Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Bunuh Diri Masal


__ADS_3

"Sistem-chan, buka menu Toko."


[Okey Dokey Kyun✨]


Rian kemudian membeli sebuah rumah berwarna putih dengan 3 lantai dari sistem. Ketika membelinya, muncul sebuah gambar 3D mengenai tanah yang ia beli dan juga denah Rumah. Dari gambar ini, Rian bisa mengatur denah dan juga perabotan yang ada di dalamnya.


Rio yang ada di samping Rian terus memandang Rian dengan Intens. 'Aura negatif yang terpancar dari otaknya telah dibatasi. Sepertinya ada seseorang yang membantunya.'


"Hehehe … mengatur denah ini mengingatkanku saat bermain The Sims." gumam Rian.


"Oke, pertama aku harus memikirkan jumlah kamar. Kamar untuk Alena, Livia, Alicia, dan Tika ada di lantai 3 semua. Kamar untuk anak-anakku dengan mereka aku taruh di lantai 2 saja, biar tidak mengganggu ritual malam hari. Mungkin 12 anak cukup lah, jadi total 26 kamar." Dengan cepat, Rian membuat denah kamar berukuran 6x6 meter tiap kamar di lantai 3. Sementara untuk kamar di lantai 2, Rian membuatnya berukuran 4x4 meter.


"Untuk kamar ART, mungkin aku buat bangunan tersendiri saja." Tangan Rian bergerak menambahkan sebuah bangunan berukuran 100 meter persegi di belakang taman sebagai bangunan ART. Di dalamnya, Rian memberi 1 kamar mandi dan 9 kamar tidur.


"Selanjutnya, ruang tamu, ruang serba guna, dapur, ruang karaoke, ruang bioskop, gym, dan kolam renang indoor aku taruh di lantai 1 saja."


1 jam kemudian, Rian selesai mengkonfigurasi rumah impiannya. Dalam gambar 3D pada sistem, tampak sebuah rumah putih dikelilingi oleh taman dan hutan. Di sana juga ada danau buatan, kolam renang, lapangan basket, lapangan futsal dan beberapa gazebo.


"Oke, selesai!" Rian menekan tombol selesai yang ada pada sistem. Seketika itu, muncul cahaya gelap pada lahan yang Rian beli. Tak beberapa lama, kini muncul rumah beserta tamannya, sesuai dengan apa yang Rian buat.


Melihat semua ini, Rio sangat terkejut. "Apa yang terjadi!? Kenapa tiba-tiba muncul rumah di sini!?"


"Rio, tenanglah! Ini Ini semua karena kemampuan khususku!”


“Kemampuan khusus Bos?” Rio sekarang merasa bahwa Rian adalah Dewa yang turun ke Bumi. Bagaimana tidak, hanya dalam sekejap, sebuah rumah dan fasilitasnya mendadak muncul dari ruang kosong.


“Ayo masuk ..”


......................


Hari telah berganti dengan cepat, suara ayam berkokok pun terdengar nyaring di pagi hari. Sejak tadi malam, Rian sudah mulai menempati rumah barunya tersebut. Rian meminta Rio hari untuk mencarikan beberapa pelayan untuk merawat rumahnya itu.


Rian kemudian pukul 05.30 berangkat ke sekolah. Hal ini dikarenakan jarak sekolah dan rumah barunya sangatlah jauh, yaitu 18 KM. Untuk menghindari macet, Ryan harus berangkat ke sekolah lebih pagi dari biasanya.


Sesampainya di sekolah, tiba-tiba seseorang memanggil Rian. “Rian …”


Rian menengok ke arah suara tersebut. “Kak Yohan?”


Setelah itu, Yohan mengajak Rian ke depan pohon beringin yang ada di halaman belakang sekolah.

__ADS_1


“Ada apa Kak Yohan? Sampai mengajakku ke tempat seperti ini?” tanya Rian. “Tunggu, jangan-jangan kakak mau menyatakan cinta padaku? Mohon maaf kak, saya masih normal.”


Buk


“Aduh!” keluh Rian setelah Kepalanya dijitak oleh Yohan.


“Ehem, aku juga masih normal. Walau tipeku sedikit berbeda.” gumam Yohan sambil membayangkan Alicia.


“Oke, kembali ke pembicaraan awal. Aku di sini, ingin mengajakmu untuk bergabung dengan Komunitas rahasia yang aku ikuti.”


“Komunitas rahasia?” Rian merasakan firasat tidak enak begitu mendengar kata Komunitas.


“Benar, namanya Komunitas Pecinta Hantu. Komunitas ini sangat tertutup untuk orang luar. Jadi untuk bergabung dengan Komunitas ini, harus ada rekomendasi dari salah satu anggotanya. Dan kebetulan aku baru menjadi anggotanya 6 bulan yang lalu.”


‘Bukankah ini kebetulan sekali? Setelah aku mendapat misi berantai kedua tentang Komunitas Pecinta Hantu, nggak sampai seminggu aku sudah mendapat tawaran untuk bergabung. Dan yang sangat mencengangkan, Yohan adalah salah satu anggotanya!' pikir Rian.


“Komunitas apa ini sebenarnya? Bisa tolong Kakak jelaskan?”


“Oke, jadi begini … komunitas ini awalnya dibentuk sebagai grup terapi untuk orang-orang yang mengalami depresi dan stres dalam kehidupan sehari-harinya. Maka dari itu, untuk sarana relaksasi dan menghilangkan stres, mereka akan bercerita secara bergantian mengenai kisah menyeramkan mereka. Tapi syaratnya hanya satu, kisah tersebut tidak boleh dibuat-buat, harus berdasarkan kisah nyata. Entah itu kisahmu sendiri atau kisah temanmu."


"Bukankah kisah menyeramkan malah dapat membuat orang semakin depresi?"


"Tentu saja tidak. Contohnya saja film horor di bioskop. Kalau film horor membuat orang depresi, maka tidak mungkin kursi bioskop selalu penuh saat penayangannya. Malahan, menonton film horor ini membuat rileks penontonnya setelah satu jam lebih tubuh mereka dalam keadaan waspada." jelas Yohan dengan sabar.


Yohan memperlihatkan senyuman yang hangat. “Karena kamu terlihat sangat tegang dan lelah. Aku dapat melihatnya saat minggu lalu kamu melindungi sekolah dari serangan *******. Kalau begini terus, maka kamu akan mengalami depresi! Aku tidak mau kamu mengalami depresi. Kak Alicia pasti akan sedih jika kamu depresi ..."


Yohan mengulurkan tangannya pada Rian. “Jadi bagaimana?”


'Kalau aku menerima tawaran Yohan, maka aku bisa dengan mudah menyusup ke komunitas mereka. Aku hanya tinggal menemukan 4 mantan pasien yang tersisa dan menemukan identitas ketua komunitas ini!' Setelah berpikir selama beberapa menit, akhirnya Rian setuju untuk bergabung.


"Oke kak, aku mau bergabung dengan komunitas Kakak."


"Oke, selamat bergabung Rian. Pertemuan rutin kita diadakan tiap hari kamis malam Jum'at Kliwon. Kebetulan Kamis ini adalah malam Jum'at Kliwon. Jadi bersiaplah …"


"En …" angguk Rian


Setelah itu, Ryan berpisah dengan Yohan dan pergi ke kelasnya.


......................

__ADS_1


Dreet Dreet


Seorang pria di stasiun kereta sedang menunggu Kereta Commuter tiba. Mendadak, ponsel pria itu bergetar, yang menandakan ada sebuah pesan chat masuk. "Nomor siapa ini?"


Pria itu membuka pesan chat tersebut. Di dalamnya, terdapat sebuah gambar dengan simbol yang cukup aneh. Mendadak, pandangan pria itu menjadi kosong.


Tuut Tuut


Dari arah kiri, datang kereta Commuter yang akan berhenti di stasiun ini. Saat kereta itu akan lewat di depannya, pria itu melompat ke depan kereta.


Croot


Bagaikan melindas buah tomat, tubuh pria itu pun hancur seketika terlindas kereta.


Seorang wanita yang kebetulan melihat semua proses itu pun berteriak. "Kyaaa~"


"Ada apa!?"


"Ada orang bunuh diri!"


"Cepat hubungi polisi!"


Di saat yang sama, dua pekerja kantoran di sebuah perusahaan media mendapat sebuah chat misterius.


"Nomor siapa ini?"


"Ada apa bro?"


"Aku dapet chat dari nomor yang tidak aku kenal."


Dreet Dreet


"Wah, kayaknya aku juga bro."


Mereka berdua membuka pesan chat tersebut. Hal yang sama terjadi lagi. Pandangan kedua pria tersebut mendadak kosong.


Mereka kemudian naik ke atap gedung dengan ekspresi yang kosong. Bahkan saat teman-teman mereka menyapa, mereka berdua hanya diam.


Tak beberapa lama, mereka sampai di atap gedung 50 lantai tersebut. Tanpa ada keraguan, mereka berdua melompat dari atap gedung.

__ADS_1


Tidak hanya mereka, ternyata ada banyak orang di kota Surabaya yang mendapat pesan chat misterius. Mereka semua pun melakukan bunuh diri dengan berbagai cara.


Hingga akhirnya, pada saat itu tercatat 81 orang warga Surabaya meninggal akibat bunuh diri.


__ADS_2