
Rian dan Yohan terus berjalan sampai ke lantai ke lantai 13 menggunakan tangga. Mereka berdua kini sudah memakai topeng. Yohan memakai topeng kelelawar perak, sedangkan Rian menggunakan topeng serigala.
"Kak Yohan nggak capek naik tangga kayak gini?" Rian terkejut melihat Yohan sama sekali tidak lelah menaiki tangga hingga lantai 13.
"Begini-begini fisikku kuat lho." guyon Yohan.
Saat mereka tiba di lantai 13, Ryan melihat seseorang menggunakan topeng gorila sedang berjaga di depan sebuah kamar. Melihat Yohan datang, orang bertopeng gorila itu menyapa Yohan. "Yo … akhirnya kamu datang juga, kelelawar. Nggak biasanya kamu datang terlambat."
"Aku harus menjemput serigala hari ini, makanya jadi agak terlambat."
"Ho~ jadi ini calon anggota baru kita?" Pria bertopeng gorila itu melihat tubuh Rian dari atas ke bawah. "Oke, silahkan masuk …"
Saat masuk, Rian melihat ruangan yang sangat luas. Di tengah ruangan ini, ada sekitar 17 orang duduk di sebuah meja panjang. Salah satu dari mereka, terlihat sedang bercerita.
'Dari bentuk ruangan ini, kemungkinan ini adalah kamar kondominium. Pantas saja hanya ada satu pintu di lantai ini …' pikir Rian.
Melihat Rian dan Yohan masuk, cerita yang diucapkan oleh orang bertopeng rubah pun terhenti.
"Kalian terlambat. Cepat segera duduk!" ucap seorang pria dengan topeng plague doctor.
Melihat topeng plague doctor, hati Rian bergetar. 'Plague doctor, hahahaha … akhirnya aku bisa bertemu denganmu di sini! Aku akan memastikan sendiri, apa benar kamu telah membunuh orang tuaku!'
Merasakan fluktuasi amarah dari diri Rian, Yohan langsung menyadarkannya. "Serigala, kamu kenapa? Ayo duduk!"
"Ah, iya … maaf …"
'Ada apa dengan Rian? Sepertinya dia sangat marah dengan master. Apakah Rian mengenalnya?' pikir Yohan.
Mereka berdua pun segera duduk pada kursi yang masih kosong. Setelah itu, cerita pria bertopeng rubah dimulai kembali.
"Jadi, saat itu temanku ketahuan oleh pemilik rumah saat sedang mencuri. Alhasil, temanku memukul kepala wanita pemilik rumah itu hingga tewas. Untuk menyembunyikannya, temanku menaruhnya di atas plafon kamar mandi.",
"Sejak saat itu, selama beberapa hari temanku selalu bermimpi didatangi oleh sosok wanita berbaju merah yang wajahnya mirip dengan wanita yang ia bunuh."
__ADS_1
"Sekian cerita dariku." ucap pria bertopeng rubah.
'Tunggu, bukankah cerita ini mirip dengan kronologi kasus terbunuhnya Ibu Winny 11 tahun yang lalu? Dan dari gaya penceritaannya, sepertinya dia bercerita tentang kisah yang dialaminya sendiri. Itu artinya, dialah pelaku pembunuhan Ibu Winny!' pikir Rian.
Pria bertopeng gagak langsung memberikan komentar. "Ceritanya cukup menarik. Dan terdengar sangat nyata. Jadi aku tidak akan meragukan kebenarannya. Oke, selanjutnya kamu, leopard."
Seorang wanita seksi bertopeng leopard berdiri dari tempat duduknya yang kebetulan tepat berada di samping Ryan. "Terima kasih telah memberi saya kesempatan untuk membagi cerita horor saya." Sesaat kemudian ia duduk kembali.
"Ini adalah kisah nyata yang di alami istriku."
'Istri? Bukankah dia seorang wanita?' komentar Rian dalam hati.
"Istriku berusia 4 tahun lebih muda dariku. Ia bekerja sebagai pengisi siaran radio tengah malam. Waktu siarannya adalah jam 12 malam sampai jam 2 pagi. Maka dari itu dia selalu pulang dini hari."
"Ketika kita masih awal-awal menikah, aku sering menunggunya pulang, lalu kita bisa tidur bersama. Namun setelah jam kerjaku berubah menjadi lebih pagi, aku jadi jarang melakukannya lagi."
"Biasanya aku akan membuat masakan untuknya, dan meninggalkan catatan agar ia menghangatkannya ketika pulang."
"Awalnya semua berjalan lancar. Hingga suatu malam, istriku tidak lagi menyentuh makanan yang telah aku sediakan di meja. Tapi saat pagi, aku melihat pada tempat cuci piring, ada banyak alat memasak yang belum di cuci. Artinya, istriku memasak makanannya sendiri."
"Aku pun bangun dan mencoba melihat keluar kamar. Suasana rumah sangatlah gelap. Jadi, aku mengira suara di dapur adalah ulah pencuri. Namun saat aku mendekati dapur, ternyata orang yang ada di dalam dapur adalah istriku. Ia terlihat mengeluarkan sepotong daging berukuran besar dari tas kresek hitam dan mengambil sebilah pisau dari meja."
"Memotong daging akan membuat suara gaduh. Mungkin karena takut membangunkanku, istriku hanya memotong bagian permukaan daging, lalu kemudian memasukkan bumbu ke dalam potongan terebut. Setelah itu, ia memasukkan daging tersebut ke dalam panci."
"Membuat sup? Istriku membuat sup sebanyak ini malam-malam begini? Apakah ia membuat sup untuk sarapan dan makan siang nanti?"
"Aku mencoba berpikir positif. Akhirnya aku kembali ke kamar dan mengintip istriku dari celah pintu."
"Sup tersebut matang saat jam menunjukkan pukul 3 pagi. Seakan tidak ingin kegiatan makannya dilihat orang, ia menutup pintu dapur. Setelah ia menutup pintu, aku mendengar orang memotong daging dengan keras dari dapur. Tak sampai 30 menit, istriku keluar membawa sebuah kresek hitam dan membuangnya keluar. Karena suatu alasan, aku sangat takut melihat istriku."
"Perut istriku terlihat sedikit membesar. Wajahnya pun dipenuhi minyak dan kuah sup. Walau begitu, ia terlihat tersenyum puas. Setelah itu, istriku pergi mandi untuk membersihkan bau badanya. Ia kemudian berbaring di sampingku seperti biasa."
"Keesokan harinya, aku bersiap untuk berangkat bekerja seperti biasanya. Ketika aku melihat wajah istriku yang terlihat cantik saat tidur, aku jadi sangat ingin menciumnya. Namun kejadian tadi malam membuatku mengurungkan niat tersebut."
__ADS_1
"Aku melihat perutnya. Ternyata perutnya sudah tidak membesar lagi. Semua yang terjadi tadi malam seakan hanya sebuah mimpi."
"Malam berikutnya, istriku melakukan hal yang sama lagi. Ia sepertinya mengalami semacam gangguan mental yang menyebabkannya selalu ingin makan daging. Aku tidak tidur lagi malam itu. Aku terus mengawasi semua kegiat istriku. Ketika istriku masuk mulai tidur, aku segera berganti baju dan keluar menuju tong sampah yang ada di depan rumah."
"Aku pun mengacak-acak isi tong sampah, hingga akhirnya aku berhasil menemukan kresek hitam yang biasa digunakan Istriku untuk membuang sisa bahan masakannya. Saat aku membukanya, isi ternyata adalah tulang belulang ayam utuh. Banyak terdapat bekas gigitan pada tulang-tulang tersebut. Di sini, akhirnya aku sadar … aku benar-benar tidak mengenal istriku …"
"Sejak saat itu, setiap pagi, aku selalu mengecek tong sampah. Semakin aku melihat, semakin aku takut!"
"Istriku sepertinya sedang mencoba untuk memakan berbagai jenis daging. Pada awalnya, yang aku temukan hanyalah tulang ayam dan duri ikan. Namun lambat laun, aku menemukan tulang dan bulu anjing."
"Aku adalah pecinta hewan, makanya aku tidak ingin ia melanjutkannya. Istriku pasti sedang sakit, atau mungkin dia sudah kerasukan setan. Yang pasti, aku harus berbicara empat mata dengannya."
"Saat aku berbicara dengannya, istriku tidak mengakui perbuatannya. Tapi ketika aku membawa tas kresek yang ia buang sebagai bukti, akhirnya ia mengaku."
"Istriku berkata bahwa ia tidak bisa mengendalikan dirinya. Dia akan merasa sangat lapar ketika tengah malam tiba. Selain keanehan itu, ia bertingkah layaknya orang normal biasa."
"Dia berkata bahwa ia akan selalu menyayangi dan mencintaiku. Tapi, aku sudah sangat takut dengannya. Siapa yang mau tidur bersama orang gila sepertinya!?"
"Setelah aku berpikir panjang, akhirnya aku mengajukan perceraian ke pengadilan negeri. Istriku memohon padaku untuk tidak menceraikannya. Dan aku juga sebenarnya masih mencintainya, tetapi tingkahnya membuatku takut."
"Akhirnya kita bercerai. Aku kemudian pergi untuk hidup sendiri. Istriku masih mencintaiku, ia sering menelpon maupun mengirim pesan melalui chat. Ia sering memohon padaku untuk bisa hidup bersama lagi. Jujur saja, selain kebiasaan makan tengah malamnya itu, dia adalah wanita yang sempurna, baik, cantik, dan sabar."
"Perlahan, rasa bersalah mulai menumpuk di hatiku. Sampai suatu hari, ada seseorang yang menghubungiku. Dia berkata bahwa ia berasal dari kepolisian. Dia menduga istriku ada hubungannya dengan kasus hilangnya salah satu karyawan radio. Setelah menanyakan beberapa hal, orang itu memperingatkan untuk berhati-hati."
"Saat itu, aku benar-benar merasa beruntung telah meninggalkan istriku. Jika tidak, kemungkinan aku lah yang akan hilang."
"Setelah seharian bekerja, aku pun kembali ke rumah kontrakanku. Aku kemudian menghangatkan kembali makanan yang aku buat tadi pagi dan memakannya."
"Setelah selesai makan, aku bersumpah melihat istriku mendadak merangkak keluar dari bawah tempat tidurku!"
"Istriku melihatku sambil tersenyum. Ia berkata bahwa aku sama sekali tidak berubah, masih tetap tidak mau membuang-buang makan dan menghabiskan makanan sisa yang telah aku buat."
"Aku tidak tahu bagaimana caranya ia masuk ke dalam rumahku. Namun aku tahu, aku tidak akan bisa berpisah dengannya lagi. Aku akan menjadi bagian dari istriku selamanya."
__ADS_1
Cerita wanita bertopeng leopard itu berhenti di situ. Secara reflek, Rian dan orang bertopeng rubah langsung menggeser kursinya untuk menjauh dari wanita itu.
'Wanita itu bercerita dari sudut pandang suaminya. Tapi, berdasarkan cerita wanita leopard itu, seharusnya suaminya sudah mati sekarang!' gumam Rian.