
TITITITIT TITITITIT
Mendengar suara alarm, Rian yang masih memejamkan matanya, reflek langsung mematikannya. "Ugh, kenapa rasanya berat sekali." keluh Rian yang merasa area perutnya terasa sangat berat.
"Selamat pagi tuan, nya~" suara seorang wanita muda terdengar merdu.
Tanpa sadar, Rian pun membalasnya. "Selamat pagi juga …"
Karena Rian masih sangat mengantuk, butuh waktu beberapa detik untuk memproses semua kejadian ini. "Huh?"
'Kenapa ada suara seorang wanita?' Rian kemudian membuka matanya. "Eh?"
Rian begitu terkejut. Tubuhnya pun membeku begitu melihat seorang gadis muda duduk di atas perut Rian. Ditambah lagi, gadis tersebut tidak mengenakan busana apapun. Terdapat telinga hewan di atas kepalanya. Dari pinggangnya, menjulur sebuah ekor berwarna hitam.
Rian mencoba menenangkan diri. Setelah beberapa kali mengambil nafas dan menghembuskannya, Rian akhirnya tenang. "Maaf, kamu siapa ya? Apakah kamu saudara dari Pak Arta?"
"Nya?" Gadis muda itu terlihat bingung. Ia pun memiringkan kepalanya. "Apa maksud tuan? Apakah tuan sudah melupakanku nya?
"Tuan?” Rian berpikir sejenak. “Noir?”
“Hehehe, akhirnya tuan mengingatku nya~” Mendadak, Noir memeluk Rian dengan tubuh tanpa sehelai kain dan menjilati pipinya.
“Noir, bisa tolong hentikan ini? Nanti kalau Pak Arta bangun, aku bisa disangka berbuat hal mesum di sini …” ucap Rian sambil mendorong Noir. Namun naas, tangan Rian tak sengaja menyentuh dada Noir yang tidaklah besar, cuma berukuran sekitar 34B.
“Nya~” erangan Noir terdengar sangat seksi.
“Anjir … maaf-maaf …” wajah Rian memerah atas kejadian ini. Setelah itu, Rian melepas kaosnya dan memberikannya pada Noir. Terlihat otot perut Rian yang Six Pack bagaikan atlet binaraga. “Pakailah dulu …”
“Tapi kucing tidak pernah pakai baju tuan …”
“Sudah, pakailah dulu!” Rian kemudian memaksa Noir untuk memakainya. Tapi Noir terus menolak, hingga akhirnya suara mereka membangunkan singa dari tidur.
Pak Arta yang merasa terganggu, langsung berteriak. “Diam kalian semua!” Ia kemudian menengok ke arah Rian. Pak Arta pun membeku sesaat saat melihat seorang wanita duduk menunggangi Rian yang sekarang sedang tidak memakai kaosnya.
Dengan raut wajah penuh tanda #, Pak Arta berbicara dengan sangat pelan. “Bisa jelaskan pada Bapak apa yang sebenarnya terjadi di sini? Lalu, siapa wanita ini? Apakah kalian berbuat mesum di rumah Bapak?”
Melihat raut wajah Pak Arta, Rian dan Noir sedikit ketakutan. “Hii!”
__ADS_1
Setelah itu, Rian menjelaskan perihal Noir kepada Pak Arta. Setelah satu jam penuh menjelaskan secara berulang-ulang, barulah Pak Arta melepaskan Rian dari hukuman yang menantinya.
“Noir, apakah kamu bisa berubah kembali menjadi kucing?” tanya Pak Arta.
“Tentu saja nya~” dalam sekejap, muncul asap putih dari tubuh Noir yang menutupinya. Beberapa detik kemudian, asap putih tersebut menghilang. Di sana, ada seekor kucing hitam yang sedang duduk sambil menjilat-jilat kaki depannya.
“Ini …” Rian kemudian berteriak. “Kenapa kamu nggak bilang dari tadi kalau kamu bisa kembali ke wujud kucing!?”
“Tuan tadi tidak bertanya, makanya aku diam saja nya~” jawab Noir yang masih dalam wujud kucing hitamnya.
“Sudah-sudah, sabar Rian.” Pak Arta mencoba menenangkan Rian.
“Haa~ oke Noir. Sekarang tolong jelaskan padaku, kenapa kamu tiba-tiba bisa berubah? Atau sejak awal kamu memang sudah memiliki kemampuan ini?”
“Aku berubah setelah memakan setan. Mereka adalah tonik terbaik untuk ras kami nya~”
“Jadi begitu ya … pantas saja mereka takut dengan kucing. Ternyata kucing adalah musuh alami dari setan.” gumam Rian.
Mendengar percakapan mereka berdua, Pak Arta sama sekali tidak paham. “Setan? Apa yang terjadi?” Rian lalu mulai bercerita mengenai apa yang terjadi di rumah sakit.
Setelah percakapan itu, Rian kemudian mandi dan mempersiapkan diri untuk pergi ke sekolah. Namun saat akan berangkat, ia mendapatkan telepon dari Rio.
"Bos, karena sangat jarang orang yang jual rumah dengan luas 2000 meter persegi, bagaimana kalau Bos membeli tanahnya saja? Kemudian Bos bangun sendiri rumahnya sesuai keinginan Bos, bagaimana?"
"Hmm, tapi kalau begitu, bakal lama pembangunannya …"
"Iya sih Bos …" Rio terdiam tidak tahu harus bagaimana.
Mendadak, sistem-chan berbicara.
[Host, bagaimana kalau membeli rumah dari Toko sistem? Kyun✨]
"Huh? Emang sistem juga jualan rumah?" bisik Rian.
[Sistem menyediakan bangunan dan beberapa perlengkapannya juga. Yang Host perlu lakukan hanyalah mencari tanah yang Host mau untuk meletakkan bangunan dari sistem. Kyun✨]
Mendengar ucapan Sistem-chan, Rian langsung membuka katalog Toko. Di sana ada sebuah set rumah yang bisa diatur design, denah, luas dan lainnya sebagainya. Bahkan sistem juga menyedikan, kebun, danau, hutan, dan lain sebagainya. Harganya pun bervariasi. Yang paling mahal adalah bangunan rumah lengkap dengan perabot seharga 100 poin.
__ADS_1
Setelah tahu bahwa sistem bisa menyediakan bangunan, Ryan langsung berbicara kembali dengan Rio. "Rio, carikan aku tanah minimal 2 hektar di daerah surabaya dan sekitarnya. Nanti masalah pembangunan akan ku urus sendiri."
"Kalau tanah, kemarin ada yang menawarkannya padaku bos. Luas 5 hektar, terletak di daerah Juanda, bagaimana bos?"
"Boleh, kalau begitu jadwalkan pagi ini untuk ketemu dengan pemiliknya. Aku akan survey langsung ke lokasi."
"Siap Bos!"
Klik
Setelah menutup teleponnya, Rian menemui Pak Arta yang baru akan berangkat kerja. "Pak, bolehkah aku izin masuk siang?"
......................
"Selamat pagi tuan Rian…" sapa seorang pria paruh baya dengan mata yang sipit.
"Pagi Pak Bejo." Rian menjabat pria itu. Kini, Rian berada di sebuah lahan kosong bekas tambak bandeng yang kini sudah tidak produktif.
"Bagaimana menurut tuan lahan ini? Lokasinya strategis lho mas, dekat dengan bandara Juanda." tanya bejo sambil melihat ke arah hamparan lahan kosong yang cukup luas.
"Berapa Bapak menjualnya?"
"Per meter saya harga 1.000.000 rupiah tuan. Jadi total 5 Hektar adalah 50 Milyar." senyum Bejo.
"Oke, deal." Rian menjabat tangan Bejo. Kemudian ia melihat ke arah Rio. "Tolong segera urus surat-suratnya. Saya mau hari ini semuanya selesai."
"Siap Bos!"
Setelah itu, Rian pergi ke sekolah. Sementara Rio, ia mengurus semua hal mengenai transaksi pembelian ini.
Waktu berlalu dengan cepat, sore hari pun telah tiba. Kini Rio telah menyelesaikan semua pengurusan dokumen. Meski harus merogoh kantong sampai 150 juta rupiah untuk berbagai uang pelicin, namun jumlah itu sangat kecil dibanding semua uang Rian yang kini telah mencapai 1,3 Triliun setelah ditambah uang yang Rio dapatkan.
"Bos, ini dokumennya … maaf Bos, karena Bos masih belum cukup umur, sementara semua ini menggunakan namaku dulu." tunduk Rio.
"Nggak apa-apa kok. Terima kasih." senyum Rian sambil melihat ke arah lahan yang sudah jadi miliknya. Karena sekarang sudah jam 6 sore, lahan miliknya terlihat sangat gelap.
"Oke, mari kita membangunnya. Sistem-chan …"
__ADS_1