Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Masuk Ke Kamar 303


__ADS_3

"Apa kamu akan menjebol paksa pintu kamar 303?" tanya Guntur.


"Ya nggak lah! Kita bisa dilaporkan ke polisi atas tindakan pengrusakan properti pribadi milik orang lain! Apalagi kita sekarang sedang Live Broadcast!”


“Ughh, benar juga … aku juga bisa dimarahi Ayahku jika melakukan itu. Lalu bagaimana cara kita masuk?”


“Aku berpikiran untuk masuk melalui beranda luar. Beranda kamar 304 sangat dengan dekat beranda kamar 303. Aku bisa melompat ke beranda sebelah dan masuk melalui pintu beranda."


“Bukankah itu sama saja dengan membobol pintu?”


“Tentu saja berbeda. Kalau kita membobol pintu depan, maka akan mudah ketahuan oleh pemilik properti. Berbeda kalau melalui jendela, Ibu pemilik kamar pasti tidak akan menyadari kalau kunci pintu beranda telah rusak. Makanya, saat aku masuk, tolong jangan direkam ya, hehehe ...” jelas Rian.


Saat Guntur dan Rian akan kembali ke kamar 304, Rian mendengar suara orang sedang berdebat dalam telepon dari kamar 302. “Kau gila! Apakah kau ingin membuatku terbunuh!?”


‘Ini aneh … ketika aku keluar menuju kamar 301 satu setengah jam yang lalu, orang di kamar 302 juga sedang berargumen dalam telepon. Kata-kata yang diucapkan juga sama. Tunggu … jika aku dengarkan dengan seksama, sepertinya penghuni kamar 302 tidak sedang menelepon, tapi berbicara dengan dirinya sendiri! Bukankah ini gejala yang sama seperti William?’ Karena penasaran, Rian mengetuk pintu kamar 302.


Tok Tok Tok


Suara penghuni kamar 302 yang berargumentasi sejak tadi tiba-tiba menghilang. Beberapa detik kemudian, pintu kamar 302 terbuka sedikit. Suara seorang pria muda yang seumuran dengan Rian mulai terdengar. “Emm, ada yang bisa saya bantu?”


“Aku ingin bertanya mengenai kamar 303 yang ada di sebelahmu–”


“Aku nggak tahu!” potong pria muda itu. Kemudian ia langsung menutup pintunya tanpa memberi waktu pada Rian untuk bertanya.


“Haah~ ayo kembali …” ajak Rian.


Tak lama kemudian, Rian mengganti pakaiannya di kamar mandi Winny. Kini Rian menggunakan kaos dan celana ketat press body berwarna hitam. Tak lupa, Rian juga menggunakan kain hitam yang  diikatkan ke bawah hidung, layaknya seorang pencuri asal jepang. Rian mendapat semua ini dari Toko sistem. Ia membeli Setelan Goemon (Fake) senilai 50 poin. Sekarang poin yang Rian miliki tinggal 273.


______________________________________________________________________


Setelan Goemon (Fake)


Level : 1


Jenis : Aksesoris Terkutuk


Deskripsi :


Set pakaian yang dibuat berdasarkan pengalaman mencuri Goemon. Penggunanya akan memiliki kemampuan untuk menyembunyikan hawa keberadaan dari kelima indra. Tidak ada kunci yang tidak bisa dibobol ketika menggunakan set ini..


______________________________________________________________________


“Ini …” Dokter Denis speechless melihat pakaian Rian. Ia benar-benar merasa sedang berada di rumah sakit jiwa saat ini. 'Apa saya salah pilih calon menantu?'


“Seksi sekali!” teriak Livia dan Ida melihat lekuk tubuh dan otot perut six pack Rian yang tercetak jelas. Sejak mendapat kekuatan Setengah Werewolf, tubuh Rian semakin atletis tanpa perlu berolahraga.


"Tapi … bisa nggak pake topeng yang lain? Walau tubuhmu bagus, tapi topengmu merusak pemandangan!" protes Livia.

__ADS_1


"Hmp … Huaaahahahahaha hahahaha" Adi dan Guntur tertawa keras melihat topeng Rian yang seperti orang mesum. Momen ini pun masih terus direkam oleh Guntur. Mereka berdua sebenarnya iri melihat bentuk tubuh Rian, namun semua berubah ketika melihat topeng yang Rian gunakan. Suasana chat room pun menjadi riuh. Namun, mayoritas yang ikut dalam diskusi adalah wanita.


#waterfox :Hiraukan topengnya, tapi aku pengen pegang ototmu!


#alenasayangayah :🤤🤤


#tikafism : harus aku akui, badanmu bagus banget👍, tapi topeng mu nggak banget👎


#lialio : Rian, jadilah pacarku! Curilah hatiku!


#veracayangayang : seandainya aku belum punya pacar … 


#veracayangayang : aku ada ide bagus, curi aku dari pacarku plizzz … 


#thisking ; wkwkwkwk, ngakak aku lihat topeng host {Roket🚀}



"Guys, aku pergi dulu ya …" Rian mengabaikan protes Livia dan tawa keras dua jomblo ngenes. Ia melambaikan tangannya di depan kamera, lalu segera keluar ke beranda.


Bak seorang akrobatik, Rian melompat dengan mudah ke beranda kamar 303. Ia mendarat di beranda tanpa suara sama sekali. Dihadapkan dengan pintu beranda yang terkunci, kekuatan setelan goemon pun aktif. Semua pengetahuan tentang pembobolan masuk ke dalam otak Rian. "Jadi begitu caranya, oke!" Dengan lihai, Rian mengotak-atik lubang kunci pintu beranda.


Ceklek


"Bingo!" Dengan mengendap-endap, Rian masuk ke dalam kamar 303 dan menyalakan lampu senter.


Saat Rian menyenteri bagian tengah ruangan, Rian melihat sebuah karpet tua yang bergelombang, seakan ada sesuatu di bawah karpet. Bau busuk keluar dari arah karpet tersebut. "Ini aneh, semua kamar apartemen di sini tidak memiliki karpet. Apakah ini karpet yang William beli sendiri?"


Karena penasaran dengan bau busuk ini, Rian menyibakkan karpet tua tersebut. Di bawah karpet tua itu, terdapat beberapa pakaian dengan bercak darah. "Ukuran pakaian ini terlihat sama semua. Jadi kemungkinan pakaian-pakaian ini milik satu orang yang sama. Noda darah pada beberapa pakaian terlihat baru. Tidak masuk akal pula muncul bau busuk begini jika sudah lewat satu tahun."


Ketika Rian mengambil salah satu kaos dengan bercak darah, Rian menemukan hal yang mengerikan. Dari bawah pakaian, terdapat bangkai burung yang telah rusak. "Ummph!" Rian langsung menutup hidungnya karena bau busuk yang sangat menyengat. Rian kemudian menyibakkan beberapa kaos lainnya dan menemukan 3 bangkai burung lainnya. Semua kepala burung itu hancur, seakan dipukul menggunakan palu.


"Satu di antara tiga bangkai ini ada yang belum benar-benar busuk. Yang artinya, dalam 3 hari ini, ada seseorang yang masuk ke kamar ini dan menyembunyikan bangkai burung ini di bawah pakaian. Padahal kamar ini, sudah setahun tidak disewakan. Kasus ini jadi semakin menarik!"


Rian kemudian mulai berkeliling kamar 303 untuk mencari petunjuk lain. Di dalam kamar 303, terdapat rak buku yang terletak di samping tempat tidur. Banyak buku yang sudah menguning dan lembab, sehingga menghasilkan bau yang tidak sedap. Rian juga memeriksa lemari, dan juga kamar mandi. Namun ia tidak menemukan petunjuk yang berarti. Hal yang paling mencurigakan hanyalah tumpukan baju berlumuran darah dan juga bangkai burung.


Rian kemudian kembali memeriksa pakaian-pakaian yang menumpuk di atas bangkai burung tadi. Dari semua pakaian yang ditumpuk tersebut, Rian menemukan suatu keanehan pada sebuah jaket berwarna abu-abu. Darah yang menempel pada bagian punggung dan area dalam jaket sangatlah banyak, “Hanya dengan 3 bangkai saja, tidak mungkin menghasilkan darah sebanyak ini! Apalagi pakaian yang terkenal bercak darah ada lebih dari 10, tidak termasuk jaket ini.”


Rian kembali berpikir sambil memandangi jaket abu-abu itu. “Penjelasan paling masuk akal, jaket ini adalah jaket yang digunakan oleh William ketika ia membentur-benturkan kepalanya ke dinding. Maka dari itu, noda darah pada jaket ini paling banyak di antara yang lain!”


Saat Rian merogoh saku jaket abu-abu yang diduga milik William, Rian merasakan sesuatu. “Hmmm, apa ini? Sebuah kunci? Tapi kunci ini berbeda dengan kunci kamar apartemen. Kunci ini berukuran lebih besar dari lubang kunci apartemen.” Dengan kekuatan setelan Goemon, Rian dapat dengan cepat membedakan kunci yang ada di apartemen dengan kunci berkarat yang ia temukan.


“Sistem-chan, tolong buka halaman misi.”


[Okey dokey kyun✨]


______________________________________________________________________

__ADS_1


Halaman Misi


- Tantangan Cermin (Pemula) (Selesai)


- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 1 (Spesial) (Selesai)


- 7 Keajaiban SMA Avernus (Hard) (Selesai)


- Kamar Kos No.4 (Normal) (Selesai)


- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 2 (Spesial) (On Progress)


- Misi : Sekamar Bertiga (Terbatas)


 *Tingkat Kesulitan :Easy


 *Hadiah : 15 poin, Paket Kemampuan Khusus (Acak)


 *Batas Waktu : Host harus sudah berada di kamar 303 sebelum tengah malam.


 *Status Penyelesaian : 65%


 *Deskripsi :


  Temukan alasan mengapa Winny bermimpi sedang berkeramas secara berulang kali setiap harinya.


* Misi Tersembunyi :


  > Mengungkap kebenaran atas kematian William Sutanto(100%) {Selesaikan Misi}


 *Catatan :


  Dia datang dari balik cermin.


- Terkunci


______________________________________________________________________


“Misi tersembunyi lagi? Oke, selesaikan misi!”


Ding


[Selamat, Host mendapat Kunci Kamar Nomor 3 bangsal jiwa Rumah Sakit Umum Surabaya dari misi tersembunyi. Kunci tersebut sudah Host pegang saat ini.]


“Kunci karatan ini kunci kamar di bangsal jiwa?” Rian terkejut dengan temuan ini. “Jadi begitu, dugaanku memang benar. William kerasukan setan saat ia berada di Rumah Sakit Umum Surabaya bangsal kejiwaan. Kemungkinan besar, nggak … ini bukan kemungkinan lagi, tapi sudah dipastikan, di sana ada pintu merah!”


Klotak

__ADS_1


“Siapa!?”


__ADS_2