
“Guys, habis makan mau nggak main ke kasino?” tanya Rian yang sedang makan di ruang privat hotel bersama teman-temannya.
“Kamu modalin?”
“Tentu saja Adi, kamu nggak perlu khawatir. Tapi kalau kalian menang banyak, kita bagi fifty-fifty keuntungan dari chip yang kalian pegang.”
“Fifty-fifty?” Guntur tertarik dengan proposal Rian.
“Contoh, semisal aku memberi kalian modal 100 dollar. Dari hasil berjudi, kamu mendapat 150 dollar. Maka aku akan mendapat 125 dollar. 100 dollar tadi kembali padaku, dan 25 dollar adalah keuntungan yang telah dibagi 2. Tapi kalau kalian kalah, aku nggak akan menagih kalian. Jadi tenang saja.”
Guntur akhirnya paham dengan proposal Rian. “Jadi intinya, modal yang kamu berikan akan aku kembalikan. Lalu margin yang didapatkan dari hasil berjudi akan dibagi 2, betul begitu?”
“Betul sekali.”
“Kalau kayak gitu sih aku mau banget …” ucap Adi. Guntur dan lainnya juga setuju dengan proposal Rian.
“Oke, kalau begitu kalian akan aku beri masing-masing 10 chip hitam. 1 chip hitam bernilai 100 dollar. Sementara aku dan Rio akan menggunakan chip berwarna merah marun, senilai 1000 dollar per chipnya. ” Rian kemudian membagikan chip pada Adi, Guntur, Livia, dan Alicia. Sementara alena dan Tika tidak suka berjudi, jadi mereka berdua hanya menonton saja. Khusus Pak Arta, Rian memberikan chip berwarna merah marun.
Setelah mereka selesai makan, mereka bersembilan mulai berpetualang di kasino hotel yang ada di lantai dasar. Saat mereka berpencar, Alena dan Tika memutuskan untuk mengikuti Rian.
"Enaknya main apa ya?" Rian berkeliling melihat-lihat kasino yang luas ini selama 10 menit. Ia bingung mau bermain apa. Apalagi Rian sebenarnya tidak terlaku menyukai judi. Ia lebih suka sesuatu yang pasti. Sampai akhirnya, ia melihat Pak Arta sedang bermain di meja kartu.
Saat mereka menghampiri Pak Arta, Rian melihat sesuatu yang tidak masuk akal. Dengan penglihatan Rian yang tajam, ia sempat melihat kartu terbalik yang diintip Pak Arta sedikit adalah 4 wajik. Namun begitu Pak Arta menutupnya dan mengintip lagi ujung kartunya, kartu tersebut berubah menjadi AS waru.
"Aku berhalusinasi kan?" ucap Rian sambil mengucek-ngucek matanya.
"Kenapa Rian?"
"Ah nggak kok Alena. Cuma kemasukan debu aja."
"All In" mendadak Pak Arta mempertaruhkan semua chip yang ia miliki. Karena Rian memberinya 10 chip berwarna merah marun, artinya uang yang ia pertaruhkan adalah 10.000 dollar.
"Menarik sekali, Call" ucap seorang pria arab.
Seorang wanita bergaun merah juga mengikuti pria arab tersebut. "Oke, aku ikut, Call"
"Sial, aku fold!" teriak seorang pria berambut panjang sambil membanting kartunya ke meja.
Melihat semua sudah mendapat 5 kartu, banker pun menyudahi permainan. "Silahkan semuanya menunjukkan kartu kalian."
"Full House!" Pria arab tersebut menunjukkan kartu 8 wajik♦️, 8 sekop♠️, 8 keriting♣️, 7 hati♥️, dan 7 keriting♣️.
__ADS_1
"Cih, Full house ku kalah angka!" ucap Wanita bergaun merah. Wanita tersebut menunjukkan kartu 5 hati♥️, 5 keriting♣️, 5 wajik♦️, 6 hati♥️, dan 6 wajik♦️.
"Royal Straight Flush" Pak Arta menunjukkan kelima kartunya. Di sana ada kartu 10 sekop♠️, Jack sekop♠️, Queen sekop♠️, King sekop♠️, dan As sekop♠️.
Mendengar ucapan Pak Arta, penonton, Bankir, dan 3 pemain lainnya menjadi hening. Mereka tak percaya ada orang yang berhasil membuat kombinasi Royal Straight Flush. Mengumpulkan kombinasi ini sangatlah sulit.
Sesaat kemudian, mereka pun langsung bertepuk tangan.
Plak Plak Plak
"Good Game."
"Cowok ganteng itu hebat sekali, bisa mendapatkan Royal Straight Flush."
Mendadak, area sekitar meja tempat Pak Arta bermain menjadi ramai penonton. Mereka penasaran dengan permainan Pak Arta.
"Karena tuan ini mendapat kombinasi kartu paling besar, maka tuan lah pemenang dalam permainan ini. Apakah tuan akan lanjut?" tanya Bankir setelah memberikan semua chip yang ada di tengah meja pada Pak Arta. Total, pak Arta sekarang memiliki 34 chip merah marun.
Pak Arta pun mengangguk. Peserta lainnya juga tidak ada yang mundur. Mereka masih penasaran dengan kemampuan Pak Arta. Masing-masing dari mereka kemudian mempertaruhkan 1 chip untuk memulai permainan.
Bankir kemudian mengocok kartu dan membagikan 5 kartu tertutup masing-masing pemain. Para pemain mulai melihat kartu masing-masing, terkecuali Pak Arta. Pak Arta membiarkan kelima kartu yang ada di meja tetap tertutup.
"Raise!" Pria arab tersebut mempertaruhkan 10 chip lagi. Ia tampak yakin dengan kartu di tangannya
"All In"
"Call!"
"Aku juga Call! Bankir, mari akhiri permainan ini. Aku ingin melihat apakah arogansi orang ini sesuai kemampuannya atau tidak!"
"Baik, silahkan semuanya menunjukkan kartu kalian."
Pria arab menunjukkan Double Pair dengan kombinasi kartu Jack hati♥️, Jack keriting♣️, King hati♥️, King sekop♠️, dan 10 wajik♦️.
Wanita bergaun merah menunjukkan King wajik♦️, 10 keriting♣️, 7 sekop♠️, 4 sekop♠️, dan 3 wajik♦️.
Sedangkan pria dengan rambut panjang menunjukkan Flush dengan kombinasi 9 wajik♦️, 8 wajik♦️, 7 wajik♦️, 5 wajik♦️, 4 wajik♦️. Ia hampir saja mendapatkan Straight Flush.
Semua peserta sudah membuka kartu mereka. Kini hanya tersisa Pak Arta yang belum membuka kelima kartunya. Kartu Pak Arta masih tetap di meja dalam kondisi tertutup sejak Bankir membagikannya. Pak Arta bahkan tidak menyentuh kartu-kartu itu sama sekali.
Mata semua orang tertuju pada kelima kartu milik Pak Arta. Perlahan, Pak Arta membuka satu kartu tertutupnya. As sekop♠️ muncul dari balik kartu. Kemudian disusul As hati♥️, As keriting♣️, dan King keriting♣️.
__ADS_1
Saat hanya tinggal satu kartu lagi yang belum terbuka, jantung semua orang pun berdegup kencang.
Deg Deg Deg Deg
"Gluup …"
Ratusan orang yang menonton pertandingan mereka sekarang sedang berharap ada keajaiban dalam kartu tertutup itu. Perlahan, tangan Pak Arta mulai bergerak. Ujung jarinya telah bersiap untuk membalikkan kartu yang ada di depannya.
Plak
Para penonton terdiam selama beberapa detik. Kemudian, mereka pun bersorak.
"YEAAAH!"
"WOOOHUUUU~"
"The real Dewa Judi!"
"Berkahi aku Dewa Judi!"
Berbeda dengan penonton yang bersorak, para pemain lainnya benar-benar tidak percaya dengan kartu milik Pak Arta. Mereka ingin menuduh Pak Arta curang, namun Pak Arta sama sekali tidak menyentuh kelima kartu tersebut sebelumnya.
“Ini tidak mungkin!”
“Keberuntungannya benar-benar tidak masuk akal!”
“Dia pasti curang!” tuduh pria berambut panjang.
“Jika aku memang curang, tolong tunjukkan buktinya.“ jawab Pak Arta dengan tenang.
“Jangan asal tuduh! Gara-gara kalah, kamu seenaknya menuduh pria tak bersalah ini!”
“Iya itu benar. Bahkan Pria ini tidak pernah menyentuh kartunya kecuali saat membuka kartu!”
“Pria ganteng nggak pernah salah!”
Banyak para penonton yang mendukung Pak Arta, terutama dari kaum hawa. Dengan tampang Pak Arta yang tampan dan berkarisma, sontak hal ini membuatnya memiliki banyak fans dadakan.
Melihat kondisi semakin tidak kondusif, Bankir pun segera mengumumkan pemenangnya. "Four Kind Ace, pemenang permain kali ini adalah tuan ini."
Plak Plak Plak Plak
__ADS_1
Para penonton pun bertepuk tangan dengan meriah ketika Bankir mengumumkan Pak Arta sebagai pemenangnya. Kini, chip di tangan Pak Arta telah menjadi 136 chip. Setelah itu, Pak Arta kembali memenangkan semua permainan kartu berikutnya. Hingga akhirnya, pihak Bankir meminta Pak Arta untuk berhenti secara halus.
Dari samping, Rian telah melihat semua gerakan Pak Arta selama permainan. Rian pun mulai sadar trik apa yang digunakan Pak Arta untuk memenangkan semua permainan ini. Dan trik ini bukanlah trik biasa. Namun melibatkan kekuatan supranatural.