berani berkutik lagi..."


Sringgg bibir kecil Neina berubah menyeringai menyeramkan.


"kalian semua sudah membuat gadis baik...berubah menjadi gadis pendendam...maka dari itu rasakan lah dendam yang akak gue berikan untuk kalian semua..." batin Neina menatap tajam dinding menyalurkan amarah besarnya.


"gue pernah beri peringatan untuk lho untuk jangan mengusik gue lagi ..tapi sepertinya lho belum mengerti...so...It is okay.. biar sekarang gue perlihatkan siapa Neina Raihan Alfaro itu Agus Mahendra..." gumam Neina dengan senyuman devil nya.


.


.


.


Maafkan author udah dua hari ini author nulis dengan pikiran berkecamuk tidak fokus

__ADS_1


maaf jika ceritanya jadi berantakan


author akan usahakan untuk besok kembali fokus lagi 😢.


__ADS_2