Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Rencana Besar Nightmare


__ADS_3

Rian terus membayangkan teknik yang ia ciptakan. 'Sebuah tombak merah yang terbuat dari darah dan tulang Curruid, makhluk mitologi legenda Celtic. Memiliki ukiran kuno yang memancarkan kutukan. Siapa pun yang terkena bilah tombak ini, lukanya tidak akan bisa sembuh'


Tombak yang dibayangkan Rian mulai menunjukkan bentuknya. Ukiran-ukiran yang menyerupai tulisan kuno mulai muncul pada badan tombak. Aura berwarna merah pekat terpancar dari tombak berwarna merah darah tersebut.


'Cú Chulainn, pahlawan cahaya asal Irlandia, anak dari Dewa Cahaya, Lugh dan juga murid dari penjaga hutan kegelapan Scáthach. Ia menghunuskan tombak ini dalam berbagai peperangan. Setiap tusukannya, tombaknya selalu menembus jantung lawan. Tidak ada yang hidup setelah menerima serangan tombak ini. Dan nama tombak ini adalah …'


"TUSUK, CUNGKIL, TEMBUS! [GAE BOLG]"


Swoosh


Tombak tersebut meluncur seperti laser. Kecepatan tembak tombak tersebut bahkan melebihi 3 mach. Roh Jahat Effendi pun tidak dapat menghindarinya. Dengan cepat, tombak tersebut akhirnya menembus tubuh Roh Jahat Effendi.


"Brengsek kaaauuuuuuu …" teriakan Roh Jahat Effendi perlahan menghilang. Cahaya garis merah tampak terlihat menembus kegelapan malam. Bahkan dari jarak 10 kilometer pun, orang lain dapat melihat kilatan cahaya merah yang bergerak dari bawah ke atas langit.


Sekarang, tubuh Roh Jahat Effendi tak lagi terlihat. Ia menghilang begitu saja setelah terkena tombak merah itu. Bahkan, rumah Rian juga ikut menghilang.


Bruk


Rian jatuh terduduk di antara reruntuhan rumahnya. "Hah hah hah hah …" Tampak Rian sangat lelah setelah berhasil menggunakan [Gae Bolg]. Tubuh Rian seperti orang yang terpanggang. Banyak sekali asap yang muncul dari tubuhnya. Rian yang matanya masih belum tumbuh baru, tidak menyadari bahwa rumahnya telah hancur.


"Grrrr …" Rian mulai merasa sangat lapar saat ini. 'Gawat! Jika begini terus, aku bisa hilang kendali lagi dan memangsa orang tak bersalah!'


Tanpa ragu lagi, Rian mengambil potongan tangan manusia dari Kantong dimensi dan segera memakannya. Rian mendapat beberapa potongan tubuh manusia dari Jason. Awalnya Rian menolak, namun Jason terus memaksa. Akhirnya, Rian mau menerimanya. Rian tak menyangka bahwa ada hari di mana ia benar-benar memakan daging manusia secara sadar.


Tak sampai 5 menit, Rian berhasil menghabiskan seluruh potongan tangan tersebut. Bahkan tulangnya juga ia makan. Sekarang, tubuh Rian sudah sembuh total. Matanya juga sudah tumbuh kembali. Namun, bukan rasa senang yang muncul setelah ia membuka matanya, melainkan rasa terkejut yang luar biasa.


"Ru-rumahku!" Rian berlutut di tengah reruntuhan rumahnya. Ia seakan tak percaya dengan pemandangan yang ia lihat saat ini. "Cicilan belum lunas, tapi rumah telah ambruk …"


"Tunggu!" Rian menyadari sesuatu dan melihat sekelilingnya. "Jadi begitu … pintu merah yang aku miliki juga ikut hancur. Sekarang aku tahu cara menghancurkan pintu merah. Hanya saja, harga yang harus dibayar sangat mahal!"


"Meong!" Noir diam-diam datang dan menjilati tangan Rian.


"Noir, kamu selamat!" Rian langsung memeluk Noir. Kucing hitam itu pun menjilati wajah Rian. "Syukurlah …"


Beberapa saat kemudian, warga sekitar mulai berdatangan. Mereka semua penasaran dengan keributan yang terjadi di sini. Begitu mereka melihat kondisi rumah Rian, mereka begitu takjub dengan pemandangan ini. Dengan cepat, mereka semua mengeluarkan ponsel mereka dan merekam kondisi rumah Rian. Bahkan kondisi Rian yang memakai pakaian compang-camping seperti pengemis juga ikut terekam. Rian hanya bisa tersenyum canggung melihat dirinya jadi tontonan orang banyak.


Rian kemudian mengambil ponselnya yang ada di kantong celananya dan menghubungi seseorang.


Tuut Tuut Tuut

__ADS_1


"Halo, ada apa Rian?"


"Pak Arta, bolehkah aku menginap di rumah Bapak sementara waktu? Hehehehe" tanya Rian dengan agak malu.


Pak Arta yang ada di ujung telepon terkejut dengan ucapan Rian. "Huh?"


......................


"Cahaya apa itu?" Seorang pria dengan jas panjang dan topeng plague doctor melihat kilat merah dari atap gedung Rumah Sakit Universitas Avernus.


"Aku merasakan energi kutukan yang sangat kuat! Siapa yang bisa mengeluarkan energi sekuat itu!?"


Ding


[Makhluk buatan Host, Roh Jahat Tingkat Tinggi : Guru Olahraga Tanpa Kepala telah musnah]


"Apa!? Bagaimana mungkin!?" Nightmare benar-benar terkejut dengan hal ini. Apalagi ini kali pertama, makhluk yang ia ciptakan musnah. Terlebih lagi, makhluk ini adalah Roh Jahat Tingkat Tinggi. Roh Jahat yang selangkah lagi dapat berubah menjadi Iblis.


"Master, apakah ada yang mengganggu pikiran master?" Di samping Nightmare, muncul seorang pemuda dengan seragam SMA Avernus.


"Aku tidak apa-apa Yohan. Hanya saja, sepertinya aku harus mempercepat rencanaku."


Yohan sendiri tidak tahu apa yang Nightmare rencanakan. Ia mencoba mensimulasikannya, tapi Nightmare tidak pernah bisa disimulasikan. Dan juga, ia tidak pernah bisa mensimulasikan lebih dari bulan Agustus 2018.


Awalnya Yohan mengira itu adalah batasan dari kekuatannya. Namun lambat laun, ia mulai curiga dengan keadaan ini. Terlebih, setelah Nightmare ingin memajukan rencana yang ia buat, Yohan tidak bisa melakukan simulasi lebih dari bulan Juli 2018. Yohan menjadi mulai curiga dengan rencana Nightmare.


"Tentu saja itu benar. Jika rencana ini sukses, maka semua ketidakadilan akan musnah." ucap Nightmare dengan nada yang lembut.


"Yohan, apakah pertemuan bulan ini sudah dipersiapkan?"


"Sudah master …"


"Bagus." Kemudian, Nightmare turun dari atap gedung rumah sakit dan berjalan menuju kamar mayat yang terletak di basement Rumah Sakit Universitas Avernus. Kamar mayat ini adalah yang terbesar di Indonesia, dengan luas 100.000 meter persegi.


Perlahan, Nightmare berjalan pada lorong kamar mayat yang gelap. Ia pun masuk ke dalam salah satu ruangan yang berisi 3 mayat wanita dan 4 mayat pria. Ketujuh mayat tersebut terlihat masih baru. “Jadi, hari ini ada 7 mayat baru rupanya. Baiklah … bangkit!”


Ding


[Mendeduksi 70 poin milik Host untuk membuat 7 mayat hidup]

__ADS_1


[Total Poin sekarang 519.843]


Seketika itu, tubuh ketujuh mayat itu mengejang. Mata ketujuh mayat tersebut mendadak terbuka lebar. Tampak mata mereka benar-benar putih tanpa pupil. Pada tubuh mereka, muncul rambatan garis-garis menyerupai akar berwarna merah. Mereka pun bangun dari tidurnya dan berjalan sempoyongan menghadap Nightmare. Ketujuh Mayat Hidup itu pun berlutut di hadapan Nightmare.


Namun, di antara ketujuh Mayat hidup itu, ada satu yang berbeda. Mayat hidup tersebut memiliki tubuh yang ramping dan kaki yang menyerupai kaki belakang hewan Cheetah. Ia juga memiliki kuku-kuku yang tajam. Tubuh Mayat Hidup itu seakan mendapatkan baptis dan bermetamorfosis setelah dibangkitkan oleh Nightmare.


Ding


[Selamat, Host telah menciptakan 6 Mayat Hidup normal]


Ding


[Selamat, Host telah menciptakan 1 Mayat Hidup Spesial : Pelari. Host mendapat 1000 poin]


[Total Poin sekarang 520.843]


“Ini masih kurang … aku butuh lebih banyak mayat!”


......................


Plak Plak Plak Plak


Suara tepuk tangan menyeruak di dalam sebuah ruangan gelap yang mirip dengan ruang perkuliahan. Namun, yang terlihat di sana hanyalah siluet penonton saja, tidak tampak wujud dari orang-orang yang menonton. Di depan ruangan, terdapat dua layar besar. Satu layar menampilkan kondisi Rian pasca mengalahkan Effendi, sedangkan layar lainnya menampilkan Nightmare yang sedang terkejut atas musnahnya makhluk ciptaannya.


“Subjek Eksperimen 2 memang benar-benar menarik. Ia dapat mengeluarkan serangan sedahsyat itu. Rasgrid, apakah itu artinya Subjek Eksperimen 2 adalah anak dalam ramalan?” salah satu siluet bertanya pada seorang wanita yang memandu acara nobar ini.


“Kami sudah memastikan bahwa anak yang ada dalam ramalan adalah Erold Prasista, bukan Rian Morfran.” jawab seorang wanita yang memakai blazer hitam di depan ruangan.


“Jika bukan Subjek Eksperimen 2, lalu mengapa Subjek Eksperimen 2 bisa memiliki kekuatan itu? Bukankah hanya anak dalam ramalan yang dapat menggunakan kemampuan itu?”


“Sepertinya, kemampuan khusus yang dimiliki Subjek Eksperimen 2 adalah versi inferior dari kemampuan khusus yang asli. Kemampuan khusus yang asli tidak memerlukan media apa pun untuk mewujudkan imajinasinya.”


“Lalu bagaimana dengan Subjek Eksperimen 3, apakah kalian sudah menemukan Subjek yang cocok?”


“Kami sudah mengumpulkan data orang-orang yang menjadi calon Subjek Eksperimen 3. Akan kami tampilkan pada layar.” Layar yang tadinya menampilkan Rian, berganti menjadi tampilan 10 foto pria dan wanita yang menjadi calon Subjek Eksperimen 3. Para penonton pun sangat tertarik dengan profil-profil  yang ditunjukkan Rasgrid.


“Sepertinya kami akan mendapat tontonan yang menarik lagi, hahahahaha …”


“Hahahaha” tawa seluruh penonton di dalam ruangan.

__ADS_1


__ADS_2