Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 15 Luka terbesar bagi neina


__ADS_3

happy reading 😚.


Mobil mewah Reynaldo baru saja terparkir di parkiran sekolah, Reynaldo turun dari mobil dengan muka kusutnya.


"lho kenapa bos... datang-datang muka betekuk kek gitu...asam amat tuh muka..." tanya Nando sedangkan Agus hanya jadi pendengar saja.


"bara mana..."


"bara seperti biasa sedang patroli...apa ada masalah dengan bara..." tanya Agus.


"gak ada..." Reynaldo melangkahkan kaki lebarnya diikuti Nando dan Agus yang sudah menunggu lama Reynaldo semenjak tadi.


"gadis cupu itu....". seketika senyum Reynaldo terbit saat melihat neina melangkah ke arah perpustakaan sendirian.


"ada apa bos kok senyam-senyum sendiri...udah koslet lho bos..."


"jaga ucapan lho do..." tegur Agus sementara sang empu yang di tanya malah melangkahkan kakinya mengikuti langkah kecil neina.


"lho berdua pergi ke kelas aja...gue ada perlu sama si cupu..." tegur Reynaldo saat merasakan kedua sahabatnya mengikutinya.


"ada apa sama si bos... tumben banget mau nemuin si cupu..."


"paling juga mau bully.. " cetus Agus.


perpustakaan, neina sudah sampai di pintu yang bertuliskan tebal tersebut dengan langkah gontai dia memasuki perpustakaan dengan sedikit menggerutu.


"hufttt kenapa Rere and Mutia meski izin bersamaan...gue kan gak ada teman kalo gini... menyebalkan sekali gak dirumah gak di sekolah semua orang pada menyebalkan...di rumah bahas pernikahan terus yang unfaedah benar-benar menyebalkan sekali..." gerutu neina dengan bibir dikerucutkan,satu pasang bibir kecil melengkung melihat bibir neina yang mengerucut.


Bukkkk


"awwww bocor kepala gue...." teriak neina tertimpa buku .


"kepala lho gak akan bocor hanya karena tertimpa satu buku..."


"anjayy setan...." teriak neina kaget.


"lho berisik banget ini di perpustakaan bukan pasar..." kepala neina menoleh ke belakang seketika mata nya memutar malas melihat tampang Reynaldo yang sedang tersenyum manis padanya.


"lho ngapain disini...bad boy kaya lho mana mungkin kan baca buku.." cibir neina.


"gue lagi awasi calon istri gue..."


"lho..."


"kenapa calon istri..."


"jaga ucapan lho...kalo ada yang denger bisa berabe..." marah neina.


"lho buta yah calon istri disini sepi hanya ada Kita berdua... jad..."


"stop it's up to you.... gue gak peduli..." cetus neina mengarahkan pandangannya pada buku yang berjajar rapih dengan mata yang terus menelisik nama-nama buku tersebut.


"sepetinya nanti gue gak akan bisa ikut fitting...gue ser..."


"ada atau nggak adanya lho gak ngaruh..."


"tentu saja ngaruh..kalo gue gak ada gimana fitt..."


"masih ada tante fira...dia bisa pilihkan ukuran baju lho kan... udahlah kalo hanya ingin balas masalah itu lebih baik lho pergi dari sini lama-lama gue sebel lihat lho..." cetus neina tanpa mengalihkan pandangannya dari buku-buku yang berjejer di depannya.


"gue..."


"udahlah Reynaldo.....gue bilang pergi gue gak mau lihat muka lho... muka lho bikin mood pagi gue makin down.." kesal neina .


"tiap hari juga lho bakal terus lihat muka tampan gue cupu ...."


" jaga ucapan lho...gue bukan si cupu lagi gue Neina Rayhan Alfaro baru ..." tekan neina dengan tangan terkepal.


" lho calon istri bicara sama calon suami jangan ketus Mulu kualat lho baru tau rasa..."


"diam..."


"gue gak mau denger lagi lho bicara kek gitu... ingat ini Reynaldo raican sangga... pernikahan yang lho sebut-sebutkan itu hanya pernikahan rahasia... dan gue gak mau lagi lho terus bahas itu karena bagi gue pernikahan yang akan terlaksana dua hari lagi itu tidak lebih dari akting semata saja yang akan kita lakukan didepan orang tua kita ..gue gak peduli dengan pernikahan itu...."


"lho gak bisa seperti itu Ney...gue gak mau lho berpikiran seperti itu... pernikahan adalah janji suci lho gak biasa mempermainkan janji suci Seperti itu...."


"hahahaha lho pikir gue gak tau dengan itu semua.. gue juga tau tapi sampai kapanpun gue gak akan peduli dengan pernikahan rahasia ini... karena menikah dengan lho adalah kesialan terbesar bagi gue..." neina mengambil buku yang dia cari dan melangkahkan kakinya meninggalkan Reynaldo yang terdiam dengan ekspresi yang tidak bisa di tebak.


" gue pastiin kata-kata lho bakal terbalik...gue pastiin lho gak akan bisa tepati omongan lho sendiri...gue bakal bikin lho pedulikan pernikahan yang menurut lho pernikahan rahasia ini Ney...gue memang cowok bejat yang udah bikin lho menderita selama ini..tapi sebejat-bejatnya gue..gue gak akan permainin janji suci yang bakal kita laksana dua hari lagi.. "


Dua hari kemudian sudah terlihat neina yang baru selesai dirias, sungguh kecantikan yang dapat memukau semua mata,Vina yang sedang menemani sang putri yang terus memberontak tidak mau dirias langsung tertegun melihat kecantikan neina .

__ADS_1


"oh my God hanny kamu sangat cantik sekali..." puji Vina dengan mata berbinar terang.


" ck mommy lebay cuma riasan ala kadar juga gak akan mempan untuk neina..." cetus neina.


"ck gue benci situasi ini...gue gak mau nikah sama dia ...gue gak mau..."


"terserah mu saja sayang...ayo kita turun calon suami mu sudah menunggu dari tadi..."


" mom...apa gak bisa kah pernikahan ini dibatalkan saja...neina belum siap nikah muda mom ..."


"diam dan tersenyum lah ...."


tes cairan bening turun tanpa dikomandoi.


"kenapa mommy gak pernah ngertiin perasaan Ney...kenapa secepat ini mommy ingin merubah status Ney..."


"mengertilah Ney harus mommy katakan berapa kali semua ini demi kebaikan mu...ayo hapus air mata mu itu... semua orang sudah menunggu di bawah..."


"si cupu kemana kok lama banget sih...pegel gue dari tadi duduk di sini..." kesal Reynaldo .


tak tak tak neina turun seketika mata semua orang tertuju padanya baju yang membalut tubuh rampingnya sangat pas ditubuh nya dengan riasan yang sederhana tapi memberikan kesan yang elegan untuknya.


deg deg deg


"itu si cupu kah...kenapa cantik banget calon istri gue ini..." senyum Reynaldo merekah.


"ayo Ney duduk di samping Rey..." Vina memberikan arahan pada putrinya tersebut, dengan bibir yang dipaksakan tersenyum manis neina duduk di samping Reynaldo.


"lho cantik banget..."


"lho baru sadar dari kemarin kemana aja. .." neina menjawab dengan ketus seketika Reynaldo terkekeh.


"bagaimana apa sudah bisa di mulai acaranya.." tanya penghulu.


"sudah pak..." bukan Reynaldo yang menjawab melainkan Raican yang menjawab.


"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Reynaldo raican sangga bin raican sangga buana...." penghulu mulai membacakan lafadz ijab qobul dengan diikuti Raihan dan Reynaldo.


" bagaimana para saksi..."


"sah"


"sah"


"hiks gue bukan singgel lagi hiks gue udah jadi seorang istri...hiks kenapa takdir gue meski nikah muda..."


"Alhamdulillah... semoga pernikahan ini sakinah mawadah warahmah... jagalah pernikahan kami berdua yaallah...semoga keluarga kecil kami senantiasa dalam ridho mu ya Rabb ..."


"putri ku...hiks putri kecil ku sudah menikah...mimpi apa semalam masih teringat jelas baru kemarin aku menggendong bayi kecil manis itu...dan sekarang tau-tau sudah menikah..."


"akhirnya do'a ku selama ini terkabul... terimakasih ya Robbi kau utus neina sebagai menantu ku..."


"semoga pernikahan kalian sakinah mawadah warahmah Sayang.. "


"semoga kamu bisa menjadi suami yang bertanggung jawab atas istri mu dan tugas mu sebagai suami neina Rey .."


"semoga kalian senantiasa dalam kebahagian... yaallah jagalah pernikahan adik-adik ku ini ..."


"ayo mempelai wanita nya mencium tangan mempelai pria nya..." tanpa banyak mikir neina mencium tangan Reynaldo dengan berlinang air mata.


"habis sudah masa depan gue...hiks berakhir sudah masa remaja gue..." Reynaldo mencium kening neina dengan penuh perasaan.


"terimakasih lho udah mau jadi istri kecil gue Ney...semoga gue bisa bahagiain lho dan anak-anak kita kelak...."


"Alhamdulillah... akhirnya kita resmi jadi besan Ray ..."


" kau benar bung... akhirnya kita resmi berbesan juga...jaga putri ku dengan baik-baik...dia permata keluarga kami.. "


"tanpa kau pinta pun kami pasti menjaganya sebagaimana kami menjaga Rey..." mereka saling berpelukan ala-ala laki-laki.


"Vin... akhirnya putri mu jadi mantu ku..."


"Alhamdulillah...semoga pernikahan mereka sakinah mawadah warahmah yah fir..."


"amin..."


"selamat atas pernikahan kalian...jaga baik-baik adik gue...dia permata keluarga gue..." zales menepuk-nepuk punggung Reynaldo.


"terimakasih bang... tanpa lho pinta pun gue pasti jaga istri gue..."


"gue pegang kata-kata lho..." mata zales berpaling pada sang adik yang masih meneteskan air matanya dipeluknya sang adik dengan lembut.

__ADS_1


"selamat atas pernikahan mu sayang...semoga kamu bisa jadi istri yang berbakti pada suami mu..."


"hiks kak...Ney.. Ney..."


"berhenti menangis sayang...ini adalah hari sakral mu berhenti menangis...kakak yakin kamu kuat dan bisa ..."


"tidak... jangan tinggalkan Ney...Ney takut...Ney.."


"tidak akan ada yang meninggalkan mu ... kamu tetap permata keluarga kita..."


"hiks Kakak..." neina semakin erat memeluk tubuh zales dengan bahu yang sudah bergetar hebat,sakit dan sedih menyatu menjadi satu .


" kenapa semuanya terjadi begitu cepat... tidak kah menunggu sampai lulus...hiks kak Tara lihat Ney sudah menikah... harusnya kakak yang ada di situasi Ney... hiks Kaka putri pertama keluarga kita bukan Ney...hiks kakak Ney takut..." zales melepaskan pelukannya sekarang giliran Vina yang mengucapkan selamat pada kedua pengantin baru tersebut.


"selamat atas pernikahan kalian mantu... akhirnya Rey jadi mantu mommy...jaga putri Mommy baik-baik.. jangan kecewakan mommy sekeluarga Rey..."


"tanpa Tante....eh maksud Rey tanpa mommy minta pun Rey pasti jagain Ney...dia sekarang sudah menjadi tangung jawab Rey..." Rey tersenyum manis yang dibalas elusan kepala dari Vina.


"hiks Mommy..." neina memeluk erat tubuh sang mommy dengan bahu bergetar hebat.


"selamat atas pernikahan mu sayang... jadilah istri yang shalihah yang nurut sama suami..."


"hiks mommy...kenapa secepat ini...hiks Ney belum siap..."


"semuanya sudah menjadi takdir mu sayang... mommy yakin Ney kuat dan bisa..." satu-persatu keluarga dan tamu undangan yang terhitung dengan jari mengucapkan selamat kepada kedua pengantin baru tersebut.


.


.


.


"mommy jangan tinggalkan neina...hiks daddy..." neina berteriak keras meronta-ronta melihat kedua orang tuanya dan kakaknya sudah memasuki mobil.


"hiks mas putri kita...." Vina menangis tersedu-sedu melihat putrinya yang terus menangis semenjak tadi, Raihan dan Vina turun kembali dari mobilnya yang akan mengantarkan mereka ke bandara menuju Amerika.


"hiks Mommy..." neina menubruk tubuh sang mommy dengan deraian air mata.


"jangan tinggalkan neina Mommy...Ney janji akan jadi Putri mommy yang patuh ...Ney janji gak akan membatah lagi...Ney janji akan mandiri gak akan nyusahin Mommy lagi..." neina memeluk erat tubuh Vina.


"hiks maafkan mommy Sayang... mommy janji akan secepatnya kembali...Ney jangan bersedih tinggal lah dengan keluarga baru Ney dengan bahagia...dan ingat jangan sekali-kali membantah perkataan mertua Ney apalagi suami Ney patuh lah pada mereka sepatuh Ney pada mommy Daddy dan kak zales..."


"hiks gak neina gak mau tinggal disini tanpa ada mommy... jangan tinggalkan neina Mommy... jangan tinggalkan neina..." neina semakin memeluk erat tubuh sang mommy, Raihan mencoba melepaskan pelukan putrinya dari tubuh istrinya.


"sayang jangan seperti ini jangan buat kami semakin sulit meninggalkan mu disini...Daddy janji akan secepatnya pulang..." Raihan mengelus rambut neina .


"nggak... Daddy pasti bohong Ney udah denger percakapan Daddy dengan opa


..hiks kalian akan lama disana.... tolong bawa Neina dad...bawa Neina..." neina menangkupkan kedua tangannya Raihan memeluk tubuh sang Putri dengan cairan bening yang akhirnya turun juga, ini pertama kalinya mereka harus hidup terpisah ini sungguh berat bagi Raihan dia sangat menyayangi neina apalagi neina merupakan putri satu-satunya dalam keluarga mereka, kegagalan dalam menjaga Tara membuat Raihan semakin mengetatkan penjagaan nya pada neina makannya dari itu dia tidak mau membawa neina dalam kebahayaan di Amerika, dengan berat hati Raihan melepaskan pelukannya dari putrinya neina sudah dipegangi Safira namun dia terus meronta-ronta melihat kedua orang tuanya kembali berjalan dengan sekuat tenaga neina melepaskan pegangan Vina dan berlari ke arah zales .


"kakak jangan tinggalkan neina... Kakak jangan tinggalkan neina hiks neina janji disana neina akan menjaga diri neina baik-baik jangan tinggalkan neina...neina tidak punya siapa-siapa lagi jika kalian meninggalkan neina...neina mohon kak bawa Neina bujuk Daddy dan Mommy..." suara neina sudah mulai serak terdengar sangat menyayat hati .


"maafkan kakak...ini yang terbaik untuk mu sayang...Rey tolong jaga adik ku baik-baik... jangan sekali-kali kau membuat dia menangis..."


"tidak kak jangan lepasin pelukan neina...bawa Neina kakak... "


"tidakkkkkkkkkkk jangan tinggalkan neinaaa..." neina berteriak sejadi-jadinya melihat zales dan kedua orangtuanya sudah masuk kedalam mobil, neina menyikut kuat Reynaldo namun bukannya terlepas Reynaldo semakin kuat menahan tubuh neina yang terus memberontak dan memukul-mukul dada bidangnya.


"lepas... lepaskan.... biarkan ney mengejar mommy...lepas....mommyyyyyy tidak mommyyyyyy jangan tinggalkan neinaaa mommyyyyyy daddyyyy kakakkkkkk jangan tinggalkan neinaaaaaaa...." tubuh neina terkulai lemas menatap mobil yang membawa pergi kedua orang tuanya meninggalkan dirinya sendirian di tengah keluarga barunya.


"mommy Daddy kak zales..." lirih neina menatap sendu mobil yang membawa kedua orang tuanya serta zales dengan air mata terus mengalir melewati pipi mulusnya.


"jangan bersedih lagi ku mohon..." Reynaldo membawa neina kedalam dekapannya mengelus lembut punggung istri kecilnya.


"hiks Ney mau ikut mereka....mommy jangan tinggalkan neina..."


"kumohon berhenti menangis..."lagi-lagi hanya kata-kata itu yang bisa keluar dari mulut Reynaldo sakit ya tentu saja hatinya sakit sekali melihat keadaan neina yang kacau seperti sekarang,walau bagaimanapun neina pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupnya apalagi sekarang rasa itu mulai datang lagi membuat Reynaldo tidak tega melihat neina dalam keadaan sekacau ini.


"sayang...mari kita pulang..." Safira berjongkok dan mengelus rambut neina yang masih dalam dekapan Reynaldo.


"gak mau...neina mau ikut mommy..."


"sekarang mama juga mommy mu sayang..." Safira mengambil alih neina dipeluk nya neina dengan berlinang air mata sakit sungguh sakit melihat menantu kesayangannya menangis tersedu-sedu seperti ini,hati fira bagaikan di sayat-sayat sungguh sakit sekali melihat gadis kecil yang dia Sayangi seperti putrinya sendiri dalam keadaan sekacau ini.


.


.


.


bersambung ;)

__ADS_1


.


Selamat menunaikan ibadah shalat isya bagi yang melaksanakan 🤗 selamat malam 😚.


__ADS_2