
Winny benar-benar ketakutan mendengar dugaan Rian. "Ta-ta-tapi, kenapa ketika Sabtu kemarin aku menginap di rumah Ida, aku tetap mengalami mimpi yang sama!?"
"Hmm … bisa saja roh jahat yang mendiami kamar mu mengikuti mu." Karena kemampuan Mata Batin Rian menghilang, kini ia tidak lagi bisa melihat makhluk tak kasat mata. Maka dari itu, ia kesulitan mengkonfirmasi apakah benar ada makhluk yang mengikuti Winny atau tidak. Tapi yang pasti, sebelum kekuatan Rian hilang, ia tidak melihat ada makhluk yang berkeliaran di kelas.
"Lalu aku harus bagaimana? Aku sangat takut untuk tidur malam ini …" Tangan Winny yang gemetaran memegang lengan Ida dengan erat.
"Apakah aku boleh ke kamar mu malam ini?"
"Ten–"
Mendadak, telinga Rian dijewer oleh Livia yang baru saja datang. "Aduh duh duh duh duh …" Winny pun menghentikan jawabannya ketika melihat Livia menjewer Rian.
"Berani sekali kamu mau ke kamar seorang wanita malam-malam ha? Apa kamu berniat untuk selingkuh?" tanya Livia sambil memelototi Rian, Ida dan juga Winny.
Di saat yang sama, Alena juga datang bersama Tika. Alena tersenyum pada Rian. Namun, matanya menatap Rian dengan sangat tajam. Seakan ingin menyampaikan pesan, bahwa jika ia macam-macam, Alena tidak segan akan membunuhnya.
Rian langsung merinding mendapat tatapan Alena. 'Hiiii~ kenapa mereka semua seperti ini! Padahal kan aku cuma mau memeriksa kamar Winny aja!'
Melihat kondisi semakin tidak kondusif, Guntur pun maju untuk menjelaskan masalah Ida dan Winny pada Livia. "Tunggu, Livia … ini tidak seperti yang kamu kira! Ida hanya meminta tolong Rian terkait masalah yang Winny alami!" Kemudian Guntur mulai menceritakan kisah Winny dan mimpinya yang terus berulang. Mendengar semua itu, akhirnya Livia melepaskan jewerannya.
Ding
[Misi Terbatas terbuka, -Sekamar Bertiga-]
"Misi terbatas? Sistem, apa itu misi terbatas?" bisik Rian.
[Selamat pagi Host! Sistem-chan di sini … kyun✨]
[Jadi, misi terbatas adalah misi yang muncul dalam waktu tertentu. Jika Host tidak menerima misi ini dalam waktu kurang dari 12 jam, maka misi ini akan selamanya terkunci.]
______________________________________________________________________
Halaman Misi
- Tantangan Cermin (Pemula)
- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 1 (Spesial)
- 7 Keajaiban SMA Avernus (Hard)
- Kamar Kos No.4 (Normal)
__ADS_1
- Jalan Menuju Orang Paling Greget Di Dunia 2 (Spesial)
- Misi : Sekamar Bertiga (Terbatas)
*Tingkat Kesulitan :Easy
*Hadiah : 15 poin, Paket Kemampuan Khusus (Acak)
*Batas Waktu : Host harus sudah berada di kamar 303 sebelum tengah malam.
*Status Penyelesaian : 0%
*Deskripsi :
Temukan alasan mengapa Winny bermimpi sedang berkeramas secara berulang kali setiap harinya.
*Catatan :
Dia datang dari balik cermin.
- Terkunci
______________________________________________________________________
“Oke … kalau begitu, ayo malam ini kita berenam, tim Pemburu Hantu, pergi mengunjungi Kamar Winny! Bagaimana teman-teman?” tanya Livia.
“Aku nggak masalah kok.” jawab Guntur. Adi juga mengiyakan ajakan Livia. Hanya Alena dan Tika saja yang tidak bisa ikut. Krena kalau bukan Jum’at dan Sabtu malam, mereka jam 8 malam harus sudah pulang.
“Bagaimana denganmu, Rian?” tanya Livia sambil menepuk punggung Rian.
Rian pun langsung tersadar dari renungannya. “Ah iya, tentu saja. Bagaimana Winny, apakah kamu nggak masalah kami ke apartemen mu malam ini?”
Winny hanya terdiam tak mendengar pertanyaan Rian. Bola matanya tampak bergerak-gerak ke atas seakan sedang berusaha melihat sesuatu di atas kepalanya. Ia juga menampakkan ekspresi ketakutan secara terus menerus.
Melihat ala yang terjadi pada Winny, Ida langsung membalas pertanyaan Rian. “Tentu saja … Winny pasti sangat senang jika kalian dapat menyelesaikan masalahnya! Aku mewakili Winny mengucapkan terima kasih banyak pada kalian …” Setelah itu, Ida mengantarkan Winny kembali duduk di mejanya yang terletak di belakang kelas. Kondisi mental Winny terlihat tidak stabil.
“Bagaimana menurutmu Rian? Kondisi Winny terlihat mengkhawatirkan!” tanya Guntur.
“Kondisinya memang aneh. Dari tadi, kepalanya terus saja menunduk. Tapi kondisi tulang belakangnya terlihat tegap dan tidak membungkuk. Hanya kepalanya saja yang terus menghadap ke bawah, seakan ada sesuatu yang berat menekan kepalanya ke bawah. Begitu juga pandangan mata Winny. Ia sangat sering tidak fokus. Semenjak tadi, sudah belasan kali Winny melirik ke arah atas, seakan ingin melihat sesuatu yang ada di atas kepalanya. Kondisi kesehatan mentalnya juga tampak nggak stabil. Mungkin ini disebabkan oleh mimpi buruk yang terus berulang.”
“Ini …” Guntur, Adi, Livia, Alena, dan Tika terkejut dengan hasil observasi Rian. Mereka tidak menyangka Rian akan mendapatkan informasi sedetail itu dalam waktu singkat. Bahkan Guntur yang dari tadi di samping Rian saja tidak tahu kondisi Winny selain kepalanya yang terus menunduk ke bawah sejak tadi.
__ADS_1
Dari belakang Rian, mendadak punggung Rian dicolek-colek seseorang. Sontak, Rian pun terkejut. “Ahhh!”
Guntur dan lainnya pun ikut terkejut dengan teriakan Rian. "Ahhh!"
"Maaf telah membuat kalian terkejut!" tunduk Alicia sambil meminta maaf.
"Alicia? Kenapa kamu di sini? tanya Rian.
Melihat Alicia, Alena langsung memeluknya dari belakang. Alicia. "A-li-ci-a … kamu kok imut banget sih, gemes aku!" ucap Alena sambil mencubit-cubit pipi Alicia.
"Mmmm … tolong hentikan …"
Alena pun menghentikan cubitannya setelah melihat pipi merah Alicia. "Maaf, hehehehe …"
"Jadi, kenapa kamu di sini?" tanya Rian kembali.
"Aku hanya ingin bilang, kalau aku ingin bergabung dengan tim TeckTock kalian."
"Apa!? Kenapa mendadak begini? Bukankah kamu ingin fokus bermain musik? Kalau kamu bergabung dengan kami, maka waktu bermain musikmu akan berkurang!"
"Tidak masalah. Aku hanya tidak ingin sendirian lagi. Aku merasa nyaman bersama kalian." jawab Alicia dengan nada datar.
Alena langsung mempererat pelukannya setelah mendengar penjelasan Alicia. "Tentu saja kamu boleh bergabung dengan kami … benar kan, Rian?"
"Iya, tentu saja kamu boleh bergabung dengan kami. Selamat datang dalam tim Pemburu Hantu!"
Plak Plak Plak
Rian, Livia, dan teman-teman satu tim lainnya bertepuk tangan menyambut kehadiran anggota baru mereka.
"Oh ya, Alicia … apakah kamu nanti malam bisa ikut kami melakukan penyelidikan di kamar apartemen Winny, teman sekelas kami?" ajak Rian.
"Aku bisa … jam berapa kalian berkumpul? Apakah kita akan berangkat ke sana sendiri-sendiri atau berangkat bersama?"
"Pertanyaan yang bagus. Aku sih ingin sekali kita berangkat bersama, namun kita tidak ada kendaraan yang cukup untuk memuat kita berlima. Adi dan Guntur belum diijinkan membawa mobil. Mobil yang aku miliki juga cuma 2 tempat duduk."
"Bagaimana kalau menggunakan mobilku? Kalau cuma berlima, itu lebih dari cukup. Lagi pula aku tidak boleh pergi kemana-mana tanpa supirku."
"Terima kasih Alicia. Kami menerima tawaranmu!"
Setelah itu diputuskan, bahwa mereka akan berkumpul di sekolah pukul 8 malam dan berangkat bersama menggunakan mobil Alicia menuju apartemen tempat Winny tinggal.
__ADS_1