
Malam itu, Rian dan Alicia bermain musik bersama. Mereka memainkan musik-musik karya Beethoven dengan sangat lihai. Alunan musik Piano berpadu dengan melodi dari gesekan biola, membuatnya tampak seperti pertunjukan musik klasik yang biasa dilakukan pemain musik terkenal. Permainan mereka benar-benar serasi.
Bu Liliana meneteskan air mata melihat penampilan mereka berdua. 'Alicia, akhirnya kamu telah menemukan kebahagian yang selama ini kamu cari-cari.'
Setelah 1 jam bermain, akhirnya mereka menyudahi permainan musik mereka. Bu Liliana memberi penawaran pada Rian untuk mengadakan konser musik klasik bersama Alicia di aula sekolah. Rian berusaha menolaknya, namun tatapan mata Alicia membuat hati Rian luluh. Akhirnya ia pun menerima tawaran tersebut.
Karena waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, Rian berpamitan pada Alicia dan Bu Liliana.
Di tengah perjalanan, Rian menghubungi Rio. "Rio, apa kamu sudah mendapatkannya?"
"Belum Bos, aku masih belum menemukan rumah yang sesuai dengan kriteria Bos." jawab Rio dari ujung telepon.
"Oke, kalau bisa secepatnya ya. Karena aku tidak enak jika berlama-lama tinggal di rumah Pak Arta."
"Siap!"
Klik
Rian mematikan teleponnya dan berkonsentrasi menyetir. Sesampainya di rumah ia segera mandi dan bersiap untuk tidur.
"Sistem-chan, tolong buka menu misi."
[Okey Dokey Kyun✨]
______________________________________________________________________
Halaman Misi
…
- Misi : Rumah Sakit Jiwa Terbengkalai (Berantai)
*Tingkat Kesulitan : Hard
*Hadiah : 400 poin, Uang Tunai Rp 400.000.000, Coklat Terkutuk
*Batas Waktu : Host harus sudah berada di lokasi sebelum tengah malam.
*Status Penyelesaian : 90%
*Deskripsi :
Datang ke Rumah Sakit Umum Surabaya Gedung J lantai 3 sebelum tengah malam dan bertahan hiduplah sampai pukul 04.00 WIB. Temukan misteri yang membuat Rumah Sakit ditutup.
*Catatan :
Apa yang menjadi antonim dari manusia?
{Selesaikan Misi}
- Terkunci
__ADS_1
______________________________________________________________________
"Cuma 90% ya … memang dalam misi kali ini, masih ada beberapa misteri yang belum terpecahkan. Seperti siapa yang membuat mayat suster tersebut menjadi seperti itu. Lalu siapa Dokter Imam yang ada pada surat itu. Dan juga motif Nightmare menciptakan makhluk Hybrid seperti itu …" gumam Rian.
"Baiklah, selesaikan misi."
Ding
[Selamat, Host mendapat 360 Poin, Uang Tunai 360.000.000 Rupiah dan Coklat Terkutuk]
[Total Poin sekarang 14.297]
[Hadiah Uang Tunai sudah berada dalam kantong]
[Hadiah Coklat Terkutuk sudah berada dalam kantong]
Ding
[Misi Berantai terbuka, -Komunitas Pecinta Hantu-]
"Misi berantai lagi? Sistem-chan, sampai seberapa banyak misi berantai ini?"
[Mohon maaf Host, tapi Sistem-chan tidak bisa memberitahunya, Kyun✨]
______________________________________________________________________
Halaman Misi
…
- Misi : Komunitas Pecinta Hantu (Berantai)
*Tingkat Kesulitan : Nightmare
*Hadiah : 7000 poin, Uang Tunai Rp 3.000.000.000, Gacha Roh Jahat 1x
*Batas Waktu : -
*Status Penyelesaian : 0%
*Deskripsi :
Mantan pasien bangsal Jiwa Rumah Sakit Umum Surabaya masih berkeliaran bebas. Mereka terindikasi membuat sebuah komunitas aneh. Temukan lokasi tempat pertemuan Komunitas tersebut. Dan ungkap siapa pendirinya.
- Terkunci
______________________________________________________________________
'Jadi begitu … semua misi berantai ini berkaitan dengan pasien gangguan jiwa. Tingkat misinya juga Nightmare, artinya mereka semua kemungkinan telah dirasuki chimera.' pikir Rian.
Setelah membaca misi barunya, Rian yang belum tidur sama sekali akhirnya jatuh tertidur ditemani Noir.
__ADS_1
......................
"Hmmm, dimana aku cari rumah sebesar ini?" pikir Rio sambil menyetir mobil Mercedes Benz GT S yang baru ia beli. Rian meminta Rio untuk mencari rumah seluas 2000 meter persegi. Sangat jarang ada orang yang menjual rumah seluas itu. Hanya keluarga konglomerat saja yang memilikinya. Itu pun mereka membangunnya sendiri.
Rio mencari kriteria rumah tersebut sampai ke kota Batu. Namun di sana malah tipe rumahnya berukuran kecil-kecil. Karena sudah tengah malam, Rio memutuskan untuk kembali ke rumah yang baru ia beli juga di daerah Kenjeran.
Tapi saat menyetir, tiba-tiba di depan Rio muncul seorang wanita menggunakan jaket hoodie berdiri di tengah jalan. Sontak, Rio langsung menginjak pedal rem dengan keras.
Ciiiiiiit
Bunyi gesekan ban dan aspal menciptakan suara lengkingan tajam.
Rio kemudian keluar dari mobilnya. "Hei, apa maksudmu berdiri di tengah jalan seperti ini!?"
Orang itu hanya diam tak menjawab pertanyaan Rio. Menggunakan kemampuan matanya, Rio mencoba melihat wujud orang itu. "Ini! Makhluk apa kamu? Aku belum pernah melihat makhluk menjijikkan sepertimu!?"
"Beraninya kamu menyebutku menjijikkan! Ini adalah tubuh paling sempurna yang bisa aku miliki! Kalian para makhluk inferior memang tidak bisa memahami kami!"
Rio tidak memperdulikan ocehan orang tersebut. "Siapa kamu sebenarnya? Ada urusan apa sampai kamu menghadangku?"
"Cih! Sebenarnya aku malas memperkenalkan diri pada makhluk inferior sepertimu. Tapi kalau aku tidak memperkenalkan diri, maka aku sama saja seperti makhluk inferior."
Dengan terpaksa, orang itu mulai memperkenalkan diri. "Perkenalkan, namaku Hani, salah satu petinggi di Komunitas Pecinta Hantu." Ia menundukkan badannya sedikit sambil meletakkan tangan kanan di dadanya.
"Aku di sini untuk menghilangkan variabel yang dapat mengganggu rencana tuanku." Setelah mengucapkannya, dari kedua bahunya, muncul tentakel pipih yang terlihat tajam. Tentakel ini melilit kedua tangannya dan merubahnya menjadi tombak spiral.
Hani menghentakkan kakinya ke tanah dan meluncur bagai anak panah yang lepas dari busurnya. Tentakel yang berubah menjadi tombak spiral di tangan kanan mulai berputar seperti mata bor.
Melihat hal ini, Rio hanya berdiri diam di tempatnya tak bergerak. Rio sama sekali tidak berekspresi. Ia tampak dingin. Matanya terlihat seperti memandang rendah lawannya.
Dengan cepat, tombak Hani berhenti tepat 5 centi dari mata Rio. Tombak Hani berhenti dan tidak bisa melaju lebih jauh lagi. "Ini!?"
"Sebelum ingin membunuh seseorang, setidaknya periksalah latar belakang orang tersebut." ucap Rio dengan nada malas. Ia kemudian menyentuh tangan kanan Hani yang masih berwujud tombak spiral. Seketika itu, tombak spiral yang berputar ke arah kanan, mendadak berubah haluan dan berputar ke arah sebaliknya.
Croot Croot
Seketika itu juga, tentakel dan bahu Hani menyemprotkan banyak darah.
"Argh!" Hani berteriak kesakitan. Ia pun jatuh berlutut dengan satu kaki. "Apa-apa'an ini!? Bukankah kekuatanmu hanyalah Mata Terkutuk - All Seeing Eye? Kenapa kamu punya lebih dari satu kemampuan khusus!?"
"Aku memang terlahir dengan 2 kemampuan khusus. Hanya saja, aku tidak pernah menggunakannya." Rio kemudian berjongkok di depan Hani. "Profesiku sebagai dukun membuatku tidak memerlukan kemampuan ini. Tapi, kali ini aku sudah bukan dukun lagi. Jadi, aku ingin sedikit bereksperimen dengan kekuatanku ini."
Rio perlahan menyentuh luka Hani. Begitu tangannya menyentuhnya, mendadak darah Hani muncrat dari seluruh pori-porinya. Mata, mulut, dan hidungnya juga mengeluarkan banyak darah. Seketika itu juga, Hani tewas tanpa tahu apa yang terjadi
"Jadi begitu, dengan kemampuan khususku, Pengendalian Vektor, aku bisa mengubah dan mengontrol segala sesuatu yang memiliki arah vektor. Seperti halnya aliran darah, aku bisa membalik arah peredaran darah yang ada sehingga darah kembali ke jantung dan membuatnya rusak." gumam Rio.
"Komunitas Pecinta Hantu ya … sejak kapan aku memusuhi mereka? Hmm …" Saat Rio sedang berpikir, sebuah asap hitam muncul dari mulut Hani. Asap tersebut mencoba kabur. Namun dengan cepat, Rio mengucapkan mantra dan asap tersebut terhisap masuk ke dalam sebuah botol.
"Lepaskan kami!" Teriak seorang pria dengan 2 wajah yang dijahit menjadi satu. Pria itu kini terperangkap pada sebuah botol air mineral yang telah diberi segel khusus oleh Rio.
"Aku bisa melepaskanmu, tapi kamu harus menjawab semua pertanyaanku dengan jujur …" senyum Rio.
__ADS_1