Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Petualangan Tak Terduga Risky (II)


__ADS_3

“Elly, kamu terlalu dekat …” Risky tak berdaya menghadapi Elly yang terus memeluk lengannya sejak tadi.


“Apa kamu tidak menyukaiku?” tanya Elly dengan mata yang berkaca-kaca.


Risky sangat menyayangi adiknya. Jadi ketika ia melihat mata Elly berkaca - kaca, ia jadi mengingat bagaimana Tika juga melakukan hal yang sama seperti Elly. Ia tidak bisa menjawab tidak jika adiknya memintanya seperti itu. Dan itu juga berlaku pada Elly. "Te - Tentu saja aku suka…"


"Ehehehe …" Elly senang mendengar jawaban Risky. Elly bertingkah seperti semenjak Risky menggendongnya dengan gaya putri 4 hari yang lalu.


Sekarang Risky sedang makan malam di rumah Elly bersama dengan kedua orang tua Elly, Edward dan Bella.


"Kalian benar-benar tampak serasi, benar kan Pa?" puji Bella, seorang wanita cantik dengan rambut panjangnya. Ia tampak senang putrinya berhasil menemukan tambatan hatinya. Dikarenakan tinggi badan Elly, ia kesulitan dalam mencari pasangan.


"Iya Ma, Papa jadi ingat ketika kita masih muda, hahahaha …" jawab Edward, seorang pria berkebangsaan asing. Ia pun ikut senang dengan hal ini. Baginya, tidak peduli siapa yang akan jadi menantunya. Yang penting Elly bahagia. Masalah uang? Ia sudah sangat kaya. Yang ia butuhkan sekarang adalah secepatnya menimang seorang cucu.


"Omong-omong, bagaimana dengan progres balas dendam mu? Elly sudah bercerita tentang apa yang terjadi padamu. Apa kamu sungguh ingin melanjutkan balas dendam mu? Om bisa saja membantu mu menyelesaikan semua ini dan membersihkan namamu."


"Terima Kasih om. Namun tanganku sudah terlanjur berlumuran darah, aku sudah nggak bisa berhenti lagi! Lagi pula targetku kini tinggal 3 orang lagi. Dan malam ini aku  juga akan melanjutkan perburuannya."


"Om sudah memeriksa siapa yang mendalangi proses penangkapan cacat hukum mu itu. Sesuai dugaanmu, orang tua Fariz lah yang meminta IrJen Ferdi Aldo untuk segera menangkapmu. Lalu AKBP Roy Randa, kaki tangan Ferdi, memerintahkan anak buahnya untuk menangkapmu walau bukti belum lengkap. Tapi apa yang menyebabkan orang tua Fariz begitu yakin bahwa kamu pembunuhnya? Ini sangat aneh sekali …"


"Ini pasti perbuatan Yohan! Ia memiliki gambar aneh yang dapat menghipnotis orang yang melihatnya!" Risky sangat kesal atas hal itu. Jika ia tidak melihat gambar pada layar ponsel Yohan, mungkin sekarang ia dapat menjalani masa - masa sekolah yang indah.


'Apakah anak bernama Yohan ada hubungannya dengan orang itu? Setahuku hanya orang itu yang mengetahui cara membuat Memetic Agent. Jika orang itu ada di balik Yohan, maka ini akan sangat berbahaya!' Edward mulai menimbang resiko melawan Yohan. "Apakah kamu menyisihkan Yohan sebagai yang terakhir?"


"Iya Om. Karena main dish selalu kumakan terakhir, hehehe …" Risky kini bertukar tempat dengan Setan Risky. Cara Risky berbicara akan berubah ketika ia bertukar tempat.


"Oh ya, Om baru dapat kabar AKBP Roy sedang berulah. Ia menangkap seorang TeckTocker yang mengungkap kasus pelecehan di sekolahmu. Dan anehnya yang melecehkan malah dibebaskan, walau sekarang pelaku pelecehan masih tidak sadarkan diri. Sepertinya sang pelaku adalah anak salah satu keluarga konglomerat, keluarga Sugiharto. Mereka juga berhubungan dekat dengan Keluarga Liansu, yang merupakan keluarga Fariz."


"Hoo~ … Sejak jaman dahulu, hal seperti ini terus terjadi. Sifat rakus manusia tidak akan pernah berubah. Bisakah aku meminta informasi mengenai Keluarga Sugiharto dan Liansu?”


Edward mengernyitkan dahinya. “Informasi apa yang kamu inginkan? Apa tujuan mu membutuhkan informasi ini?”


“Aku hanya ingin sedikit bermain-main, hehehe …”


......................


“Apa kamu serius?”


“Tentu saja! Jika kita membunuh kedua keluarga itu, kita bisa jadi kuat lebih cepat! Ingatlah, jiwa yang penuh kerakusan dan jahat, memiliki efek yang kuat bagi perkembangan kita. Terlebih lagi, rasa mereka sangatlah lezat, hehehe …” ucap Setan Risky sambil membayangkan kelezatannya.


“Risky, sekarang semuanya ku serahkan padamu. Aku tidak bisa melanggar kontrak, jadi kaulah yang harus membunuh mereka! Lagi pula kamu sudah berhasil membiasakan diri dengan pembunuhan bukan!?” Seketika itu, kesadaran Risky kembali mengambil alih tubuhnya.


"Bagaimana aku nggak biasa membunuh, kamu selalu mencari masalah dengan preman hingga para preman mengejar kita! Dan kemudian kamu langsung bertukar kesadaran denganku saat kita menemui jalan buntu! kalau aku nggak membunuh mereka, merekalah yang membunuhku!" protes Risky pada Setan Risky. Kini ia telah membunuh lebih dari 50 orang dalam rentang waktu 4 hari. Dan semuanya adalah preman, bandar judi, dan bandar narkoba. Dan semua mayat dikuburkan secara masal. Sehingga masyarakat tidak tahu telah terjadi pembantaian dalam 4 hari terakhir. Jadi, sekarang Risky sudah cukup kuat setelah memakan banyak jiwa.


Risky sekarang sedang bersembunyi di semak-semak halaman rumah Keluarga Liansu. Namun, ia tidak melihat satu pun penjaga berpatroli. "Ini aneh … ini terlalu sunyi!"


Dengan mudah, Risky masuk ke dalam rumah Keluarga Liansu. Begitu masuk, Risky mencium bau yang sangat familiar. "Ini …bau darah! Dan sangat menyengat …apa yang sebenarnya terjadi?"


Perlahan, Risky berkeliling bangunan yang memiliki 2 lantai tersebut. Ia menemukan banyak mayat bergelimpangan.

__ADS_1


Kamar demi kamar ia periksa, namun ia tidak menemukan orang yang masih hidup. Saat Risky membuka pintu sebuah ruangan di lantai 2, terdengar suara seorang pria. "Yo~ …kenapa lama sekali? Aku sudah menunggumu dari tadi."


"Yo-Yohan!?"


"Kenapa kau tampak terkejut seperti itu? Bukankah kau sangat ingin balas dendam padaku? Seharusnya kamu senang bisa bertemu denganku di sini …" ucap Yohan yang duduk di kursi kerja milik pemilik rumah. Ia terlihat senang bisa menemui Risky.


"Kenapa kamu di sini?"


"Aku cuma ingin menghukum keluarga Liansu. Mereka sudah banyak melakukan kejahatan dan menyengsarakan warga Surabaya."


"Bukankah kamu bekerja sama dengan mereka untuk memenjarakanku?"


Yohan menjawab pertanyaannya dengan santai. "Tidak, aku tidak akan melakukan hal jahat seperti itu."


"Apa maksudmu? Bukankah kamu yang menginstigasi mereka untuk segera menangkapku?"


"Kau salah. Itu perbuatan Ferdi. Orang tua Fariz mendesak untuk mencari pelaku pembunuhan anaknya. Kesal dengan desakan itu, Ferdi langsung membuatmu menjadi kambing hitam. Memang aku yang menghipnotismu untuk memegang pisau yang digunakan untuk membunuh Fariz dan Vera. Tapi tidak secepat itu juga mereka menyimpulkan bahwa kau pelakunya. Yah, walau aku sudah memprediksi hal ini sejak awal sih …"


"Prediksi?"


"Ini adalah kemampuan khusus milikku, aku menyebutnya Life Simulation. Di mana aku bisa melakukan simulasi atas segala keputusan yang aku ambil dan melihat jauh ke depan. Maka dari itu, aku tahu kau akan ke sini untuk makan." Yohan masih duduk dengan santai di kursi. Ia terlihat memainkan pulpen yang ada di meja sambil memberi penjelasan pada Risky.


Risky sangat terkejut mendengar kemampuan seperti itu. “Kemampuan khusus macam apa itu!? Bukankah itu cheat? Bahkan kamu bisa melihat soal ujian dengan mudah menggunakan kekuatanmu! Berapa banyak umur yang kau buang untuk mengaktifkan kemampuan cheat macam itu!?”


“Rahasia ... hahahahaha … ayo kita mulai pertarungan kita!” Yohan berdiri dari tempat duduknya. Kemudian ia berjalan dengan santai ke depan Risky.


“Adikku, Yuri, kau mengenalnya kan?”


“Tentu saja. Adikmu seumuran dengan Adikku. Dan mereka juga akrab. Bagaimana kabarnya sekarang?” Risky mengingat bagaimana Yohan memperkenalkan adiknya kepada anggota tim basket, Lalu Setelah itu, Risky mengenalkan Adiknya, Tika, kepada Yohan dan Yuri. Semenjak itulah mereka berdua akrab.


“Yuri telah meninggal 2 bulan yang lalu. Ia bunuh diri dengan menenggak racun serangga.” Yohan terlihat sangat terpukul ketika mengatakannya.


“Apa!? Bagaimana mungkin? Bukankah Yuri anak yang periang? Apa ada yang merundungnya? Tunggu! Atau jangan-jangan Fariz …” Risky mulai menghubungkan semua benang merah yang ada. Ia pun sadar apa yang Fariz lakukan dengan sifatnya yang seperti itu.


“Seperti yang kau duga. Fariz memperkosanya! Orang tuaku mencoba melaporkannya ke polisi. Namun ketika mereka tahu siapa keluarga Fariz, mereka menutup kasus tersebut! Yuri sangat depresi sehingga ia melakukan tindak bunuh diri!” Nafas Yohan tampak tersengal - sengal saat menceritakannya. “Hanya karena keluarga Fariz kaya, ia bisa lolos dari jeratan hukum dengan mudah. Ini sungguh tidak adil! Dan sore ini, kejadian itu terulang lagi. Adik kelasku ditangkap hanya karena mengungkap kasus pelecehan yang dilakukan Pak Effendi! Dunia ini sudah gila! Maka dari itu, aku memutuskan untuk membunuh seluruh keluarga konglomerat yang melakukan tindak kejahatan! Dan itu dimulai dari keluarga Liansu ..”


“Yohan …” Risky sedikit bersimpati pada Yohan atas apa yang dialaminya.


“Maafkan aku Risky …aku telah menjadikanmu kambing hitam. Jalan ini kupilih karena inilah jalan yang terbaik dari semua jalan yang telah ku simulasikan. Aku tahu kamu sangat membenciku. Bahkan awalnya aku ingin menyerahkan diri padamu dan membiarkanmu membunuhku. Namun semua itu berubah sore ini. Dengan kejadian sore ini, aku sadar … masih banyak warga Surabaya yang menderita akibat petugas korup dan keluarga konglomerat! Maka dari itu, aku masih belum mau mati. Masih banyak oknum keluarga konglomerat, oknum pejabat, dan oknum berseragam lainnya yang menyengsarakan warga kota ini. Aku tidak akan mati sebelum membunuh mereka semua! Ayo maju!” teriak Yohan.


Setan Risky langsung mengambil alih tubuh Risky. Ia tampak serius kali ini. Karena keseriusan itu, tubuh Risky perlahan berubah. Mata kirinya berubah menjadi hitam kelam. Rambutnya pun beberapa menjadi putih. “Saatnya memenuhi kontrakku!” Dengan Telekinesisnya, Semua barang dalam ruang kerja tersebut melayang. Setan Risky mengarahkan barang - barang itu pada Yohan.


Swish Swish


Yohan melakukan aksi akrobatik untuk menghindari semua barang yang dilemparkan padanya. Semua aksinya terlihat sangat elegan dan indah. Ditambah ekspresi effortless-nya, hal itu membuat Setan Risky semakin kesal.


"Brengsek!" Setan Risky kemudian melayang dan menerjang Yohan dengan pukulannya.


Yohan menahan pukulan Risky dengan satu tangannya. "Hanya segitukah kekuatanmu? Sungguh mengecewakan!" Yohan langsung meremas bogem Risky hingga retak.

__ADS_1


Kratak


"Argh!" Setan Risky langsung terbang menjauhi Yohan. Tangan kanannya kini remuk dan tidak bisa digunakan untuk sementara. "Cih, rasakan ini!"


Drurururu Kratak Kratak


Seketika itu, rumah keluarga Liansu hancur. Puin -puing reruntuhan rumah tersebut tertarik dan berkumpul ke arah Yohan. Hal itu membuatnya terkubur hidu -hidup. Tapi anehnya, Yohan masih terlihat tenang ketika ia terkubur.


Bukan hanya puing - puing rumah saja, namun semua benda seperti kayu, batu, tanah, pohon dalam radius 50 meter juga tertarik ke tubuh Yohan. Lambat laun campuran puing - puing rumah dan benda lainnya itu membentuk sebuah bola berdiameter 30 meter dengan Yohan sebagai pusatnya. Bola tersebut melayang di udara.


"Haah haah haah … apakah Yohan sudah mati?" Setan Risky sangat lelah. Untuk mempertahankan bentuk bola tersebut, ia membutuhkan energi yang sangat besar. Tangan kirinya tampak dalam posisi menggenggam ke arah di mana bola menyerupai planet tersebut melayang sedari tadi.


Krak Krak


"Tidak mungkin!"


Krak Krak


Boom


Bola yang dibuat Setan Risky hancur berkeping - keping. Hal ini mengakibatkan Setan Risky muntah darah.


Perlahan, mulai terlihat sosok Yohan dari asap debu yang menipis pasca hancurnya bola. Namun sosok Yohan terlihat berbeda. Warna kulitnya lebih pucat. Warna rambutnya yang awalnya hitam, sekarang berubah menjadi perak. Muncul dua tanduk kecil berwarna hitam di kepalanya. Di belakangnya, terbentang sayap hitam menyerupai sayap kelelawar.


"Tidak mungkin, wujud ini … siapa kau sebenarnya!? Apakah kamu Yohan, atau Setan yang telah mengambil alih tubuhnya?"


"Aku Yohan yang asli … setelah berbagai simulasi, aku berhasil menemukan cara untuk melahap Setan yang menjalin kontrak denganku … alhasil, sekarang aku memiliki kekuatan Setan dan berhasil berevolusi setelah melahap semua Keluarga Liansu!"


"Kau melahap Setan yang melakukan kontrak denganmu? Ini gila, bagaimana mungkin!" Setan Risky terkejut dengan hal ini. Sejak jaman dahulu, belum pernah ada kejadian di mana manusia melahap Setan yang melakukan kontrak.


"Setelah melahapmu, aku akan segera menemui Master dan berterima kasih telah memberiku jalan seperti ini. Ayo segera akhiri ini …Teritori!" Setelah mengatakannya, dalam radius satu kilometer, muncul banyak pilar cahaya transparan dengan berbagai macam warna. Namun pilar cahaya ini tidak dapat dilihat orang biasa.


Setan Risky langsung berlutut dengan satu kaki setelah pilar cahaya bermunculan. Ia tampak lemah dari biasanya. "Ughh~ … tubuhku berat sekali!"


"Jadi inikah Teritori milikku. Teknik yang hanya bisa digunakan oleh Iblis! Aku merasakan kekuatanku bertambah 10 kali lipat. Sedangkan kekuatanmu, aku merasa itu berkurang 10 kali lipat. Jadi begitu cara kerja Teritori milikku, hahahaha … berbahagialah Risky, kau orang pertama yang merasakan Teritori milikku!" Perlahan, Yohan turun ke tanah dan berjalan ke arah Setan Risky.


"Risky, larilah … aku akan menghalanginya!"


"Apa maksudmu lari? Kita kan satu tubuh!"


"Aku akan keluar dari tubuhmu. Walau itu akan membuatku sedikit terluka karena keluar sebelum kontrak berakhir, namun setidaknya, kau bisa terus hidup." Setelah itu, keluar asap hitam dari mulut Risky. Asap tersebut melempar Risky sejauh mungkin. "Teruslah hidup, partner … dan balaskan dendamku!"


Asap hitam itu kemudian menerjang Yohan. Melihat ini, Yohan tersenyum dan membuka mulutnya lebar-lebar. "Selamat makan!" Asap tersebut terhisap ke dalam mulut Yohan. "Blurp~ … Ahhh, rasanya benar-benar lezat. Aku sudah cukup banyak memakan jiwa malam ini. Sekarang tinggal jiwa Risky yang akan jadi hidangan penutup."


Dengan Teritori, ia mencari keberadaan Risky. "Huh? Di mana Risky? Kenapa aku tidak menemukannya!" Yohan pun melakukan simulasi untuk mengetahui keberadaan Risky.


"Uhuk … uhuk …" Yohan mendadak muntah darah saat melakukan simulasi.


"Jadi begitu ya, Edward Bathory … kau benar-benar kuat!  Bahkan aku mati dalam satu kali serangan! …Setidaknya aku mengetahui identitas orang yang menyembunyikan Risky. Aku bisa kapan saja menemuinya. Untuk sekarang, aku harus mengkonsolidasi kekuatan baruku ini. Setelah itu, aku akan mulai memburu para bedebah itu!"  Wujud Yohan kembali seperti sedia kala, layaknya seorang siswa SMA biasa.

__ADS_1


__ADS_2