
"Suara ini!" Rian langsung bersiaga dan mengeluarkan sekantung garam dari Kantong dimensi.
"Hihihihihihi hihihihihi hihihihihi"
Rian yang kehilangan kemampuan Khusus Mata Batin tidak bisa lagi melihat makhluk astral. Ia tidak bisa menentukan arah kemana ia harus menebarkan garam. Namun, ketika Rian melihat ke arah mana Noir mendesis, Rian langsung melemparkan segenggam garam ke area dekat pintu kamar.
Tiba-tiba muncul percikan listrik dari area dekat pintu. Perlahan, muncul sosok makhluk tanpa kepala dengan baju olahraga berwarna merah pekat. Namun sosok itu terlihat baik-baik saja walau tubuhnya banyak dialiri listrik.
"Roh Jahat tanpa kepala!?" Rian memperhatikan dengan seksama Roh Jahat itu. Saat melihat kepala yang ada tangan kanannya, Rian langsung tahu identitas Roh Jahat itu. "Pak Effendi?"
"Hihihihihi … aku tak menyangka kau masih mengingatku, bocah kurang ajar!"
Effendi mengangkat tangan kirinya ke atas seakan ingin memberi aba-aba untuk memulai permainan. Meja belajar dan rak buku milik Rian perlahan melayang di udara. Lampu kamar Rian juga berkedip-kedip.
"Aku nggak nyangka setelah Bapak mati, Bapak menjadi Roh Jahat … apakah dendam Bapak padaku membuat Bapak menjadi seperti ini?" Perlahan, kaki Rian berubah menyerupai kaki belakang serigala. Kuku di tangan Rian juga mulai tajam seperti pisau.
“Diam kau, bocah brengsek!” Meja belajar dan Rak buku yang melayang langsung meluncur ke arah Rian. Dengan Persepsi Super, Rian melihat semua serangan ini dalam kondisi slow motion.
Bruak Bruak
Debu-debu dan serpihan kayu berterbangan akibat hancurnya meja dan rak buku Rian. Dinding kamar Rian juga berlubang akibat terkena lemparan meja dan rak buku yang sangat cepat. Roh Jahat Effendi memiliki kekuatan untuk menembakkan benda dengan kecepatan mendekati 1 mach.
“Grrr … aku nggak nyangka bahkan dengan Persepsi Super, aku masih belum bisa menghindar sepenuhnya!” ucap Rian yang kini menempel di tembok menggunakan cakarnya. Tangan kanan Rian sedikit terluka. Asap putih mulai keluar dari luka Rian. Tidak sampai 3 detik, luka tersebut sembuh sepenuhnya.
“Cih, tidak kena. Bagaimana kalau ini!” Serpihan kayu yang berasal dari rak dan meja yang hancur mulai melayang kembali. Dipan kayu yang menjadi alas kasur Rian tiba-tiba terpelintir dan hancur menjadi pecahan-pecahan kecil. Serpihan-serpihan kayu yang berjumlah ribuan itu mendadak berubah bentuk meruncing seperti paku.
__ADS_1
Melihat kamarnya dipenuhi paku kayu, Rian hanya bisa tersenyum kecut. Ia pun turun dari panjatan dindingnya. “Aku nggak menyangka kamu bakal sekuat ini, Pak Effendi …”
"Tentu saja, bocah brengsek! Aku benar-benar berterima kasih pada orang dengan topeng plague doctor itu. Ia telah memberiku saran untuk mati dengan mengingat semua perbuatanmu padaku! Dan lihatlah ini, aku sekarang telah terlahir kembali dan menjadi lebih kuat, hihihihihihi."
'Orang dengan topeng plague doctor? Jangan-jangan …' Namun sayangnya, Roh Jahat Effendi tidak memberi kesempatan Rian untuk berpikir. Bagaikan senapan mesin, Effendi menembakkan ribuan paku kayu yang ia buat dengan kecepatan hampir mendekati 1 mach.
Swoosh Swoosh Swoosh
Sadar tidak bisa menghindari serangan Effendi, Rian menyilangkan kedua tangannya di depan dadanya. ‘Jika aku nggak bisa menghindari semua ini, setidaknya aku harus bisa melindungi jantungku! Selama jantungku masih berdetak, kepalaku hancur pun bisa tumbuh kembali!’
Jleb Jleb Jleb
“GROAAR” Rian meraung kesakitan atas ratusan paku kayu yang menancap di sekujur tubuhnya. Darah Rian mulai membasahi tubuhnya. Ia kini benar-benar dipenuhi darah dan paku kayu. Kedua mata Rian juga rusak terkena paku kayu. Walau ia kesakitan, Rian mencoba untuk tenang dan mengingat apa yang Jason ajarkan kemarin malam.
~Flashback~
Rian berpikir sebentar. “Mmm, daging?”
“Daging adalah bahan bakar bagi Werewolf. Dengan daging, Werewolf dapat mengisi ulang energi yang digunakan saat penyembuhan ataupun saat menggunakan kemampuan khusus milik Werewolf.” Kemudian, Jason menyentuh dadanya. “Namun, sumber kekuatan kita itu ada pada jantung. Jantung mendapat suplai energi yang berasal dari daging yang kita makan untuk terus memompa dan mengkonversi darah yang dihasilkan tubuh menjadi darah terkutuk.”
“Darah terkutuk?” Rian kemudian teringat dengan Teknik Kutukan : Pengendalian Darah yang dijual oleh Toko sistem. “Apakah ini ada kaitannya dengan Teknik Kutukan : Pengendalian Darah?”
“Teknik Kutukan : Pengendalian Darah adalah teknik yang dibuat khusus untuk manusia dengan meniru kemampuan Iblis. Sedangkan semua ras monster seperti Vampir dan Werewolf, adalah keturunan Iblis. Jadi kita juga bisa menggunakan kemampuan yang dapat digunakan Iblis. Dalam hal ini, pengendalian darah adalah teknik kutukan paling dasar dan paling sering Werewolf gunakan.” jelas Jason.
Kemudian, Jason merubah dirinya menjadi Werewolf. Wujud Jason dalam mode Werewolf terlihat agung dan berbeda. Ia masih memiliki wujud seperti manusia, namun rambutnya memanjang berwarna perak dan muncul telinga hewan di atas kepalanya. Aura seorang Raja juga terpancar dari tubuhnya. “Akan aku berikan contoh salah satu penggunaan teknik pengendalian darah. Lihat dan amati! [Firefly]”
__ADS_1
Kuku Jason memerah karena darah yang mengalir dari ujung jarinya. Tiba-tiba, darah pada kuku Jason mengeluarkan percikan api menyerupai kunang-kunang. Jason mengayunkan cakarnya pada ruang kosong di hadapannya.
Slaash
Lima siluet berbentuk garis berwarna merah terbentuk akibat ayunan cakar Jason.
Boom
Seketika itu juga, area di depan Jason langsung hancur. Lantai dan dinding sejauh 30 meter ke depan luluh lantak. Debu-debu mulai bertebaran pasca kehancuran yang diakibatkan Jason.
“Glup” Rian menelan ludahnya karena kengerian yang dihasilkan kekuatan Jason. Keringat dingin mulai mengalir di punggungnya.
‘’Ups … maaf, sepertinya aku terlalu berlebihan.” ucapnya sambil tersenyum lebar.
“Apakah aku juga bisa melakukan hal yang sama seperti Kakek?”
“Tentu saja. Yang terpenting adalah, bagaimana kamu dapat mengontrol darah dalam tubuhmu. Dan juga, imajinasi. Semakin jelas apa yang kamu bayangkan, semakin kuat juga kekuatan yang dimanifestasikan. Maka dari itu, sebelum aku menggunakan serangan tadi, aku mengucapkan kata [Firefly]. Hal itu aku gunakan untuk mendapat gambaran yang jelas saat menggunakan teknik ini.” jelas Jason
“Oh ya, sebelum kamu menggunakan teknik, selalu siap sedia daging untuk berjaga-jaga. Karena tiap kamu menggunakan teknik, kamu akan mengorbankan umurmu dalam setiap kali penggunaannya. Tapi tenang saja, umur Werewolf sangat panjang, dan umur kita bisa bertambah jika kita banyak mengkonsumsi daging, terutama daging manusia.”
“Hmm, jadi begitu … imajinasi, gambaran, bayangan … semua itu adalah kunci untuk menggunakan teknik. Yang artinya, aku bisa membuat teknikku sendiri!”
~Masa Kini~
‘Karena aku belum mampu untuk mengendalikan darah agar keluar sendiri dari tubuhku, aku harus membuat diriku terluka. Dan inilah kesempatan terbaik untuk menyerang balik!’
__ADS_1
Rian masih terus dihujani ratusan paku kayu. Luka Rian pun semakin banyak. Ia kini terlihat seperti seekor landak. Darah yang mengalir dari berbagai luka tubuhnya tiba-tiba melayang. Satu-persatu tetesan darah Rian bergabung dan membentuk sebilah tombak berwarna merah.
“Apa yang kau lakukan!?” teriak Effendi. Ia dapat merasakan kekuatan yang besar terpancar dari tombak darah buatan Rian.