
Snif Snif
"Ada apa Jaka?" tanya Sigil yang penasaran dengan aksi mengendus-endus Jaka.
"Aku mencium aroma darah yang pekat dari belakang kita."
"Dari belakang? Maksudmu dari tempat Anwar dan Roni!?" Jaka mengangguk atas pertanyaan Sigil.
"Ini gawat! Mereka adalah junior kita, jadi kita sebagai senior harus menyelamatkan mereka!"
"Tapi bagaimana dengan misi kita?"
"Dalam semua video TeckTock-nya, Rian selalu dapat lolos dari berbagai bahaya. Ia memiliki kecerdasan yang tinggi, jadi aku yakin ia pasti bisa melalui semua ini. Jadi, sekarang kita fokus untuk menyelamatkan junior kita!" jelas Sigil.
Ia kemudian menekan tombol pada alat komunikasi yang menempel pada dadanya. "Burung Hantu kepada Sloth, ganti …"
Dari ujung komunikator, Letnan I Fyren menjawab. "Sloth kepada Burung Hantu, ada apa? Ganti …"
"Burung Hantu kepada Sloth, kami meminta ijin untuk menunda misi kami demi menyelamatkan Anwar dan Roni. Jaka berkata ia mencium bau darah dari lokasi Anwar-Roni. Ganti …"
"Sloth kepada Burung Hantu, Ijin diberikan."
Mendadak terdengar suara Yuda mengumpat dari komunikator Sigil. "Diberi Izin mata mu! Letnan, jangan seenaknya saja memberi izin! Kita sedang dalam misi penting. Dan juga Sigil, aku tidak memberi …"
Belum selesai Yuda berbicara, Sigil langsung mematikan komunikatornya.
"Ayo!" Sigil langsung berputar dan lari menuju ruang laundry.
"Haa~ kalau kita dimarahi, kamu yang tanggung jawab ya!" Jaka akhirnya mengikuti Sigil ke ruang laundry.
Saat mereka berdua sudah hampir sampai di ruang laundry, langkah Jaka dan Sigil tiba-tiba terhenti. Di depan mereka, ada 2 makhluk dengan tentakel hitam dari pinggangnya yang sedang menyeret dua mayat. Kedua mayat tersebut menggunakan seragam yang sama dengan Jaka dan Sigil.
"Anwar, Roni …" mata Sigil berlinang air mata melihat kedua mayat yang monster itu seret.
"Kita benar-benar beruntung, bisa langsung menemukan buruan kita, hahahahaha …" tawa Bintang.
"Berhati-hatilah, sepertinya mereka bukan manusia biasa seperti dua orang yang kita bunuh sebelumnya."
__ADS_1
Melihat mayat teman setimnya, Jaka sangat marah. Tanpa ragu ia menghentakkan kakinya ke lantai dan meluncur maju ke depan bagaikan kilat. Dari kepalan tangannya, muncul percikan listrik biru yang memiliki bunyi seperti anak burung berkicau. Bagaikan meteor biru, kepalan tangan tersebut menghantam kepala Bintang dengan keras.
Brak
Seketika itu, kepala Bintang langsung pecah. Tubuhnya pun menghantam lantai dan berguling-guling sejauh 7 meter. Pukulan Jaka juga sekaligus membunuh chimera yang ada pada tubuh Bintang.
"I-i-ini tidak mungkin!" gumam pria dengan satu tangan. Ia dapat melihat tubuh Jaka yang dipenuhi percikan listrik biru. Percikan ini keluar dari seluruh pori-pori kulitnya. "Tenaga dalam? Jadi kau adalah praktisi tenaga dalam. Dari perguruan mana kamu berasal?"
"Aku tidak memiliki kewajiban untuk menjawabmu. Karena lawanmu adalah dia. Aku tidak akan ikut campur." tunjuk Jaka ke arah Sigil.
"Akulah lawanmu!" ucap Sigil dengan matanya yang merah akibat menangis.
"Kamu? Dengan badan kurus seperti itu kamu mau melawanku?" Pria bertangan satu itu pun tersenyum lebar. "Kalau lawanku adalah pria besar itu, maka aku akan langsung lari. Tapi kalau yang aku lawan adalah pria ceking sepertimu, maka dengan senang hati aku akan membunuhmu!"
"Akan kupastikan aku membunuhmu secara perlahan dan perlahan, sampai kamu memohon padaku untuk segera menghabisi nyawamu!" Kemudian, aura gelap muncul dari tubuh Sigil. "Spiritualism! Merasuklah, Banaspati!"
Di belakang Sigil, muncul sebuah bola api yang menyala merah bagaikan matahari kecil. Bola tersebut terbang merasuk ke dalam tubuh Sigil. Seketika itu juga, tubuh Sigil dipenuhi api. Ia kini tampak lebih seperti api yang berbentuk manusia.
"Hanya dengan api segini kamu yakin bisa membunuhku? Jangan bercanda!" Pria bertangan satu itu langsung menyerang Sigil dengan ketiga tentakelnya.
Melihat ketiga tentakel yang mendekat dengan kecepatan tinggi, Sigil hanya berdiri diam tidak melakukan apa-apa. Dengan cepat, ketiga tentakel tersebut menghantam dan menembus tubuh Sigil.
"Sudah ku bilang kan, aku akan membunuhmu secara perlahan …" Sigil kemudian menjelma menjadi ular api dan melilit tubuh pria itu.
"Arghhh!"
"Dalam wujud Banaspati, aku tidak lagi memiliki wujud fisik. Tubuhku sekarang benar-benar terbuat dari api yang benar-benar murni …" Api merah yang ada di tubuh Sigil mendadak berubah menjadi api hitam. "Dan ketika aku benar-benar marah, maka api ini akan menjelma menjadi api abadi, sebuah api berwarna hitam yang tidak akan pernah bisa padam …"
"Arghh!" Tubuh pria bertangan satu itu terus terbakar. Ia pun berguling-guling untuk memadamkan apinya, namun api tersebut tidak padam sama sekali. Yang ada malah lantainya juga ikut terbakar.
Tiba-tiba, dari mulut pria itu, keluar sebuah asap hitam yang kemudian menjelma menjadi seorang pria kurus bak ranting dengan tiga wajah yang dijahit menjadi satu. "Brengsek kalian semua! Setelah aku mendapat tubuh baru, aku akan membunuh kalian berdua!"
"Makhluk apa itu?" Jaka terkejut dengan rupa aneh chimera.
"Tak akan ku biarkan kamu lolos!" Sigil kembali berubah menjadi ular api dan menggigit chimera.
"Argghh! Bagaimana mungkin api bisa membakar tubuh astral!?"
__ADS_1
Sigil kembali ke wujud manusia apinya dan menjawab pertanyaan chimera. "Karena api abadi dapat membakar apapun …"
"Arghh! Ini tidak mungkin! Aku yakin tuan Nightmare pasti bisa menolongku!" Dengan tubuhnya yang terus terbakar api hitam, chimera tersebut lari keluar jendela.
"Kamu tidak mengejarnya?"
"Tenang saja, api itu tidak akan bisa padam. Jadi dia akan mati dengan perlahan."
"Aku tidak menyangka kamu sadis juga."
"Aku tidak mau mendengar hal itu dari orang yang menghancurkan kepala monster dengan satu pukulan …"
"Hahahahaha …" tawa Jaka menggema ke seluruh lorong.
Setelah memastikan tidak ada makhluk sejenis lainnya, Sigil melepas wujud apinya. "Keluarlah, Banaspati!"
Sebuah bola api keluar dari tubuh Sigil. "Terima kasih Banaspati …" Setelah mendengar ucapan Sigil, bola api itu menghilang.
"Uhuk uhuk …" Mendadak, Sigil berlutut dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. 'Sial, aku tidak menyangka efek samping menggunakan Banaspati sangatlah kuat!'
"Sigil! Kamu tidak apa-apa?" Jaka bergegas menghampiri Sigil dan membopongnya.
"Iya, aku tidak apa-apa kok. Lebih baik kita selamatkan dulu korban penyekapan di ruang laundry, baru setelah itu kita mencari Rian."
"Oke, terserah kamu saja."
Mereka berdua kemudian pergi ke ruang laundry. Untungnya, kakek dan wanita botak tersebut masih hidup. Sigil dan Jaka pun langsung menyelamatkan mereka.
......................
Ding
[Makhluk buatan Host, Roh Jahat Tingkat Menengah : Direktur Rumah Sakit telah musnah]
Mendengar notifikasi dari sistem, hati Nightmare sedikit bergejolak. "Lagi-lagi kamu membunuh makhluk buatanku, Rian!"
"Dengan musnahnya Direktur Andi, ini artinya gadis kecil itu kembali menguasai pintu merah itu lagi."
__ADS_1
"Tapi itu tidak masalah, karena aku sudah berhasil membukanya, hahahahaha …" Di depan Nightmare, terdapat sebuah pintu merah darah yang terus menerus mengeluarkan aura negatif.