Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!

Sistem Uji Nyali? Siapa Takut!
Fase Berikutnya


__ADS_3

"Kak Yohan, serahkan orang bertopeng plague doctor itu padaku!”


Melihat betapa seriusnya Rian, Yohan pun bertanya. “Kenapa kamu tampak sangat marah pada master?”


“Karena kemungkinan besar, dialah orang yang telah membunuh kedua orang tuaku!”


“Apa!? Bagaimana mungkin?”


“Aku juga nggak tahu, makanya aku ingin melawannya sekaligus menggali informasi darinya.”


“Baiklah, kalau begitu serahkan Frankenstein padaku!” Setelah itu, mereka pun berpencar untuk melawan lawan mereka masing-masing.


Bagaikan hembusan angin, Rian dalam sekejap muncul di depan plague doctor. Kedua tangan Rian mencakar dada plague doctor yang tertutupi oleh baju zirah hitam.


Clang


Percikan api bagaikan kunang-kunang timbul akibat gesekan kuku dan baju zirah. Namun, serangan Rian sama sekali tidak meninggalkan bekas pada baju zirah plague doctor.


"Hanya segitukah kemampuanmu?" Lengan plague doctor mendadak menjadi berotot. Dengan cepat, tangannya menghantam tubuh Rian. Bahkan dengan persepsi super, Rian tidak bisa menghindarinya.


Croot


Kepala Ryan langsung pecah setelah menerima pukulan tersebut. Darah dan isi otak pun berceceran di mana-mana. Tubuh Rian akhirnya roboh di depan kaki plague doctor.


Melihat hal ini, Yohan langsung berteriak. "Rian!" Di samping Yohan, kepala pria bertopeng Frankenstein itu telah terpisah dari tubuhnya.


"Master, kenapa kamu melakukan semua ini!?"


"Karena dia adalah variabel yang dapat menghancurkan rencanaku …" jawab plague doctor dengan enteng.


"Master!" Seiring dengan emosi Yohan yang menggebu-gebu, pilar cahaya mulai bermunculan satu-persatu di sekitar Yohan dan terus meluas. Pilar ini memiliki warna yang bermacam-macam dan tampak indah. Namun manusia biasa tidak akan ada yang bisa melihatnya.


"Ugh, tubuhku!" Tubuh plague doctor tampak lemas.


"Haaaa!" Yohan berteriak sambil melancarkan pukulan.


"Tapi bohong …"


Jleb

__ADS_1


"Uhuk …" Yohan langsung memuntahkan banyak darah. Tampak, ekspresi tidak percaya terpancar di wajahnya. "Ini … tidak … mungkin …" Tangan kanan plague doctor menembus dada Yohan.


"Hahahaha … aku sudah mempelajari kekuatanmu, Yohan! Kekuatan yang chimera berikan padaku selain baju zirah ini adalah nullifikasi. Selama aku menggunakan baju zirah ini, serangan sihir, kutukan, ataupun energi tenaga dalam tidak akan mempan padaku!"


Kemudian plague doctor mencabut jantung Yohan dan membuangnya. Seketika itu, Yohan kembali ke wujud manusianya dan terkulai lemas di lantai. Dari tubuh Yohan, menyeruak asap hitam pekat. Dengan cepat, plague doctor menghisap aso tersebut.


Mendadak, aura hitam dari tubuh plague doctor naik dan semakin pekat. "Aahh~ ini dia … aku akan berevolusi!"


Tanpa plague doctor sadari, kepala Rian telah tumbuh kembali. Tapi, karena ia telah menggunakan cukup banyak energi kutukan untuk menumbuhkan kepalanya, Rian menjadi sangat kelaparan.


Melihat ada jantung tergeletak di depannya, Rian secara tidak sadar langsung mengambil dan melahapnya.


Krauk 


Ketika melahapnya, tiba-tiba semua ingatan Yohan terlintas di pikiran Rian. "Aku … apa yang telah aku lakukan!"


Rasa penyesalan penyesalan datang dalam diri Rian. 'Kak Yohan, aku berjanji akan melindungi orang-orang yang kamu sayangi, termasuk Alicia dan juga Adel!'


Rambut Rian memanjang. Tubuhnya kembali menjadi seperti manusia, namun memiliki ekor perak dan dan juga telinga serigala di atas kepalanya. Kini, tubuh Rian Rian telah bertransformasi dari wujud Setengah Werewolf, menjadi Alpha Werewolf.


Tapi ada hal yang berbeda dari transformasi Alpha Werewolf kali ini. Pada tubuh Rian, sebuah tato putih yang berpusat pada jantung Rian, menjalar ke seluruh bagian tubuhnya, mulai dari kepala, kaki, hingga tangannya.


Dengan cepat, Rian memukul plague doctor sekuat tenaga.


Boom


Tubuh plague doctor pun terpental dan menembus keluar dinding ruangan hingga akhirnya ia meluncur jatuh ke lahan parkir yang ada di belakang gedung Apartemen. Tabrakan antara plague doctor dan tanah ini membuat lubang sebesar 4 meter.


"Uhuk!" Plague doctor yang kini tergeletak di dalam lubang memuntahkan banyak darah.


Kratak


Baju zirah plague doctor mulai mengalami keretakan. Ia kemudian bangkit dengan sempoyongan. "Brengsek! Beraninya kau mengganggu proses evolusiku!"


Rian yang tadi masih ada di lantai 13, mendadak muncul di depan plague doctor dan memukul wajahnya.


Boom


Bagaikan layangan putus, tubuh plague doctor kembali terpental. Tanpa menunggu tubuh plague doctor jatuh ke tanah, Rian kembali melancarkan pukulan bertubi-tubi.

__ADS_1


"Jika serangan energi tidak bisa menembus pertahananmu, maka satu-satunya cara untuk menembusnya adalah menggunakan serangan fisik!"


Boom Boom Boom


Pukulan demi pukulan Rian lancarkan. Golombang yang diakibatkan pukulan Rian pun meluluh lantakkan area parkir, menciptakan banyak lubang di sana-sini. Debu, bercampur serpihan batu berterbangan di mana-mana.


Rian lalu mencekik plague doctor dan  mengangkatnya ke atas. Perlahan, Rian menyingkirkan topeng plague doctor yang telah rusak. Dari balik topeng itu, tampak seorang muda pria berusia 25 tahunan.


"Katakan padaku, apakah kamu yang membunuh kedua orang tuaku?" tanya Rian.


"Ugh … sudah banyak orang yang tekah aku bunuh, mungkin saja orang tuamu salah satunya, hahahaha …"


Tanpa ada keraguan, Rian langsung meremukkan leher pria tersebut.


Krek


Seketika itu, pria muda itu langsung tewas dengan leher yang hancur.


Tak jauh dari posisi Rian, ada 3 buah drone melayang di udara yang semenjak tadi telah menagwasi gerak gerik Rian.


......................


Ding


[Makhluk buatan Host, Chimera Berbaju Zirah : Aldy telah musnah]


"Hmm, makhluk gagal tetaplah gagal. Tapi setidaknya, aku jadi tahu sampai sejauh mana kekuatan Rian." gumam seorang pria bertopeng plague doctor sambil melihat layar monitor. Kini, Nightmare berada di sebuah ruangan yang cukup luas dengan banyak cadaver di sekitarnya. Pada dinding dan lantai ruangan tersebut, terdapat berbagai simbol aneh yang digambar menggunakan darah


"Kemampuan Alpha Werewolf ya, sepertinya ini akan sulit. Puluhan ribu mayat hidup yang aku miliki tidak akan cukup untuk membunuhnya. Aku harus mencari cara untuk bisa menusuk jantungnya …" pikir Nightmare.


“Bagaimana kalau kita menculik salah satu pacar Rian? Lalu, kita bisa memancingnya dan membuat dia lengah. Di saat yang sama, kita tusuk jantungnya, hihihihihi ...” ucap seorang wanita berbaju merah dengan dada yang sangat besar.


Mendengar saran dari salah satu makhluk kontraknya, Nightmare mendadak mengeluarkan aura yang sangat mencekam. “Aku tidak menyukai cara kotor seperti itu, Wewe Gombel … kamu seharusnya tahu itu!” Walau cara bicara Nightmare sangat halus dan lembut, namun tetap saja tekanan keluar dari tubuhnya sangatlah kuat.


Wewe Gombel pun sangat ketakutan. Ia kemudian dengan cepat berlutut di belakang Nightmare yang masih duduk memandangi monitor di depannya, “Ma-ma-maafkan aku, Yang Mulia.”


Setelah merenung sejenak, Nightmare berdiri dari kursinya. “Phia, sesuai dengan rencana awal, besok kamu harus membajak seluruh jaringan komunikasi kota ini. Aku sudah menggambar beberapa lingkaran sihir agar kamu bisa tetap kuat di siang hari.”


“Baik Yang Mulia!” jawab seorang wanita berbaju merah dengan kacamata tebal di belakang Nightmare.

__ADS_1


“Saatnya melangkah ke fase selanjutnya …”


__ADS_2