Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Penjelasan Tono (I)


__ADS_3

Dari pertemuannya dengan keluarga Greywolf, Rian berhasil membuat perjanjian kerja sama dengan mereka. Rian setiap bulan akan pergi ke lab yang mereka miliki untuk mengambil darah dan melakukan beberapa eksperimen. Sebagai gantinya, Rian akan mendapat pasokan 5 kantong darah tiap harinya. Rian juga akan menerima mentoring dari Jason secara langsung untuk bisa mengendalikan kekuatannya.


Sebenarnya, Jason juga menawarkan daging manusia, namun Rian menolaknya. Rian ingin sebisa mungkin ia tidak memakan daging manusia lagi. Memang Rian telah menerima dirinya yang baru, namun tetap saja timbul perasaan bersalah jika ia tetap memakan manusia.


Saat Rian kembali dari Singapura dan sampai di rumahnya, waktu telah menunjukkan pukul 01.40 dini hari. Sebelum tidur, Rian tak lupa untuk memeriksa pintu merah yang ada di dalam kamar mandinya. Setelah di rasa aman, Rian akhirnya dapat merebahkan badannya dengan tenang.


"Sistem-chan, tolong buka halaman misi."


[Okey Dokey Kyun✨]


______________________________________________________________________


Halaman Misi


- Tantangan Cermin (Pemula) (Selesai)


- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 1 (Spesial) (Selesai)


- 7 Keajaiban SMA Avernus (Hard) (Selesai)


- Kamar Kos No.4 (Normal) (Selesai)


- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 2 (Spesial) (On Progress)


- Misi : Sekamar Bertiga (Terbatas)


*Tingkat Kesulitan :Easy


*Hadiah : 15 poin, Paket Kemampuan Khusus (Acak)


*Batas Waktu : Host harus sudah berada di kamar 303 sebelum tengah malam.


*Status Penyelesaian : 83%


*Deskripsi :


Temukan alasan mengapa Winny bermimpi sedang berkeramas secara berulang kali setiap harinya.


* Misi Tersembunyi :


> Mengungkap kebenaran atas kematian William Sutanto (Selesai)


*Catatan :

__ADS_1


Dia datang dari balik cermin.


{Selesaikan Misi}


- Terkunci


______________________________________________________________________


"Dari semua kekacauan yang aku lalui, cuma 83% saja?" Rian agak terkejut dengan penilaian dari sistem "Mungkin ini karena aku belum mengetahui sebab pemuda kamar 302 bisa kerasukan makhluk itu dan juga membiarkan makhluk itu kabur … "


"Baiklah, hari ini aku akan mengunjungi pemuda itu … "


......................


Di tengah terangnya sinar rembulan, berdiri seorang pria yang menggunakan topeng plague doctor. Ia tampak sedang menatap bulan yang ada di langit dengan penuh kerinduan. Walau ia berpakaian seperti itu, tetapi aura penuh kesedihan masih tetap terpancar.


"Effendi, bagaimana dengan tubuh barumu ini?"


Di belakang pria bertopeng plague doctor, berdiri sosok tanpa kepala dengan pakaian olahraga berwarna merah. "Tuan Nightmare, terima kasih atas bantuan tuan. Tanpa tuan, aku tidak akan menjadi seperti sekarang ini."


"Lalu, apakah kau sudah menyelesaikan balas dendam mu?" tanya Nightmare tanpa menengok ke belakang.


Mendengar pertanyaan Nightmare, tubuh Effendi bergetar. Aura merahnya pun semakin menebal. Jika orang biasa di sini, makan orang itu akan merasakan hawa yang sangat dingin. Area sekitar Effendi pun membeku hingga membentuk lingkaran dengan diameter 3 meter.


"Kalau begitu, akan kuberikan kau sebuah informasi. Pemuda itu kemungkinan akan datang ke rumah sakit ini dalam minggu ini."


"Apakah itu benar? Apakah bocah brengsek itu akan datang ke sini?" Kepala Effendi yang dibawa di tangan kanannya itu tampak tersenyum menyeramkan


"Tentu saja."


"Hihihihihi hihihihihihi … tuan Nightmare, aku berjanji pada tuan. Setelah aku membalaskan dendamku, Aku akan bersumpah setia padamu, tuan …"


"En …" Kemudian Nightmare berjalan pergi dari atap gedung Rumah Sakit Universitas Avernus.


Ding


[Tingkat kedekatan Host dengan Roh Jahat Tingkat Tinggi : Guru Olahraga Tanpa Kepala telah mencapai 95%]


Ding


[Mendeteksi tingkat kedekatan melebihi 90%]


[Host mendapat hadiah 9500 poin]

__ADS_1


[Total Poin sekarang 519.913]


[Host sudah bisa membuat kontrak dengan Roh Jahat Tingkat Tinggi : Guru Olahraga Tanpa Kepala]


"Tentu saja kau pasti akan setia padaku. Belum pernah ada, bahkan tidak mungkin ada, makhluk buatanku yang tidak akan bersumpah setia padaku!" gumam Nightmare sambil berjalan pada lorong rumah sakit yang gelap. Di kanan dan kirinya, ada puluhan Roh Jahat berpakaian serba merah yang berbaris sambil berlutut membentuk jalan bak menyambut seorang raja yang lewat.


......................


Bel tanda pulang sekolah berbunyi 15 menit yang lalu, menandakan waktu sekarang adalah pukul 16.15 sore. Kini, Rian sedang berjalan menyeberangi jalan yang ada di depan SMA  Avernus untuk mengunjungi Tono, penghuni kamar apartemen nomor 302.


Rian sendiri terkejut mendengar kabar dari Dokter Denis bahwa Tono telah dipindahkan ke Rumah Sakit Universitas Avernus. Awalnya ia dirawat di puskesmas sekitar. Namun karena peralatan yang tidak memadai, akhirnya ia di rujuk ke Rumah Sakit Universitas Avernus.


Tok Tok Tok


"Permisi …" Rian membuka pintu kamar 404 yang dulu pernah ia tempati.


"Masuk saja …" jawab Dokter Denis yang sudah menunggu di dalam kamar.


"Lho, kenapa Ayah Mertua ada di sini?" tanya Rian. Ia semalam tidak memanggil Dokter Denis dengan Ayah Mertua karena ada Livia bersamanya.


Dokter Denis mengusap-usap kepala Tono yang sedang tidur. "Karena kamu ke sini, makanya saya harus kemari juga. Pasca kejadian malam tadi, mental Tono tidak stabil. Aku takut apa yang akan kamu tanyakan akan memperparah keadaannya. Maka dari itu, sebagai Dokter, saya di sini akan mendampinginya "


Tono yang tadinya sedang tidur, terbangun setelah mendengar suara Rian dan Dokter Denis. "Dokter …"


"Sore Tono, kamu masih ingat dengan Rian?"


Mendengar ucapan Dokter Denis, Tono menengok ke arah Rian. Tono tampaknya agak lupa dengan Rian. Ia perlu sedikit waktu untuk mengingatnya. "Ah, kamu teman penghuni 304 ya! Maafkan aku sebelumnya … tindakanku padamu waktu itu disebabkan pikiranku yang sedang kacau."


"Iya nggak apa-apa. Semua ini salah makhluk itu. Aku yakin kamu bukan orang jahat."


Mendengar ucapan Rian, Tono merasa ada beban yang menghilang dari punggungnya. "Terima kasih …"


"Jadi, bisa tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?"


"Tiga bulan terakhir ini benar-benar seperti mimpi buruk bagiku!" Mengingat apa yang telah dilaluinya, Tono sedikit gemetaran. Matanya juga tampak membesar karena rasa takut yang berlebihan.


Dokter Denis pun mengusap-usap kembali rambut Tono. "Tenang … kamu sudah aman dari semua mimpi buruk ini. Aku akan selalu menemanimu." ucap Dokter Denis dengan lembut. Tono akhirnya kembali tenang dengan ucapan Dokter Denis.


Setelah tenang, Tono kembali melanjutkan ceritanya. "Ketika hari pertama aku pindah ke kamar 302, pihak manajemen  Apartemen berkata bahwa jika aku merasa tidak nyaman atau menemukan sesuatu yang aneh, aku bebas untuk pindah kamar. Pada malam harinya, aku bermimpi jendela beranda ku terbuka. Saat aku menutup jendela tersebut, aku melihat ada seseorang yang berdiri di jendela kamar sebelah."


"Awalnya aku cuek saja dengan hal itu. Namun, mimpi itu terus kembali datang padaku setiap malam! Sampai pada akhirnya, seseorang yang seharusnya ada di kamar sebelah, telah masuk ke dalam kamarku! Tetapi, orang tersebut tidak menyakitiku sama sekali saat itu. Dia berkata ia membutuhkan bantuan ku."


"Setelah mimpi itu, aku jadi tidak fokus selama pelajaran di sekolah. Akhirnya, aku memutuskan untuk menginap di rumah temanku. Tapi, sepertinya makhluk itu mengikuti ku! Kali ini, di dalam mimpi, ia menampakkan diri tepat di samping tempat tidurku!"

__ADS_1


__ADS_2