
Drap Drap Drap
Suara Rian menuruni tangga ke ruang bawah tanah terdengar cukup kencang.
Sesampainya Rian di ruang bawah tanah, Rian melihat lorong yang sangat panjang dan luas. Udara di tempat itu juga sangat dingin. Terlihat ada banyak ruangan dengan pintu yang terbuka pada sisi kanan dan kiri Rian.
Sambil terus berjalan menyusuri lorong, Rian juga melihat-lihat ke dalam ruangan yang telah terbuka pintunya tersebut. Di dalam ruangan tersebut, terdapat puluhan ranjang dorong dan ratusan lemari pendingin mayat. Namun semuanya kosong.
Pada beberapa ruangan, masih terdapat beberapa Mayat Hidup yang berkeliaran. Dengan mudah, Ryan membunuh mereka.
*'Jadi di sini Nightmare membuat semua Mayat Hidup itu. Rumah Sakit Universitas Avernus memang terkenal memiliki kamar mayat bawah tanah terbesar di Surabaya. Wajar saja Nightmare berhasil membuat Mayat Hidup sebanyak itu.' *
Mendadak, Rian merasakan aura yang sangat familiar. "Perasaan ini … pintu merah!"
Dalam sekejap, sosok Rian hilang dari tempatnya berdiri. Hanya dalam beberapa detik, Rian tiba di depan sebuah ruangan yang lokasinya ada di paling ujung ruang bawah tanah.
Dari balik pintu itu, Ryan dapat merasakan aura yang sangat berat. Perahan, Rian mendorong pintu tersebut.
Kreak
Di dalam ruangan tersebut, terdapat sebuah pintu berukuran besar dengan warna merah darah yang sangat mencolok. Pintu itu, tiap detiknya semakin membesar secara perlahan.
Mata Ryan terbelak melihat hal ini. "Bagaimana mungkin ada pintu merah sebesar ini!?"
"Selamat datang, Rian Morfran. Bagaimana menurutmu dengan pintu ini?" tanya Nightmare dengan nada yang santai.
"Apa yang kamu lakukan? Kenapa bisa ada pintu sebesar ini!?"
"Kamu pasti tahu bahwa ada 2 cara yang bisa ditempuh untuk membuka pintu merah. Yaitu perasaan kuat sang pembuka, dan juga … pengorbanan …"
Mendengar penekanan Nightmare pada kata terakhirnya, Rian pun sadar apa tujuan Nightmare menciptakan banyak Mayat Hidup. "Kamu benar-benar gila! Apa untungnya kamu melakukan semua ini!?"
Tiba-tiba saja, terbesit ide gila di pikiran Ryan. "Atau jangan-jangan, kamu melakukan semua ini karena misi yang dikeluarkan oleh sistem milikmu?"
"Bingo! Hahahahaha …" Nightmare tertawa lepas. "Itu benar Ryan, aku melakukan semua ini demi menyelesaikan misi!"
"Tapi kenapa? Apakah karena kamu ingin menjadi kuat? Atau kamu ingin menjadi orang kaya? Tapi jika itu keinginanmu, maka semua yang kamu lakukan ini sudah sangat keterlaluan!"
"Bukan itu alasanku melakukan semua ini. Aku sudah kaya, aku juga sudah kuat, aku tidak membutuhkan semua hal itu. Aku cuma ingin satu keinginanku dapat terkabul, itu saja. Dan semua yang aku lakukan selama ini sangat setimpal dengan apa yang aku inginkan!"
"Ingin satu keinginanmu terkabul? Apa maksudmu?"
"Apa orang yang memberikanmu sistem tidak menjelaskannya?"
__ADS_1
"Maksudmu organisasi dengan lambang kadukeus itu?"
"Haah~ sepertinya kamu tidak tahu apa-apa. Sungguh aneh sekali. Baiklah, mari kita mulai pertarungannya, Rian!"
Aura merah mulai berkumpul ke tubuh Nightmare. "Spiritualism : Kerajaan Demit"
Di belakang Nightmare, mendadak muncul 71 makhluk astral dengan berbagi bentuk. Ada genderuwo, pocong, wewe gombel, banaspati, leak, dan puluhan roh jahat berbaju merah.
"Ini …" Ryan sangat terkejut melihat betapa banyaknya makhluk yang telah menjalin kontrak dengan Nightmare.
"Merasuklah semuanya!" Setelah mengucapkannya, semua makhluk astral tersebut langsung masuk ke dalam tubuh Nightmare secara bersamaan.
Boom
Sebuah gelombang kejut berwarna merah menyebar dengan cepat dari tubuh Nightmare. Aura merah pekat terus meluber dari tubuhnya. Dengan cepat, tinggi badanya bertambah dan muncul otot-otot bak binaraga di seluruh tubuhnya.
Rambut Nightmare pun memanjang hingga mencapai lutut kakinya. Muncul kobaran api yang menyala merah dari ujung rambutnya. Kain kafan putih terlihat melilit lehernya seperti sedang memakai syal.
Nightmare menghentakkan kakinya ke tanah, hanya dalam satu kedipan mata, Ia mendadak muncul di depan Rian. Bahkan Kemampuan Persepsi Super pun tidak bekerja karena gerakan Nightmare yang terlalu cepat.
Bogem mentah Nightmare pun menghantam dada Ryan dengan sangat keras.
BOOM
"Uhuk uhuk …" Rian batuk-batuk hingga mengeluarkan darah dari mulutnya sambil terduduk bersandarkan tembok di lantai.
Kondisi dada Rian kini berlubang, namun pukulan Nightmare meleset satu centimeter dari jantung Rian. Terlihat asap putih keluar lubang pada dada Ryan. Dengan cepat, lubang telah tertutup.
"Aku tidak menyangka kamu berhasil menghindari seranganku dalam waktu yang singkat. Seperti yang diharapkan dari Alpha Werewolf. Akan tetapi, Jason masih lebih kuat dari mu!"
Saat Nightmare akan menendang tubuhnya, Rian terlebih dahulu mengayunkan kedua tangannya. "[Firefly]"
10 Kilat merah membentuk tanda silang tercipta di udara. Dengan cepat, kaki Nightmare menghantam kilat merah tersebut.
Kratak
"Ini nggak mungkin!" Melihat [Firefly] miliknya mulai retak, Rian langsung segera menyingkir dari tempatnya duduk.
Kratak Krakak
Boom
Kaki Nightmare menghantam dinding di depannya. Efek hantaman ini menyebabkan kerusakan sejauh 2 kilometer.
__ADS_1
"Sial, kalau begini terus aku bisa mati. Jurus biasa tidak bisa melukainya. Sepertinya aku harus menggunakan kemampuan khusus Sang Pemimpi. Tapi waktu tunggu untuk bisa menggunakan kemampuan ini masih 3 hari lagi!" gumam Ryan.
[Host, cepat beli Kacang Senzu dari Toko sistem. Kacang tersebut dapat memulihkan tubuh dan juga mereset waktu tunggu kemampuan khusus Host]
Mendengar ucapan Sistem-chan, Rian segera membuka Toko Sistem dan membeli Kacang Senzu.
Ada bermacam-macam barang yang dijual dalam Toko, bahkan jumlahnya ada jutaan. Maka dari itu, masih banyak barang yang Rian sendiri tidak tahu di sana, termasuk keberadaan Kacang Senzu.
Ding
[Terima Kasih Host telah membeli Kacang Senzu dari Toko. Barang telah berada dalam Kantong]
[Total Poin sekarang 297]
______________________________________________________________________
Kacang Senzu Berdarah
Level : 5
Jenis : Makanan
Deskripsi :
Kacang Senzu Berdarah adalah varian lain dari Kacang Senzu. Sama seperti Kacang Senzu pada umumnya, Kacang ini dapat memulihkan kondisi fisik dan juga mereset waktu tunggu kemampuan khusus. Bedanya adalah, orang yang mengkonsumsi kacang ini, akan kehilangan umurnya sebanyak 10 hari.
______________________________________________________________________
Secepat kilat, Rian langsung mengkonsumsi Kacang Senzu. Seketika itu juga, tubuh Rian terasa sangat ringan.
"Ahhh, ringan sekali tubuhku. Sayang sekali harga per bijinya 4000 poin. Kalau cuma 500 poin seperti Ramuan Pemulih Vitalitas, aku pasti sudah memborongnya."
"Lalu, terima kasih, Sistem-chan …" setelah mengatakannya, aura di sekitar Rian berubah.
"Hee~ sepertinya kamu telah mengkonsumsi ramuan dari Toko sistem ya …" ejek Nightmare.
"Kali ini, aku akan serius untuk membunuhmu, Nightmare!"
"Baiklah, ayo maju, Rian … aku akan mengantarmu menemui kedua orang tuamu di akhirat!"
Mendengar ucapan Nightmare, Rian akhirnya dapat mengkonfirmasi kabar kematian orang tuanya. 'Jadi kamu benar-benar pembunuh orang tuaku!'
Dengan penuh emosi, Rian mulai menggunakan Kemampuan Khususnya.
__ADS_1