
Sebelum keluar dari aula, Rian menanamkan wajah suster itu baik-baik ke dalam ingatannya. Setelah itu, Rian berjalan keluar dan menaburkan garam hingga membentuk garis pada pintu masuk aula. “Oke, saatnya naik ke lantai 3 …”
Sesampainya Rian di lantai 3, Rian melihat sebuah pintu besi di depan tangga. Rian mencoba membukanya, namun ternyata pintu tersebut terkunci. Rian kemudian mencoba mengintip isi lantai ketiga melalui jendela kaca yang ada pada pintu besi. Di dalam sana, meja dan kursi tampak berantakan. Serpihan busa tempat tidur pun bertebaran di lantai, seakan ingin menyembunyikan sesuatu di bawahnya.
Rian kemudian melihat bentuk lubang kunci dari pintu besi itu. “Bukankah bentuknya sama dengan kunci yang aku temukan dalam kantong jaket William?”
Rian mencoba memasukkan kunci berkarat itu. Dengan mudah, kunci tersebut masuk ke dalam lubang kunci. Namun ketika Rian mencoba memutar kuncinya, kunci berkarat itu tidak bisa berputar, yang artinya kunci berkarat itu bukanlah kunci dari pintu besi itu. ‘Kalau berdasarkan sistem, ini adalah kunci dari kamar nomor 3. Dengan model kunci yang sama dengan pintu besi ini, kemungkinan besar kamar nomor 3 yang dimaksud berada di lantai 3 ini!’
“Karena poinku sudah banyak, sekarang aku bisa membeli item ini.” Diam-diam, Rian membeli barang dari Toko sistem agar tidak ketahuan oleh penonton Live Broadcastnya.
Ding
[Terima Kasih Host telah membeli Kunci Terkutuk dari Toko. Barang telah berada dalam Kantong]
[Total Poin sekarang 3587]
______________________________________________________________________
Kunci Terkutuk
Level : 5
Jenis : Aksesoris Terkutuk
Deskripsi :
Kunci yang dapat berubah sesuai dengan jenis kunci yang akan dibuka. Tidak ada kunci yang tidak bisa dibuka, termasuk brankas dan password. Setiap kali menggunakan kunci ini, penggunanya akan kehilangan umurnya sebanyak 1 hari.
__ADS_1
______________________________________________________________________
Melihat deskripsi dari Kunci Terkutuk, Rian benar-benar takjub dengan fungsinya. ‘Anjir, bukankah ini lebih kuat dari Setelan Goemon? Kunci ini bisa membuka jenis kunci apapun, baik fisik maupun digital! Dan harganya cuma 500 poin saja!’
Rian mencoba menenangkan diri dan secara sembunyi-sembunyi membuka kunci pintu besi itu.
Ceklek
‘Beneran terbuka!’ teriak Rian dalam hati.
Saat Rian membuka pintu besi itu, aroma busuk pun menyeruak keluar. “Anjir, bau lantai 3 ini jauh lebih menusuk daripada lantai 1 dan 2!”
Rian pun berjalan menelusuri lorong sambil menutup hidung dengan lengan kanannya yang memegang senter. Saat ia tiba di depan sebuah kamar, Rian berhenti dan menengok sebentar ke dalam ruangan tersebut dengan perlahan. “Seharusnya orang yang kulihat tadi mengintip dari ruangan ini. Tapi kemana orang itu sekarang?”
Melihat ada banyak kamar di sepanjang lorong, Rian semakin berhati-hati saat berjalan. “Aku yakin orang itu bersembunyi pada salah satu ruangan di lantai 3 ini! Aku harus berhati-hati …”
Rian mencoba membuka kunci pintu kayu itu menggunakan kunci William. Namun kunci William masih tidak cocok dengan pintu kayu itu. Akhirnya, Rian kembali menggunakan Kunci Terkutuk untuk membukanya.
Ceklek
Begitu Rian membuka pintu, Rian melihat tumpukan baju pasien dan juga seprei. Saking banyaknya, tumpukan tersebut sampai menyerupai gunung kecil. Tercium bau apek dari tumpukan itu.
"Sepertinya ini ruang laundry … tapi kenapa masih banyak baju yang belum tercuci?" Rian perlahan masuk dan terus merekam keadaan di dalam ruang laundry.
Ruang laundry ini terbilang besar. Ada beberapa mesin cuci dan juga mesin anti bakteri yang berjajar di ruangan ini. "Lagi pula, jika ini hanya ruang laundry biasa, kenapa ruangan ini dikunci?"
Ryan merasa curiga dengan tumpukan baju dan seprei yang menggunung ini. Sambil menahan nafas, Rian menyibakkan tumpukan baju dan seprei kotor itu. Sampai akhirnya, Rian menemukan sebuah kandang yang tersembunyi di bawah tumpukan. Di dalamnya, ada seorang wanita yang rambut kepalanya telah digunduli.
__ADS_1
Wanita mulut wanita itu disumpal dengan kain seprei yang kotor. Tangannya juga diikatkan pada jeruji besi kandang tersebut menggunakan kain seprei. Kondisi mental wanita itu tampak tidak stabil. Ia begitu gemetaran sambil menggeleng-gelengkan kepalanya saat melihat Ryan.
"Ini!?" Rian sangat terkejut dengan penemuan ini. Chat Room Live Broadcast pun langsung meledak. Banyak yang berkomentar mengenai penemuan ini.
Rian kemudian segera menutup pintu ruang laundry dan menguncinya. Ia takut jika orang yang mengurung wanita ini akan menyerangnya dari belakang. Selain itu, Ia juga takut kalau semua ini hanya perangkap. Setelah memastikan pintunya terkunci rapat, barulah Rian kembali mendekati kandang.
"Hei, kamu nggak apa-apa?" Wanita itu mulai meronta-ronta saat Rian mencoba membuka kandangnya. Rian pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk membuka kandang tersebut. Walau begitu, Rian tetap melakukan pengamatan pada tubuh wanita itu.
"Nggak ada luka yang terlihat di badannya. Dan nggak ada bekas makanan seperti minyak di bibirnya. Ini artinya, wanita ini bukan orang yang dipindahkan dari lantai dasar. Kemungkinan, masih ada orang lain lagi yang juga disekap di sini."
Rian kembali menyibakkan gunungan baju dan seprei kotor lain yang ada di sekitar kandang wanita botak itu. Dan ternyata, masih ada dua kadang lagi di balik tumpukan baju dan seprei ini.
Di kanan kandang wanita botak itu, terdapat kadang berisi seorang kakek-kakek yang ditaksir berumur sekitar 70 tahunan. Pria itu terlihat sangat kurus. Di bibir dan jarinya, terlihat ada bekas minyak.
Sedangkan di area kiri kadang wanita botak itu, terdapat kandang berisi seorang pria paruh baya yang kulitnya terlihat pucat, seakan ia tidak pernah terkena cahaya matahari sama sekali. Pria pucat itu melihat ke arah Ryan dengan pandangan yang cukup aneh. Terasa seperti campuran antara senang, jijik, dan juga takut.
"Tiga korban? Atau …" Rian kemudian langsung mundur mengambil jarak dari ketiga kandang tersebut.
"Ketika kita bertemu dengan orang yang nggak kita kenal, lebih baik kita selalu waspada pada orang tersebut! Bisa saja, diantara mereka bertiga, ada seseorang yang merupakan dalang dari penyekapan ini!" ucap Rian seakan memberikan penjelasan pada para penonton.
Rian kemudian berjalan mengitari ketiga kandang tersebut. "Kandang ini sangat kecil untuk ukuran manusia. Bahkan untuk bergerak pun sangat susah …"
"Tapi ini cukup aneh. Mengapa hanya wanita botak itu saja yang diikat dan disumpal mulutnya? Sementara itu, kedua pria yang ada di sebelahnya tidak mendapat perlakuan yang sama …"
Rian merasa sangat aneh dengan kondisi kedua pria tersebut. Walau mulut mereka tidak disumpal, namun mereka hanya diam dan terus memandang Rian. 'Normalnya, jika orang sedang disekap dan bertemu dengan orang lain, maka orang yang disekap pasti akan reflek meminta tolong. Apakah mereka berdua adalah pelakunya?'
Setelah selesai memastikan mereka tidak berbahaya, Rian berdiri di depan ketiga kandang tersebut. "Sudah berapa lama kalian di sini?"
__ADS_1