Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Eksperimen Rumah Sakit


__ADS_3

"Itu memang benar. Ada suster yang terbunuh di zona khusus ini. Bahkan pihak rumah sakit menyelenggarakan acara berkabung di lantai 2. Pihak rumah sakit berharap, agar kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pasien, keluarga pasien, suster, dokter, dan pegawai rumah sakit lainnya." 


Seakan Bintang tahu pertanyaan apa yang akan ditanyakan Rian, ia langsung melanjutkan ucapannya. "Aku benar-benar tidak terlibat dalam kasus itu. Polisi juga pernah bertanya padaku mengenai hal ini. Saat kejadian itu, aku sedang tidur di kamarku. Aku juga pada hari itu belum berbicara sama sekali dengannya. Bahkan aku sama sekali belum bertemu dengannya."


Rian merasa bahwa semua ucapan Bintang ini dapat dipercaya. "Aku harap kamu berkata yang sebenarnya." Setelah itu, Rian keluar dari ruang laundry menuju ke lantai 1 kamar 106 yang merupakan kamar William sebelum ia dipindahkan ke lantai 3.


"Setiap kamar inap hanya memiliki kunci satu sisi, dimana di bagian dalam ruangan tidak ada lubang kunci dan daun pintu. Ada pintu pengaman pada lorong setiap 20 meter. Dan pastinya ada pegawai rumah sakit yang berpatroli tiap malam. Lalu bagaimana caranya William bisa kabur?"


'Sangat sulit untuk kabur dari tempat ini. Pasti William mendapat bantuan dari setan yang merasukinya. Tapi sejak kapan setan itu merasukinya?' Rian pun teringat ucapan Bintang, dimana William sering keluar masuk ruang Electroshock Therapy. 'Apa William mendapatkannya saat menjalani terapi?'


Rian kemudian memeriksa kamar 106 ini. Ketiak ia menggeser tempat tidur yang ada di pojok, Rian melihat ukiran-ukiran pada dinding putih yang dibuat menggunakan kuku. Rian mencoba melihatnya lebih dekat. Ternyata ukiran-ukiran itu adalah tulisan tangan. 


"Apakah ini tulisan tangan William?" Rian kemudian membaca tulisan tersebut


...- Apakah aku sudah gila? -...


...- Para Dokter dan Suster itu selalu membawaku ke ruang Electroshock Therapy -...


...- Padahal aku tidak gila! -...


...- Aku adalah pengusaha kaya! -...


...- Kenapa aku diperlakukan seperti hewan! -...


...- Malam ini, mereka membawaku ke tempat yang aneh -...


...- Tempat itu sangat mengerikan. Terdapat garis-garis merah yang berdenyut di semua tempat -...


...- Mereka bilang bahwa ini adalah pengobatan jenis baru -...

__ADS_1


...- Sebelum mereka melakukan pengobatan jenis baru, aku melihat ada seseorang dengan baju pasien di sana -...


...- Anehnya, tidak ada orang yang menyadari keberadaannya selain aku -...


...- Apakah ini halusinasi? -...


...- Tapi bagaimana mungkin dia bisa berbicara padaku? Kenapa hanya aku yang bisa melihatnya? -...


...- Orang itu berkata bahwa ia bisa membantuku keluar dari rumah sakit ini. Tapi aku harus menyetujui salah satu kondisi yang ia ajukan -...


...- Aku harus membiarkan orang itu masuk ke dalam tubuhku -...


...- Awalnya aku menolak -...


...- Setelah beberapa kali aku pergi ke tempat itu untuk melakukan pengobatan jenis baru, akhirnya aku menerima syarat orang itu -...


...- Jujur saja, aku tidak tahu pengobatan macam apa yang aku jalani. Karena setiap aku keluar dari ruangan mengerikan itu, aku seakan lupa dengan apa yang para dokter lakukan padaku -...


“Sekarang, tinggal area khusus yang belum aku jelajahi. Kemungkinan, Vincent bersembunyi di sana untuk menyergapku.” 


Rian kemudian kembali ke depan pintu besi yang ada di ujung lorong lantai 3. “Hmmm, garam yang ada di depan pintu masih rapi. Artinya, Vincent sama sekali belum keluar dari area khusus ini. Atau mungkin ada jalan keluar lain di dalam sana.”


Menggunakan Kunci Terkutuk, Rian membuka kunci pintu besi tersebut.


Ceklek


Saat Rian mendorong pintu tersebut, perasaan tidak enak menyeruak dari lorong yang gelap ini. Bahkan Noir yang sejak tadi mengikuti Rian langsung bersembunyi di belakang kaki kiri Rian. 


Perlahan, Rian menyusuri lorong gelap itu. Di sana, Rian melihat tumpukan seprei yang menggunung, seakan ingin menyembunyikan sesuatu di bawahnya. “Anjir, kenapa orang-orang di sini selalu menumpuk seprei dan kain lainnya untuk menyembunyikan sesuatu! Bukankah ini sama saja seperti ‘hei, aku menyimpan sesuatu di sini, cepat temukan ’, haah~”

__ADS_1


Rian kemudian membongkar tumpukan kain tersebut dan menemukan sebuah boneka yang terbuat dari bantal dan juga seprei. Yang menakutkan adalah, pada bantal yang menjadi kepala boneka, tergambar wajah manusia lengkap dengan mata, hidung, dan mulut yang lebar. Saat Rian mengecek boneka tersebut, Rian menemukan sebuah tulisan di balik kepala boneka tersebut. Di sana, tertulis nama ‘Lina ’.


“Kenapa ada nama di boneka ini?“ gumam Rian sambil menaburkan garam pada boneka. Namun tidak terjadi apa-apa pada boneka tersebut. Rian kembali membongkar tumpukan seprei dan menemukan satu boneka lagi. Kali ini, nama yang tertulis pada boneka adalah ’Ajeng ’.


“Apa maksud nama dari boneka ini? Apakah nama-nama ini merepresentasikan orang-orang yang asli? Kalau dipikir-pikir lagi, tumpukan kain seprei ini mirip dengan kuburan!” Rian sedikit merinding memikirkan hal ini. 


Rian kemudian berjalan kembali menelusuri lorong. Di sepanjang lorong, ada banyak ruangan-ruangan kosong. Ruangan tersebut tidak memiliki tempat tidur ataupun meja. “Bukankah katanya hanya ada 9 pasien dan 10 kamar khusus di area ini? Lalu apa gunanya ruangan-ruangan kosong ini?”


Tidak ada nama maupun nomor pada ruangan tersebut. Tidak terlihat juga bahwa ruangan tersebut digunakan untuk merawat pasien. “Kamar di lantai 1 sangat sempit dan berdempetan. Tapi di lantai 3, ada banyak sekali ruangan kosong. Kenapa pihak rumah sakit lebih memilih membiarkan ruangan-ruangan ini kosong daripada menggunakannya untuk pasien? Ini cukup aneh …”


Titititit Titititit Titititit 


“Alarmku berbunyi? Ini artinya sekarang sudah jam 12 malam.” gumam Rian sambil mematikan alarm pada ponselnya.


“Sekarang, pintu merah itu pasti telah muncul. Di saat yang sama, Vincent masih berkeliaran di tempat ini. Menggunakan lampu senter saat ini sama saja seperti memberitahukan keberadaanku. Sepertinya aku harus mematikannya.” Rian kemudian mematikan lampu senternya dan menutup matanya. Setelah selama 1 menit penuh ia menutup matanya, Rian kembali membuka matanya. Kini, ia sedikit terbiasa dengan lorong yang gelap ini.


‘Vincent sejak tadi masih belum terlihat. Bahkan jejak kakinya pun tidak ada. Di mana kira-kira dia bersembunyi? Di dalam tumpukan kain yang berserakan? Atau dia sedang menyiapkan penyergapan di suatu tempat? Bau tempat ini sangat tidak sedap, jadi aku nggak bisa menggunakan indera penciumanku di sini.’ 


Saat sedang berpikir, Rian melihat sebuah meja konter yang sama seperti di lantai 1. Pada meja tersebut, kartu pasien dan juga obat tertata dengan sangat rapi. “Ini aneh, kenapa meja ini terlihat bersih dan rapi? Seperti baru saja digunakan.”


Rian kemudian melompat ke dalam meja konter. Saat melihat lebih detail, Rian melihat banyak resep dan obat yang disusun berjajar. Setiap bungkus obat, tertulis nama pasien pada bungkusnya. “Lina? Ajeng? Tunggu, bukankah ini nama boneka yang ada di dekat pintu masuk area ini?”


Rian memegang salah satu bungkus obat dan meraba-raba nama pada bungkusnya. Nama tersebut menjadi buram karena masih basah. “Tulisan ini masih basah. Ini artinya ada orang yang baru saja menulis pada bungkus obat ini! Tapi buat apa obat-obat ini? Apakah orang itu memaksa korban meminum obat ini?”


Srek Srek Srek


Tiba-tiba, terdengar suara orang yang berjalan sambil menyeret kakinya. Rian pun menunduk di meja konter sambil terus mengintip ke arah suara itu berasal. “Pasien mana lagi ini? Apakah Vincent? Namun Vincent berjalan tanpa ada suara dan jejak.”


Perlahan, sosok wanita menggunakan seragam suster terlihat berjalan menyeret kakinya dan terus menundukkan kepalanya. Saat suster tersebut semakin dekat dengan konter, Rian dapat melihat suster itu dengan jelas. Pinggang suster tersebut sangat tidak berbentuk. Kaki dan tangannya juga berputar ke arah belakang. Seakan, ada seseorang yang telah memotong tubuhnya, dan memasangkannya kembali dengan paksa.

__ADS_1


"Tunggu! Wajah itu, bukankah itu wajah dari suster yang di bunuh di sini!? Bagaimana mungkin dia masih hidup!?"


__ADS_2