
"Hai Guys, kembali lagi bersama Host kalian tercinta, Rian! Aku meminta maaf pada kalian semua atas Live Broadcast Sabtu kemarin yang terhenti secara mendadak. Hal ini terjadi dikarenakan kami mendadak tidak sadarkan diri secara bersamaan. Kami pun memutuskan untuk tidak melanjutkan penelusuran mengenai 7 Keajaiban SMA Avernus."
"Penelusuran ini terlalu berbahaya bagi kami. Namun, kami bisa pastikan bahwa semua keajaiban kecuali keajaiban yang pertama adalah nyata adanya. Dan itu sangat berbahaya. Jadi kami mohon untuk tidak meniru apa yang kami lakukan!"
"Untuk agenda Live Broadcast dadakan hari ini, kami akan melakukan penyelidikan mengenai kamar apartemen milik teman sekelas kami yang berada di Apartemen Keluarga Sejahtera. Kalian yang tinggal di Surabaya pasti mengenal banget apartemen ini. Di bangun tahun 1994, apartemen dengan 5 tower ini sekarang sudah sepi penghuni."
Mobil Toyota Alphard Alicia sudah semakin dekat dengan lokasi apartemen yang Winny tinggali. Rian pun menunjukkan lokasi apartemen pada para penonton. "Guys, kalian bisa lihat ke sana … ada bangunan 13 lantai berwarna oranye di sisi jalan, itulah Apartemen Keluarga Sejahtera. Kalian bisa melihat sendiri bagaimana kesan angker yang terpancar dari bangunan itu."
Setelah itu, Rian mulai menceritakan kisah Winny. Tentang bagaimana ia memimpikan hal yang sama secara terus menerus dalam 3 minggu terakhir. Tentu saja, semua ini sudah mendapat ijin dari Ida dan Winny. Ida malah sangat bersemangat untuk bisa tampil dalam Live Broadcast.
Begitu mereka sampai di tempat parkir, mereka pun segera turun dari mobil dan berjalan menuju lobi gedung A, tempat di mana kamar yang Winny sewa berada. Saat mereka mulai memasuki gedung, bau tidak enak mulai tercium. "Bau apa ini? Seperti bau makanan busuk!"
Rian dan teman-temannya terus menyusuri lobi yang kosong. Lampu penerangan lobi terlihat remang-remang, bahkan sesekali mati, lalu menyala lagi. Tidak ada juga orang yang berjaga di lobi. Tempat ini terasa sangat terbengkalai. Banyak lumut dan dan debu pada dinding lobi.
"Apa kau yakin Winny tinggal di apartemen ini?" tanya Livia. Ia tidak percaya ada orang yang mau tinggal di apartemen seperti ini.
"Itu benar … ini alamat yang diberikan Ida padaku." Rian menunjukkan isi chat antara Rian dan Ida.
Livia perlahan membaca isi chat Ida. "Apartemen Keluarga Sejahtera jalan kebonsari … memang benar ini alamatnya. Tapi mengapa ia memilih untuk menyewa kamar di tempat ini? Bukankah masih banyak apartemen yang lebih baik, bahkan lebih dekat ke sekolah kita di banding tempat ini!"
__ADS_1
"Mungkin faktor biaya juga. Kita kan nggak tahu bagaimana kondisi keluarga Winny …" sahut Adi.
"Hmmm, betul juga. Sewa kamar di tempat ini pasti sangat murah …"
Saat mereka sampai di depan Lift, ada tulisan yang tertempel pada pintu Lift. Tulisan itu mengatakan bahwa Lift sudah tidak bisa digunakan lagi. Dengan terpaksa, mereka pun naik ke lantai 3 menggunakan tangga darurat yang terletak dekat dengan Lift.
Sesampainya di lantai 3, Rian dan teman-temannya segera sampai di depan kamar 303. Namun, Rian tidak segera mengetuk pintunya. Ia terus berdiri di depan pintu 303. Kemudian, Rian melihat ke arah kamar 301, 302, dan 304.
Livia, Guntur, Adi, dan Alicia pun terdiam melihat apa yang dilakukan Rian. Mereka sendiri bingung dengan apa yang dilakukannya. Namun, mereka tidak ingin mengganggu Rian.
Rian berkonsentrasi untuk mendengar suara dari 3 kamar lainnya. Dari kamar 301, terdengar suara televisi yang sangat keras. Sedangkan dari kamar 302, terdengar suara orang yang sepertinya sedang berdebat dalam telepon. “Kau gila! Apakah kau ingin membuatku terbunuh!?” ucap penghuni kamar 302 dengan keras.
Untuk kamar 303 tempat Winny tinggal dan kamar 304 yang ada di sebelahnya, tidak terdengar satu pun suara. "Hmm, ini aneh. Kenapa tidak terdengar satu pun suara dari kamar Winny? Jika ini memang kamarnya, seharusnya Ida dan Winny ada di dalam." Rian kemudian memutuskan untuk mengetuk pintu kamar 303.
Tok Tok Tok
Tidak ada respon dari Ida dan Winny, Rian kembali mengetuk pintu kamar 303.
Tok Tok Tok
__ADS_1
"Ida! Winny! Ini kami, Rian, Guntur, Adi, Livia, dan juga Kak Alicia. Bisakah kalian membuka pintunya?" teriak Rian. Tapi, tidak ada respon sama sekali dari dalam kamar.
"Apa mereka sedang keluar?" tanya Guntur.
"Akan aku coba mengetuk lagi, mungkin mereka sedang sibuk sesuatu hingga tidak dengar ketukanku …" Rian kemudian mengetuk kembali selama satu menit penuh, namun tidak ada respon dari Ida ataupun Winny. Saat Rian curiga bahwa ia salah alamat, seorang pria, tiba-tiba pintu kamar 301 terbuka.
Dari dalam, keluar seorang pria paruh baya dengan rambut yang berantakan. Tercium bau alkohol dari tubuhnya. "Hei, kalian sedang mencari siapa?"
Rian merespon pertanyaan pria tersebut. "Ah, malam pak … kami sedang mencari teman sekelas kami, Winny. Aku mendengar ia sedang tidak enak badan. Makanya kami berkunjung bersama malam ini …"
"Kalian pasti salah alamat. Aku tidak tahu orang yang bernama Winny ini, namun aku yakin dia tidak tinggal di kamar 303!" jawab pria itu sambil menggaruk-garuk bekas gigitan nyamuk di pipinya. Pria itu terus menggaruk bekas gigitan nyamuk hingga berdarah.
"Tapi temanku bilang, ia tinggal di kamar 303 ini." Rian mencoba menggali informasi dari pria tersebut. "Terlebih, Bapak tadi ngomong bahwa Bapak tidak mengenal Winny. Terus, bagaimana Bapak yakin bahwa Winny tidak tinggal di sini?"
"Dulu, pernah ada orang yang mati di dalam kamar 303. Sejak saat itu, kamar ini selalu kosong. Jadi, jangan ketuk-ketuk pintu kamar 303 lagi! Hal itu hanya akan membawa nasib buruk!" Pria itu kemudian masuk kembali ke dalam kamarnya dan membanting pintunya. Namun, setelah pria paruh baya itu masuk, ia tidak menyalakan televisi seperti pada awal Rian dan teman-temannya datang tadi.
Rian pun tidak lagi mengetuk-ketuk pintu kamar 303. Mata Rian terus tertuju ke arah pintu kamar 301.
'Hmm, pria paruh baya tadi sangat mencurigakan. Aku menduga pria itu masih ada di balik pintu dan sedang mengawasi gerak-gerik kami!' pikir Rian. Walau pria itu sangat mencurigakan, tapi Rian berhasil mendapatkan informasi penting mengenai kamar 303.
__ADS_1
'Berdasarkan informasi dari pria itu, ada orang yang pernah mati di dalam kamar 303 ini. Dan sejak saat itu, kamar ini selalu kosong! Kalau memang kamar ini selalu kosong, di mana kah Winny sebenarnya tinggal? Atau, orang tadi berbohong untuk menyembunyikan sesuatu?' Karena tidak menemukan jawaban yang tepat, Rian akhirnya menghubungi Ida.
"Halo, Ida … di mana kamu sekarang?"