Si Cupu Itu Milikku

Si Cupu Itu Milikku
Bab 14 Mobil baru


__ADS_3

happy reading 😚


di meja makan


"kemana lagi Ney mom...kok lama banget zales udah laper banget..."


"adik mu perempuan zales jadi sudah sewajarnya jika dia lama...." bela Vina.


tak tak tak


"pagi mom, dad and brother..."


"pagi ney..." kompak mereka, dikarenakan neina sudah datang satu-persatu mulai mengambil sarapan masing-masing kecuali Raihan yang diambilkan Vina.


"Ney setelah selesai belajar hari ini kamu langsung pulang jangan kelayapan dulu...nanti jadwal mu untuk fitting baju pengantin ..."


"ck...Daddy memang tidak bisa jika satu detik aja biarkan gue hidup tenang..nikah terus yang dipikirkan... kebelet banget kayanya mau punya cucu...kak Tira aja ada kenapa harus gue yang duluan nikah mana masih sekolah pula... seharusnya kak Tira yang menikah... kan dia yang udah cocok nikah umurnya aja udah matang dan yang pasti dia udah kerja...lah ini calon suami gue masih sekolah..gimana cara ngehidupi gue nantinya.. masa minta sama om raican ck gak bermodal banget.."


"Ney...apa kamu dengar Daddy bicara apa..." tegur Raihan yang masih belum mendapatkan jawaban dari neina ,sementara neina yang males hanya mengangguk saja.


"mmm apa barang-barang kita sudah di peking Vin..."


"udah mas semuanya sudah beres tinggal berangkat saja..."


"apa Daddy dan mommy akan langsung berangkat setelah acara pernikahan neina selesai..." mata neina mulai berkaca-kaca menatap satu persatu kedua orang tuanya.


"maafkan kami sayang..." ucap Vina lirih sementara Raihan hanya menghela nafas panjang.


"setelah semuanya beres Kita akan berkumpul kembali Ney..." ucap Raihan


"tidak akan... setelah kalian pulang nanti Ney sudah tidak lagi tinggal disini ..." suara neina mulai bergetar menahan sesak di dada.


"sudahlah lanjutkan sarapannya jangan ada yang bicara lagi.. " tegas Raihan yang tidak mau mendengarkan percakapan lagi .


"Daddy egois... Daddy hanya memikirkan keinginannya saja tanpa mikirin perasaan gue..."


"gimana nanti kedepannya setelah gue nikah...apa masa muda gue akan terenggut...apa kehidupan gue akan lebih sulit dari sekarang..." batin neina mulai berkecamuk.


Tiga puluh menit kemudian satu-persatu mulai meninggalkan meja makan untuk kembali ke aktivitas masing-masing termasuk neina juga yang sudah menenteng tas nya.


"mom Ney berangkat..." pamit nya pada sang mommy karena hanya Vina yang tersisa, Raihan da zales sudah berangkat 10 menit yang lalu.


"hati-hati Ney...dan ingat pesan Daddy yang tadi... setelah selesai belajar langsung pulang..."


"neina tau... sudah ah mommy dan daddy bikin mood ney buruk Saja..."


"jaga ucapan mu Ney..."

__ADS_1


"sudah Ney berangkat... kalian memang tidak ada yang mengerti ..." neina menghentak-hentakkan kakinya dengan kuat sekali,Vina hanya bisa menghela nafas saja bukannya dia tidak mengerti dengan kekesalan neina namun apa boleh buat dia tidak tau harus bagaimaa.


"arghhhhhhh kesal gue... pagi-pagi Orang tua gue udah pada bahas masalah pernikahan, Mertua lah, fitting baju pengantin lah.... emang gak ada gitu pembahasan yang lebih menarik dari pada itu...kesel gue... arghhhh benar-benar menyebalkan..."


"kalo nanti setelah gue nikah hidup gue tambah mumet gue hukum Daddy... menyebalkan sekali..."


"non.. nona neina mau kemana..." tanya pak sopir mengehentikan langkah neina yang menggerutu tidak jelas.


"ya mau sekolah lah .. emang kemana lagi..." cetus neina menghentikan langkahnya.


"eh...tapi nona neina berangkat ke sekolah nya mau pakai apa ... masa jalan kaki... "


"astaga...gue sampai lupa.. arghhhh mobil baru gue..." teriak neina dengan mata berbinar melihat kunci mobil yang diberikan sopir pribadinya.


"makasih pak...." secepat kilat Neina menyambar kunci mobil nya dengan terus berlari menuju mobil barunya.


"dasar kelakuan anak zaman sekarang..." geleng-geleng pak sopir.


"ya ampun mobil gue...oh my God ini cantik banget... benar-benar mujarab nih mobil bikin mood pagi gue balik lagi..."


"dari pada banyak bac*t...lebih baik kita berangkat saja...ayo mobil baru kita ke sekolah... let's go to pick up happiness today... have a nice day today as happy as getting you..."


jika neina sudah siap berangkat lain halnya dengan Reynaldo yang masih berdebat dengan raican.


"Rey kan udah bilang pa...hari ini Rey gak bisa ikut fitting..."


"hari ini rey ada acara setelah pulang sekolah..."


"acara dengan geng mu itu...papa sudah katakan dari kemarin... tinggalkan kebiasaan buruk mu itu Rey...kamu sebentar lagi akan menjadi kepala rumah tangga...kamu sudah harus terjun ke perusahaan untuk menafkahi istri mu kelak..."


"Rey belum siap..."


"siap tidak siap kamu harus mau ...mau di beri nafkah apa istri mu kelak kalo kamu masih malas-malasan begini..."


"Rey masih bisa nafkahi istri Rey dengan cara Rey sendiri..."


"nafkahi dari hasil balapan maksud mu..." geram raican.


"terserah papa mau bilang apa... yang pasti hari ini Rey gak bisa ikut fitting.." Reynaldo melangkahkan kakinya dengan raut datar.


"Reynaldo...papa belum selesai bicara..." marah raican yang tidak hiraukan Reynaldo.


"sudah pah... jangan marah-marah Terus Ingat kesehatan pah.."


"lihatlah putra mu ma... karena terlalu mama manjakan dia jadi seperti ini... tidak di sekolah tidak di rumah Selalu berbuat onar..."


" sudah pah.."

__ADS_1


"sudah bagaimana ma...kalo Rey tidak ikut fitting kita mau bicara apa pada keluarga Raihan..."


"papa tenang saja itu biarkan mama yang urus...lagi pula tadi pagi sekali Vina sudah bilang jika acara fitting nya hanya diikuti Vina ney dan Rey beserta mama...jadi papa tenang saja kalo hanya untuk bicara mencari alasan pada Vina saja...mama bisa atasi yang penting nanti tidak ada mas Raihan..."


"huft... Yasudah mama urus sebagaimana baiknya saja..."


"iya pah..."


.


.


.


"hufttt... sungguh menyenangkan sekali mengendarai mobil baru hahahaha..." neina turun dari mobilnya sambil bersiul senang .


"lihatlah bangunan megah ini...dulu lho berikan luka besar untuk gue ...tapi gue pastikan kedepannya hanya akan ada kebahagiaan yang menghampiri gue..."


"lihat tuh del... ada si cupu...ciuh pake mobil baru..." cibir Karin.


"lah paling juga mobil bekas..." iri aradella menatap mobil neina yang sungguh luar biasa bagus nya buat hati iri saja.


"sudahlah ayo kita ke kelas saja...gak perlu hiraukan dia..." ajak Rina.


"ciuh ... lihat lah teman lho ini Rin... semenjak dia tau Bokap nya kerja di perusahaan bokap nya tuh cupu...jadi pengecut malu-maluin aja..." sinis aradella menatap tidak suka pada Rina yang menurutnya tidak selevel dengan dirinya , kerap kali dia mengasingkan Rina tapi Rina dengan tidak tau malunya terus mengikuti aradella walaupun sudah tidak terlalu di tanggapi oleh mereka berdua (aradella dan Karin )tapi Rina terus saja menguntit.


"teman lho Kali Del... teman gue mana ada yang meralat kek gitu... sampai bokap nya kerja di kantor orang lain..." cetus Karin, Rina yang dihina seperti itu hanya berusaha menulikan pendengarannya dengan tangan yang terkepal kuat.


" lihat saja kalian hati ini boleh saja hina gue... tapi cepat atau lambat gue bakal bales perbuatan kalian..."


"seandainya gue udah gak butuh traktiran dari kalian udah lama gue jauhi kalian... mentang-mentang anak konglomerat sombong banget..." kesal Rina yang diperlukan seperti itu, jika saja dia sudah tidak membutuhkan uang mereka berdua Rina ingin sekali menjauh dari mereka, tapi sayang seribu sayang Rina masih membutuhkan uang mereka, karena walaupun dihina mereka masih mentraktirnya walaupun harus sedikit menuruti keinginan mereka berdua yang kerap menghina nya, tapi untungnya perlakuan mereka tidak terlalu jahat, jika sedang dihadapan teman-teman yang lain mereka tidak pernah menghina nya entah kenapa, yang jelas aradella dan Karin akan bersikap selayaknya sahabat yang Saling menyayangi satu sama lain.


"gue gak nyangka banget punya teman kere kaya dia...gue pikir dulu dia selalu minta traktiran karena dia gak punya uang cash atau mungkin karena belum mendapatkan uang saku dari bokap nya... tapi ternyata karena dia nya aja yang kere...gaya sosoan konglomerat padahal melarat... dan aneh nya juga gue dari dulu gak sadar dengan sikap anehnya itu..." kesal aradella menatap hina pada Rina sementara yang ditatap pura-pura tidak tau saja.


"Del lihat tuh mobil si cupu...kalo di lihat-lihat bagus juga tuh...masa mobil kita ada di bawahnya... ini gak bisa dibiarkan kita bulan depan harus minta mobil sama bokap kita...mobil yang lebih mewah dan mahal dari pada mobil si cupu..." ucap Karin yang masih menatap intens mobil neina, neina yang menyadari tatapan kedua cecurut itu hanya tersenyum mengejek.


" kenapa dilihat terus....kaya belum pernah lihat mobil mahal saja... hufttt kasihan..." ledek neina saat berpapasan dengan mereka, tangan aradella dan Karin terkepal dan jangan lupakan matanya yang sudah melotot tajam pada neina, sementara Rina hanya diam saja tidak menunjukkan reaksi apa-apa, ia tidak mau membuat masalah dengan neina dia takut jika ulahnya nanti bisa menghambat pekerjaan ayahnya.


.


.


.


bersambung ;)


Terimakasih yang masih setia dengan novel author 🤗😚 selamat siang menuju sore love you all readers 😚😚😚.

__ADS_1


__ADS_2