
"Aku tidak akan memaafkanmu!" Perlahan, kulit Yohan berubah menjadi pucat. Sepasang tanduk hitam keluar dari kepalanya.
"Kelelawar! Kamu …"
"Sejak kapan kelelawar berevolusi menjadi Iblis?"
Para anggota lama komunitas gaduh dengan perubahan Yohan. Mereka semua tidak menyangka bahwa Yohan telah berhasil berevolusi menjadi Iblis. Yang mengetahui semua ini hanyalah Nightmare.
"Iblis?" Mendengar ucapan orang-orang, Rian menatap Yohan dengan serius.
'Apakah manusia juga bisa berubah menjadi Iblis? Atau Yohan telah dirasuki setan yang sudah berevolusi? Tapi kalau ia telah dirasuki setan, kenapa ia masih tetap sama?' Rian mengingat kembali lawan-lawannya yang telah dirasuki setan. Dan semuanya tidak ada yang waras.
Mendadak, perubahan Yohan terhenti dan kembali menjadi manusia. "Apa yang terjadi!?" Tampak ekspresi terkejut di wajah Yohan.
"Aku sudah menduga bahwa serigala akan memberitahumu tentang daging ini. Lalu kemudian kamu pasti akan mengamuk begitu tahu bahwa daging yang selama ini kamu makan adalah daging manusia. Maka dari itu, aku sudah mempersiapkan pencegahan." ucap plague doctor sambil menunjuk ke atas.
Rian dan Yohan langsung melihat ke atas. Pada langit-langit ruangan, terdapat gambar lingkaran dengan lambang bintang David di dalamnya, berserta tulisan-tulisan yang tampak seperti mantra. Gambar ini berwarna merah, seperti dibuat menggunakan darah.
"Lingkaran sihir?"
"Itu benar, Rian Morfran …"
Rian terkejut mendengar ucapan plague doctor. "Bagaimana kamu tahu namaku!?"
Seakan tidak menghiraukan pertanyaan Rian, plague doctor memberikan penjelasan mengenai efek lingkaran sihir. "Dengan lingkaran sihir ini, aku bisa membuat Iblis tidak bisa menggunakan kekuatannya. Dan itu termasuk kamu, Rian!"
"Apa!?" Rian kemudian mencoba berubah menjadi Setengah Werewolf, namun ia sama sekali tidak bisa berubah.
"Hahahahaha …" Perlahan, semua anggota komunitas terkecuali leopard dan rubah, mengeluarkan tentakel dari punggung mereka.
"Rian, maafkan aku, telah melibatkanmu dalam hal seperti ini." Yohan merasa bersalah karena telah mengajak Rian ke tempat berbahaya seperti ini.
"Aku nggak menyalahkanmu kok kak. Apalagi, sepertinya mereka sengaja memancingku kemari. Jadi, seharusnya aku lah yang meminta maaf pada kakak karena telah membuat kakak terlibat dalam masalahku."
"Lagi pula, kemampuan khususku nggak cuma ini!" Rian kemudian tersenyum menyeringai. "Winny, aku memanggilmu!"
Sosok gadis kecil berbaju merah muncul di samping Rian. "Kakak memanggilku?"
Rian tersenyum ke arah Winny. "Kakak punya banyak makanan untukmu."
Winny melihat sekelilingnya. Saat ia melihat ke arah pria bertopeng rubah, mata Winny terlihat sangat menakutkan. "Hihihihihihi … mereka semua terlihat lezat."
"Ini tidak mungkin! Dalam data yang aku himpun, tidak ada yang mengatakan bahwa kamu memiliki kemampuan Spiritualism!" ucap plague doctor. Kemudian, 4 tentakel yang ada di belakangnya melilit tubuhnya dan berubah menjadi semacam baju zirah.
__ADS_1
Tiba-tiba udara di dalam ruangan menjadi dingin. Perlahan, seisi ruangan mulai membeku. Di belakang Winny, mulai bermunculan ratusan tombak yang terbuat dari es.
Swoosh Swoosh Swoosh
Bagaikan senapan mesin, tombak-tombak itu meluncur dengan cepat dan menerjang apapun yang ada di depannya.
"Arghhh!"
Seketika itu, semua orang di depan Winny tewas terkecuali pria bertopeng plague doctor, pria bertopeng Frankenstein, dan pria bertopeng rubah. Pria bertopeng rubah memang sengaja tidak ia bunuh. Winny sengaja menjadikannya sebagai yang terakhir. Sementara pria bertopeng plague doctor, berhasil melindungi diri menggunakan baju zirahnya.
Untuk pria bertopeng Frankenstein, ia memiliki 9 tentakel merah. Tentakel tersebut mengeluarkan uap panas yang dapat melelehkan tombak es Winny.
Dari ke 14 mayat yang tergeletak, mulai muncul asap hitam dan putih dari mulut mereka. Dengan cepat, Winny langsung menghisap asap tersebut.
Mendadak, aura merah pekat bagaikan darah mulai menyeruak keluar dari tubuh Winny.
Ding
[Selamat, Roh Jahat Tingkat Bawah : Gadis Kecil Psikopat, Winny telah berevolusi menjadi Roh Jahat Tingkat Menengah]
[Roh Jahat Tingkat Menengah : Gadis Kecil Psikopat, Winny mendapat upgrade kemampuan. Kemampuan Pengendalian Es, berubah menjadi Kemampuan Pengendalian Suhu]
[Makhluk kontrak berhasil berevolusi, Host mendapat 5000 poin]
Mendengar suara notifikasi dari sistem, Rian akhirnya sadar bahwa Winny telah berevolusi.
"Terima kasih Winny … sekarang, serahkan semua ini padaku" Berkat efek kekuatan Winny, lingkaran sihir yang ada pada plafon membeku. Akibatnya, kini Rian dan Yohan dapat menggunakan kekuatannya lagi.
"Oke kakak." senyum Winny. "Oh ya, bolehkah aku membawa pria ini kembali bersamaku?"
"Tentu saja."
"Terima kasih, hihihihi …"
Mendengar percakapan ini, pria dengan topeng rubah itu menjadi sangat ketakutan. "Hiiiii …" Dalam sekejap, Winny dan pria bertopeng rubah itu menghilang.
"Nah, sekarang hanya tinggal kita berempat."
......................
“Apa yang terjadi?”
“Kenapa ada banyak pasukan bersenjata di sini?”
__ADS_1
“Apakah ada ******* di sini?”
Para penghuni Gedung A Apartemen Keluarga Sejahtera panik melihat sekelompok orang berseragam lengkap masuk dengan membawa senapan. Pada seragam mereka terdapat lencana dengan gambar tengkorak bertuliskan ‘Departemen Penanggulangan Bencana Supranatural‘.
“Regu 4, aku peringatkan sekali lagi, tolong jangan kacaukan operasi gabungan ini!” ucap pria tampan berambut cepak dengan tahi lalat di dahinya.
“Bram, aku tanya padamu, pernahkah kita mengacaukan operasi gabungan?” tanya Fyren dengan nada malas.
Bram kembali mengingat-ingat semua operasi gabungan yang pernah ia jalani. ‘Benar juga, aku tidak pernah melihat Regu 4 mengacau selama operasi gabungan.’
Melihat ekspresi Bram, Fyren tersenyum. “Tidak pernah kan?” Bram mengangguk atas ucapan Fyren.
Dari belakang Fyren, Jaka bercelatuk. “Letnan, bukankah Regu kita belum pernah ikut dalam operasi gabungan? Bahkan, kali ini saja Kapten Leo memasang wajah yang tidak enak saat memasukkan regu kita dalam operasi ini.”
Kratak
Gagang senapan milik Bram retak begitu mendengar ucapan Jaka. “Brengsek! Kamu membohongiku!” Dengan emosi, Bram langsung mencekik Fyren.
“Hentikan!”
“Lerai mereka berdua!”
Anggota pasukan lain pun langsung melerai Bram dan Fyren.
“Lepaskan aku! LEPASKAN AKU!” teriak Bram sambil terus meronta-ronta.
Melihat Bram seperti itu, Fyren masih saja memasang ekspresi malas. “Aku tidak salah kan? Regu kami belum pernah membuat masalah saat operasi gabungan, karena kami memang tidak pernah ikut.”
Dari alat komunikasi mereka, mendadak terdengar suara dari Kapten Leo. “Cukup!”
“Bram, Fyren! Jika kalian masih saja bertengkar, akan ku coret nama kalian berdua dari operasi ini!” ancam Leo. Ia kini sedang duduk mengamati pergerakan Regu 1 sampai 4 melalui kamera yang yang telah dipasang pada masing-masing bahu mereka. Leo tampak sedang berusaha bersabar menghadapi keantikan Fyren.
“Kalau saja kamu bukan teman 1 regu ku dulu, pasti kamu sudah lama aku pecat, Fryren ..” gumam Leo. “Seandainya kejadian itu tidak menimpa regu kami, mungkin saat ini Fyren tidak akan bersikap seperti ini …”
Setelah ancaman Kapten Leo itu, akhirnya Bram jadi sedikit tenang.
Tiba-tiba, terdengar suara ledakan keras dari arah Lantai 13.
BOOM
“Apa yang terjadi?”
Tanpa ada keraguan, pasukan Departemen Penanggulangan Bencana Supranatural langsung bergegas melanjutkan perjalanan mereka ke lantai 13.
__ADS_1