Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Dukungan Banyak Orang


__ADS_3

“Halo semuanya. Aku Livia, sahabat Rian.” Livia berdiri di depan kamera Ponsel milik Rian. Saat dibawa ke kantor Polisi, ponsel Rian masih dibawa Guntur. Karena identitasnya sebagai anak Kapolda Jawa Timur, mereka tidak menyita barang-barang yang dibawanya.


"Saya sebagai sahabat Rian, ingin meminta tolong pada para penonton Live Broadcast untuk mendukung keadilan. Sekarang Rian dipenjara karena melawan pelaku kejahatan seksual. Dan anehnya, pelaku kejahatan seksual tersebut dianggap tidak bersalah. Malah Rian, dianggap main hakim sendiri dan dipenjara. Aku tak tahu bagaimana kondisi pelaku setelah dihajar Rian, karena konon katanya pelaku masih tak sadarkan diri. Namun itu tidak membuat pelaku dibebaskan bukan? Apalagi, pelaku masih anggota keluarga salah satu Konglomerat di Surabaya. Bukannya berpikiran negatif ya, cuma dengan keputusan Polisi seperti ini, membuatku curiga adanya permainan. Maka dari itu aku memohon pada kalian, tolong viralkan dan bawa keadilan untuk Rian. Terima kasih …" Guntur segera mematikan Live Broadcastnya.


"Good job Livia … sekarang kita tinggal menunggu bagaimana reaksi warganet. Apalagi kalau akun LambeMacan juga merepost video kita, pasti akan ramai. Ini akan jadi sangat menarik, ehehehe …" tawa Adi. Ia terlihat sangat menantikan efek kegaduhan yang mereka buat.


Melihat senyum Adi, Livia sedikit terkejut. "Aku nggak nyangka Adi ternyata orang seperti ini …"


"Sama, aku juga … padahal aku sudah sekelas dengannya selama 3 tahun. Baru kali ini aku melihat sisi lain Adi." sahut Guntur


......................


"Ayah, apa Ayah bisa menggunakan pengaruh Ayah untuk membebaskan Rian? pinta Alena. Ia sangat khawatir ketika menerima kabar dari Livia bahwa Rian masuk penjara dengan tuduhan yang tidak logis.


"Dengan nama keluarga kita, Ayah bisa saja membebaskannya. Ayah hanya perlu menghubungi beberapa kenalan Ayah, maka semua akan beres. Tapi Ayah ingin bertanya padamu, apakah Rian layak untuk Ayah bantu?"


"Apa maksud Ayah?"


"Bagimu, Rian itu apa? Teman? Sahabat? Pacar? Calon suami?"


"Eh? Kenapa mendadak bertanya hal seperti itu, aku kan masih kecil, hehehe …" Wajah Alena memerah mendengar pertanyaan Ayahnya.


"Pikirkan baik-baik pertanyaan Ayah. Kalau kamu sudah memikirkan jawabannya dengan bai -baik, segera beritahu Ayah. Sudah waktunya kamu mulai berpikir dewasa. Ayah tidak bisa selalu ada di sisimu."


'Kenapa Ayah tiba-tiba begini? Ini aneh …seakan Ayah akan pergi jauh meninggalkanku sendirian …' pikir Alena.


"Baik Ayah!" Kemudian Alena masuk ke kamarnya dan merenung. 'Apakah Ayah akan meninggalkanku, makanya Ayah ingin aku segera menemukan pria yang bisa berkomitmen? Tapi Rian milik Livia … aku juga sudah berjanji pada Livia untuk membantunya. Dan aku juga nggak ada perasaan khusus ke Rian. Apalagi kita juga baru kenal. Hmmm, baik lah. Akan ku sampaikan pada Ayah kalau Rian adalah teman dekatku. Ya itu benar, cuma teman dekat.'


Alena membayangkan dirinya berteman dekat dengan Rian. Setelah 10 tahun berteman, ia menyaksikan Rian menikah dengan Livia.


Deg


'Ugh, kenapa rasanya sakit sekali membayangkan Rian menikah dengan Livia? Seharusnya kan aku senang …'


Alena kemudian mengganti skenario dalam bayangannya. Yang menikah dengan Rian kali ini Alena. Namun dalam bayangan tersebut, Livia terlihat marah dan menangis saat pesta pernikahan.


'Ugh, memang sih aku senang menikah dengan Rian, tapi aku tetap merasa sakit melihat Livia menangis. Tunggu …Kenapa aku merasa senang menikah dengan Rian?'  Alena tersipu malu mengingat hal itu. Kemudian ia mengingat kembali momen-momen ketika mereka makan berdua, menonton, dan juga ketika ia mencium pipi Rian.


Deg Deg Deg Deg


‘Apakah ini yang namanya jatuh cinta? Tapi …’ Alena kemudian bangun dari tempat tidurnya dan pergi menuju kamar Ayahnya.


Tok Tok Tok

__ADS_1


“Ayah, aku mau bicara sebentar mengani maslah yang tadi.”


Kreak


“Apa kamu sudah menemukan jawabannya?”


Alena mengangguk dengan penuh resolusi.


......................


“Mama, bisakah Mama menolong Rian?”


“Tentu saja. Mama sudah menghubungi Pengacara Hotan Paris untuk menyiapkan langkah hukum demi menyelamatkan Rian. Ia pun setuju melakukannya secara cuma-cuma. Kami tidak akan membiarkan anak tak bersalah mendapat ketidakadilan!” jawab Bu Liliana.


Mendengar kabar baik itu, Alicia langsung memeluk Ibunya. “Terima kasih Ma …”


“Oh ya, Mama dengar kamu sangat dekat dengan Rian. Padahal Rian baru mulai bersekolah minggu lalu. Bisa ceritakan pada Mama awal kalian akrab?" senyum Bu Liliana. Alicia pun mengangguk atas permintaan Ibunya.


......................


Malam itu, video Rian menangkap basah Pak Effendi dan kemudian menghajarnya viral di media sosial. Mulai dari Tweiter sampai Insta-Book. Akun media sosial LambeMacan juga merepost video Rian. Banyak warganet yang mendukung aksi Rian dan berharap Pak Effendi mendapat hukuman berat. Warganet pun kembali mengelu-elukan nama Detektif SMA.


@ajeng : Bagus! Kalau perlu potong tuh burung!


@wiki : Guru macam ini nih yang meresahkan. Bukannya membimbing dan melindungi merudinya, ini malah melecehkan. Terima Kasih mas Detektif SMA.



Tapi, semua euforia itu berubah ketika video permintaan tolong Livia beredar. Warganet geram atas tindakan Kepolisian yang semena-mena. Bahkan semua akun sosial media milik Kepolisian di spam warganet. Dan semua itu terjadi dalam hitungan menit setelah video Livia beredar.


@lenka : apa-apaan ini! Kenapa malah Rian ditangkap?


@riyana : oknum negeri wakanda mulai berulah


@krisna : ayo serukan #saveRian


@lidya : sepertinya anak buah tuan takur turun tangan nih, makanya jadi kayak gitu.


@reynold : #saveRian


@hotanparisofficial : #saveRian


__ADS_1


Selang setengah jam kemudian, muncul video dari pengacara kondang Indonesia, Pak Hotan Paris, yang isinya mendukung Rian dan sedang mempersiapkan langkah hukum untuk menyelamatkannya. Semua hal ini dilakukan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun. Pak Hotan beralasan bahwa jika ia mengabaikan kasus seperti ini, apalagi yang menjadi korban adalah anak di bawah umur, maka ia akan menyesal seumur hidup. Hukum harus adil dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah. Namun yang terjadi pada Rian jelas cacat secara hukum.


Video dari Pak Hotan mendapat banyak like dan respon positif. Bahkan beberapa Menteri juga mengajukan dukungan untuk Rian dan menyarankan dilakukannya pemeriksaan secara menyeluruh.


Tak beberapa lama, informasi pribadi Pak Effendi mulai tersebar. Tentu saja yang menyebarkan semua ini tak lain adalah Alicia. Melihat video Livia, Alicia jadi ingin ikut membantu Rian. Ia menggunakan akun Anonymous dan menyebarkan profil Pak Effendi di berbagai media sosial. Dari situ terkuak hubungan Keluarga Sugiharto dengan Pak Effendi, dan juga hubungan Keluarga Sugiharto dengan oknum Polisi.


Alicia juga berhasil membobol berkas rahasia dari komputer milik Kepala Keluarga Sugiharto, Philip Sugiharto. Berkas tersebut ternyata berisi catatan keuangan milik perusahaan Philip Sugiharto, PT. Sugih Perkasa Prima, yang bergerak di bidang jasa investasi. Ternyata selama ini, perusahaan tersebut hanyalah perusahaan cangkang. Pendapatan utama keluarga Sugiharto adalah dari perjudian. Mereka menggunakan PT. Sugih Perkasa Prima sebagai alat pencuci uang. Dan beberapa persen dari pencucian uang tersebut, masuk ke oknum polisi.


Sontak berkas tersebut membuat geger warganet. Dalam jangka waktu 2 jam sejak video Rian menghajar Pak Effendi beredar, dunia internet Indonesia benar - benar heboh. Ajakan untuk mendukung pembebasan Rian dan menghukum Pak Effendi mulai bergaung keras. Tagar #SaveRian dan #KebiriEffendi banyak digunakan.


"Brengsek! Siapa yang membocorkan catatan keuanganku! Sialan!"


Brak


Seorang pria tua terlihat sangat emosi dan membuang semua barang yang ada di meja kerjanya. 'Kenapa nasib buruk mendatangiku beberapa hari ini! Baru dua hari yang lalu Geng Black Mamba yang aku bekingi dihancurkan seseorang, sekarang malah catatan keuanganku bocor!'


"Dimana Evi?" tanya Philip pada kepala pelayan yang dari tadi berdiri di depan pintu.


"Nyonya sedang di kamarnya."


"Panggil Evi ke sini!"


"Baik Tuan!"


Tak beberapa lama kemudian, seorang wanita tua berumur 60 tahunan masuk ke ruang kerja Philip. "Sayang, kenapa memanggilku?"


"Apa kau sudah melihat berita di internet dan sosial media?"


Evi menggelengkan kepalanya. Namun ia melihat suaminya sangat serius. Evi pun segera membuka akun Sosial Media Insta-Book miliknya. Begitu ia membukanya, ia mendapati post akun gosip LambeMacan ada di beranda paling atas. Mata Evi terbelak melihat video pada post akun tersebut. "Ini!"


"Kau tidak melakukan hal bodoh pada Rian kan? Kau tidak memerintahkan penjaga penjara untuk menyiksanya kan?"


Evi hanya bisa terdiam. Ia mengeluarkan keringat dingin. Melihat istrinya seperti itu, Philip memiliki perasaan yang tidak enak. "Apa yang kau lakukan! Jawab jujur!"


"A-a-ku me-meminta Sigit, bodyguardku, untuk membunuhnya …"


Plak


"Kau! Kenapa kau tidak berkonsultasi dulu denganku!"


Evi hanya bisa terdiam setelah Philip menamparnya.


"Cepat hubungi Sigit! Suruh dia hentikan tugasnya!"

__ADS_1


"Ba-baik!" Evi langsung menelpon Sigit, namun setelah beberapa lama, Sigit tidak menjawab teleponnya.


__ADS_2