Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Winny Alter


__ADS_3

"Malam itu, kami sengaja tidak mengunci kamar nomor 8 dan 9. Mereka berdua pun berhasil membunuh suster tersebut dan mengubahnya menjadi roh jahat."


"Setelah itu, kami mulai bereksperimen dan mengalami banyak kegagalan. Entah sudah berapa orang yang telah kami bunuh untuk mendapatkan roh jahat, hingga akhirnya kami berhasil menciptakan chimera, dengan menggabungkan secara paksa kepala setan dan roh jahat."


"Untuk menguji kekuatan chimera, kami memasukkan secara paksa chimera pada pasien penghuni area khusus. Namun ternyata, kekuatan mereka tidak sesuai dengan ekspektasi tuanku. Chimera tidak memiliki cukup kekuatan untuk bisa mengambil alih paksa tubuh inangnya, berbeda dengan setan yang bisa memaksa inangnya dengan kontrak."


"Tuanku menganggap proyek ini gagal dan menyerahkan tempat ini padaku."


'Jadi begitu … semua masalah yang terjadi pada William adalah ulang orang ini juga!' gumam Rian. "Lalu bagaimana kamu bisa berubah menjadi seperti ini?"


"Di sini adalah alam gaib. Jika makhluk hidup berada di sini dalam waktu yang lama, maka ia akan mati dan berubah menjadi roh jahat. Itulah yang terjadi padaku."


"Bukankah sama saja artinya kamu mati? Padahal sebelumnya kamu berkata bahwa kamu nggak ingin mati?"


"Mati hanyalah satu-satunya cara agar manusia dapat berevolusi. Tubuh manusia itu bagaikan kepompong. Untuk bisa berevolusi, kamu harus bisa menghancurkannya. Itulah yang tuanku ajarkan. Awalnya pun aku bingung dengan kata-kata tuan. Namun setelah aku berubah, barulah aku mengerti bahwa wujudku ini lah wujud yang paling sempurna, hihihihi …."


"Oke, terima kasih atas infonya." Dengan cepat, Ryan berubah menjadi Setengah Werewolf.


"Jadi kau mencoba melawanku ya, menarik sekali, hihihihihi …" Tangan kanan roh jahat direktur itu mendadak membesar. Warna tangannya pun berubah menjadi hitam kemerahan. Seketika itu juga, ia memukul tubuh Ryan


Bam


Rian pun terpental bak layangan putus hingga membentur dinding.


"Uhuk!" Rian memuntahkan banyak darah dari mulutnya. "Ini nggak mungkin! Bagaimana mungkin kamu bisa memukulku!? Bukankah roh jahat tidak memiliki fisik!?"


Mendadak, roh jahat direktur sudah berada di depan Rian yang masih tertanam pada dinding. "Setiap roh jahat memiliki kemampuan khusus masing-masing. Yang paling umum adalah Telekinesis. Sedangkan milikku adalah Materialisasi, di mana aku bisa merubah diriku menjadi bentuk fisik sesuai dengan imajinasiku."


Bam Bam Bam


Roh jahat Direktur membombardir tubuh Rian dengan pukulan beruntun. Tubuh Rian pun semakin tertanam pada dinding rumah sakit. Rian sama sekali tak punya waktu untuk melawan. Walau persepsi supernya telah aktif, tapi ia tidak bisa bergerak karena tubuhnya tertanam pada dinding.


Kratak Kratak


Tulang-tulang Rian mulai banyak yang remuk. Tapi Direktur tersebut tidak berhenti memukuli Rian. Setelah 3 menit penuh, barulah Direktur itu berhenti.

__ADS_1


"Aku tak menyangka kamu masih belum mati juga. Tubuhmu benar-benar kuat. Seperti yang diharapkan dari Werewolf. Tapi kalau aku berhasil membunuhmu, maka aku bisa mendapat material mayat hidup berkualitas tinggi!" ucap roh jahat Direktur pada Rian yang kini bersimbah darah dari ujung rambut sampai ujung kakinya.


Kabut asap mulai muncul dari tubuh Rian. Ia kemudian melihat Direktur dengan senyum menyeringainya. "Terima kasih telah membuatku terluka, hehehehe …"


Rian kemudian mulai membayangkan teknik darah yang akan ia gunakan. 'Seorang Ninja berlatih menggunakan elemen angin yang ia miliki di bawah air terjun. Ia melatih kontrol elemen angin tersebut hingga membentuk sebuah shuriken angin dengan tingkat rotasi yang tinggi.'


Tiba-tiba, semua darah Rian, baik yang ada pada tubuhnya maupun yang tercecer, mulai melayang ke depan Ryan. Darah-darah itu menyatu dan berotasi dengan sangat cepat. Lama kelamaan, darah yang berotasi tersebut membentuk sebuah shuriken raksasa yang terus berputar.


"Teknik kutukan macam apa ini!?" Menyadari betapa berbahayanya shuriken darah tersebut, roh jahat Direktur itu langsung memukul gumpalan darah yang ada di depannya.


"POTONG, TEMBUS, HANCUR! [BLOOD SHURIKEN]"


Tabrakan antara bogem roh jahat Direktur dengan Blood Shuriken pun tak terelakkan. Hembusan angin bertiup kencang dari tabrakan ini.


Swish Swish Swish


Rotasi Blood Shuriken semakin kencang. Kepalan tangan milik Direktur terus bergesekan hingga mengeluarkan percikan api.


"Haaaaa!" Roh jahat Direktur berteriak kencang. Cahaya merah darah bersinar menyilaukan melahap figur Direktur dan juga Rian.


Sebuah angin tornado merah berhembus melenyapkan sepertiga gedung J ini. Melihat semua ini, Rian akhirnya bisa bernafas lega. Ia kemudian mengambil ramuan pengembali vitalitas dari Kantong dimensi, dan meminumnya.


"Gluk gluk gluk, Ahhh~" seketika itu, rasa lapar yang menghampirinya langsung menghilang. Luka pada tubuhnya pun juga sembuh dalam waktu yang singkat.


Ding


[Host telah mengalahkan Roh Jahat Tingkat Menengah. Host mendapat hadiah 1250 Poin]


[Total Poin sekarang 4.837]


Dari tempatnya berdiri, kini Rian dapat melihat dunia di luar gedung rumah sakit. Dunia di luar gedung memiliki langit berwarna merah darah. Tidak ada matahari ataupun bulan di langit. Jalan dan gedung dipenuhi garis-garis merah. Kabut tipis juga memenuhi jalanan. "Dunia ini, tampak sangat suram dan menakutkan …" gumam Rian.


"Oke, saatnya mengunjungi Winny Alter. Semoga dia tidak apa-apa." Rian kemudian bergegas menuju ruang karantina. Setibanya di sana, Ia melihat ruang karantina sudah hancur sebagian. Namun Winny Alter masih tetap tertidur di kursi kejut listrik. Rian segera membebaskan Winny kecil tersebut.


Tak lama kemudian, Winny alter yang terlihat masih berusia 4 tahun itu mulai membuka matanya. Ia melihat ke arah Rian dan tersenyum imut. "Kak Rian, terima kasih ya telah membebaskanku."

__ADS_1


"Hehehehe … bagaimanapun juga, tubuh utama mu adalah teman sekelasku. Jadi sudah sewajarnya aku menolongmu. Hanya saja, aku nggak nyangka ternyata Winny juga pendorong pintu merah." ucap Rian dengan nada riang.


"Aku memang menyuruhnya untuk merahasiakan keberadaanku. Jadi wajar kalau tubuh utamaku tidak bercerita pada kakak." ucapnya dengan centil.


"Tunggu, bukankah itu artinya Winny tahu eksistensimu?"


Winny kecil mengangguk atas pertanyaan Rian. "Malahan kami sudah 2 kali bertemu. Pertama kali kita bertemu saat usia kami 4 tahun. Lalu pertemuan yang kedua adalah 2 tahun yang lalu, saat ia kembali dirawat di sini karena OCD dan PTSD nya semakin parah."


"Oh ya, berarti kamu tahu kondisi Winny  baru-baru ini?" tanya Rian ketika ia teringat kondisi Winny yang buruk Senin lalu


"Tentu saja Kak. Apa pun yang tubuh utama rasakan dan alami, aku tahu semuanya. Tapi sayangnya, aku sama sekali nggak bisa menghentikan chimera itu!" Tampak ekspresi kemarahan di wajah Winny Alter. "Orang itu sudah mengurungku sejak satu setengah tahun yang lalu! Sejak saat itu, aku nggak lagi punya kebebasan. Untung saja sebelum aku tersegel, aku sempat meminta Ibuku untuk menjaga tubuh utamaku. Makanya chimera itu tidak bisa langsung mengambil alih tubuh utamaku!"


"Lalu, apa yang akan kamu lakukan setelah ini?"


"Aku akan tetap menjaga pintu ini. Kalau aku tidak menjaganya, maka pintu merah ini akan melahap dunia manusia. Jadi mau nggak mau, aku harus menjaganya." ucap Winny dengan tegar. Namun Rian dapat merasakan bahwa Winny sebenarnya ingin bisa keluar dari dunia ini.


"Orang dengan topeng plague doctor, apa kamu tahu identitas orang itu?"


Winny Alter berpikir sejenak. "Aku nggak tahu Kak. Orang itu sangat misterius. Yang aku tahu, orang itu menyebut namanya dengan nama Nightmare."


"Nightmare …" Rian mencoba menanamkan baik-baik nama tersebut dalam ingatannya.


Ding


[Tingkat kedekatan Host dengan Roh Jahat Tingkat Rendah: Winny Alter telah mencapai 91%]


Ding


[Mendeteksi tingkat kedekatan melebihi 90%]


[Host mendapat hadiah 9100 poin]


[Total Poin sekarang 13.937]


[Host sudah bisa membuat kontrak dengan Roh Jahat Tingkat Rendah : Winny Alter]

__ADS_1


__ADS_2